Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Cara FPRB Boyolali Demi Bantu Sesama ini Menakjubkan

pakaian-layak-pakai2


-Flash Sale Pakaian Bekas Serba Rp 5.000 

BOYOLALI,wartosolo.com-Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Boyolali punya cara jitu dalam menghimpun dana untuk didonasikan kembali kepada korban bencana di Tanah Air. Salah satu upaya yang sekarang ditempuh adalah menyulap bantuan pakaian layak pakai (PLP) dari dermawan/donatur menjadi dana segar. Dimana dana itu siap disalurkan langsung atau diberikan kebutuhan pokok untuk membantu korban bencana alam. 
Sekretaris FPRB Boyolali Agung Nugroho mengatakan terobosan ini ditempuh karena saking banyaknya bantuan PLP yang masuk. Sementara, bantuan PLP di lokasi pengungsian biasanya tidak begitu diminati karena beberapa hal.
"Ya akhirnya kami memutar otak mencari cara, bagaimana bantuan dari dermawan/donatur ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akhirnya kami mencoba mencari cara menjajakannya kepada masyarakat. Seperti yang kami lakukan sekarang ini dengan menggelar flash sale PLP seharga Rp 5.000/item," terang Agung, Jumat (11/1).
Promosi lewat media sosial seperti instagram, facebook, twitter pun digenjot. Bahkan, bas camp FPRB di Jalan Boyolali-Magelang, Tegalrejo, Winong Boyolali ditempeli spanduk berisi penawaran flash sale tadi.
Baca : Gedung Muzdalifah Asrama Haji Dioptimlakan untuk Genjot PAD 
Baca : Sungguh Menyentuh Hati, ''Orang Gila'' Ini Ikut Tunaikan Shalat di Masjid

 Sambutan antusias

Tak menunggu lama, promosi yang digelar relawan FPRB Boyolali ini langsung mendapatkan respons positif. Warga di sekitar base camp, teman-teman dari relawan banyak yang datang membeli. Ada pula orang luar yang datang dan membeli PLP ini. Hal sama terjadi di dunia maya, dimana permintaan PLP ini juga melonjak. Bahkan, transaksi penjualan PLP sampai dengan pekan ini bisa mencapai jutaan rupiah. 
"Alhamdulillah upaya kami menjajakan PLP berjalan baik. Saat ini terkumpul dana Rp 1.350.000, dana yang terkumpul kembali didonasikan kepada korban bencana alam," katanya.
pakaian-layak-pakai1
Warga yang membeli pakain ini mengaku akan memakainya di rumah. Adapun PLP yang dijual di pegunungan seperti di Selo lereng Merbabu mendapatkan ruang khusus bagai warga di sana. Peminatnya warga, lalu petani, pencari kayu bakar atau pekerja kasar. Pakaian yang dibeli tadi dipakai ke sawah, ke hutan atau bekerja di bangunan.
"Jadi semacam sebagai pakaian telesan. warga di Selo (lereng Merbabu) di pedesaan senang membeli pakain ini. Meski pakaian rusak sedikit kena noda." 
Koordinator FPRB Yanto ''Goweng'' Budiyono menambahkan, relawan FPRB dibantu pelajar/mahasiswa asal Boyolali, Solo dan Saltiga menggalang bantuan untuk korban bencana dengan cara semacam ini. Sebab komunitas tersebut anggotanya memang siswa SMA/SMK dan mahasiswa. 
"Tujuannya untuk melatih dan menumbuhkan kesadaran pelajar peduli terhadap lingkungan dan sosial kemanusiaan dari usia dini," imbuh Goweng. (red)
Kunjungi : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home

"Our River Our Life" Kampanye Bersih Sungai Smada Boyolali

bersih-kali


BOYOLALI,wartosolo.com-Tak mau melihat sampah menyumbat dan mengotori sungai karena menyebabkan banjir. Sebanyak 30 siswa dari siswa SMAN 2 (Smada) Boyolali perwakilan dari OSIS MPK, perwakilan ekskul pramuka, dan Paskibra  bergerak membersihkan sampah-sampah itu. 
Siswa dengan memakai seragam olahraga dan didampingi guru memunguti sampah, membersihkan genangan dan mencabuti rumput liar. 
Kegiatan bersih-bersih sungai ini berlangsung mulai pukul 08.00-11.30, Rabu (12/12) di Kali Tlatar, Boyolali.  Siswa kelas XI MIPA 4 Faqih Kuncoro Adi mengatakan, bakti sosial ini memiliki tema utama, our river our life. 
"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah di sungai," imbuhnya. 
Baca : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home 
Baca : Karya Bakti Daerah Tahap IV TA. 2018 Resmi Di Tutup, Target Tercapai 100 Persen
Dikatakan, mulai pukul 08.00 aksi bersih bersih dimulai. Tadi ada juga warga sekitar yang ikut membantu aksi sosial ini. 
Wakasek Kesiswaan Paidi menambahkan, Program Smada Peduli ini dalam rangka mengisi waktu jeda ujian akhir semester (PAS). Smada Peduli ini merupakan kegiatan implementasi program kerja dari seksi bidang 4 yaitu bidang kepribadian dan budi pekerti luhur.
"Tadi pagi siswa diajak untuk menjaga lingkungan dengan cara membersikan sampah di Kali Tlatar Desa Kebonbimo. Sebelumnya kami sudah izin perangkat desa untu kegiatan ini." imbuh Paidi. (red)
Simak juga : Noor Setia Berdayakan Kaum Disabilitias
Berikut ini kondisi Kali Tlatar sebelum dan sesudah dibersihkan siswa dalam rangka Smada Peduli :

