Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Google+ Followers

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan

Cara FPRB Boyolali Demi Bantu Sesama ini Menakjubkan

pakaian-layak-pakai2


-Flash Sale Pakaian Bekas Serba Rp 5.000 

BOYOLALI,wartosolo.com-Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Boyolali punya cara jitu dalam menghimpun dana untuk didonasikan kembali kepada korban bencana di Tanah Air. Salah satu upaya yang sekarang ditempuh adalah menyulap bantuan pakaian layak pakai (PLP) dari dermawan/donatur menjadi dana segar. Dimana dana itu siap disalurkan langsung atau diberikan kebutuhan pokok untuk membantu korban bencana alam. 
Sekretaris FPRB Boyolali Agung Nugroho mengatakan terobosan ini ditempuh karena saking banyaknya bantuan PLP yang masuk. Sementara, bantuan PLP di lokasi pengungsian biasanya tidak begitu diminati karena beberapa hal.
"Ya akhirnya kami memutar otak mencari cara, bagaimana bantuan dari dermawan/donatur ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akhirnya kami mencoba mencari cara menjajakannya kepada masyarakat. Seperti yang kami lakukan sekarang ini dengan menggelar flash sale PLP seharga Rp 5.000/item," terang Agung, Jumat (11/1).
Promosi lewat media sosial seperti instagram, facebook, twitter pun digenjot. Bahkan, bas camp FPRB di Jalan Boyolali-Magelang, Tegalrejo, Winong Boyolali ditempeli spanduk berisi penawaran flash sale tadi.
Baca : Gedung Muzdalifah Asrama Haji Dioptimlakan untuk Genjot PAD 
Baca : Sungguh Menyentuh Hati, ''Orang Gila'' Ini Ikut Tunaikan Shalat di Masjid

 Sambutan antusias

Tak menunggu lama, promosi yang digelar relawan FPRB Boyolali ini langsung mendapatkan respons positif. Warga di sekitar base camp, teman-teman dari relawan banyak yang datang membeli. Ada pula orang luar yang datang dan membeli PLP ini. Hal sama terjadi di dunia maya, dimana permintaan PLP ini juga melonjak. Bahkan, transaksi penjualan PLP sampai dengan pekan ini bisa mencapai jutaan rupiah. 
"Alhamdulillah upaya kami menjajakan PLP berjalan baik. Saat ini terkumpul dana Rp 1.350.000, dana yang terkumpul kembali didonasikan kepada korban bencana alam," katanya.
pakaian-layak-pakai1
Warga yang membeli pakain ini mengaku akan memakainya di rumah. Adapun PLP yang dijual di pegunungan seperti di Selo lereng Merbabu mendapatkan ruang khusus bagai warga di sana. Peminatnya warga, lalu petani, pencari kayu bakar atau pekerja kasar. Pakaian yang dibeli tadi dipakai ke sawah, ke hutan atau bekerja di bangunan.
"Jadi semacam sebagai pakaian telesan. warga di Selo (lereng Merbabu) di pedesaan senang membeli pakain ini. Meski pakaian rusak sedikit kena noda." 
Koordinator FPRB Yanto ''Goweng'' Budiyono menambahkan, relawan FPRB dibantu pelajar/mahasiswa asal Boyolali, Solo dan Saltiga menggalang bantuan untuk korban bencana dengan cara semacam ini. Sebab komunitas tersebut anggotanya memang siswa SMA/SMK dan mahasiswa. 
"Tujuannya untuk melatih dan menumbuhkan kesadaran pelajar peduli terhadap lingkungan dan sosial kemanusiaan dari usia dini," imbuh Goweng. (red)
Kunjungi : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home

Gedung Muzdalifah Asrama Haji Dioptimlakan untuk Genjot PAD


siswa-smpn4

BOYOLALI,wartosolo.com- Salah satu fasilitas di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali yang paling sering disewa masyarakat dari berbagai lapisan adalah gedung Muzdalifah. Gedung terluas di AHD ini bisa menampung ratusan hingga ribuan orang dalam kegiatan rapat umum atau pertemuan massal. Tak mengherankan bila pengelola AHD menggenjot promosi gedung ini untuk disewakan ke publik. 
Kasi Unit Pengelola Aset Daerah Wilayah Surakarta dan AHD mengungkapkan, setiap tahun AHD ditargetkan menyetor PAD sekitar Rp 3-5 miliar. Sehingga pihaknya terus meningkatkan pelayanan gedung dan fasilitas lainnya untuk memenuhi target kas daerah tersebut.
"Masyarakat umum banyak yang menyewa gedung itu untuk pesta pernikahan. Organisasi, komunitas, pemerintahan dan sekolah juga banyak yang menyewanya. Ya sangat membantu kami dalam mendapatkan pemasukan dari sewa gedung," katanya.
Dikatakan, pesta pernikahan paling sering digelar di gedung ini. Hingga pihaknya meningkatkan fasilitas seperti penambahan dekorasi, penataan ruang, dan penambahan meja kursi. Namun, penyumbang pendapatan yang terbesar tetap berasal dari kegiatan ibadah haji yang digelar setiap tahun. "Kegiatan haji di AHD ini paling banyak menyetor PAD, karena seluruh fasilitas dipakai selama dua bulan."
Terkait nilai sewa gedung, Joko memastikan angkanya tidak memberatkan masyarakat. Bahkan, sewa gedung jauh di bawah hotel berbintang atau gedung pertemuan lainnya.
"Ya nilainya jutaan untuk umum," katanya. 
Salah satu penyewa gedung sekaligus guru SMPN 4 Surakarta Anshori mengatakan, pilihan mengambil tempat di AHD ini karena alasan pendanaan. Selain itu tema kegiatan sekolah yakni pendidikan karakter dan spiritualitas siswa klop dengan fasilitas di AHD.
 "Hari ini (kemarin-red) kami menggelar kegiatan rutin siswa setiap tahun sekali untuk meningkatkan kepercayaan diri para siswa SMPN 4 Surakarta. Gedung Muzdalifah di asrma haji ini paling cocok," imbuhnya. 

