Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Google+ Followers

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan

Mampir Solo, Cicipi Dulu Serabi Notosuman

SOLO,wartosolo.com- Ibunda Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yakni  Sujiatmi Notomiharjo memberikan bekal kepada anaknya tercinta itu saat hendak ke Jakarta. Oleh-oleh itu berupa makanan spesial khas Solo yakni serabi Notosuman. Makanan itu diwadahi dalam tempat khusus dan ikut terbang bersamanya ke Jakarta. Dalam petikan wawancaranya,
Sujiatmi Notomiharjo mengatakan, “Ya saya bawakan makanan pesanan (Jokowi) Serabi,“ kata Sujiatmi. 
Proses pembuatan srabi

Sujiatmi yang asli Solo pun demikian anak tercintanya yang lahir di Solo mengingatkan kembali kepada Jokowi pengalaman saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta selama dua periode.
Sewaktu menjadi orang nomor satu di Solo, Jokowi selalu menyediakan serabi untuk disajikan kepada tamu-tamunya. Dalam berbagai kegiatan rapat di jajaran SKPD Pemkot Surakarta. Bahkan  mantan orang nomor satu di Solo ini berpesan, makanan khas ini juga harus dihidangkan sebagai makanan ringan untuk pra tamu. Hingga setelah ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Presiden terpilih RI, makanan yang dibuat di Solo harus menjadi hidangan sarapan pagi. Itu sebagian cerita begitu legendanya serabi asli solo yakni Serabi Notosuman hingga begitu berarti bagi orang pertama di negeri ini.


Serabi Solo

Kembali dari berlibur ke luar kota tak lengkap bila tidak membawa oleh-oleh untuk kerabat di rumah.  Nah, bagi anda yang akan kembali ke wilayah masing-masing dan belum memiliki oleh-oleh. Anda dapat

Buat pesanan pelanggan

mencoba Serabi Notosuman oleh-oleh khas Kota Solo.
Serabi Notosuman cukup legendaris di kawasan Serengan. Keberadaannya yang ada sejak tahun 1923 tak sekedar rasanya yang istimewa, namun juga pembuatannya yang khas dan kini tetap dipertahankan. Berdasarkan
penelusuran asal-muasal Serabi Notosuman dari keturunan Hoo Gek Hok, sang perintis Serabi Notosuman. Secara turun
temurun sampai sekarang ada dua penjual Serabi Notosuman yang terletak di Jalan Mohammad Yamin. Saking terkenalnya bahkan namanya sudah melagenda melebihi nama daerah tempat serabi tersebut berasal Notosuman yang kini telah berganti nama menjadi Jalan Mohammad Yamin. Serabi Notosuman merupakan kuliner unik ini berupa adonan perpaduan tepung beras, santan dan gula pasir. Bila anda datang langsung ke toko serabi di kawasan Notosuman dapat menyaksikan langsung serabi pesanan anda diolah oleh para koki. Anda juga dapat memilih dua rasa yang ada,
coklat manis dan santan gurih.
Saat liburan umumnya jumlah pembeli meningkat, namun anda tak perlu khawatir. Pembuat serabi ini telah menyediakan stok bahan baku yang cukup, sehingga berapa pun pesanan anda dapat tersedia, tepat waktu.
Selain dapat dikonsumsi di tempat serabi juga sering dijadikan oleh-oleh kembali ke kota masing-masing.
Namun bila hari libur anda dianjurkan memesan lewat telepon. Namun anda juga harus diambil tepat waktu menurut perjanjian, jika terlambat serabi bisa dijual kepada orang lain.
Markus, pegawai Serabi Notosuman mengatakan  harga serabi di kawasan ini memang lebih mahal dibanding serabi yang dijual di pinggir jalan Slamet Riyadi. Perbedaanya pada rasaya yang lebih gurih dan manis, dantahan hingga 24 jam. “Dengan harga Rp 1.800 perbijinya.  Anda dapat memilih rasa yang ada dan membawanyauntuk oleh-oleh keluarga. Nah bagi anda yang belum punya pilihan oleh-oleh anda dapat mencoba menikmati Serabi Notosuman ini,” ucapnya berpromosi.
Ny Narto penikmat serabi mengatakan selalu menyempatkan diri datang ke Jalan Moh Yamin alamat Serabi Notosuman saat singgah di Solo. Ia memborong beberapa serabi untuk keluarga dan handai tualannya di Magelang. Itulah seklumit kesan dari makanan khas ini.
Nah, sebenarnya keberadaan makanan khas seperti serabi, tengkleng Solo, nasi liwet, gudeg ceker memperkuat Solo menjadi destinasi wisata. Tak heran bila Solo disebut-sebut sebagai surganya kuliner di Indonesia. Selamat Datang ke Solo dan selamat mencicipi. (*)
Cara menggorang tradisional