1. Kondisi Kali Tlatar sebelum dibersihkan

sampah-bersih3

sampah-bersih4

sampah-bersih2
Silahkan simak : Ayu ''Coklat Tempe'' Serius Geluti Jajanan Anak-anak 

2. Kondisi Kali Tlatar setelah dibersihkan
sampah-bersih1
Kunjungi pula : Komisi C DPRD Jateng Apresiasi BPR BKK Boyolali 

Partisipasi Pemilu Sekolah Smada Boyolali 100 Persen


BOYOLALI,wartosolo.com-Pelaksanaan pilpres, pileg dan pemilihan senator di Indonesia segera digelar April 2019 mendatang. Saat ini tahapan pesta demokrasi lima tahunan masuk dalam masa kampanye. Dalam rangka menyambut pemilu lima tahunan ini ikut menyosialisasikan pemilu, Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (Smada) Boyolali menggelar pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS secara langsung. 
Sebanyak tiga kandidat ketua dan wakil ketua OSIS sudah bertarung dalam pemilihan langsung yang digelar, Senin (15/10). Hasilnya Faqih Kuncara-Reza Ardian Dwi dari partai bahasa menjadi pemenang dengan mendapatkan 478 suara. Disusul pasangan Partai Bangsa Danar Adi Kusuma-Listya Laksana 315, dan Pandu Prasetya-Aisyah Nur Arofah dari Partai Nusa yang mengumpulkan 144 suara.  
"Total jumlah suara yang sah 937, dan suara yang rusak 37," terang Wakasek Humas Smada Boyolali, Idha Priyati, kemarin.
Kunjungi juga : 2018, Capaian Terbaik Panahan Tradisional 
Simak juga : Patut Dicontoh, MIN 5 Sukoharjo Bantu Warga Kekurangan Air Bersih
Pemilihan umum tingkat sekolah dengan mengangkat tema milenia dan ini disambut antusias penghuni sekolah baik siswa, para guru dan pegawai. Para guru dengan memakai baju adat Jawa ikut mengawasi jalannya pemilihan umum. Sementara itu Smada Boyolali yang tak jauh dari tempat wisata pemancingan Tlatar Boyolali ini dihiasi MMT besar di sudut sekolah. Fasilitas ini disediakan bagi siswa dan guru yang ingin berswafoto. 
"Pihak sekolahmenyiapkan bilik suara, bahkan surat suara untuk sarana mencoblos kandidat ketua OSIS," imbuhnya.  
Kepala SMAN 2 Boyolali Suyanta mengatakan, pemilihan umum sekolah ini merupakan ajang bagi siswa masuk gerbang demokrasi. "
Siswa menjadi penyelenggara pemilu sekolah.
 Siswa menjadi pengawa pemilu sekolah. Dan  siswa memilih pemimpin di antara mereka." 
Baca juga : Perlengkapan dan Makanan Bayi Dibutuhkan Pengungsi Gempa Lombok

Hiasi Masjid, Cara Syariah Hotel Solo Peringati Tahun Baru Hijriyah

shs-masjid1


SUKOHARJO,wartosolo.com -  Menyambut perayaan 1 muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Syariah Hotel Solo telah telah menyiapkan sejumlah kegiatan sosial dan peningkatan spiritual. Tak hanya itu, disiapkan pula promo menarik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. 
Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W mengatakan, promo dan sejumlah kegiatannya yang telah dipersiapkannya ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memperingati secara suka cita 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah sebagai kalender patokan penanggalan umat Islam yang diusulkan sejak tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. 
Di samping, Tahun Baru Hijriyah menjadi salah satu hari besar umat Islam di dunia. Hal tersebut mengingat, konsep hotelnya menganut sistem syariah, tentunya Tahun Baru Hijriyyah memberikan makna tersendiri bagi manajemen Syariah Hotel Solo.
“Kendati konteksnya perayaan, namun kegiatan yang kami lakukan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah ini bersifat sederhana. Bahkan kegiatan yang kami lakukan ini lebih bersifat sosial dan lebih kepada peningkatan spiritual internal management,”katanya.
Simak juga : Syariah Hotel Solo Gelar Haul Ibu Tien Soeharto Ke-23
shs-masjid2