108 Kelompok Relawan Siap Menangkan Prabowo-Sandi di Soloraya

relawan


SOLO,wartosolo.com-Tekad kuat memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Surakarta dan sekitarnya diusung 108 kelompok relawan. Dalam acara pertemuan Koordinasi dan Konsolidasi Relawan Prabowo-Sandi Soloraya di Hotel Arini, Purwosari, Solo, Selasa (25/12/2018), perwakilan ke-108 kelompok relawan bakal all out memenangkan pasang nomor urut 02 tersebut.
Stigma bahwa wilayah Jawa Tengah khususnya kawasan eks Karesidenan Surakarta akan sulit dimenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga siap dipatahkan, meski petahana menang telak saat Pilpres 2014 lalu.
"Dengan seluruh ihtiar serta doa seluruh relawan dan pendukung Prabowo-Sandi, Wilayah Jawa Tengah khususnya di kawasan eks Karesidenan Surakarta atau Soloraya bukanlah hal mustahil bisa kita menangkan,” ungkap Bambang Sukoco, yang memandu kegiatan Konsolidasi dan Koordinasi Relawan Prabowo-Sandi tersebut. 
Bambang Sukoco, perwakilan dari kelompok relawan Aliansi Masyarakat Madani (AMM) itu mengajak semua relawan bekerja keras dan berpikir cerdas untuk bisa meraih suara maksimal bagi Prabowo-Sandi. Mengingat kawasan Surakarta dan sekitarnya adalah lumbung suara Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 karena saat itu bisa meraih di atas 80 persen. 
“Namun kondisi sekarang sudah beda, ada semangat luar biasa dari masyarakat untuk berubah dari keterpurukan dan lepas dari perlakuan yang tidak berkeadilan. Tren dukungan untuk Pak Prabowo-Sandiaga terus meningkat. Insya Allah kita jemput pemimpin baru di 2019,” ungkapnya. 
Dalam ajang konsolidasi dan koordinasi yang dinisiasi oleh AMM itu, dihadiri lebih dari 100 perwakilan kelompok relawan nomor urut 02 yang berasal dari Soloraya. Mereka membahas berbagai persoalan mulai dari strategi, penyamaan persepsi dan hal-hal teknis lainnya. Mereka juga akan membuat Sekber (Sekretariat Bersama) untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
Hadir dalam kesempatan itu, Ferry Juliantono selaku Wakil Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Tim Capres Prabowo-Sandi, Abdul Wachid selaku Ketua Pemenangan Jateng, tokoh Mega Bintang Mudrick Sangidoe dan sejumlah tokoh lainnya. 
Ferry Juliantono juga memberikan pidato dan memompa semangat para relawan. “Saya percaya bahwa masyarakat Jateng ini termasuk Surakarta ini masyarakatnya sangat terbuka dan cair. Karena di Jateng Golkar pernah menang, PDIP juga pernah menang, Demokrat juga pernah menang. Ini menunjukkan masyarakatnya sangat terbuka dalam melihat dukungan politik. Tahun 2014 lalu Pak Jokowi pernah menang di Jateng, dan bisa jadi 2019 ganti yang menang adalah Pak Prabowo,” kata Ferry.
Muhammad Dai selaku Ketua AMM menambahkan, meski kegiatan konsolidasi dan koordinasi ini diinisiasi oleh AMM, forum tersebut milik semua kelompok relawan. Dai berharap koordinasi jalan terus dan tidak berhenti hari itu. Mereka diharapkan intens melakukan koordinasi antar kelompok relawan. (adm)

Ancaman Angin Puting Beliung, Waspadai Cuaca Ekstrem

angin-kencang

BOYOLALI,wartosolo.com-Angin Punting beliung menyerang Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Boyolali akhir pekan lalu. Akibatnya, puting beliung menumbangkan pohon besar dan menimpa rumah milik warga bernama Agus Susilo warga RT 04/01 Bendo. Rumahnya ambruk dan dia menjadi korban luka dan saat ini dirawat di rumah sakit di Kecamatan Simo. 
Angin kencang juga menerjang dan merusak angunan SMKN Nogosari. Angin besar manyapu atap hingga berterbangan ke sawah. Bangunan tembok sekolah ikut roboh. 
Camat Nogosari Sri Hanung Mahendar menuturkan, penanganan bencana puting beliung sudah tertangani dengan baik.
Baca : Menteri Basuki Hadimuljono Tinjau Langsung Proyek Tol Salatiga-Kartasura 
Baca : Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home
 membahu membantu penanganan bencana dan korban. Alhamdulillah sudah tertangani," katanya Minggu (9/12).
Camat sudah berkeliling dan mendata rumah-rumah milik warga yang terkena dampak angin puting beliung tersebut. Hanung juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar ekstra-waspada dengan kedatangan angin kencang yang bisa terjadi setiap saat. 
"Saya sudah sosialisasikan agar masyarakat waspada jika muncul gejala angin kencang. Saya juga mengimbau agar pohon-pohon tinggi yang berdekatan dengan rumah warga diremajakan," imbaunya. 
Kunjungi : Informasi Penerbangan Lion Air JT-610 Rute Soekarno-Hatta, Tangerang ke Pangkalpinang

