Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Targetkan 12.000 Pengunjung, Ini Kiat Arpusda Kota Surakarta


target-pengunjung
Baca buku
SOLO,wartosolo.com- Di era teknologi internet yang makin canggih dewasa ini. Keberadaan buku, majalah, koran dan bahan bacaan lainnya makin tersisihkan. Masyarakat memilih membaca-baca melalui sarana internet. Dari usia muda, dewasa hingga tua saban harinya tak lepas dengan internet. Apakah aksesnya melalu ponsel pintar, gadget, laptop, tablet, PC dan lain sebagainya. Padahal ada sisi tak baik bila terlalu mengandalkan bahan bacaan dari internet.
Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.
Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.
Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.
Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang.
"Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya.
Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.

Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.
Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.
Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang.
pengunjung-target
Promosi perpustakaan

"Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. 

Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. 

Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. 

Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. 

Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. 

Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya.  (*)

Aksi Robot Goyang Ini, Sedot 500 Pengunjung



WARTOSOLO.COM- Apa saja yang benda bergerak, unik, nyentrik dan nyleneh psati langsung dikejar anak-anak. Apalagi dengan yang namanya robot. Wah, pasti mainan tersebut diburuh. Kelakuan inilah yang terlihat saat digelar pameran robot di salah satu mall di kota solo. 
Tercatat  ada 500-an pengunjung terutama anak-anak dan remaja Pekan Inovasi Teknologi (PIT) yang digelar Rabu-Minggu (18-22/11) di Solo Paragon Mall. 500 pengunjung hanya ingin melihat aksi robot pintar yang dipamerkan Tim Robotik CV Krisna Mandiri
 Direktur CV Krisna Mandiri, Isdaryanti suah memperkirakan hal ini. Mengingat jenis robot yang dipamerkan dan ditampilkan dalam pameran ini yang teryahud yakni robot alat peraga, robot beroda dan robot berkaki. 
unik-robot
Atraksi robot
"Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengenal robot. Bukan robot yang berbentuk manusia, tetapi robot yang bisa membantu dan meringankan pekerjaan manusia," katanya.
Robot-robot besutam tim riset lulusan Malaysia, Korea Selatan ini sebenarnya difungsikan untuk mengedukasi pelajar dari tingkat dasar, menengah hingga atas. Hanya saja, robot-robot yang diciptakan dengan harga pembuatan antara Rp 3-10 juta ini tak diproduksi secara massal. 

unik-robot-permainan
Bermain dengan robot
Tekonolgi canggih lain yang dipamerkan adalah drone. CV yang fokus pada reset robot ini memamerkan drone jenis pesawat dan helikopter. yang lazim digunakan untuk kebutuhan militer dan pengururan tanah (kepentingan BPN). "Kami sudah prduksi jenis drone helikopter dan pesawat, dan kini sudah dipakai di dunia militer khususnya angkatan laut," paparnya. Murti Sari Dewi mangaku bangga atas prestasi dan karya anak bangsa. Semestinya pemerintah mendukung prestasi ini untuk dikembangkan secara massal. "Ini peran pemerintah amat penting. Saatnya tunas bangsa dikenalkan dengan karya teknologi canggih seperti robot ini," tutur. Ia mengajak anaknya untuk melihat robot masa depan ini. Kebetulan anaknya usia empat tahun amat senang dengan robot robot yang unik dan lucu. Angan-anganya, bila anak-anak Indonesia sudah dikenalkan sedini mungkin dengan teknologi ini, maka Indonesia tak akan kalah dengan negeri lain. 


