Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Noor Setia Berdayakan Kaum Disabilitias

ahzarul-noor

SYARAT mutlak menjalankan tugas sebagai Community Development Officer (CDO) atau personil pengembangan masyarakat adalah memiliki mental sekeras baja. Selain itu, karakter kerja keras, pantang menyerah, dan kreatif juga harus dimiliki staf COD baik pria maupun wanita. 
Saat di lapangan bekal-bekal ini akan bermanfaat bagi staf COD. Sebab, mereka berhadapan langsung dengan beraneka ragam tipe masyarakat di antaranya kaum marjinal, penyandang disabilitas, dan tentunya kalangan menengah ke bawah. 
Salah satu staf COD Noor Azharul Fuad mengungkapkan hal demikian kepada Suara Merdeka belum lama. Semenjak menggawangi CDO di PT Pertamina Terimal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Teras, Boyolali, langsung mengampu program pemberdayaan di sejumlah desa di ring 1 TBBM Boyolali. Noor panggilan akrabnya pun mendapatkan tantangan yang tak ringan. 
"Tugas di lapangan sungguh unik dan menantang. Kami ditugasi untuk memberdayakan orang, masyarakat dan desa agar mengembangkan potensi dan produktif. Nah, sebelum terjun ke lapangan pengetahuan dan mental ini  harus," katanya kepada Suara Merdeka.  
Seperti upaya timnya dalam program pemberdayaan warga berkebutuhan khusus atau difabel (Program Difablepreneur)di Desa Tawangsari, Teras. 
Simaklah : Intan Dituntut Multi Talenta 
Bacalah : Sambut Tahun Baru Islam, Danramil 03/Serengan Dampingi Beltrand Antolin Serahkan Bantuan Al Qur'an
Singkat cerita, Noor dan teman-temannya harus mencarikan lokasi anyar sebagai pusat penggemblengan kaum disabilitas. Ia juga mengumpulkan kaum berkebutuhan khusus ini dan mengajarinya untuk bisa membatik.
"Sejak Maret 2018, kami mengenalkan dan melatih teman-teman difabel belajar membatik. Baru Agustus atau lima bulan kemudian, teman-teman bisa menghasilkan karya mumpuni," ungkapnya. 
Dara asli Yogyakarta ini terkesan dengan kemampuan kaum disabilitas. Skil mereka ternyata tidak kalah dengan orang yang fisiknya normal. Buktinya, pada 17 Agustus lalu, kaum disabilitas yang tergabung dalam Kelompok Sriekandi Patra merilis motif batik terbarunya.  
Catatan tersendiri yang dikenang Noor saat mendampingi kaum difabel butuh kesabaran dan kesetiaan ekstra. Mereka hanya butuh disemangati dan didukung penuh, tidak ada yang lain. 
Kunjungilah : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

Syariah Hotel Solo Luncurkan Syariah Arabic Festive

arabic-menu-shs


SOLO,wartosolo.com - Menjelang penghabisan tahun 2018, Syariah Hotel Solo meluncurkan sejumlah menu yang diharapkan bakal memperkuat brand Syariah Hotel Solo di tengah masyarakat. Yakni dengan menambah aneka varian menu bertema Arabian Food and Beverages yang kini masih jarang ditemui masyarakat.
Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W. mengatakan, aneka varian menu bertema Arabian Food and Beverages ini memang dikeluarkan oleh tim food and beverages product untuk memperkuat brand Syariah Hotel Solo sebagai hotel syariah terbesar di Indonesia. Syariah Arabic Rice and Drink ini menjadi promo food and beverage Syariah Hotel Solo yang terangkum dalam Top Chef Menu Suggestions Of Three Months periode Oktober-Desember 2018.
“Syariah Hotel Solo telah dikenal masyarakat sebagai hotel yang berdekatan dengan hal-hal yang berbau timur tengah. Untuk itu, untuk memperkuar positioning di tengah masyarakat, kami bersepakat berkreasi menambah varian Arabian Food and Beverages.”paparnya.
Selain itu, menurut Mita, tak lama lagi menu-menu ini pun akan dirilis ke dalam menu take away, dengan bekerja sama dengan salah satu perusahaan aplikasi transportasi. Melalui layanan take away, masyarakat dapat menikmati beragam Arabian dan Middle East Menu dengan mudah.
Simaklah : 2018, Capaian Terbaik Panahan Tradisional 
Bacalah : Ultah ke-73 RI, Pemanah Tanah Air Berjaya di Hungaria
Executive Chef Syariah Hotel Solo, Andrian Yoga mengungkapkan, pada Top Chef Menu Suggestions Of Three Months periode Oktober-Desember 2018 ini, pihaknya meluncurkan 5 jenis Arabic Rice yang begitu nikmat dikonsumsi masyarakat. Diantaranya adalah Chicken Kufta Rice, Mandhi Lamb and Chicken Rice, Kabli Lamb Rice, dan Biryani Chicken Rice. Kesemua menu tersebut dibanderol harga bervariasi mulai dari Rp 39.000, nett/pax.
arabic-menu-shs2