Kembali Hidup Normal 40-an Penyandang Disabilitas Go Home


BOYOLALI,wartosolo.com - Usai berhasil membina 40 penyandang disabiltas, BBRSPDI Kartini Di Temanggung mengembalikannya kepada keluarganya. Seremoni acara ini digelar di kantor Kecamatan Sawit, Boyolali disaksikan perangkat kecamatan dari Sawit dan Teras, perangkat desa dan pihak keluarga, Selasa (4/12). 
Kepala BBRSPDI Kartini, Murhardjani mengungkapkan, ke 40-an penyandang disabilitas telah mendapatkan perawatan berikut pelatihan agar bisa hidup normal seperti biasa.  Mereka masuk program terminasi yakni rehabilitasi sosial berbasis keluarga. 
"Bila dulunya ada yang susah mandi, menyisir, bersih-bersih badan. Setelah kami latih mereka bisa merawat diri sendiri. Ini yang membahagiakan, dan harapan kami mereka diterima lagi di keluarga," papar Murhardjani.
Baca : Partisipasi Pemilu Sekolah Smada Boyolali 100 Persen
Perangkat kecamatan/desa dan warga diharapkan rutin menengok penyandang disabilitas ini untuk mendapatkan pembimbingan. 
Siska, perwakilan dari Kelompok Difabel Bintang Mandiri Sawit menyambut baik kinerja lembaga pemerintahan seperti BBRSPDI Kartini dan dukungan pemerintah desa. 
"Langkah ke depan berharap lebih kepada pamerintah daerah khususnya dan desa pada umumnya untuk semakin lebih memperhatikan para penyandang disabilitas untuk lebih maju, mandiri dan berdaya guna," imbuh Siska. (red)

Menteri Basuki Hadimuljono Tinjau Langsung Proyek Tol Salatiga-Kartasura

   
tol-salatiga-boyolali


BOYOLALI,wartosolo.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau proyek pembangunan tol Salatiga-Kartasura, Rabu (31/10) petang. Didampingi Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno, menteri meninjau pembangunan Jembatan Kali Kenteng di Kabupaten Semarang. 
Di jembatan sepanjang 495 meter tersebut Basuki melihat pengerjaan akhir 3 bentang dari 12 bentang yang dibangun. Basuki berharap pembangunan jembatan tersebut cepat selesai, sehingga ruas tol Salatiga - Kartasura sepanjang 32 kilometer segera tersambung.
"Alhamdulilah tinggal 3 bentang jembatan ini sepanjang 120 meter yang belum dicor. Besok Sabtu tanggal 3 mulai ngecor, nanti tanggal 10 sudah bisa dilewati mobil kecil tapi sambil menunggu umur beton dan uji beban," ujarnya.
Baca : Indonesia Terpukul !!! Pasar Tradisional Terbesar Solo Terbakar 
Baca : Karya Bakti Daerah Tahap IV TA. 2018 Resmi Di Tutup, Target Tercapai 100 Persen 
Basuki memperkirakan akhir November pengerjaan tol Salatiga-Kartasura sudah selesai. Setelah menunggu umur beton dan uji beban ia berharap tol Salatiga-Kartasura sudah bisa digunakan untuk mudik Natal dan Tahun Baru 2019. Umur beton sesuai ketentuan adalah 28 hari, sedangkan untuk uji beton akan dilakukan oleh Balitbang PU di sejumlah titik.

kunjungn menteri pupr

Dirut PT JSN, David Wijayatno menambahkan, progres tol Salatiga-Kartasura sudah mencapai 93 persen. Sisa proyek hanya sebagian fisik jalan sepanjang 800 meter dan pengecoran jembatan Kali Kenteng sepanjang 120 meter.
"Kalau dihitung ini progrenya sudah 93 persen. Pemasangan girder juga sudah selesai. Sabtu besok kita akan lakukan pengecoran 3 bentang," imbuhnya.
Kunjungi : Informasi Penerbangan Lion Air JT-610 Rute Soekarno-Hatta, Tangerang ke Pangkalpinang

Indonesia Terpukul !!! Pasar Tradisional Terbesar Solo Terbakar

pasar-legi1

KEBAKARAN Pasar Legi Surakarta yang terjadi pada hari Jumat (30/10/2019) yang menghanguskan banyak kios dan los didalamnya membuat DPP IKAPPI IKATAN PEDAGANG PASAR INDONESIA Terpukul dan Berduka. Karena pasar tersebut adalah salah satu pasar yang menggerakkan roda ekonomi di Kota Surakarta.
 Maka IKAPPI meminta kepada Pemerintah Kota untuk mengupayakan langkah-langkah strategis dan harus menjadi perhatian utama dalam proses penangananya. 
Menyikapi kejadian tersebut, DPP IKAPPI bersama pengurus IKAPPI Jawa Tengah merumuskan 6 rekomendasi terkait kebakaran Pasar Legi Surakarta
Rekomendasi tersebut yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri 
melalui pers rilis :
1. Pemerintah Kota Surakarta segera melakukan pendataan kepada seluruh pedagang korban kebakaran meliputi juga jumlah kerugian yang mereka terima dalam waktu sesegera mungkin. Pemerintah Kota juga harus memastikan seluruh pedagang korban kebakaran terdata dan tidak ada yang terlewatkan. Dan segera menurunkan tim psikologis dan kesehatan guna menanggulangi beban psikologis pedagang yang pasti banyak terguncang akibat musibah ini.

2. Pemerintah Kota Surakarta wajib mengupayakan dan memastikan percepatan pembangunan tempat berdagang sementara (penampungan) di lokasi sekitar Pasar Legi Surakarta, agar pedagang tidak larut dalam duka serta bisa segera kembali berdagang dan menggerakkan roda ekonomi keluarga. 

3. Pemerintah Kota Surakarta maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus segera mengupayakan pemberian modal awal untuk para korban kebakaran serta berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait agar para pedagang korban kebakaran dapat segera kembali berdagang dan melanjutkan roda ekonomi keluarga.