Dilanjutkan lebih lanjut oleh Mita, rangkaian kegiatan dilakukan mulai dari pagi hingga sore hari. Di pagi harinya, Syariah Hotel Solo melakukan kerja bakti Bersih-Bersih Masjid berlokasi di Masjid Tegalsari Solo. Selain membersihkan seluruh area masjid, para karyawan yang bertugas pun turut melakukan Sholat Dhuha dan Sholat Hajat berjamaah. Di akhir kegiatan, tak lupa pihak management juga turut memberikan infaq dan sejumlah peralatan sholat untuk menambah kenyamanan beribadah para jamaah.
“Pada sorenya, peringatan 1 Muharram 1440 H dilanjutkan dengan acara Pengajian bertema Raih Keberuntungan dengan Iman menghadirkan Ustadz sekaligus motivator, Bapak Andi Kusumabrata yang akan memberikan tausiahnya bagaimana menjadi seseorang yang beruntung dengan senantiasa meningkatkan kualitas iman selama hidup di dunia,”terangnya.(*/)
Baca juga : AKP Hartini : Pelajar Diajak Taati Peraturan


Patut Dicontoh, MIN 5 Sukoharjo Bantu Warga Kekurangan Air Bersih

min-sukoharjo


wartosolo.com - Siswa kelas V, guru, dan bidang humas MIN 5 Sukoharjo, Jateng mengadakan kegiatan bhakti sosial berupa droping air bersih ke tiga desa di Wilayah Kecamatan Weru, Sukoharjo yang mengalami krisis air bersih. Sebanyak sembilan tangki air didistribusikan ke tiga desa ini adalah Desa Candi, Alasombo, dan Karangmojo.
Kepala MIN 5 Sukoharjo Widodo mengatakan, bantuan air bersih ini sekaligus mendidik siswa tentang pentingnya berbagai dan menghargai air dalam kehidupan, sehingga dalam penggunaannya harus dengan hemat.
 “Kegiatan droping air bersih ini sebagai bentuk pembelajaran nyata pendidikan karakter khususnya sikap kepedulian terhadap sesama dan semoga kegiatan droping air dapat meringankan saudara-saudara kita yang kekurangan air”, kata Widodo.
Dana kegiatan droping air tersebut berasal dari infaq 630 peserta didik, dan 30 lainnya yang berasal dari guru serta karyawan.  
Kholis Hernowo, selaku humas MIN 5 Sukoharjo menuturkan, besarnya permintaan air bersih di tiga desa ini ini, maka MIN 5 Sukoharjo berencana melaksanakan droping air untuk yang kedua kalinya. Bahkan bisa lebih banyak lagi tidak hanya sembilan tangki air. Hal ini mengingat musim kemarau yang kemungkinan masih panjang. 
Simak juga : Pramuka Smada Boyolali Perkokoh Persatuan dan Kesatuan
Sedangkan kebutuhan air bersiih untuk minum, masak, untuk ternak, serta MCK,  sangatlah tinggi. Dengan adanya kegitan droping air bersih jelas sangat membatu kebutuhan akan air bersih warga.
"Betapa warga sangat membutuhkan air bersih tersebut. Hal ini dapat ia ketahui melalui betapa antusiasnya warga yang ingin mendapatkan air bersih. Ketika mobil tangki air tiba, warga berdatangan dengan membawa jerigen dan ember,hanya dalam waktu 30 menit air satu tangki ludes tersalurkan kejerigen yang dibawa oleh warga."
Kepala Desa Ngreco, Sunardi, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kepekaan  MIN 5 Sukoharjo, sehingga dengan kegiatan droping air bersih sangat membantu warganya yang saat ini memang sangat membutuhkan air bersih.(*/)
Baca juga : Usai Bantu Bantu Pengungsi Gempa Lombok, Enam Personil KRI Dipulangkan

AKP Hartini : Pelajar Diajak Taati Peraturan

penyuluhan-banyudono2


BOYOLALI,wartosolo.com-Siswa SMAN 1 Banyudono Boyolali mendapatkan materi penyuluhan tentang dampak kenakalan remaja. Materi penting itu disampaikan langsung Kasat Binmas Polres Boyolali AKP Hartini kepada siswa, Senin (27/8). Baik sebagai pembina upacara bendera yang di sekolah setiap Senin pagi, maupun sosialisasi di dalam kelas. 
Dalam amanatnya, AKP Hartini mengatakan upacara merupakan langkah awal pendidikan karakter siswa antara lain disitu ada semangat nasionalisme, sikap kedisiplinan dan semangat mempertahankan nila-nilai perjuangan para pendahulu.
"Dari upacaralah karakter siswa bisa terbentuk," tegasnya.
Dijelaskan pula bahwa sebagai siswa sudah selayaknya harus tertib mentaati peraturan sekolah maupun peraturan lainnya termasuk peraturan lalu lintas khususnya peraturan di jalan umum. 
Simak juga : Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai
penyuluhan-banyudono1