“Masing-masing nasi akan kami sajikan dengan pilihan 2 lauk, yaitu daging ayam atau daging kambing sesuai dengan selera masyarakat. Agar rasanya lebih familiar di lidah masyarakat, cita rasanya sudah kami sesuaikan dengan lidah orang Indonesia,”ungkapnya.
Sementara itu, di sisi menu beveragesnya, Food and Beverage Manager Syariah Hotel Solo, Dwi Basuki telah menyiapkan 2 menu baru dan 2 menu lawas yang akan dijadikan promo beverages Bulan Oktober-Desember 2018. 
Untuk 2 menu barunya, yakni Shukulata atau Syariah White Drink dan Thalaj atau Syariah Abyad. Sedangkan menu lawasnya ada Syariah Arabian Milk dan Syariah Arabian Chocolate yang begitu diminati oleh masyarakat, sehingga membuat pihaknya memunculkan kembali dua varian minuman tersebut. 
“Untuk kesemua promo menu minuman ini kami banderol Rp 35.000, nett/gelas. Jika tertarik dan ingin mencoba varian minuman dan makanan ini, para tamu dan masyarakat dapat memesan langsung di Al Kaustar Restaurant atau melalui telepon (0271) 711000,”pungkasnya.
Kunjungi juga : Bid Sosmas KAMMI Sapa Lapisan Bawah Lewat Kurban KAMMI

Tiga Generasi Dalang Bocah Tampil Pargelaran Wayang Kulit Kadipiro

wayang-bocah.jpg

SOLO,wartosolo.com- Tiga generasi dalang bocah ditampilkan pada pergelaran wayang kulit di Pentas Budaya Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Jebres, Sabtu malam lalu. Pentas budaya yang diinisiasi warga selama tiga hari ditutup dengan tampilnya dalang kondang Ki Purbo Asmoro yang juga warga kelurahan setempat. 
Selain wayang kulit, juga disajikan lomba dolanan tradisional anak-anak serta bazar yang diikuti oleh perwakilan seluruh RW.
''Pentas budaya ini memang memberikan ruang bagi warga untuk mengekspresikan dirinya di bidang budaya khususnya kesenian tradisional. Tampilnya dalang bocah, salah satunya adalah warga Kadipiro sendiri yang baru belajar enam bulan,'' kata panitia Tathak Prihanto.
Gelaran wayang kulit dalang bocah yang kali pertama digelar di Kadipiro, agaknya membuat penasaran warga. Ratusan warga menyaksikan di sekitar panggung yang didirikan di salah satu tanah lapang kampung setempat.
Tiga dalang yang tampil merupakan tiga generasi dalang bocah yang menjadi siswa Mudjiyono, pengelola Padepokan Seni Sarotama, Palur, Karanganyar. Mereka adalah Yusuf Ratda Mulya, SD klas 3 yang mengusung lakon Bima Bungkus. 
Silahkan baca : Donor Darah Dalam Rangka HUT Loji Hotel Solo  
Baca dulu : Diskusi Praktik Kelola Dana Desa Klaten
Disusul generasi di atasnya,  Vicky Wahyu Hermawan, siswa SMP yang menampilkan lakon Nggeguru. Pergelaran itu diakhiri oleh dalang remaja Dicky Cendikia Ismatuka Sriharcasyasmara yang kini duduk di bangku SMA menyajikan lakon Bima Suci.
''Memang ketika dalang itu merupakan siswa kami di Pandepokan Sarotama. Adapun paling muda, Yusuf Ratda Mulya baru belajar mendalang enam bulan dan dua kali tampil,'' kata Mudjiyono yang dikenal membina sejumlah dalang bocah sejak beberapa tahun lalu.
Lakon yang diusung ketiga dalang itu memang satu lakon yaitu Banjaran Bimo. Yusuf mengawali dengan Bima Bungkus yang menceritakan kehebohan sulitnya kelahiran Bima dan membuat para dewa kebingungan. Dilanjutkan oleh Vicky lewat lakon Nggeguru yang menggambarkan perjalanan Bima atau Bratasena yang juga dikenal sebagai Werkudara mencari berguru kepada seorang begawan yaitu Pendita Durna. Pementasan diakhiri lakon Bima Suci yang menceritakan perjalanan Bima menjalankan perintah gurunya Durna untuk mencari susuhing angin dan air perwitasari. Tugas yang semula dimaksudkan Durna untuk menewaskan siswanya itu, akhirnya menjadi keberhasilan Bima menemukan nilai-nilai kehidupan manusia sejati dan sejatinya manusia. (Sri Wahjoedi)
Simak juga : Syariah Hotel Solo Gelar Haul Ibu Tien Soeharto Ke-23