4. Pemerintah Kota Surakarta sesegera mungkin berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK untuk mengupayakan pemutihan hutang (Kredit perbankan) para pedagang korban kebakaran Pasar Legi Surakarta. Ini sebagai langkah penyelamatan aset dan meringankan beban pedagang.

5. Pemerintah Kota Surakarta diharapkan tidak menggunakan pihak ketiga (investor) dalam pembangunan kembali Pasar Legi Surakarta dengan mengupayakan dan memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat serta dana pendampingan dari pemerintah propinsi sehingga pedagang korban kebakaran tidak di pungut biaya apapun. Bangunan Pasar Legi Surakarta harus dibangun kembali dengan mencerminkan budaya lokal dan melibatkan pedagang dalam setiap proses perencanaanya.

6. Pemerintah Kota Surakarta wajib memastikan seluruh korban kebakaran Pasar Legi Surakarta mendapatkan tempat berdagang di pasar yang telah dibangun tanpa memungut biaya sepeserpun dari pedagang korban kebakaran dan melibat pedagang dalam setiap proses kebijakan yang terkait dengan Pasar Legi Surakarta.

IKAPPI berharap 6 rekomendasi ini dilaksanakan oleh pemerintah setempat demi kelangsungan hidup para pedagang pasar yang kehilangan tempat berdagang untuk mencari rezeki.




Informasi Penerbangan Lion Air JT-610 Rute Soekarno-Hatta, Tangerang ke Pangkalpinang



TANGERANG,wartosolo.com– Penerbangan Lion Air  nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”  (sekitar Kerawang)
Pesawat mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8.
"Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic dalam rilisnya, Senin (29/10).
Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja  dengan copilot Harvino  bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul  Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang
Lion air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak   sehubungan dengan kejadian ini.
Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon  021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon  021-80820002
 Kami  akan terus  memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan  lebih lanjut.

Sudjiatmi-Miyono Hadiri Deklarasi Dukungan dan Doa Bersama KSJ

deklarasi-ksj1

BOYOLALI,wartosolo.com-Deklarasi dukungan dan doa bersama Komunitas Sahabat Jokowi (KSJ) telah berlangsung di Gumukrejo, Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Sabtu (27/10) malam. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sudjiatmi Notomiharjo bersama Miyono Suryo Sarjono (paman Presiden Jokowi) dan Nina Akbar Tanjung
Deklarasi ini sengaja memilih lokasi di Gumukrejo, Giriroto karena mempunyai sejarah penting untuk Presiden Jokowi. Hingga berhasil dalam dunia politik dan menjadi Presiden," ucap ketua KSJ, Sudiro Agung dalam sambutannya.
Ia mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap Capres dan Cawapres Jokowi -Ma'ruf Amin. 
"Ini bentuk semangat dan rasa optimistis dalam menghadapi pilpres 2019 mendatang," ungkapnya. 
Baca  : Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo 
Baca : Patut Dicontoh, MIN 5 Sukoharjo Bantu Warga Kekurangan Air Bersih
Kepala Desa Giriroto, Purwanto menambahkan, deklarasi ini memberikan semangat kepada seluruh warganya. "Kami yang termarjinalkan, ini memberikan semangat kepada masyarakat, dan rakyat Indonesia. Harus bersatu, dengan persatuan dan kesatuan Negara menjadi kuat," ucapnya. 

deklarasi-ksj2

Adapun Mulyono Suryo Sarjono, mengaku optimistis Jokowi akan mampu memenangi Pilpres 2019 mendatang dan memimpin Indonesia satu periode lagi. 
"Semoga apa yang kita inginkan mendapatkan ridho dari Allah SWT dan bisa dimudahkan oleh Allah SWT, Jokowi Insyaallah bisa menjabat lagi sebagai presiden untuk periode yang kedua," ucapnya.
Kunjungi : Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo

Donor Darah Dalam Rangka HUT Loji Hotel Solo



DONOR darah Hotel Loji Solo dalam rangka ulang tahun ke-5 Hotel Loji Solo. Dalam kegiatan itu pihak hotel mengundang manajemen hotel se Solo untuk ikut berpartisipasi. Kegiatan ini digelar pada, Sabtu 13 Oktober 2018 di Majapahit Ballroom lantai 7 Loji Hotel Solo.


Simak pula : Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo

Selama Kepulangan Jamaah, PPIH Debarkasi Solo Kerahkan 200 Satgas Terbaik

pelayanan-haji


WARTOSOLO.COM-Selama masa pemulangan jamaah haji dari Arab Saudi menuju Debarkasi Solo. Kanwil Kemenag Jateng mengerahkan sebanyak 200 petugas untuk melayani jamaah sampai masa akhir pemulangan jamaah.  
Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Farhani menegaskan, ke-200 satgas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Solo ini merupakan orang-orang terbaik. Sebelumnya ada sekitar 280 petugas, dan disusutkan menjadi 200 disesuaikan dengan kebutuhan tenaga di lapangan.
"Satgas berkurang 80, menjadi 200 orang saja, dan yang jadi sekarang ini adalah Satgas yang pada masa pemberangkatan berkinerja terbaik menurut penilaian dari kabidnya masing-masing," jelas Farhani.
Farhani yang juga ketua PPIH Debarkasi Solo memberikan apresiasi atas kerja keras para satgas selama masa pemberangkatan haji hingga berjalan dengan lancar. Ia juga mendorong satgas yang bertugas saat ini tetap memberikan pelayanan yang terbaik. 
Baca juga : Perlengkapan dan Makanan Bayi Dibutuhkan Pengungsi Gempa Lombok
  Pertahankan pelayanan