Saat memberikan paparan di kelas, AKP Hartini yang didampingi Kanit Binmas Polsek Banyudono Aiptu Rewang dan pihak sekolah juga menyinggung tentang kenakalan remaja dalam segala bentuk dan dampaknya bagi pelaku itu sendiri
Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Banyudono, Drs Bambang S.D mengapresiasi kegiatan ini, karena sangat membantu dalam memotivasi siswa untuk lebih baik lagi ke depannya.
Baca jua : PT Pertamina TBBM Boyolali Launching Motif Batik "Lembu Patra"

Pramuka Smada Boyolali Perkokoh Persatuan dan Kesatuan

kemah-blok-smada1


BOYOLALI,wartosolo.com- Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Ika Lemhanas) beranjangsana ke SMAN 2 (Smada) Boyolali guna memberikan materi penting tentang bela negara kepada siswa, dalam acara kemah blok yang digelar selama dua hari di sekolah setempat, Jumat-Sabtu (24-25/8). Perwakilan Ika Lemhanas yang hadir yakni Gunawan dan Sri Mardiyati masing-masing menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan dan menjaga persatuan dan kesatuan dalam era sekarang ini. 
Di hadapan para siswa yang memakai seragam pramuka Gunawan menyampaikan, bahwa persatuan dan kesatuan menjadi hal yang sangat vital dimiliki generasi muda, khususnya para siswa.  
"Acara kemah blok ini ditujukan untuk mempererat dan menjalin persatuan dan kesatuan di kalangan siswa. Sekaligus membentengi genaris muda dari ancaman luar," katanya.
Gunawan juga menegaskan, generasi muda wajib mengenal dan mengamalkan dasar negara Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu generasi muda akan terbentengi dari isu-isu yang mengarah pada perpecahan dan persatuan bangsa. 
  Simak : Karya Bermotif Abstrak Titi Setiawati Digandrungi Tua-Muda -
Senada disampaikan Sri Mardiyati, pegiat Ika Lemhanas sekaligus staf pengajar sekolah setempat. Ia menyampaikan, materi bela negara yang terdiri atas wawasan kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menjadi materi dalam kelas kemah blok. "Dalam kemah blok ini, materi bela negara diberikan di dalam kelas oleh Ika Lemhanas," paparnya. 
Kepala SMAN 2 Boyolali Suyanta mengimbuhkan, kemah blok dengan menggandeng Ika Lemhanas ditujukan untuk menyiapkan siswa/pramuka agar memiliki rasa persatuan yang kuat. 
"Apapun latar belakanganya para siswa yang tergabung dalam pramuka harus memiliki persatuan dan kesatuan yang kuat," tegas Suyanta.
Pelaksanaan kemah blok dikemas dalam kegiatan pramuka. Pada Jumat (24/8) acara pembukaan diisi dengan upacara dan acara adat pramuka sekolah, materi dalam dan luar kelas. (*/)
Kunjungi :Pererat Tali Silaturahmi, Danramil 04/Jebres Sambangi Ponpes Nahdlatul Muslimat Pucang Sawit

Siswa Kelas X SMAN 2 Boyolali Digembleng Motivasi Wirausahawan





*Jangan Puas Jadi Pekerja

BOYOLALI,wartosolo.com-Sebanyak 321 siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 2) Boyolali mendapatkan gemblengan Program Pendidikan Kewira Usahaan (PKWU). Kegiatan yang digelar Rabu, 1 Agustus 2018 mendatangkan  pembicara dari alumni sekolah seperti Eko Purwanto alumni sekaligus pengusaha penyulingan daun cengkih-minyak. Budi Setyawan, alumni dan pemilik "Rejosari Penyet" Mojosongo, serta Heru Saleh, penerbit dan percetakan.
Kepala SMAN 2 Boyolali, Suyanta yang juga memberikan pembekalan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan motivasi kepada siswa akan pentingnya jiwa kewirausahan.
"Siswa harus dibekali jiwa enterprenuer yang 
disiplin, ulet, tangguh, pantang menyerah, tahan banting. Dari seluruh siswa nantinya semoga ada yang menjadi pengusaha sungguhan. Semoga kehadiran alumni ini menggugah motivasi pelajar khususnya kelas X," terang Suyanta. 
Silahkan baca : Dibantu Alsintan, Gapoktan Diminta Tingkatkan Produktivitas Pangan
wirausaha-sman 2 boyolali3

Suyanta mengungkapkan, pihaknya sengaja mendatangkan alumni sekaligus pengusaha agar Program PKWU tersebut tambah greget. Alumni juga bisa membagikan pengalaman, pengetahuan dan trik  tips kepada siswa agar sukses di mas mendatang.

