Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Donor Darah Dalam Rangka HUT Loji Hotel Solo



DONOR darah Hotel Loji Solo dalam rangka ulang tahun ke-5 Hotel Loji Solo. Dalam kegiatan itu pihak hotel mengundang manajemen hotel se Solo untuk ikut berpartisipasi. Kegiatan ini digelar pada, Sabtu 13 Oktober 2018 di Majapahit Ballroom lantai 7 Loji Hotel Solo.


Simak pula : Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo

Sukses Besar, Pertunjukan 10 Dekade SIPA

solo-sipa3

SOLO,wartosolo.com - Solo International Performing Arts atau SIPA telah digelar sejak 5-8 September tahun ini. Berlangsung di Benteng Vastenburg seperti tahun-tahun sebelumnya, SIPA mampu mendatangkan lebih dari 10 ribu penonton setip harinya.
 Memasuki penyelenggraan yang ke-10, SIPA mengusung tema 'We Are The World - We Are The Nations'. Sebanyak 17 delegasi dari 7 negara hadir menyambut 10 tahun SIPA. Wow, jumlah delegasi yang fantastis karena delegasi-delegasi ini memiliki namanya di negaranya. 
Ke-17 delegasi adalah Supa Kalulu Music of Zimbabwe and Beyond (Zimbabwe), Capitol University Dance Troupe (Filipina), Stefano Fardeli (Italia), Filastine and Nova (Spanyol), Liene Roebana Dance Company Belanda dan Chinese Touth Goodwill Association (Taiwan). 
Delegasi Tanah Air tak mau kalah pamor, ada Flying Balloons Puppet (Yogyakarta), Gilang Ramadhan (Jakarta) feat Smiet (Palu), Studio Taksu (Solo), Boogie Papeda dan Komunitas Street Pass (Papua), Melati Suryodarmo (Solo), Holobis (Solo), Citra Buranteni Putri (Bandung), Komunitas Seni Jati Swara (Surabaya), Suling Bambu Dasarai Lamaknen, Belu, Atambua (NTT), Diklat Tari Anjungan Jawa Timur, TMII (Jakarta, serta Departemen Pendidikan Tari FPSD UPI (Bandung) dan Park Na Hoon (Korea). 
Bacalah : SIPA 2018 Spectacular !!! 
Hal fantastis dari puncak acara SIPA 2018 adalah durasinya. Jika biasanya SIPA dimulai sekitar pukul 19.00, kali ini pertunjukannya bisa disaksikan lebih awal, yakni pukul 16.00 WIB. Tujuannya tak lain adalah memberikan waktu lebih bagi penonton untuk menyaksikan penampilan seniman.
Bagi seniman yang tampil, memiliki waktu yang lebih longgar dalam menampilkan karya terbaiknya agar bisa memuaskan penonton. Segi non-teknis yang menguntungkan dari satu dekade SIPA ini faktor cuaca. 
Selama digelar tiga hari, langit di atas Kota Solo cerah. Kegiatan di tempat terbuka pun berlangsung tanpa kendala teknis dan non-teknis.  

Pembukaan 

Rangkaian SIPA dimulai pada awal September. Ya karen SIPA kali ini berlangsung lebih spesial. Ada event penting, SIPA Goes to Cafe digelar 4-5 September. Widya Ayu Kusumawardani dan Tutut Tuty menahkodai SIPA Goes to Cafe. Program berikutnya ada SIPA Goes to Campus yang digelar di Auditorium UNS pada Rabu (5/9) dan menghadirkan Danilla Riyadi. 
Pada pembukaan SIPA, seniman asal Solo, Melati Suryodarmo giliran menggebrak. Maskot SIPA 2018, ini berkolaborasi dengan sanggar Semarak Candrakirana, Studio Plesungan, dan SMKI. Mereka akan diiringi lebih dari 30 pemain musik dari Etnomusikologi ISI Surakarta.
Melati yang sudah belasan tahun berkesenian di Eropa, membuka acara dengan paduan seni tari dan musik kontemporer. Berkolaborasi seniman tuan rumah menyuguhkan tari kolosal bertema Jemparingan alias Panahan.
“Saya hanya ingin menampilkan karya,  yang berpesan mengenai penghargaan akan keberagaman,” ujar Melati usai tampil. 
berikutnya, tampil pertunjukan Suling Bambu Dasarai Lamaknen, dari Kabupaten Belu, Atambua, NTT. Berturut disusul penampilan Studio Taksu asal Solo, Chinese Youth Goodwill Association dari Taiwan, serta Gilang Ramadhan yang berkolaborasi dengan seniman asal Palu, Smiet.
Elisabeth (48), penonton asal Darwin Australia yang mengajak temannya dari Australia mengaku terkesan. Elisabeth mengaku sudah 3 bulan berada di Solo untuk urusan bisnis.
"Saya suka pertunjukkan seni seperti SIPA ini. Kebetulan maskot tahun ini (Melati Suryodarmo) pernah saya tonton pertunjukannya saat berada di Jerman," tuturnya dalam bahasa Indonesia.
Simaklah : Luar Biasa Festival Cheng Ho Sukses, 20.000 Tiket Terjual