Farhani menekankan petugas di lapangan untuk memahami psikologis jamaah haji yang baru saja beribadah di tanah suci. Menurutnya, Satgas harus meningkatkan kerjasamanya sehingga jemaah haji terpuaskan terhadap pelayanan yang diberikan kepada mereka.
Sementara itu, sejumlah jamaah yang ditemui menyampaikan rasa puasnya atas pelayanan haji tahun ini. Nur Rochman salah satu jamaah merasa senang, karena segala sesuatunya terlayani dalam pelaksanaan ibadah haji.
"Jamaah merasa senang dan bangga karena kami merasa di fasilitasi penuh oleh Pemerintah Indonesia terutama katering, sehingga kami dalam melaksanakan ibadah dapat berjalan dengan lancar dan penuh kekhusukan," katanya.
Ia mendoakan pemerintah dapat mempertahankan kualitas pelayanan yang baik ini, lebih-lebih dapat meningkatkannya, sehingga pelaksanaan ibadah haji dari Indonesia ke depan akan lebih nyaman dalam melaksanakan ibadahnya.(*/)
Baca juga : Patut Dicontoh, MIN 5 Sukoharjo Bantu Warga Kekurangan Air Bersih 

Komunitas HORE Bantu Korban Gempa Lombok

bantu-gempa-lombok.jpg


SOLO,wartosolo.com - Prihatin terhadap bencana alam di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, komunitas HORE melakukan penggalangan dana. Selama 5 hari pengumpulan, didapatkan bantuan berupa uang sebesar Rp 3.000.000.

Komunitas yang beranggotakan humas atau public relation hotel, mall, radio, rumah sakit dan sejumlah media ini kemudian menyerahkan hasil donasi ke Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo. Donasi diserahkan oleh perwakilan komunitas HORE, Ira Oktarini dari Solo Paragon Hotel & Residences, Dinar Widi dari Solo Radio dan Arie Sunaryo dari Kapanlagi Youniverse di kantor PMI, Senin (27/8).

"Kami dari komunitas HORE ada 78 anggota di Solo Raya, prihatin dengan kondisi bencana yang terjadi di Lombok. Gempa yang bertubi-tubi ini membuat masyarakat disana menderita. Kita harus berempati, semoga bantuan kami bermanfaat," ujar Arie Sunaryo, juru bicara komunitas HORE. 
Simak juga : Perlengkapan dan Makanan Bayi Dibutuhkan Pengungsi Gempa Lombok
Sumartono Hadinoto, Sekretaris PMI Solo mengapresiasi penggalangan dana yang dilakukan oleh komunitas HORE atau kelompok masyarakat lainnya. Kepercayaan yang diberikan tersebut akan disampaikan kepada masyarakat korban gempa di Lombok. Pihaknya masih membuka kesempatan untuk masyarakat yang akan memberikan bantuan hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

"Jadi hampir setiap minggu ada yang beberapa ke PMI, termasuk yang dari luar kota juga ada. Kemarin itu ada dua komunitas dari Jakarta yang juga menyumbang," katanya. 

Sumartono menyampaikan, saat ini bantuan dari PMI Solo difokuskan untuk penyediaan sayur atau lauk untuk sekitar 6.300 pengungsi. Dalam sehari, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 3.000.000 untuk mengkaver kebutuhan memasak di dapur umum. Sedangkan untuk beras, masih tercukupi oleh bantuan yang didistribusikan pemerintah maupun PMI Pusat melalui PMI Lombok. 

"Untuk kebutuhan kesehatan penanganannya sudah diambil alih Puskesmas setempat. Jadi untuk dokter dan dokter ahli sudah kita tarik. Kita masih mengawasi untuk psikologikal spot, pendidikan, distribusi air. Karena ini sedang proses, mudah-mudahan minggu ini airnya sudah selesai. Berarti kita sudah tidak perlu distribusi air tetapi ke yang lain tempat. Yakni ke desa binaan Gumantar yang sejak gempa hingga saat ini tidak ada aliran air dan listrik," terangnya. 

Sumartono menambahkan PMI Solo berkomitmen untuk tetap mengawal korban gempa di Lombok hingga kondisi dinyatakan normal. Ia berharap pemerintah segera memenuhi kebutuhan para korban, khususnya untuk tempat tinggal tetap, MCK (mandi, cucu, kakus) dan lainnya. Jika tidak ada yang perlu dikerjakan lagi, pihaknya akan menarik seluruh relawan.
Baca juga : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

Syariah Hotel Solo Gelar Haul Ibu Tien Soeharto Ke-23

shs-agustus2


SUKOHARJO.wartosolo.com - Syariah Hotel Solo kembali menjadi tuan rumah peringatan hari kematian atau Haul Hj. R.A Fatimah Siti Hartinah alias Ibu Tien Soeharto ke-23. Peringatan Haul Ibu Negara Ke-23 ini mendapat sambutan hangat dari para jamaah Majelis Rintihan Doa Ismul A’dzom Sukabumi, dan diperingati dengan khidmat.
Public Relation Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W menjelaskan Haul Ibu Tien Soeharto ke-23 dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Kamis-Jumat (23-24 Agustus). Untuk hari pertama kegiatan dilaksanakan di Astana Giri Bangun, selanjutnya untuk hari kedua dilaksanakan di Syariah Hotel Solo.
Menurut Mita, jamaah yang berpartisipasi dalam kegiatan Haul Ibu Tien ini berasal dari Majelis Rintihan Doa Ismul A’dzom Sukabumi, Jawa Barat. Doa bersama peringatan haul meninggalnya Ibu Tien Soeharto ini dipimpin langsung oleh Pembina Majelis Rintihan Doa Ismul A’dzom Sukabumi sekaligus penanggung jawab acara, KH. AM. Saepudin yang juga merupakan guru spiritual putra bungsu Ibu Tien Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Dalam kesempatan tersebut, Abah Saepudin panggilan akrabnya akan mengumandangkan tawasul tasbih, tahmid, tahlil, shalawat, dzikurulloh, lalu dilanjutkan dengan membacaa surotul yasin sebanyak 5 balikan per jamaah atau 2.500 doa yang dibacakan.

