Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Makna Lirik Lagu Bis Kota, Godbless

WARTOSOLO.COM-Konser bertajuk Panggung Sandiwara di Jakarta beberapa waktu lalu mendapatkan aplus dari berbagai pihak. Konser 42 tahun God Bless berkarya tak hanya menggambarkan masih garangnya pentolan awak grup band rock itu. Lagu-lagu yang dibawakannya pun mengingatkan penontonya di lokasi konser atau pemirsa di televisi karena live, akan kehidupan masal lampau dilihat pada saat itu.
Walaupun pada masa sekarang ini di negeri ini perubahan tak kunjung ada meski lagu ini sudah diciptakan sejak 1980-1990 an. Contohnya lagu ''Rumah Kita'' yang menggambarkan dengan masih terlihatnya siklus urbanisasi, ''Bis Kota'' (penyediaan fasilitas transportasi massal negeri in), dan ''Panggung Sandiwara'' (penggambaran kondisi perjalanan negeri dan tokoh serta rakyatnya yang penuh sandiwara) dan lain-lain.
Kali ini penulis ingin mengingatkan kembali salah satu lagu yang dinyanyikan God Bless dalam rangka HUT sebuah lembaga penyiaran negeri itu. Lagu ''Bis Kota''. Lirik lagunya yang begitu kuat dan menggambarkan kondisi masyarakat kecil saat itu, dan bila dicermati memang begitu menyentuh. Berikut ini lirik lagunya :

Kulari mengejar laju bis kotaBelomba-lomba saling berebutanTuk sekedar, mendapat tempat di sana
Kucari dan terus kucari-cariNamun semua kursi telah terisi
Dan akhirnya akupun harus berdiriBercampur dengan peluh semua orangDan bermacam aroma
Bikin kupusing kepala
Reff: Serba salah, nafasku terasa sesakBerimpitan berdesakkan,
bergantunganMemang susah, jadi orang yang tak punyaKemanapun naik bis kota.




lirik-bis-kota
Berebut naik bus
Lagu yang dinyanyikan Ahmad Albar dan diciptakan Teddy Sujaya - Tantowi (wikipedia.org) ini menggambarkan bagaimana angkutan massal bus tetap menjadi primadona. Pelayanan yang jelek, kadang bus mogok dan berdesak-desakan menjadi nomor sekian. Karena rakyat terlanjur bergantung pada moda ini. Tergambar pula, bagaimana masyarakat harus berlomba-lomba mendapatkan jasa fasilitas umum, bus. Tak cukup hanya mengantre saja. Mereka harus berlari-lari, berlomba mendapatkan bus. Sekalinya bisa naik bus, mereka juga harus berebut tempat duduk. Bagi yang kebagian tempat duduk, akan mendapatkan kenyamanan karena tak perlu berdesak-desakan dan bisa sekadar menyandarkan pinggang. Tapi bagi yang berdiri, jelas saling dempet dengan berbagai bau dan aroma yang harus dihirup. Begitulah susahnya hanya sekadar naik bus. Begitulah susahnya menjadi orang tidak punya. Bepergian pun harus berlomba.
Apakah sekarang ini kondisi semacam itu masih ditemui ? Bisa iya, dan bisa tidak.
Di Kota besar seperti Jakarta, sarana bus yang dulunya dikenal kopaja, angkot pada jurusan tertentu masih diburu. Namun dengan dibangunnya fasilitas seperti bus way, kini masyarakat mulai mengalihkan perhatian kepada transportasi massal ini. Dari sejumlah pemberitaan yan tersiar, transportasi massal seperti bus way menjadi sarana angkutan umum yang amat dibutuhkan di kota besar. Di setiap jam sibuk, di setiap halte pasti di penuhi calon penumpang. Berbicara dengan kasus yang ada di kota besar. Kini tinggal pemerintah mengoptimalkan keberadaan dan pelayanan transportasi massal karena setiap hari memang dibutuhkan. Ganti alat transportasi massal yang usang, bobrok tak layak dijalankan dengan moda yang terbaru dan lebih nyaman.
Lalu bagaimana dengan di daerah yang saran transportasi massal sedang mati suri ? Ini menjadi pekerjaan berat. Sudah saatnya kendaraan pribadi dialihkan ke kedaraan umum, bagaimanapun caranya. Lewat angkutan massal inilah potensi kemacetan karena padatnya kendaraan bisa dikurangi. Negeri maju sudah hampir seabad memperjuangkan transportasi massal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Bagaimana dengan negeri ini. Ini menjadi PR bersama ?
Pemerintah dan masyarakat harus bisa bersama menciptakan sarana transportasi massal yang lebih baik lagi. Sehingga anak cucu ke depan tak merasakan apa yang pernah dinyanyikan Ahmad Albar dengan lagunya tentang ''Bis Kota'' tersebut. 