 "Kelak siswa jangan hanya puas menjadi pekerja saja," ucap imbuh Suyanta.Budi Setyawan menjelaskan, sebelum terjun menjadi pengusaha siswa harus punya tekad yang kuat. Jangan mudah menyerah, jangan takut gagal.
"Berusahalah menciptakan lapangan kerja," katanya.(red)

wirausaha-sman-2-boyolali1


Marsekal TNI AU Yuyu Sutisna Kunjungi Sekolah Unggulan Boyolali

kasau-boyolali

(BOYOLALI,wartosolo.com) - Satu sekolah unggulan yang saat ini ada di Boyolali yakni SMA Pradita Dirgantara bakalan diopersionalkan tahun ini. Hal itu dipastikn Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna saat berkunjung ke lokasi pembangunan SMA Pradita Dirgantara Jalan Cendrawasih No 4 Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/1/2018). 
"Ibu-ibu PIA (organisasi istri prajurit TNI AU) mempunyai yayasan Ardhya Garini. Dia sudah mempunya sekolah angkasa di mana-mana di setiap pangkalan TNI AU ada. Sekarang kita ingin punya sekolah unggulan," kata Yuyu kepada wartawan.
Menurut Yuyu SMA Pradita Dirgantara tak jauh berbeda dengan SMA pada umumnya. Calon siswa yang hendak masuk SMA Pradita Dirgantara harus memiliki prestasi yang bagus. Nilai pelajaran Bahasa Inggris minimal 90 dan IPA 90.
"Tahun ajaran baru 2018/2019 kita akan membuka untuk angkatan pertama mulai Juli 2018. Angkatan pertama 150 siswa semuanya dibiayai oleh beasiswa," katanya.
BACA :  Pringgondani Outbound Gembleng Karakter Kepemimpinan IPM Se-Sragen
Pembangunan SMA Pradita Dirgantara saat ini mencapai 55 persen. Bangunan yang tersedia adalah mess putra dan putri, ruang kelas, auditorium, ruang makan asrama guru dan kepala sekolah bisa selesai pada Juni mendatang.
Untuk persiapan pembukaan angkatan pertama, kata Yuyu, pihaknya telah merekrut tenaga pendidik atau guru. Para guru saat ini sedang mengikuti latihan kerja dan semuanya telah mengikuti tes.
Pihaknya juga menekankan bahwa SMA Pradita Dirgantara tidak ada pendidikan kemiliteran. Namun mendidik para siswa untuk disiplin dalam pendidikan.(*)

SIMAK JUGA :  Woow, Polisi ini Sibuk Seberangkan Kawanan Bebek Pada Jam Sibuk

Pringgondani Outbound Gembleng Karakter Kepemimpinan IPM Se-Sragen

ldk-pringgondani-ipm


BOYOLALI,wartoosolo.com-Pringgondani Outbound Trainning Center, Sambi, Boyolali kembali dipercaya memberikan pelatihan karakter bagi generasi bangsa. Kali ini 116 peserta perwakilan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pimpinan Ranting IPM sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sragen digembleng latihan dasar kepemimpinan (LDK) selama dua hari Jumat-Sabtu (22-23/9/2017). 
Koordinator Pringgondani Outbound Trainning Center mengatakan, pihaknya melibatkan   SAR dan personil dari TNI AU Lanud Adi Seomarmo Solo dalam penggemblengan LDK ini. 
"Kami mendukung penuh pelaksanaan LDK ini dengan mengerahkan instruktur terbaik. Sehingga perwakilan IPM dari Sragen benar-benar memetik hasil baik dari LDK dan bisa mempraktikan dalam organisasi dan masyarakat," katanya. 


Sementara, Ketua panitia Andini Via Janahti Putri mengungkapkan, peserta kegiatan LDK berasal dari pimpinan cabang yang masing-masing mengirimkan tiga orang, dan pimpinan ranting sekolah mengirimkan lima sampai delapan orang. LDK di Boyolali ini merupakan bagian dari kegiatan lainnya yang sudah dilaksanakan yakni bedah buku di PDM Sragen. 
ipm-ldk-pringgondani.jpg

Terkait dipilihnya pelaksanaan LDK luar Sragen, Andini mengatakan, suasana LDK harus  berbeda dengan suasan lebih baru. Instrukturnya pun harus dicari yang lebih bagus. "Karena salah satu outbond di Sambi, Boyolali memiliki pengalaman bertaraf internasional dengan pemateri-pemateri outbound tak sembarangan. Seperti pendidikan baris-berbaris yang melatih dari TNI dan materi lainnya di ruangan diisi oleh pemilik Pringgodani. Maka LDK dipilih di Sambi, Boyolali ini," katanya. 
 Dikatakan, dengan LDK ini maka diharapkan sejak dari mulai kegiatan bedah buku dan LDK dapat melatih seluruh pengurus IPM untuk tertib administrasi dri administrasi kesekretariatan dan administrasi keuangan. Serta dapat membentuk jiwa-jiwa kepemimpinan yang tangguh dan mandiri, agar tidak setengah-setengah dalam berjuang di IPM," terangnya.
Serma Hari Suryawan, instruktur daru TNI-AU Lanud Adi Soemarmo Solo menambahkan, materi wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air wajib diberikan dalam LDK ini.
"Generasi muda perlu diberikan materi wawasan cinta kebangsaan, motivasi menumbuhkan kedisplinanan. Pada LDK ini kami tumbuhkan karater kepemimpinan kepada peserta," imbuhnya. (*/)
ldk-ipm-pringgondani