robot-unik
Permainan robot canggih


Keren.. Batik Solo Trans Diminta Masuk Kampus

Sedari Dini Cintai BST, Sosialisasi BST ke Kalangan Pelajar-Siswa

SOLO,wartosolo.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika menyosialisasikan keberadaan Batik Solo Trans atau BST di kalangan anak-anak, pelajar dan siswa sekolah. Sosialisasi yang digelar begitu massiv dan dilangsungkan dalam waktu yang hampir berdekatan ini amat menarik. Mengingat tak banyak pemerintah yang mau melakukan kegiatan dan program edukasi semacam ini.
sosialisasi-bst-ke-siswa
Sosialisasi BST
Sebagai permisalan sosialisasi-sosialisasi digelar di dua lokasi berbeda yakni di TK Cemara 2 Surakarta dan SD Kleco 1-2. Di sana petugas Dishubkominfo Surakarta menggelar sosialisasi BST dan e Money.
 Acara pun dihadiri oleh murid-murid dua sekolah beserta perwakilan dari Damri, PT BST, Bank Indonesia dan perwakilan guru-guru. Dan bahkan diakhiri dengan naik BST bareng-bareng.
Tujuan sosialisasi amat jelas mendorong dan mengenalkan sejak dini siswa untuk membudayakan menggunakan angkutan masal. Penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tinggi di Solo menyebabkan kemacetan, kemacetan dapat ditekan dengan penggunaan moda angkutan masal salah satunya Batik Solo Trans.
siswa-sosialisasi-bst-ke
Naik BST bersama-sama
Sosialisasi itu juga menyampaikan keunggulan diterapkan BST yakni kenyamanan, keterjangkauan, tepat waktu, dan keamanan. Salah satu inovasi yang dilakukan untuk menggugah minat siswa menggunakan BST adalah dengan mengintegrasikan kartu pelajar dengan tiket elektronik. Batik Solo Trans telah bekerja sama dengan kartu prabayar di Bank. Bagi siswa yang berminat menggunakan BST dapat mengintegrasikan kartu pelajar dengan tiket elektronik.
Menurut Kasi Angkutan Orang Dishubkominfo Surakarta, Taufiq Muhammad sosialisasi BST ini memang diintensifkan  ke sejumlah institusi pendidikan, mulai jenjang TK hingga universitas. Nah, di antara instansi pendidikan yang disasar dishubkominfo yakni SMP Batik PK, SMP Batik 1, SMAN 2 Solo, SMK Kristen 1 Solo, SMPN 16 Solo, SMP Warga, SDN Kleco 1, SDN Kleco 2, TK Cemara Dua, dan UNS. Sebelumnya, Dishubkominfo juga menggelar sosialisasi di sejumlah sekolah yang dilewati BST. Di antaranya, SMAN 1 Solo, SMK Kristen, dan SMA Muhammadiyah 2. Sebagai daya tarik, para pelajar tersebut juga akan diberi kemudahan menggunakan BST.
ke-siswa-sosialisasi-bst
Antre naik BST
”Sebagian kami lakukan bersama karena lokasinya berdekatan. Alasan kami memilih sekolah ini karena lokasi mereka yang strategis dilewati BST. Kami bisa memberi kartu berlangganan pada mereka. Kami telah bekerja sama dengan salah satu bank milik pemerintah supaya mereka bisa diberikan kemudahan membayar. Bahkan untuk pelajar, tarif BST juga lebih hemat, hanya Rp 2.500,” urainya. Bagi siswa yang belum menggunakan kendaraan bermotor, misal TK dan SD, kami sosialisasikan bersama orangtua mereka. Jadi, kami sekaligus bisa menyentuh lapisan masyarakat agar menggunakan BST,” ujar Taufiq.
Seperti pepatah, tak kenal maka tak sayang, hal itu yang di Pemkot Surakarta dengan mendekati pelajar dan siswa untuk menyintai angkutan umum massal khususnya BST. Bagi Kota Solo sendiri, kehadiran BST amat diharapkan keberhasilannya untuk mendobrak keberadaan kendaraan pribadi yang jumlahnya hampir mencapai 2 juta dalam sehari. Penggunaan transportasi massal ini juga akan mengurangi munculnya potensi kemacetan, kepadatan lalin dan akhirnya bermuara kepada lingkungan yang sehat serta kebiasaan siswa ke mana-mana memakai transportasi massal.
Kampanye semacam ini memang tak langsung mendapatkan hasil, namun ke depan di benak siswa akan tertanam pengalaman dan rasa yang berbeda saat memakai transportasi massal. Sehingga mereka tak perlu lagi di antara ke sekolah dengan naik kendaraan pribadi, karena memakai kendaraan umum ini akan memberikan pengalaman yang amat berharga bagi siswa, Kebersamaan, keceriaan, keamanan dan kenyamanan. Selanjutkan biarkan Pemkot mencari cara bagaiaman angkutan ini tetap eksis meski harus berhadapan dengan dana yang terbatas, dan tantangan-tantangan lainnya. (*/)

JK Tak Salah Karena Tak Hormat Saat Pengibaran Bendera, Berikut Alasanya ?