Lagu Si Komo Lewat, Kritikan kemacetan Kota-kota Besar di Indonesia


 Macet lagi, jalanan macet
Gara-gara si komo lewat
Pak polisi jadi binggung
Orang-orang ikut binggung



WARTOSOLO-Bagi anda yang lahir di era 70-80an pasti masih ingat dengan lirik lagu tersebut. Lagu berjudul Si Komo Lewat Tol itu moncer pada masa 1990-an. Lagu yang ditenarkan oleh media Televisi Pendidikan Indonesia (kini MNC TV) yang dibintangi Seto Mulyadi sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dari perbincangan yang dilakukan Tempo.com dengan Kak Seto sapaan akrab Seto Mulyadi ada sejumlah fakta menarik, bahwa masyarakat di Indonesia terlanjur meyakini bahwa tokoh Komo tak lain adalah boneka Komodo, binatang asli Indonesia yang dilindungi undang-undang.
macet-lagi-si-komo
Atur lalin

Namun penulis melihat lagu ini amat penting untuk menggambarkan betapa macetnya kota besar di Jakarta. Kondisnya akan lebih runyam jika ada tokoh-tokoh, pejabat penting yang hendak melintasi jalanan kota Jakarta. Tentu saja perjalanan ''orang penting'' VVIP ini yang dipentingkan lalu meminggirkan pengguna jalan lainnya. Saat rombongan penting ini lewat, maka kemacetan panjanglah yang terjadi dan pengguna jalan siap-siap terjebak macet.

Hal lain yang patut diambil hikmah dari lagu ini adalah pentingnya penggunaan transportasi massal di perkotaan di Indonesia. Angkutan massal seperti bus, kereta api amat penting untuk mengurangi kemacetan, sehingga mengurangi jumlah kendaraan di jalanan. Jika angkutan massal sudah menjadi budaya di kota besar. Maka sewaktu-waktu Si Komo lewat jalanan akan biasa-biasa saja dan kemacetan tak akan terjadi lagi. Tengoklah kota di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang sudah menerapkan penggunaan alat transportasi massal di tengah kota. Bila menengok lebih jauh lagi seperti negara-negara maju di Eropa, Amerika dan negara Asia yang maju lainnya, kemacetan lalu lintas akibatnya padatnya kendaraan di jalan sudah tidak begitu terlihat. Kebijakan ketat di negara-negara maju atas penerapan pembatasan kendaraan pribadi, dan anjuran penggunaan kendaraan umum sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sana.(*/)

Pesan Moral dari Lagu Naik Kereta Api






Naik Kereta Api
"Naik kereta api … tut … tut … tutSiapa hendak turutKe Bandung … SurabayaBolehlah naik dengan percumaAyo kawanku lekas naikKeretaku tak berhenti lama
Lekas kretaku jalan …tut…tut…tutBanyak penumpang turutK’retaku sudah penatKarena beban terlalu beratDi sinilah ada stasiunPenumpang semua turun"


lagu-naik-kereta
Seberangi Bengawan Solo



WARTOSOLO.COM-Anda pasti kenal dan tahu lagu itu. Ya lagu itu berjudul, Naik Kereta Api. Sejak kecil selalu diajarkan orang tua. Setelah besar lagu itu juga diajarkan kepada siswa di kelas. Tidak cukup di situ saja, para anak biasanya menuntut kepada orang tua untuk menunjukkan bentuk asli dari transportasi massal. Dan pastinyalah orang tua memenuhi tuntutan itu atau bahkan mengajak anaknya untuk menjajal naik kereta api. Lagu tersebut memberikan pendidikan yang cukup mendalam terutama pengenalan anak terhadap alat transportasi massal, kecintaan terhadap kereta api, ketepatan waktu (kedisplinan) ketika hendak memanfaatkan sarana transportasi massal ini, serta pengenalan terhadap geografis dan kota-kota di Pulau Jawa. Para pembaca pasti yakin bahwa lagu ini tak akan ditelan jalan karena selalu dinyanyikan dari generasi ke genereasi.