Ikuti Tes Kesehatan, Calhaj Urung Ikuti Upacara Bendera 17 Agustus

calhaj-17-an


BOYOLALI,wartosolo.com-Tidak seperti tahun lalu, Upacara Bendera Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pesertanya melibatkan jamaah haji. Kali ini hanya PPIH dan Satgas PPIH Embarkasi Solo mengikuti upacara bendera di halaman Asrama Haji Donohudan. Pada saat upacara digelar, jamaah baru masuk asrama pukul 06.0 dan sedang menjalani tes kesehatan. Adapun satu kolter jamaah yang ada di Asrama sudah mulai persiapan pemberangkatan siang ini.
Sekretaris PPIH Sholikhin mengungkapkan kegembiraannya disela-sela melaksanakan tugas Negara melayani jemaah haji pihaknya mampu menyelenggarakan upacara bendera peringatan hari ulang tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Alhamdulillah, ditengah-tengah kesibukan memberikan pelayanan kepada jemaah, pagi ini sebagian besar PPIH dan Satgas PPIH dapat menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Detik-Detik Proklamasi ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan khidmat dan lancar," kata Sholikhin seusai melaksanakan upacara di Halaman Gedung Sekretariat Asrama Haji Donohudan, Kamis 17 Agustus 2017.


Terkait makna peringatan hari ulang tahun ke-72 bagi PPIH Embarkasi Solo, Sholikhin mengungkapkan pihaknya baik PPIH maupun Satgas PPIH diharapkan bisa meningkatkan semangat kerja bersama saling gotong-royong dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada calon jemaah haji, sehingga tugas pelayanan terasa ringan dan jemaah akan merasa kepuasan terlayani.
Adapun yang bertugas dalam upacara bendera diambilkan dari Bidang Keamanan PPIH Embarkasi Solo, bertindak sebagai Inspektur Upacara AKP Purnomo dari Polres Boyolali yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Melalui peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, mari segenap PPIH maupun Satgas PPIH saling bahu-membahu dan bekerja sama dalam mengemban tugas negara memberikan pelayanan kepada jemaah haji, dengan pelayanan terbaik kepada jemaah harapannya jemaah akan merasakan kenyamanan dan kepuasan telah terlayani,” ungkapnya. 

Jalin Kerjasama Syariah, PT LIH dan IAIN Salatiga Tandatangani MOU


SUKOHARJO,wartosolo.
com -
PT. Lor Internasional Hotel (LIH) kembali menjalin kerja sama strategis dengan pihak ketiga. Kali ini institusi pendidikan yang digandeng, yakni Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. LIH dengan IAIN Salatiga ini dilaksanakan di Al Fawwas Ballroom Syariah Hotel Solo pada Selasa (11/4) ini. Penandatangan MoU ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT. LIH, Purwanto Yudhonagoro maupun Rektor IAIN Salatiga, Rahmat Hariyadi.
kerjasama-shs
Kerjasama PT LIH dengan IAIN Salatiga
Direktur Utama PT. Lor Internasional Hotel (LIH), Purwanto Yudhonagoro mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut atas kerja sama yang telah terjalin antara Syariah Hotel Solo dengan IAIN Salatiga selama ini. Dimana IAIN Salatiga sebelumnya, telah beberapa kali berkunjung ke Syariah Hotel Solo maupun jaringan hotel Lorin Group di wilayah Surakarta untuk melakukan kegiatan koordinasi yang melibatkan para dosen, seperti pelatihan dan raker. 
“Melalui kerja sama ini bisa menjadi wadah pererat silaturahmi antara PT. LIH dengan IAIN Salatiga. Terlebih nafas dan konsep IAIN Salatiga sama-sama berkonsep syariah, sehingga hal ini tentunya bisa menjadi modal yang baik untuk menciptakan kerja sama lebih baik lagi,”terangnya.
Purwanto menuturkan, selain bersifat bisnis, kerja sama tersebut dapat dijadikan refleksi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian mayarakat. Sehingga diharapkan kerja sama legal ini dapat memberikan keuntungan antara kedua belah pihak.
Sementara itu, Rektor IAIN Salatiga, Rahmat Hariyadi menerangkan, pihaknya mengapresiasi positif langkah Lorin Group terbuka terhadap pihaknya untuk penjajakan kerja sama secara legal.
“Tujuan kami ingin menjalin kerja sama dengan PT. LIH tak lain untuk menambah relasi dan jaringan bisnis instansi pendidikan kami. Terlebih, kerja sama dengan instansi berkonsep syariah, merupakan suatu kewajiban bagi kami untuk lebih mengembangkan perekonomian dan pendidikan berprinsip syariah, khususnya di wilayah Salatiga dan sekitarnya,”paparnya.
Menurut Rahmat, tidak hanya dapat menjadi refleksi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Syariah Hotel Solo khususnya maupun sejumlah hotel di bawah naungan Lorin Group ini, dinilainya menjadi akomodasi yang tepat dan sesuai dengan konsep bisnis yang diusung IAIN Salatiga. Mengingat, seiring dengan perkembangannya IAIN Salatiga kini telah memiliki mahasiswa sebanyak 4.000 orang, dan bertambah setiap tahunnya. (*/)