WARTOSOLO-Wakil  Presiden Jusf Kalla (JK) tak mengangkat tangan (hormat) saat bendera pusaka dikibarkan saat upacara bendera 17 Agustus 2015 di halaman Istana Negera Ternyata, JK tak salah. Berikut alasan-alasanya :
Juru bicara Wakil Presiden Husain Abdullah menjelaskan, apa yang dilakukan JK, sudah sesuai dengan tata cara penghormatan bendera dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 40 tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. Yang isinya pada waktu upacara penaikan atau penurunan Bendera Kebangsaan, maka semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai.


hormat-bendera
Adab hormat bendera
Menurut Husain dikutip dari kompas.com, mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya itu. Mereka yang tidak berpakaian seragam, memberi hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.
Wakil Presiden pertama Moh. Hatta, 70 tahun yang lalu juga melakukan hal yang sama.
"Jadi, sikap sempurna yang dilakukan oleh Pak JK adalah sikap hormat, persis dengan sikap hormat Bung Hatta saat mendampingi Bung Karno," kata Husain. 

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 40 TAHUN 1958 Tentang BENDERA KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Pasal 20
Pada waktu upacara penaikan atau penurunan Bendera Kebangsaan, maka semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai. Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya itu. Mereka yang tidak berpakaian seragam, memberi hormat dengan meluruskan lengan kebawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.


PENJELASAN PERATURAN PEMERINTAH No. 40 TAHUN 1958 TENTANG BENDERA KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA
Pasal 20
Penghormatan terhadap Bendera Kebangsaan seperti diatur dalam pasal ini sudah lazim di semua negeri. Semua orang yang tidak berpakaian seragam, harus membuka semua jenis penutup kepala kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi, wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan. Dalam kudung termasuk juga tutup kepala yang digunakan oleh non dari agama Katholik. Yang dimaksud dengan topi-wanita di sini ialah topi yang menurut kebiasaan dipakai oleh wanita Barat sebagai pelengkap pakaiannya seperti halnya dengan kudung yang dipakai oleh wanita Islam. (*/)

Survei dan Pergerakan Alat Transportasi Massal


WARTOSOLO- Survei yang jarang diketahui hasinya, mungkin juga tidak pernah ada surveinya, adalah survei mobilitas masyarakarat. Hasil survei sangat berguna antara lain untuk menentukan zona efektif dari sebuah angkutan umum. Apakah kita akan mengoperasikan bentor siantar hanya di pemukiman? Atau, apakah otokol hanya akan dioperasikan pada jalur antardesa?


survei-alat-transportasi
Survey transportasi
Zonasi angkutan begitu penting supaya tidak ada persinggungan antara satu moda angkutan dan angkutan lain. Bila dua atau tiga moda angkutan itu tidak bersifat saling melengkapi, tetapi saling bersaingan, maka dapat memicu inefisiensi dan akhirnya angkutan umum saling membunuh.

Jujur saja, Negara ini justru dalam kondisi defisit angkutan umum. Karena itu, sungguh aneh bin ajaib bila angkutan umum beroperasi tindih-menindih dalam sebuah zona atau jalur. Jadi, dibutuhkan insentif-disensitif untuk “menyebarkan” daerah operasi angkutan-angkutan umum.

Sementara itu, supaya beberapa angkutan umum yang khas dapat bertahan perlu dipikirkan pula upaya untuk mem-preseve angkutan umum tersebut. Tujuannya, bukan sekadar melayani pergerakan penumpang jarak dekat, melainkan juga untuk mempertahankan kekhasan sebuah kota. Syukur-syukur dapat menggenapi potensi pariwisata sebuah kota.