Pembaca perlu mengetahui juga dari penelitan Fortunata Tyasrinestu, peraih gelar doktor Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya UGM yang mengambil tema Bahasa Lagu Anak Berbahasa Indonesia seperti yang dikutip dari ugm.ac.id mengatakan, lagu anak memiliki peranan yang sentral dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, yakni sebagai sarana ekspresi diri dan pendidikan dalam rangka meningkatkan hidup dan kualitas manusia. Karena itu, anak-anak sejak dini perlu mendapatkan asupan lagu yang mampu menumbuhkan rasa saling berbagi, gotong-royong, cinta lingkungan, dan cinta tanah air.

“Lagu anak yang baik selalu mengandung moral (good lesson) yang disampaikan melalui lirik-lirik dalam lagu anak,”paparnya.

Dewasa ini banyak ditemui anak-anak yang menyanyikan lagu yang liriknya tidak sesuai dengan dengan perkembangan anak-anak, karena mereka menyanyikan lagu orang dewasa. Penyebabnya adalah program khusus untuk anak-anak yang menayangkan lagu-lagu anak klasik, tak pernah ada. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan para pendidik.
\
Pesan Moral dari lagu-lagu anak secara umum
- Ketika anak-anak mendendangkan lagu, anak secara tidak langsung juga belajar bahasa.
- Kata-kata mempunyai peranan yang penting karena menggambarkan isi atau pesan dari lagu tersebut.
- Lagu anak juga berperan sebagai musik pendidikan yang lebih memerhatikan efek dari musik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
- Lewat lagu anak mereka akan memahami dan lagu anak klasik dan dikenang sepanjang masa.
- Lagu anak berbahasa Indonesia juga dapat mengembangkan karakter anak.
- Lagu anak mengandung nilai religiositas, kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, kreativitas.
- Lagu anak juga bisa mengembangkan rasa ingin tahu, semangat kebangsaan dan cinta tanah air, peduli, bersahabat, dan cinta kasih.

Ironis, Matinya Zebra Cross Di Negeri ini


WARTOSOLO- Zebra cross adalah sebuah fasilitas penyeberangan di jalan yang bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. fasilitas ini berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm. Biasanya di sisi lainnya terdapat rambu lainnya yakni larangan parkir agar pejalan kaki yang akan menyeberang dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan di jalan. Peraturan mana pun di dunia menyebutkan pejalan kaki yang berjalan di atas zebra cross mendapatkan perioritas terlebih dahulu.


zebra-cross-mati

Disebut sebagai zebra cross karena menggunakan warna hitam dan putih seperti warna pada hewan zebra dari kelompok hewan kuda yang hidup di Afrika.
 Undang-Undang No:22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dinyatakan dengan tegas pada paragrap 2 (dua) tentang Penggunaan dan Perlengkapan Jalan pada pasal 25 dan 26 yang tertulis sebagai berikut:
Pasal 25,: Setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum WAJIB dilengkapi dengan perlengkapan jalan berupa:
  1.  Rambu lalu lintas;
  2.  Marka jalan;
  3. Alat pemberi isyarat lalu lintas;
  4. Alat penerangan jalan;
  5. Alat pengendali dan pengaman pengguna jalan;
  6. Alat pengawasan dan pengamanan jalan;
  7. Fasilitas untuk sepeda, PEJALAN KAKI, dan PENYANDANG CACAT; dan
  8. Fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan diluar badan jalan.