“Apabila tahun lalu jumlah jamaah hanya di sekitar 360 orang, tahun ini bertambah menjadi 500 jamaah. Para jamaah yang berpartisipasi pun mayoritas merupakan para jamaah baru yang memiliki ikatan emosial khusus kepada mendiang Ibu Tien Soeharto maupun Bapak Soeharto,”jelasnya.
Simak juga : 
agustus1

Direktur Utama PT. Lor Intenasional Hotel (LIH), Purwanto Yudhonagoro mengatakan, peringatan Haul Ibu Tien ini menjadi salah satu kegiatan untuk memuliakan dan mengenang jasa tokoh-tokoh terdahulu,. Termasuk Ibu Tien Soeharto yang dikenal sebagai wanita dibalik kesuksesan pemerintahan Presiden ke-2 RI, Soeharto selama 32 tahun lamanya.

“Haul ini dilaksanakan untuk memualiakan arwah Bu Tien Soeharto agar seluruh amalan perbuatannya bisa diterima oleh Allah SWT. Doa Bersama ini sengaja diadakan Bapak Tommy Soeharto sebagai wujud pengabdiannya kepada ibunda tercintanya sebagai anak yang sholeh,”terang Purwanto.
Pembina Majelis Rintihan Doa Ismul A’dzom Sukabumi sekaligus penanggung jawab acara Haul Ibu Tien Soeharto, KH. AM. Saepudin mengungkapkan, haul ini terlaksana selain untuk mendokan arwah Ibu Tien Soeharto, namun juga mendoakan kemajuan dan perkembangan usaha hotel Syariah Hotel Solo khususnya, dan Lorin Group umumnya agar dilancarkan rejekinya dan tetap jaya melebihi hotel lainnya.  
Lihat : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

Diskusi Praktik Kelola Dana Desa Klaten

bumdes-klaten2


KLATEN,wartosolo.net - Sanggar Maos Tradisi (SMT) bekerjasama dengan IRE Yogyakarta, diskusi  yang bertemakan “Praktik-Praktik Baik Pengelaloaan Dana Desa”. Ide diskusi ini berawal dari keraguan banyak pihak tentang kapasitas desa dalam mengelola dana desa. 
Bagi kami, keraguan ini harus dijawab dengan bukti bahwa sudah banyak desa yang mampu mengelola dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya. Ruang ini sudah disediakan melalui landasan yang kuat yaitu Undang Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang sejatinya membawa misi mulia, yaitu adanya transformasi ekonomi politik di desa yang diharapkan bisa mendorong kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Desa didorong menjadi lebih demokratis secara politik dan mandiri secara ekonomi dengan mengoptimalkan aset yang dimilikinya.

Untuk mendorong kemandirian desa tersebut, desa diberikan keleluasaan merumuskan kewenangan yang bisa dijalankan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa. Untuk menjalankan kewenangannya, desa mendapatkan transfer dana dari pemerintah pusat yang bersumber dari APBN yang kemudian disebut dengan dana desa sebagai salah satu sumber pendapatan APBDesa. Selain dana desa, sumber-sumber pendapatan desa yang lain adalah pendapatan asli desa, bagi hasil pajak dan retribusi daerah, alokasi dana desa yang merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota, bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, serta hibah dan sumbangan tidak mengikat dari pihak ketiga. 
Jika menilik pada pemahaman di atas, maka sebenarnya dana desa bukanlah bantuan pemerintah pusat kepada desa. 
Dana desa merupakan hak desa yang mesti dipenuhi oleh pemerintah pusat dalam rangka mendorong konsolidasi pembangunan, mendorong kemandirian, dan kesejateraan desa. Dalam menyusun prioritas pembangunan yang dialokasikan dalam APBDesa, prioritas pembangunan mesti disepakati dalam musyawarah desa (Musdes) dan disesuaikan dengan prioritas pembangunan pemerintah supra desa.

Implementasi UU Desa

Empat tahun implementasi UU Desa sudah banyak praktik-praktik baik yang dilakukan oleh desa dalam penggunaan dana desa. Diskusi ini ingin membuktikan bahwa praktik-praktik pengelolaan dana desa sudah dilakukan oleh desa-desa di Kabupaten Klaten. 
Diskusi dihadiri oleh Bapak Jaka Purwantara, S.Sos,MM selaku Disermades Kabupaten Klaten, Bapak Wiyono selaku Kepala Desa Kradenan, Dr. Arie Sujito selaku Pengasuh Sanggar Maos Tradisi, dan Bapak Sunaji Zamroni selaku Direktur Eksekutif IRE. 
Diskusi diawali dengan pemaparan dari Bapak Sunaji Zamroni. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan banyak hal sebagai berikut. Dana Desa memungkinkan praktik yang tidak mungkin dijalakan menjadi mungkin untuk dijalankan. Banyak pertanyaan terkait kelahiran UU Desa. 
Apakah desa mampu mengelola desanya sendiri secara mandiri. Saat ini desa masih dibuat pusing dengan sistem pelaporan yang ruwet. Terdapat perubahan mendasar dan baru yang ada di desa yakni terkait dengan kewenangan. Dana Desa diartikan sebagai APBN yang diperuntukkan bagi desa dan desa adat yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/kota yang digunakan untuk membiayai penyelenggara pemerintahan, pembangunan, serta, pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan. 