Lagi pula, kota didunia mana yang tidak mempunyai angkutan umum sebagai ciri khasnya? London misalnya mempunyai Black Cab, sedangkan Manila mempunyai jeepney yang sangat legendaries.

Begitu melekatnya dihati masyarakat, Black Cab di London tidak bergantian model walaupun mobil itu telah diremajakan. Model terbaru, Black Cab model TX4 tetap didesain sama dengan Black Cab lama.

Tahun 2020, supaya lebih hemat energi, ditargetkan seluruh Black Cab di London menggunakan mesin listrik atau berbahan bakar hydrogen. Menunggu peremajaan armada, pada tahun 2012 seluruh sopir taksi Black Cab sudah diberikan pelatihan eco-driving supaya operasional Black Cab lebih efisien.

Meski legendaries, belum terdengar upaya manila untuk meremajakan jeepney. Belum terdengar upaya jeepney supaya beroperasi lebih efisien dan ramah lingkungan. Meski jasa jeepney tidaklah sedikit karena menjadi atraksi bagi wisatawan yang hadir di Filipina.

Jakarta-kalau boleh sedikit memuji-lebih maju karena armada bajaj “oranye” perlahan namun pasti digantikan dengan armada bajaj “biru”. Bajaj dengan bahan bakar gas jelas lebih ramah lingkungan dibanding berbahan bakar premium campur.

Nah, ketika bajaj, bentor gorontalo, ataupun bentor siantar dapat diperkenalkan sebagai angkutan wisata, selain angkutan pemukiman, maka dapat berpeluang mendapat sedikit “subsidi” terhadap angkutan umum.

Tentu saja, subsidi tidak harus berupa uang tunai, tapi dapat berupa pelatihan hospitaly atau dana pengecatan bajaj sehingga bajaj menjadi laya jual. Di Siantar, misalnya, dana subsidi dapat berupa dana untuk menyempurnakan suku-suku cadang bentor yang mulai menua.

Tanpa subsidi tarif, dengan zonanisasi dan pengaturan “supply dan demand” penumpang, logikanya pelaku usaha angkutan umum juga mendapatkan jaminan penghasilan. Dengan demikian, saya jamin tidak ada lagi perilaku “saling membunuh” dalam pengoperasian angkutan umum.
Pemerintah. Pengusaha angkutan umum, dan kita semua, memang harus mendukung upaya untuk “membela” angkutan umum. Upaya tersebut, harus didukung supaya angkutan umum tidak saja bertahan untuk tahun ini, tahun depan, tahuntahun selanjutnya, tapi bahkan selamanya. Bisnis angkutan umum memang harus berjalan berkesinambungan (sustainable transportation) supaya terus dapat melayani masyarakat Indonesia secara cepat. (*)

 Sumber : Membela Angkutan Umum, Dari Otokol Flores Hingga Bajaj Jakarta, penerbit Buku Kompas 2015, PT Kompas Media Nusantara

Membela Transportasi di Negeri Sendiri



WARTOSOLO- Tulisan ini dibuat untuk menghormati kiprah Eka Sari Lorena. Seluruh materi tulisan ini memang terinspirasi pada buku terbitan beliau berjudul ''Membela Angkutan Umum, Dari Tokol Flores Hingga Bajaj Jakarta'' yang ditulis bersam Haryo Damardono (wartawan Kompas). Sedikit banyak materi dari tulisan ini diambil dari karya beliau. Namun demi memperjuangan transportasi massal di negeri sendiri.

transportasi-negeri-sendiri
Membela transportasi
 Maka tak ada salahnya bila tulisan-tulisan atau artikel tentang transportasi massal terus dikembangkan sebanyak mungkin. Sehingga transportasi massal bisa menjadi raja di negeri sendiri. Ibu Lorena dalam bukunya menyebutkan bahwa tiap era punya kisah tersendiri. Tiap era juga akan mempelihatkan betapa perkembangan peradaban manusia menyingkirkan banyak hal yang tidak lagi sejalan dengan perubahan zaman. Pergantian zaman dan perjalanan waktu memang kerap menghadirkan seleksi alam.
Hal ini tak lain merupakan garangnya apa yang disebut dengan MODERENISASI Ibu Eka mengatakan, moderenisasi jelas tidak terhindarkan pada tiap zaman walau modernisasi juga tergantung ruang dan waktu tertentu. Pada sebuah era, “juara bertahan” jelas tidak ingin begitu saja menyerah “mahkota” kepada “pendatang baru”. Namun sang waktu yang akhirnya memperlihatkan siapa yang mampu bertahan, sebaliknya pihak mana yang tersingkirkan.