Sumber : https://id.wikipedia.org

Keren !!! Pelajar Solo Maju Lomba PPK Tingkat Nasional



WARTOSOLO.COM- Keren  dan wajib diacungi jempol diberikan kepada pelajar-pelajar yang mengharumkan namak Kota Solo dipentas lomba tingkat provinsi. Adalah Hanna Ameli Irawan, pelajar SMAN 3 Surakarta yang berhasil menjadi pemenang lomba Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) tingkat Provinsi Jateng yang diselenggarakan selama empat hari Kamis-Minggu (27-30/7) di Islamic Center Kota Semarang. Ia menyisihkan 39 pelajar terbaik di Jateng dalam perlombaan tahunan itu.
pelajar-solo-lomba-ppk
Pelajar Solo raih penghargaan
Selain Hanna, Kota Solo juga mengirim PPKJ lain, Nurul Zamzami dan Monika Listania Yuliandari. Prestasi ketiga siswa itu yakni mempertahankan prestasi 2014 lalu yang dimenangkan juga oleh Aisyah Khaeronisa (siswa SMAN 3 Surakarta).
Usai menjuarai lomba tingkat Jateng, Hanna Ameli Irawan akan mempersiapkan diri untuk lomba tingkat provinsi di Jakarta pada Agustus mendatang.
 "Kami berharap warga SOlo dan Jateng mendoakan salah satu pelajar terbaik meraih kesuksesan di tingkat nasional," harap  Kasi Manajemen Rekayasan Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Surakarta, Ari Wibowo.
Lomba ini mewajibkan siswa memberikan paparan tentang inovasi dalam menjadi pelopor keselamatan di jalan raya dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta membuat sebuah makalah tentang keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
ppk-pelajar-solo-lomba
Kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional yang digelar setiap tahun memiliki beberapa tujuan, yaitu:
 1. Meningkatkan kesadaran pelajar dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan mengurangi resiko akibat kesalahan berperilaku tidak tertib di jalan.
 2. Memberikan reward atas prestasi tertib berlalulintas dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya menjaga keselamatan di jalan.
 3. Membangun kesadaran generasi muda untuk berperilaku tertib berlalu lintas.
 4. Membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini atas dasar kesadaran pribadi dan tanggungjawab moral untuk meningkatkan keselamatan.
 5. Menyebarluaskan informasi ke kalangan generasi muda melalui peer groupnya.
 6. Menyelamatkan generasi muda sebagai aset bangsa.
Dengan tujuan tersebut, para pelajar diharapkan dapat memberikan rasa kebersamaan dam kesetiakawanan antar peserta lainnya yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan juga meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terkait dengan keselamatan lalu lintas jalan, sehingga dapat mensosialisasikannya di tempat mereka belajar, serta memberikan suri tauladan bagi rekan-rekan di sekolahnya sesuai dengan predikat teladan yang disandangnya.





Permainan Ular Tangga Efektif sebagai Sarana Belajar Keselamatan Jalan

SOLO,wartosolo.com- Belajar sambil mempelajari aturan berlalu lintas adalah misi yang sedang dijalankan Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta. Lewat permainan ular tangga itu, masyarakat diperkenalkan cara berlalu lintas yang baik. Tidak hanya menyasar anak-anak, ramaja, dan pemuda, para orang tua pun bisa tampil memainkan game yang diciptakan pada tahun 1870. Hal yang paling menarik diamati dari modifikasi ular tangga buatan tim kreatif Dishubkominfo ini adalah bentuk petak-petak yang super besar berwarna cerah, bentuk dadu jumbo empuk yang empuk laksana bantal, dan bidaknya adalah si pelaku permainan sendiri.
permainan-ular-tangga
Permainan ular tangga

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam game ini adalah hukuman dan hadiah yang diberikan bila lemparan dadu menempatkan bidak di sisi ular atau tangga adalah terkait langsung dengan aturan-aturan yang berlaku dalam berlalu lintas di jalan raya.
"Hukuman dan hadiah adalah mengenalkan tentang peraturan lalu lintas. Contoh, hadiah yang diberikan kepada pihak saat saat palang pintu perlintasan KA turun adalah selamat dari kecelakaan KA. Adapun hukuman seperti melanggar rambu lalu lintas akan terjadi kecelakaan lalu lintas dan lain sebagainya," terang Kasi Manajemen Rekayasana Lalu Lintas, Dishubkominfo, Ari Wibowo. 

tangga-permainan-ular
Pendidikan berlalu lintas

Ari mengatakan, kegiatan kali ini sekaligus sebagai bagian dari sosialisasi keselamatan jalan bersama Masyarakat Transportasi Indonesia. Dalam waktu yang sama dikampanyekan pula slogan melawan kemacetan dimulai dari Solo yang disaksikan Ketua MTI Danang P, Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dan Ketua Oranda Indonesia Eka sari Lorena. "Silakan mencoba bila anda berada di Solo," kata Ari. (*/)