Desa dengan dana desa harus mewujudkan tujuan tersebut. Oleh karena itu, diwujudkan rencana yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam membangun desa (RPJMDes). Dana desa dimulai sejak 2015 dan jumlahnya punmeingkat setiap tahunnya. Kesulitan geografis, jumlah penduduk, dan luas wilayah menjadi indicator penentuan tinggi rendahnya dana desa yang diterima oleh suatu desa. Saat ini desa dihormati sebagai wilayah yang mampu mengurus rumah tangganya sendiri.
Terdapat empat bidang yang menjadi tanggung jawab desa yakni urusan pemerintahan, pembangunan (sarana dan prasarana, pemenuhan hak-hak dasar, pengembangan ekonomi lokal, dan lingkungan dan sumber daya alam atau ekologi), pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat. Kabupaten mewajibkan desa mengembangkan sistem informasi desa yang meliputi jumlah penduduk miskin, penyandang dissabilitas, dan Pekka. 

Data terbaru 

UU Desa mendorong gerakan membangun desa melalui collective action. Dengan demikian, dana desa digunakan untuk mengembangkan penghidupan berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kolaborasi dari beberapa aspek yang ada di desa seperti SDM, bangunan, sosial, alam, dan keuangan. 
Data dari Smeru Institute menunjukkan apabila desa semakin banyak memabangun infrastruktur maka ketipangan yang ada di desa semakin meningkat. Hal ini disebabkan proses perencanaan yang ada di desa tidak dilakukan secara inklusif. 
Dalam studinya itu, Smeru membandingkan tingkat ketimpangan desa yang giat membangun infrastruktur dengan desa yang kurang giat membangun sarana prasara (infrastruktur). Selanjutnya, dana desa dapat menopang kehidupan berkelanjutan warga miskin yang ada di desa. Dalam memberdayakan warga miskin, perlu kita gunakan pendekatan berbasis hak bukan kebutuhan. Semua asa tersebut dirangkai melalui satu lembaga yang diberi nama BUMDesa. BUMDesa ini diharapkan akan mampu menggerakkan ekonomi yang ada di desa
.

Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan dari Bapak Wiyono. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang penggunaan dana desa yang ada di Desa Kradenan. Dana desa sudah digunakan untuk hal-hal strategis yang ada di desa seperti untuk membangun sarana fisik, UKM, kegiatan pemberdayaan bagi kelompok difabel. Tidak hanya itu saja, dana desa juga sudah digunakan untuk peningkatan sektor pertanian di Desa Kradenan. Terkait dengan aspek sosial budaya, sudah ada banyak kegiatan yang diselenggarakan. Harapannya, dana desa dapat dijalankan dengan baik di semua desa di Klaten. 

bumdes-klaten1
Materi terakhir disampaikan oleh Dr.Arie Sujito. Dalam sesinya, beliau menyampaikan substansi dan pentingnya dana desa. dana desa menjadi satu isu yang menarik untuk dibicarakan. Desa diharapkan bahkan didorong agar menjadi desa yang mandiri. Desa tidak lagi ditempatkan sebagai objek pembangunan, desa tidak lagi menerima menu pembangunan. Akan tetapi, lebih jauh dari itu, desa diberikan kewenangan dan ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Konteks sejarah telah menempatkan desa sebagai pihak yang hanya manut pada kebijakan yang sudah diberikan oleh pusat. 

Melalui UU Desa, desa dikembalikan hak asal usulnya. Apabila UU Desa diperas maka akan diperoleh dua hal yakni kewenangan dan dana desa. dengan kata lain memperkuat desa sama artinya dengan memperkuat NKRI. 
Lantas pertanyaannya, siapakah desa itu? Desa ialah wilayah yang dihuni oleh semua lapisan warga yang ada di desa.  Karena kedudukan itulah, maka desa patut untuk mendapatkan rekognisi (pengakuan). UU Desa merupakan perjuangan rakyat desa untuk meningkatkan pembangunan yang ada di desa. Desa penting untuk diberikan wewenang untuk memikirkan sendiri pembangunan seperti apa yang harus dijalankan di desa. Dengan kata lain desa bukan lagi sebagai penonton, tetapi sebagai pelaksana. 

Desa wajib maju

UU Desa mendorong adanya rekognisi dan subsidiaritas di tingkat desa. Oleh karena itu, dana desa merupakan hak desa bukan hak kabupaten atau kota. Untuk mendorong itu semua, desa perlu didorong dan didukung untuk maju bukan malah ditakut-takuti. Konteks itulah yang menjadikan pendamping desa penting ada di desa. Kunci pemberdayaan dan pembangunan desa tidak ditentukan oleh pendamping desa, melainkan oleh pemerintah dan warga desa. Dengan demikian penting untuk mengawal desa. Proses yang perlu dikawal salah satunya terkait dengan perencaan yang ada di desa. 
Silahkan baca : Pramuka Smada Boyolali Perkokoh Persatuan dan Kesatuan 
RPJMDesa menjadi patokan untuk melakukan pembangunan selama enam tahun ke depan. 
Saat ini perencanaan desa tidak boleh dilakukan dengan main-main. Ada banyak manfaat dari lahirnya UU Desa salah satunya untuk menggerakkan ekonomi desa. Namun, saat ini desa masih dihadapkan pada urusan-urusan administratif yang menyulitkan desa. Ukuran keberhasilan dana desa bukan hanya terletak pada ketepatan pelaporan keuangan, tetapi meningkatnya partisipasi warga desa. Dana desa menjadikan warga desa yang tidak tahu menjadi tahu dan aktif terlibat dalam pembangunan yang ada di desa. 
Urbanisasi menjadi bukti bahwa pembangunan yang selama ini dilakukan bias kota. 
Saat ini pembangunan harus disesuaikan dengan karakter desa setempat. Oleh karena itu, penting bagi desa untuk mengadakan forum yang dijadikan sebagai media berbagi (sharing). Dana desa juga dapat meningkatkan gotong royong di desa. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari meningkatnya partisipasi warga di desa.  
Perjuangan untuk mendapatkan dana desa desa lebih mudah ketimbang praktik pengelolaan dana desa.