Wings Air Menghidupkan Mukomuko untuk Petualangan Seru

wings-air.jpg

BENGKULU,wartosolo.com– Selamat datang di Bumi Raflesia! Destinasi ini adalah kebanggaan masyarakat Bengkulu yang menawarkan karakteristik tersendiri khususnya potensi bisnis serta wisata. Beberapa spot menarik antara lain sepanjang pantai merupakan lokasi favorit penduduk lokal maupun turis untuk berselancar, bersepeda atau jogging. Pehobi sejarah, ikon Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, Parr and Hamilton Monuments adalah tempat seru. Sedangkan wisata alam memiliki beberapa danau berlatar pemandangan bukit bukit menghijau. Selain itu, kota ini mengajak pengunjung menikmati kuliner serta budaya. Sehingga kalangan travelers membutuhkan waktu lebih guna menjelajahi propinsi yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera ini.
Selepas dari Kota Bengkulu, menjelajahi Mukomuko yang merupakan kabupaten terjauh di Provinsi Bengkulu ialah pilihan terbaik, karena berlokasi sangat strategis berbatasan langsung Bengkulu dan Sumatera Barat. Akhirnya semakin popular sebagai salah satu spot instagramable. Pantai Indah dan Pantai Batung Bandoro ialah objek wisata andalan, berciri khas unik dan pemandangan menjorok ke arah laut. Di sisi lain, daerah ini mayoritas kawasan pertanian khususnya perkebunan dan agroindustri. Secara keseluruhan, Mukomuko dikenal sebagai tujuan yang ramah bagi pencinta alam.
Kini, saatnya menghidupkan kembali suasana Mukomuko dalam menciptakan petualangan seru tak terlupakan. Jadikan Kota Bengkulu dan Mukomuko bagian dari daftar perjalanan baru yang sayang bila terabaikan. Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyediakan cara mudah melancong menuju kedua kota mulai 25 Oktober 2018.
Pembukaan jaringan baru dalam intra wilayah yang menghubungkan Kota Bengkulu dan Mukomuko dilayani dengan frekuensi penerbangan satu kali setiap hari pergi pulang (PP). Hal ini menjadikan Wings Air sebagai maskapai satu-satunya yang menerbangi secara regular.
Simak juga : Wakil Rakyat di Komisi C DPRD Jateng Di Tengah-tengah Pembukaan Asian Games 
Baca juga : Komunitas HORE Bantu Korban Gempa Lombok
Layanan perdana Wings Air akan dimulai dari Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS) pukul 07.40 WIB, menggunakan nomor IW-1134 dan pesawat dijadwalkan tiba di Bandar Udara Mukomuko, terletak di Desa Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu (MPC) pada 08.20 WIB. Untuk rute sebaliknya, Wings Air bernomor IW-1135 akan berangkat dari Mukomuko pada 08.40 WIB, kemudian diperkirakan mendarat di Fatmawati Seokarno pukul 09.20 WIB.
Dalam menarik minat traveling di era kekinian, salah satunya segmen rute baru Bengkulu ke Mukomuko, Wings Air mengajak wisatawan ataupun pebisnis merasakan terbang dengan pesawat asal Prancis tipe ATR 72-500 dan ATR 72-600. Armada berkapasitas 72 kursi ini sangat handal dikelasnya, cocok menerbangi rute pendek dan dilengkapi interior kabin terbaik, sehingga menjadikan pengalaman terbang semakin berkesan.
Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan, mengungkapkan, “Ekspansi rute baru adalah bagian strategis Wings Air dalam mengembangkan jaringan penerbangan domestik dalam upaya menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kota. Selain itu, pengembangan di Bengkulu ini menjadi bagian komitmen kami guna mempermudah mobilitas orang dan menyediakan akses percepatan distribusi barang ataupun logistik. Kami akan terus melakukan evaluasi market, apabila pasar di rute ini tumbuh secara signifikan maka tidak menutup kemungkinan Wings Air bisa meningkatkan jumlah frekuensi atau membuka rute dengan terhubung ke kota lainnya.”
Silahkan baca : PT Pertamina TBBM Boyolali Launching Motif Batik "Lembu Patra"
Layanan Bengkulu ke Mukomuko menawarkan durasi perjalanan lebih efektif berkisar 30 menit dibandingkan waktu tempuh darat sekitar 6 jam (247 km). Wings Air akan melengkapi transportasi yang ada sekarang sekaligus memberikan alternatif baru bagi penduduk lokal ketika bepergian.
Nilai lebih tersebut seiring kesungguhan Wings Air dalam menyediakan konektivitas masyarakat Mukomuko dan sekitar untuk melanjutkan penerbangan dengan singgah terlebih dahulu di Bengkulu, ke destinasi lainnya yaitu Medan, Pekanbaru, Jambi, Padang, Tanjung Pinang, Anambas, Dumai, Tanjung Karang, Palembang, Pangkalpinang, Pontianak, Jakarta (Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma), Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Lombok.
Lebih lanjut menurut Capt. Redi, “Mukomuko adalah pintu masuk ke Bengkulu bagian utara, dengan tersedianya penerbangan secara reguler diharapkan berdampak positif terhadap pengembangan berbagai sektor antara lain industri kreatif, pariwisata, bisnis, jasa, perdagangan dan lainnya sejalan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Wings Air mengharapkan rute ini dapat menunjukan tren positif sejalan berbagai inisiasi banyak pihak.”
“Wings Air berperan sebagai feeder dalam menjembatani ke kota-kota besar di Indonesia, sehingga tercipta jalur udara praktis. Bersamaan pembukaan Bengkulu ke Mukomuko pada 25 Oktober 2018, secara serentak Wings Air akan meresmikan penambahan satu frekuensi terbang dari Kupang ke Atambua di Nusa Tenggara Timur, sehingga menjadi dua kali sehari,” pungkas Capt. Redi.
Sampai saat ini, Wings Air telah terbang ke 110 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaka di Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 61 armada ATR 72-500/ 600. (red)
Kunjungi juga : Selama Kepulangan Jamaah, PPIH Debarkasi Solo Kerahkan 200 Satgas Terbaik