Ibu Eka mencontohkan nasib opelet, pada sebuah era, pastilah moda transportasi itu terus dipertahankan dominasinya. Namun,  kenyataannya kendaraan rangka kayu pada kabin penumpangnya itu akhirnya harus menyerahkan “piala bergilir” kepada angkot-angkot yang didesain oleh jepang.
Sisi positifnya, tiap perubahan dalam dunia transportasi publik, suatu perubahan zaman yang ditandai moderenisasi, lebih banyak menghadirkan kebaikan dalam pelayanan angkutan umum.
Namun, bukanlah sungguh indah bila tiap perubahan mampu dijalankan tanpa terlalu banyak gejolak atau dampak negatif ?
Lalu bagaimana dengan nasib para sopir, kru dan orang-orang yang bekerja dibalik transportasi massal itu,Nah, bila itu terjadi, idealnya pemerintah mau menyelenggarakan pelatihan bagi sopir untuk alih profesi. Namun, apakah mau? Padahal, tanpa pelatihan untuk alih profesi, pemerintah justru dapat menyengsarakan para sopir dan juga para pelaku usaha di sektor angkutan umu darat.
Kunci utama untuk minimalkan potensi-potensi yang mendera pihak-pihak terkait angkutan umum darat, dapat dilakukan menyusun cetak biru yang terperinci lengkap dengan time frame yang jelas.
Itulah yang dipikirkan Ibu Eka selama ini *  (*/)


Sumber : Membela Angkutan Umum, Dari Otokol Flores Hingga Bajaj Jakarta, penerbit Buku Kompas 2015, PT Kompas Media Nusantara



Lalu Siapa Yang Akan Mengurus Abdurrahman ???

WARTOSOLO-KISAH NYATA ini sungguh mengiris-iris kalbu. Kisah ini terjadi di Negeri Jiran atau negara tetangga Indonesia, Malaysia. Adalah seorang ibu sepuh berusia 101 tahun yang belum diketahu namanya wafat kemarin. Ternyata sebelum meninggal beliau telah sekian puluh tahun setia merawat anaknya (Abdurrahman) yang cacat fisik, Abdurrahman kini berusia 65 tahun.
Sejumlah netizen merinding dan berdoa saat melihat empat foto ibu surgawi di bawah ini :
siapa-urus-abdurraham
foto 1
Foto pertama nampak sang ibu surgawi begitu menyayangi sang anaknya. Hingga dengan tulus menyayangi saat duduk di pangkuannya. 
abdurraham-siapa-urus
foto 2
urus-abdurraham-siapa
foto3
Foto kedua dan ketiga terlihat jelas., kasih sayangnya hingga tak mau melepas anaknya sendirian. Lalu menyuapinya dengan sepenuh hati.
siapa-urus-abdurraham
foto 4
Foto keempat menunjukkan, sang dibopong warga didekatkan dengan sang ibu. Terlihat wajah sedih anak melihatnya.
Oh, betapa kasih ibu sepanjang masa dan akhir hayatnya.  
Foto-foto dan cerita ini di upload https://www.facebook.com/MyIdolMuhammadSAW dan ditautkan lebih dari ratusan netizen lainnya. Berikut ini adalh kutipan dari salah satu netizen dan sejumlah komentar dari netizen lainnya. 
"ALLAHU AKABR, merinding liatnya betapa besar kasih sayang ibu ini kepada anaknya. 
heart emotikon
Ya Allah masukkan beliau.ke dalam surga Mu yg luas..
Aamiin.."





 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>