Penutupan 

Tapi, sungguhan spesial yang bisa dinikmati penonton dari penjuru Indonesia adalah pada malam terakhir. Filastine and Nova yang didapuk menutup acara itu tampil menawan. Filastine and Nova merupakan duo seniman asal Spanyol yang menampilkan drapetomania. Drapetomania sendiri berupa pertunjukan musik eksperimental yang meleburkan unsur akustik dan elektronik di dalam musiknya.
Uniknya, di dalam musik Felastine and Nova akan terdengar musik khas dari berbagai negara, termasuk gamelan Jawa.
Selain itu, ada juga pertunjukan tari berjudul "Touching Unknown People" yang merupakan hasil kolaborasi koreografer asal Indonesia Ayo Sunaryo dan Korea Selatan Park Na Hoon.
Dibawakan oleh 10 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, tarian tersebut merupakan gabungan antara gerakan khas Korean Pop (KPop) dan tarian khas Jawa Barat.
Tarian ini menceritakan tentang bertemunya orang-orang baru, tidak ada perbedaan warna kulit, perbedaan agama dan budaya tetapi kita adalah manusia. Pesan yang ingin disampaikan adalah kesatuan di dunia, satu kesatuan di dunia dan harus saling berinteraksi.
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI memberikan apresiasi positif terhadap penyelenggaraan SIPA tersebut. Kepala Bekraf Triawan Munaf berharap pelaksanaan SIPA dapat mempercepat perkembangan subsektor seni pertunjukan di Indonesia. Lihat versi bahasa Inggrisnya situs wisata di visit khatulistiwa.
Berdasarkan data, kata dia, kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) tahun 2017 sekitar Rp1.000 triliun. Sedangkan sumbangan industri kreatif Indonesia terhadap PDB pada 2016 mencapai Rp922 triliun.
"Artinya rata-rata kenaikan per tahun mencapai Rp70 triliun. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini dapat meningkatkan sumbangan industri kreatif Indonesia terhadap PDB," katanya.  (Berbagai sumber)
Kunjungi juga : Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai

SIPA 2018 Spectacular !!!

solo-sipa2

SOLO,wartosolo.com -Kota Solo, Jawa Tengah punya hajatan berskala internasional. Acara itu bernama Solo International Performing Arts (SIPA). 
SIPA merupakan ajang pergelaran seni budaya berskala international dengan seni pertunjukan mulai dari seni tari, seni musik, hingga seni teater tahun ini kembali digelar di Kota Solo, Jawa Tengah. 
Perlu diketahui,  SIPA merupakan pergelaran seni pertunjukan berskala internasional yang menjadi ruang temu para seniman penampil dari berbagai latar budaya.
Merupakan ide dari Raden Ajeng Irawati Kusumorasri, seniman dan koregrafer tari yang juga seorang penari tetap Istana Mangkunegaran Keraton Surakarta. SIPA digelar dengan melibatkan generasi muda seniman lokal agar mereka dapat menjadi garda depan ketahanan budaya Indonesia. 
Waktu itu SIPA menyediakan sekitar lima ribu tempat duduk bagi penonton yang ingin menyaksikan karya-karya koreografis indah yang ditampilkan di atas panggung spektakuler sepanjang 33.7 meter. Selain menyuguhkan pertunjukan tradisi dan modern, SIPA dimeriahkan juga dengan bazaar batik, kerajinan tangan, dan produk-produk kuliner khas Solo. 

Spektakular

Pada tahun 2018 ini, event Solo Performing Art lebih spesial. SIPA merayakan usianya ke sepuluh tahun. Satu hal yang membedakan perhelatan calender event dengan tahun-tahun sebelumnya adalah SIPA hanya diselenggarakan selama empat jam per hari, mulai dari pukul 19.00 sampai 23.00. Khusus puncak perayaan SIPA 2018 akan diselenggarakan dengan durasi lebih panjang.  
"SIPA sekarang sampai tujuh jam selama tiga hari. Mulai pukul 16.00 sampai 23.00, selama tiga hari berturut, 6 - 8 September 2018, di Benteng Vastenburg Solo,” kata Humas SIPA 2018, Henggar Ramadhana.
Simaklah : SIPA Dari Masa ke Masa 
Kelebihan lain dari SIPA 2018 ini bisa dirangkum dalam tiga hal. 
Pertama, penonton akan diajak menari bersama oleh Temon Holic Holobis Solo, sebuah komunitas di Solo yang menjadi wadah bagi para pecinta seni pertunjukan tari dengan iringan musik koplo, campursari, dan musik lain dengan irama yang menghentak. 