Praktik pengelolaan dana desa dapat dilihat di salah satu desa di Kudus. Di sana warga desanya khususnya difabel kesulitan untuk menyampaikan aspairasinya. Hal ini tentunya bertentangan dengan semangat yang ada di UU Desa. 
Sejatinya Musdes menjadi forum tertinggi bagi desa yang diharapkan mampu mengakomodasi aspirasi dan kepentingan warga desa. Sudah saatnya desa memikirkan akan dibawa ke mana arah pembangunan desa. Tidak lupa, libatkan warga dalam setiap kegiatan pembangunan yang ada di desa. Desa perlu didorong untuk mengembangka inisiatif dalam membangun desa. Jangan curigai desa, tetapi bantulah desa. Untuk saat ini yang dapat membantu desa ialah warga desa. Berikan ruang bagi setiap lapisan yang ada di desa untuk mengekspresikan diri.(*/)
Baca juga :Luar Biasa Festival Cheng Ho Sukses, 20.000 Tiket Terjual

2018, Capaian Terbaik Panahan Tradisional

panahan-tradisional


JAKARTA,wartosolo.com - Keberhasilan pemanah tradisional Tanah Air menyabet juara II dan III di kancah ajang “Historical Archery World Championships 2018” di Gulya, Hungaria amat membanggakan. Tak hanya memberikan kado terindah bagi Kemerdekaan ke-73 RI. Prestasi tersebut menunjukkan, anak bangsa mampu berbicara banyak dengan peserta lain dari 19 negara. 
Menurut Sekjen Perkumpulan Olahraga Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) Sunaryo Adhiatmoko, capaian tersebut tak dilalui dengan proses yang instan. Butuh waktu empat tahun untuk menggapainya. 
"Sebagai organisasi yang baru tumbuh 4 tahun dalam memgembangkan panahan tradisional di Indonesia, tahun 2018 ini jadi pencapaian yang cukup baik. Setelah pada Mei lalu Jura III Dunia di Itanbul Turki, kali ini Jura II putra dan III putri di Hungria," terangnya.  
Simak pula : Ultah ke-73 RI, Pemanah Tanah Air Berjaya di Hungaria
Sunaryo menjelaskan, memasuki 2018 ini, KPBI masih proses pembelajaran. Mengingat organisasi ini perlu menjalin kerjasama dengan organisasi panahan tradisional dalam hubungan di tingkat internasional. 
"KPBI berusaha memperkenalkan panahan tadisional Indonesia di tingkat dunia," tegasnya
Terkait pencapaian, Fuji Setiawan, Ketua KPBI Jawa Timur sebagai jura II putra dan Dhanisa Restya Agung dari KPBI Srikandi juara III putri. Sunaryo menandaskan, prestasi-prestasi itu diraih melalui kerja keras dan kesungguhan. Semuanya itu dipersembahkan bagi NKRI. 
"Dan prestasi-presatasi ini adalah buah dari ketulusan dan kesungguhan KPBI untuk Indonesia," katanya. (*/)
Kunjungi pula : Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai 

Ultah ke-73 RI, Pemanah Tanah Air Berjaya di Hungaria


phbi1

*Dalam Ajang “Historical Archery World Championships 2018”

JAKARTA,wartosolo.com - Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional. Kali ini atlet Indonesian Horseback Archery Sport Association atau Komunitas Panahan Berkuda (KPBI) mempersembahankan prestasi terbaiknya dalam ajang “Historical Archery World Championships 2018” di Gulya, Hungaria.
Dikutip dari Seperti dikutip dari https://www.ihasa.id, atlet dari Indonesia menduduki Juara II dan III Indonesia dalam kelas flight shoot kategori putra dan flight shoot kategori putri dalam turnamen tersebut. 
Fuji Setiawan, Ketua KPBI Jawa Timur sebagai jura II putra dan Dhanisa Restya Agung dari KPBI Srikandi juara III putri. Pada saat pengumuman pemenang, kontingen indonesia dapat kejutan dari Ibu Wening Esthyprobo, Duta Besar Indonesia untuk Hungaria. 
"Ibu Duta Besar juga turut naik ke podium untuk membentangkan bendera merah putih," seperti dikutip https://www.ihasa.id.
"Ini persembahan KPBI untuk Indonesia pada moment peringatan hari Kemerdekaan ke-73 RI.
Simak : Usai Bantu Bantu Pengungsi Gempa Lombok, Enam Personil KRI Dipulangkan 
Pada ajang tersebut qakil Indonesia yang ikut dalam turnamen ini 5 orang KPBI. Fuji Setiawan, Irvan Setiawan Mappaseng, Hadi Sutan Boreno, Fahmi Ranggamurti dan Dhanisa Restya Agung. Simak juga di fanpage https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2225835050778390&id=2096362480392315



Sebagai informasi, ajang internasional itu digelar, Sabtu 11 Agustus 2018, KPBI mewakili Indonesia dalam turnamen internasional "Historical Archery World Championship 2018" di Gyula, Hungaria. KPBI mengirim 5 pemanah tradisional:
1. Fuji Setiawan (KPBI Jawa Timur)
2. Hadi Sutan Boreno (KPBI Jawa Barat)
3. Irvan Setiawan (KPBI Jakarta)
4. Fahmi Ranggamurti (KPBI)
5. Dhanisa Restya Agung (KPBI Srikandi)

Turnamen ini diikuti lebih dari 20 negara di kawasan Asia dan Eropa. Ketua Umum KPBI, Alda Amtha menjelaskan, keikutsertaan KPBI pada turnamen di eropa ini, sebagai kelanjutan dari kerjasama diplomasi budaya Indonesia dengan negara-negara di Asia dan Eropa, melalui panahan tradisional. (*/)
Kunjungi pula : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia 

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>