Takmir MRJ Ajak Subuh Berjamaah Bersama Mantan Rocker


BOYOLALI,wartosolo.com-Media sosial milik Masjid Riyadlul Jannah (MRJ) Dukuh Ngreni Desa/Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Jateng, tak henti-hentinya mengabarkan inovasi-inovasi program dakwahnya. Salah satunya program Gerakan Subuh Berjamaah yang Ahad 9 Maret 2017 akan menghadirkan Ustadz Derry Sulaiman. Penceramah bernama asli Derry Guswan Pramona tersebut adalah mantan gitaris grup musik underground Betrayer dan pengisi acara Ngobrol Perkara Iman di Trans7.

Masjid-Riyadlul-Jannah
Rencana kegiatan subuh bersama
"Bukan bermaksud menggeneralisir, namanya artis tahu sendiri kan mas? Maka kita ingin mengetahui bagaimana beliau bertaubat, sehingga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua." terang Muhammad Isnaeni.

Seperti di Ahad subuh yang lain, Takmir MRJ selalu menyiapkan menu sarapan lebih dari 1.000 porsi untuk menjamu para pejuang-pejuang subuh. Bahkan sekedar alas, bantal dan selimut juga disiapkan bagi jamaah yang malamnya ingin menginap di MRJ agar tidak ketinggalan shalat dan ceramah subuh.

"Kita sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin subuhan di MRJ. Kita persilahkan pula bagi Slanker's, Kamtis, Granger, Outsider, Punker maupun penggemar musik underground dan rock untuk hadir." lanjut Wakil Ketua Takmir MRJ tersebut.

Seperti yang sudah diketahui, program subuh berjamaah ini sudah berlangsung selama satu tahun. Dari yang awalnya satu shaf saja tidak penuh, namun sekarang sudah membludak sampai halaman dan jalanan di sekitar masjid. "Doakan saja mas, selamanya kita mampu melayani jamaah dengan ikhlas." pinta ayah dari satu anak tersebut. (*/)
Jannah-Masjid-Riyadlul
Jamaaah MRJ Ngreni, Simo, Boyolali

Sejak Bertahun-tahun TK di Boyolali ini Numpang Listrik Rumah Warga

BOYOLALI,wartosolo.com- Hanya gara-gara tak memiliki biaya untuk memasang listrik PLN, TK di Dukuh Ngepreh RT 02 RW 04 Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jateng memilih numpang aliran listrik di rumah warga. Hal itu dilaporkan orang tua siswa mengingat sudah bertahun-tahun TK ini belum mampu memasang listrik sendiri. Beruntung ada warga yang berbaik hati mengalirkan listrik ke TK. Agar pada malam hari dan aktivitas belajar mengajar masih ada penerangan. Orang tua siswa yang mengaku bernama Lanang U, mengatakan, TK Pertiwi 2 adalah TK mandiri yang dikelola warga sekitar dengan guru yang seadanya. Meski TK kecil, jumlah siswanya cukup banyak sekitar 60-an.  
"Jumlah siswanya banyak, tapi ya itu, TK nya tak mampu pasang listrik sendiri," katanya.
pemasangan genting TK Pertiwi 2 Dibal, Ngemplak, Boyolali
Pasang genting

Ia mengaku prihatin dengan kondisi TK. Terlebih saat musim penghujan beberapa hari ini, angin puting beliun merusak beberapa bagian sekolah. Sehingga ada genting yang berterbangan atau usuk atap yang patah. Di lain itu Lanang mengaku ikut prihatin TK tempat anaknya belajar masih belum pasang listrik sendiri. 
"Saya sempat tidak percaya tempat anak saya belajar tak ada listrik. Setelah saya tanyakan langsung ke pengelola TK ternyata benar. Listriknya minta dari warga," katanya.
Warga Dibal itu mengakui memang pihak sekolah tak memiliki uang untuk memasang jaringan listrik. Pasalnya memasang listrik baru biayanya bisa Rp 1,5 jutaan. Bagaimana pun juga pihak TK juga tidak mau membebani orang tua siswa yang menitipkan anaknya ke TK. Karena orang tua siswa rata-rata perekonomianya rendah.
"Kata pihak TK untuk sementara, TK meminta listrik dari warga dan ikut membayar tagihan," katanya. 
Ia dan sejumlah orang tua wali murid juga sudah berupaya menemui sejumlah donatur sudah agar mau membantu membiayai pemasangan listrik. Namun sampai sekarang pemasangan listrik belum juga terealisasi. 
Kepala TK Pertiwi 2, Lestini Spd mengakui, aliran listrik TK-nya masih mengandalkan bantuan warga. Tiap ada setiap kerusakan bangunan dan fasilitas TK, ada saja warga yang membantu.(*)