Kedua, pertunjukan Flying Ballons Puppet, grup teater boneka dari Yogyakarta. Flying Ballons Puppet yang dibentuk oleh Rangga Dwi Apriadinnur pada 2015 ini merupakan hasil dari kelas laboratorium keaktoran di jurusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Di SIPA 2018, Flying Ballons Puppets akan menampilkan karya tunggal Sori dan Lembuna, kisah pertemanan antara manusia dan siluman.

Ketiga, penonton akan diajak menyaksikan sekaligus mencoba berlatih memanah bersama Semut Ireng Pop Archery Sriwedari (SIPAS), komunitas panahan tradisional yang didirikan pada 2015 dan bermarkas di Taman Sriwedari Solo.

Setelah dihibur oleh tiga acara pembuka, penonton bisa menyaksikan penampilan berbagai delegasi dari dalam dan luar negeri di panggung dalam Benteng Vastenburg.

“Untuk delegasi dalam negeri ada dari Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta, Palu, NTT, dan Papua,” kata Henggar. Delegasi dari Solo ada Melati Suryodarmo, seniman performance art bertaraf internasional, dan Studio Taksu (Tari, Gerak, Suara) yang dibentuk sejak 1995. Delegasi dari Jakarta ada drummer papan atas Gilang Ramadhan yang akan berkolaborasi dengan Smiet Lalove, musisi perkusi dari Palu.

Adapun dari Indonesia Timur, ada delegasi NTT yang akan menampilkan Suling Bambu Dasarai Lamaknen dan Boogie Papeda & Komunitas Street Pass dari delegasi Papua. “Delegasi luar negeri ada Liene Roebana Dance Company (Belanda), Stefano Fardeli (Itali), Filastine and Nova (Spanyol), Supa Kalulu (Zimbabwe), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), dan Capitol University Dance Troupe (Filipina). Semua pertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum,” kata Henggar.
Baca juga : Luar Biasa Festival Cheng Ho Sukses, 20.000 Tiket Terjual
Sebelum memasuki puncak perayaan SIPA pada 6 - 8 September, masyarakat Kota Solo dan sekitarnya juga akan dihibur oleh SIPA Goes to Café dan SIPA Goes to Campus pada 4 - 5 September. SIPA Goes to Café akan menampilkan Widya Ayu Kusumawardani dan Tutut Tuty di Waroeng Kroepoek Solo, Diamond Café Solo, dan Double Decker Solo Baru, Sukoharjo tiap malam (pukul 19.00 dan 21.00).
Sedangkan SIPA Goes to Campus akan menggelar konser musik di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Rabu mulai pukul 18.00. 

Ajang SIPA ini rutin digelar di Benteng Vastenburg, sebuah benteng peninggalan Belanda di kawasan Gladak, Kota Surakarta. Kawasan ini memiliki nilai heritage yang tinggi seiring dengan sejarah perkembangan Kota Solo. Letaknya juga strategis karena berada di tengah kota, Berdiri megah di atas lahan seluas 31.553 meter, Benteng Vastenburg dibangun pada tahun 1774 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. 
Baca juga : Lewat Festival Dawet, Khasanah Baru Wisata Boyolali Bertambah

SIPA Dari Masa ke Masa

solo-sipa1


SOLO,wartosolo.net - SIPA atau Solo International Performing Arts adalah sebuah ajang pergelaran seni budaya berskala international dengan materi berupa seni pertunjukan. Sedangkan pertunjukan yang dimaksud wilayah genre seninya mulai dari seni tari, seni musik, hingga seni teater, bahkan tidak menutup kemungkinan melebar ke wilayah seni yang lain.

SIPA akan terus mencari dan mencari bentuk idealnya. Proses pencarian masih akan terus berlanjut hingga akan menemukan bentuk terbaiknya. Namun satu hal yang tidak akan pernah ditinggalkan adalah Spirit Solo sebagai ajang interaksi kultural yaitu konsep Solo Kota Budaya. Inilah yang akan selalu menjadi semangat dari proses pencarian bentuk yang ideal dari SIPA.

SIPA 2015 

SIPA tahun 2015 diselenggarakan pada 10-12 September 2015  mengangkat tema Live in The Contemporary World yang bermakna membawa seni tradisi ke masa modern. Dipilihnya Fajar Satriadi sebagai maskot SIPA, karena eksistensi dan keahliannya di bidang tari dari tahun 1990, sehingga beliau punya banyak pengalaman. Merupakan lulusan Institut Seni Indonesia Surakarta Program Studi S2. Beliau memulai kariernya dibidang seni tari pada tahun 1990 di Taman Budaya Jawa Tengah, dengan koreografer S. Pamardi “On and On”.