Partisipasi Pemilu Sekolah Smada Boyolali 100 Persen


BOYOLALI,wartosolo.com-Pelaksanaan pilpres, pileg dan pemilihan senator di Indonesia segera digelar April 2019 mendatang. Saat ini tahapan pesta demokrasi lima tahunan masuk dalam masa kampanye. Dalam rangka menyambut pemilu lima tahunan ini ikut menyosialisasikan pemilu, Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (Smada) Boyolali menggelar pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS secara langsung. 
Sebanyak tiga kandidat ketua dan wakil ketua OSIS sudah bertarung dalam pemilihan langsung yang digelar, Senin (15/10). Hasilnya Faqih Kuncara-Reza Ardian Dwi dari partai bahasa menjadi pemenang dengan mendapatkan 478 suara. Disusul pasangan Partai Bangsa Danar Adi Kusuma-Listya Laksana 315, dan Pandu Prasetya-Aisyah Nur Arofah dari Partai Nusa yang mengumpulkan 144 suara.  
"Total jumlah suara yang sah 937, dan suara yang rusak 37," terang Wakasek Humas Smada Boyolali, Idha Priyati, kemarin.
Kunjungi juga : 2018, Capaian Terbaik Panahan Tradisional 
Simak juga : Patut Dicontoh, MIN 5 Sukoharjo Bantu Warga Kekurangan Air Bersih
Pemilihan umum tingkat sekolah dengan mengangkat tema milenia dan ini disambut antusias penghuni sekolah baik siswa, para guru dan pegawai. Para guru dengan memakai baju adat Jawa ikut mengawasi jalannya pemilihan umum. Sementara itu Smada Boyolali yang tak jauh dari tempat wisata pemancingan Tlatar Boyolali ini dihiasi MMT besar di sudut sekolah. Fasilitas ini disediakan bagi siswa dan guru yang ingin berswafoto. 
"Pihak sekolahmenyiapkan bilik suara, bahkan surat suara untuk sarana mencoblos kandidat ketua OSIS," imbuhnya.  
Kepala SMAN 2 Boyolali Suyanta mengatakan, pemilihan umum sekolah ini merupakan ajang bagi siswa masuk gerbang demokrasi. "
Siswa menjadi penyelenggara pemilu sekolah.
 Siswa menjadi pengawa pemilu sekolah. Dan  siswa memilih pemimpin di antara mereka." 
Baca juga : Perlengkapan dan Makanan Bayi Dibutuhkan Pengungsi Gempa Lombok

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>