Jika artikel ini bermanfaat : 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)
Jadikan anda yang pertama berkomentar

Pelajar Dianjurkan Naik Bus ke Sekolah, Nekat Naik Motor Bisa Terjaring Terazia

SOLO,wartosolo.com - Satuan Lalu Lintas Polresta Solo mulai gencar melakukan razia pengendara sepeda motor pelajar di bawah umur. Razia tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan dikota solo khususnya di kalangan pelajar.
Kasat lantas Polresta Solo Kompol Imam Syafi’i mengatakan larangan pelajar membawa sepeda motor di lembaga pendidikan sudah lama diterapkan. Namun larangan tersebut belum efektif, sehingga perlu dilakukan penindakan pada tahun ini.

polisi gelar razia di sekolah
Kecelakaaan lalin
Pihaknya mulai menindak lanjuti kebijakan tersebut dengan mengacu pada UU Nomor 22/2009 tentang LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Pemkot Solo pernah membuat memoradum of understanding (mou) dan memorandum of agreement (moa) soal larangan pelajar di bawah 17 tahun mengendarai kendaraan bermotor ke-sekolah.

Satlantas sebagai pemegang wewenang penindakan pelanggaran di lapangan gencar melakukan razia disekolah //pada awal januari satlantas mulai gencar menggelar razia di pintu masuk sekolah. Pertimbangan satlantas menggelar razia di sekolah untuk memberikan efek jera kepada pelajar.
 
Selain itu razaia tersebut juga dilakukan untuk menekan angka laka lantas yang melibatkan pelajar di Kota Solo. Pada 2016 tercatat  681 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 67 di antaranya meninggal dunia. Korban meninggal dunia 20 persennya adalah pelajar umur 15 tahun sampai 19 tahun.
 
Tentunya hal ini membuat sangat memprihatinkan lantaran banyaknya pelajar yang menjadi korban laka lantas. Razia pelajar yang mengendarai sepeda motor ke-sekolah juga menyesuaikan kondisi. Razia dilakukan di sekolah di sepanjang jalur rawan laka lantas, seperti Jalan Adi Sucipto, Jalan Ahmad yani, dan Jalan Slamet Riyadi.

Ini Dia Gerakan yang Efektif Cegah Pelajar Nongkrong Saat Jam Belajar

Gerakan-18.21


BOYOLALI,wartosolo.com-Nama gerakannya adalah Gerakan 18.21. Gerakan yang diambil dari angka jam yakni pukul 18.00 (6 petang) dan 21.00 (9 malam) dicanangkan di Banyudono, tepatnya di SMAN 1 Banyudono, Boyolali oleh Wakil Bupati  M Said Hidayat, Ketua DPRD S Paryanto, Camat Banyudono Rita Puspitasari. Tujuan gerakan ini tak lain adalah tindakan pemantauan ketat aktivitas pelajar di Banyudono pada jam-jam tersebut. Apakah pelajar banyak di rumah menonton TV, dolanan HP ataukah memilih menongkrong di tepi jalan ? Serta, gerakan itu memberikan kewenangan penuh kepada pihak terkait untuk memberikan perhatian penuh kepada orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya.  Bila pada jam-jam tersebut, ada pelajar yang nekat nongkrong bisa diberikan pembinaan dan dilaporkan kepada orang tua. Lalu bila ada pelajar yang nekat nonton TV atau main ponsel, maka orang tua juga bisa diberi pengarahan. 


Menurut pemrakarsa gerakan Suyanta, gerakan ini bertujuan mulia.
“Dengan pencanangan gerakan ini, pihak orang tua dan masyarakat yang menjadi ujung tombak, bisa lebih peduli akan pendidikan anak-anak mereka,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Banyudono, Boyolali.
Suyanta yakin bila gerakan ini benar-benar dijalankan dengan sepenuh hati, konsisten dan jangka panjang. Maka angka kenakalan remaja di masyarakat bisa turun drastis. Selain itu, tingkan akademik siswa juga akan meningkat drastis karena mereka belajar di rumah.
Pemangku Kecamatan Banyudono, Camat Rita Puspitasari menegaskan akan adanya tim yang aktif melakukan sosialisasi, juga akan bergerak melakukan razia, menyisir lingkungan Banyudono. Jika ada anak usia pelajar yang kedapatan nongkrong atau bermain, akan kami minta pulang untuk belajar. "Selain itu juga kami data untuk pendekatan kepada orang tua,” jelasnya. (*/)

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>