SIPA 2016 

Tahun 2016 ini SIPA hadir dengan tema Mahaswara. Tema tersebut sengaja diusung sebagai pesan kemanusiaan yang ditebarkan dalam panggung melalui keindahan seni pertunjukan yang menghadirkan beragam budaya bangsa dari berbagai penjuru dunia. Dunia membutuhkan swara atau suara. Apalagi jika itu menyangkut dengan suara kemanusiaan; seperti tentang suara perdamaian, pelestarian alam, persahabatan dan suara-suara kemanusiaan yang lain. Dari sanalah sesungguhnya harmonisasi kehidupan itu akan terus terjaga. 
SIPA 2016 kali ini mengusung sosok Peni Candra Rini sebagai maskot. Dosen ISI Surakarta ini merupakan komposer, pencipta lagu dan penyanyi tradisional.
Simaklah : Lion Air, Koneksikan Bali-Sulut ke Zhengzhou

SIPA 2017 

Bahari Kencana Maestro Karya adalah tema yang diusung dalam pagelaran SIPA 2017.  Sebuah persembahan pergelaran maha karya seni pertunjukan berskala internasional untuk gerakan menjaga, merawat dan mencintai laut (tentu juga samudera) untuk masyarakat Indonesia.
Demi mengusung semangat bahari, panggung SIPA: Bahari Kencana Maestro Karya akan menghadirkan panggung berbentuk kapal layar kebanggan Indonesia KRI DEWA RUCI. 
Maskot untuk pagelaran ini adalah Eko Supriyanto atau dikenal gengan Eko Pace.

SIPA Tahun ini

Dan di tahun 2018 ini, Perhelatan ini nantinya akan mengusung tema 'We Are The World-We Are The Nation'. Kegiatan akan digelar pada 6- 8 September 2018 di Benteng Vastenburg Solo.
Direktur SIPA Irawati Kusumorasri mengatakan SIPA telah diselenggarakan setiap tahun.
"Tahun ini merupaka gelaran ke sepuluh kalinya," katanya.
Kunjungilah : Intan Dituntut Multi Talenta 

Hiasi Masjid, Cara Syariah Hotel Solo Peringati Tahun Baru Hijriyah

shs-masjid1


SUKOHARJO,wartosolo.com -  Menyambut perayaan 1 muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Syariah Hotel Solo telah telah menyiapkan sejumlah kegiatan sosial dan peningkatan spiritual. Tak hanya itu, disiapkan pula promo menarik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. 
Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W mengatakan, promo dan sejumlah kegiatannya yang telah dipersiapkannya ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memperingati secara suka cita 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah sebagai kalender patokan penanggalan umat Islam yang diusulkan sejak tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. 
Di samping, Tahun Baru Hijriyah menjadi salah satu hari besar umat Islam di dunia. Hal tersebut mengingat, konsep hotelnya menganut sistem syariah, tentunya Tahun Baru Hijriyyah memberikan makna tersendiri bagi manajemen Syariah Hotel Solo.
“Kendati konteksnya perayaan, namun kegiatan yang kami lakukan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah ini bersifat sederhana. Bahkan kegiatan yang kami lakukan ini lebih bersifat sosial dan lebih kepada peningkatan spiritual internal management,”katanya.
Simak juga : Syariah Hotel Solo Gelar Haul Ibu Tien Soeharto Ke-23
shs-masjid2

Dilanjutkan lebih lanjut oleh Mita, rangkaian kegiatan dilakukan mulai dari pagi hingga sore hari. Di pagi harinya, Syariah Hotel Solo melakukan kerja bakti Bersih-Bersih Masjid berlokasi di Masjid Tegalsari Solo. Selain membersihkan seluruh area masjid, para karyawan yang bertugas pun turut melakukan Sholat Dhuha dan Sholat Hajat berjamaah. Di akhir kegiatan, tak lupa pihak management juga turut memberikan infaq dan sejumlah peralatan sholat untuk menambah kenyamanan beribadah para jamaah.
“Pada sorenya, peringatan 1 Muharram 1440 H dilanjutkan dengan acara Pengajian bertema Raih Keberuntungan dengan Iman menghadirkan Ustadz sekaligus motivator, Bapak Andi Kusumabrata yang akan memberikan tausiahnya bagaimana menjadi seseorang yang beruntung dengan senantiasa meningkatkan kualitas iman selama hidup di dunia,”terangnya.(*/)
Baca juga : AKP Hartini : Pelajar Diajak Taati Peraturan


 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>