Prihatin, Aksi Kebut-kebutan Bus Surabaya Demi Mencari Penumpang




WARTOSOLO.COM- Aksi ini sebenarnya sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang lain. Aksi kebut-kebutan di jalan murni bukan sepenuhnya salah pengemudi bus. Banyak faktor yang melatarbelakangi para sopir ugal-ugal di jalan, di antaranya adalah mepetnya time table, persaingan sesama PO
aksi-kebut-bus-surabaya
Bus ngebut

Dampaknya adalah pengemudi mengabaikan keselamatan penumpang dan pengendara jalan lainnya. Sudah banyak data kecelakaan maut yang menelan ratusan nyawa sia-sia akibat kejadian ini. Sepantasnya pemerintah memikirkan cara agar pelayanan transportasi mengunggulkan kenyamanan, keamanan di jalan. Pemerintah memerhatikan nasib PO-PO bila perlu mereka mendapatkan subsidi. Dengan demikian PO membebaskan awak bus memberikan pelayanan terbaik tanpa memikirkan setoran apalagi mengejar waktu. Saatnya pelayanan transportasi di negeri ini berubah. Di dunia perkeretaapian, faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan di jalan sudah dijamin. Kini tinggal perjalanan darat mengikuti langkah itu. 

Transportasi Massal dan Wisata Bali



BUS-SARBAGITA


WARTOSOLO.COM-PEMERINTAH PROVINSI Bali baru menerapkan operasional bus rapid transit (BRT) sejak tiga tahun lalu. Bus yang dijuluki Trans Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita) ini baru membuka dua koridor untuk melayani warga Bali dan wisatawan. Kunjungan awak media Solo ke pulau dewata akhir pekan lalu mendapatkan kesan menarik, pengoperasionalan BRT ini bertujuan demi memecah kemacetan kota-kota di Bali seperti Denpasar, Bandung, Gianyar, dan Tabanan yang menjadi penyangga wisata Bali.

Salah satu warga Bali sekaligus pemandu wisata, I Nyoman Budiana mengatakan, pengoperasian Trans Sarbagita terbilang terlambat. Kota-kota di Bali sudah terlebih dahulu dipenuhi kendaraan pribadi, sehingga macet ditemui di mana-mana. "Trans Sarbagita muncul belakangan, jadi masih sepi peminat," katanya.
Menurutnya, penggunaan angkutan umum bagi warga Bali belum populer. Masyarakat masih memanfaatkan kendaraan pribadi, seperti kendaraan roda dua untuk bepergian. Sejak lima tahun terakhir, tarif bus jarak dekat Rp 5.000 sekali jalan, sehingga masyarakat tidak berminat memanfaatkan transportasi umum.
"Anak sekolah pun senang naik sepeda motor daripada bus. Perekonomian penduduk yang membaik turut mendukung masyarakat membeli kendaraan bermotor," katanya.
Sementara itu, Koordinator I Trans Sarbagita, Pradynyawati mengatakan, sejak 2011, Pemprov Bali bersama pihak ketiga telah mengoperasikan BRT itu. Sembilan bus dengan 22 selter siap mengantar wisatawan dan penduduk setempat ke tengah kota.  “Koridor I sudah beroperasi sejak 2011. Rutenya adalah objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK)-Denpasar PP.  Tarif Trans Sarbagita Rp 2.500/pelajar dan Rp 3.000 sekali jalan. Koridor I beroperasi mulai 05.00-21.00.”
Mirip BST
Dikatakan, bus berkapasitas 21 penumpang duduk dan 35 berdiri menjadi alat transportasi murah dan nyaman yang sering dimanfaatkan pelancong. “Pada hari libur akir pekan dan akhir tahun jalur ini lebih ramai dari hari biasa,”imbuhnya.
Terrpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infromatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad mengatakan, pemberlakukan Trans Sarbagita di Bali meniru konsep Batik Solo Trans (BST). Bahkan, pimpinan Dinas Perhubungan di Bali secara khusus berguru ke Solo. "Betul Bali sudah mengoperasikan Tran Sarbagita. Sebelum penerapan model transportasi massal itu, pemprov belajar ke Solo," katanya.
Dikatakan, awal tahun ini Solo akan mengoperasikan sekitar 185 BST. Ratusan BST ini akan dikerahkan di sejumlah koridor untuk melayani warga Solo dari berbagai lapisan. 

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>