Sedapnya Menyruput Es Dawet Telasih Pasar Gede




SOLO,wartosolo.com-Beragam aneka makanan dan minuman khas buka puasa tersedia di Kota Solo. Namun ada menu minuman khas Kota Bengawan yang dikenal legendaris. Kisi-kisinya, minuman ini bahan bakunya tanpa pengawet seperti, cendol, ketan hitam, telasih, tape ketan, gula pasir, dan santan. Sangat nikmat bila disajikan dalam kondisi dingin, apalagi ada es prongkol (bongkahan es kecil-kecil) di dalamnya. Pastinya mak nyus rasanya.
Minuman khas Solo
Betul ! Minuman ini dawet. Hanya saja di Solo ada dawet khas yang cukup dikenal warga lokal. Salah satunya Es Dawet Telasih. Es Dawet Telasih merupakan salah satu sajian minuman kuliner khas Kota Solo, keberadaan Es Dawet Telasih ini hanya ada di dalam Pasar Gede Solo. Es Dawet Telasih ini mempunyai cita rasa manis segar, dingin dan bercampur gurih. Uniknya, Jika pembeli meminum Es Dawet Telasih ini rasa dahaga akan terasa hilang, karena disebabkan keberadaan cendol yang membuat penghilang rasa panas dalam.


Minuman menyegarkan 
Diserbu pelanggan
Minuman tradisional ini hanya ada di dalam Pasar Gede, Solo. Riecke, pedagang Es Dawet Telasih, mengungkapkan, keahlian membuat es dawet ini berasala turun temurun dari neneknya hingga sekarang. Kini miniman menyegarkan itu menjadi buruan warga dan menjadi minuman khas Kota Solo.
"Keberadaan Es Dawet Telasih ini adalah warisan dari nenek saya. Saat dijualn nenek, Es Dawet Telasih ini belum selaris sekarang. Pembeli pun kebanyakan pelanggan lama yang hadir disini, tetapi ada juga pembeli baru yang mengetahui keberadaan Es Dawet Telasih dari orang ke orang," terang Riecke.
Tersedia di pasar Gede Solo
Bagi anda pecinta es dawet, untuk mendapatkan Es Dawet Telasih, anda setidaknya memasuki di dalam Pasar Gede. Harganya dijamin tak bikin kering kantong. Bila ingin menikmati minuman ini juga mesti bersabar karena antrean cukup banyak, dan sedikit berjubel di pasar tradisional Solo. Selama mencoba. (*)
Siap Santap
Diminum lewat mangkok


 


Wedangan Handal, Wedangan WEDANGAN NUMANI


SOLO,wartosolo.com- Selesai gelar pre-oppening Rabu, 18 November 2015 lalu wedangan NUMANI mantab ramaikan bisnis angkringan di Karanganyar. Berlokasikan di jln. Nusama, Palur, Karanganyar wedangan ini buka dari jam 5 sore hingga jam 1 pagi.
Menu unggulan yang ditawarkan wedangan yang mengusung tema "serasa di rumah sendiri" ini adalah racikan minumannya.
wedangan-numani-palur
Wedangan Solo
Ada sekitar 25 menu minuman yg diracik dari empat varian yaitu teh, kopi, coklat dan jahe. Selain itu, untuk makanan ada jadah, baceman serta apolo yaitu jadah yg dipenyet kemudian diberi isian coklat dan gula jawa selanjutnya dibakar di atas arang. Aneka nasi juga tersedia di NUMANI, ada nasi bandeng dan nasi oseng, capcay goreng dll yg semuanya dibungkus dengan daun pisang dan bisa dibakar sesaat sebelum disajikan untuk memberikan aroma khas daun pisang saat disantap. Wow unik bukan?
palur-wedangan-numani
Menu khas Solo

Untuk harga, minuman dibanderol antara Rp 1.500 - Rp 5.000 sedangkan lauk dan camilan seperti jadah, baceman dan apolo dihargai Rp 1.000- Rp 2.500 Untuk aneka nasi bungkus daun pisang dibanderol seharga Rp 2.000

Tertarik mencoba? Monggo silahkan pinarak
numani-palur-wedangan
Suasana syahdu



WEDANGAN NUMANI

Alamat : Jl. Nusama,Palur, Karanganyar

No telp : 085799500032

Buka : setiap hari

Jam : 17.00-01.00


Saatnya Apem Sewu Setara Serabi Notosuman


sewu apem solo warto
Kirab apem sewu

SOLO,wartosolo.com-Festival dan Kirab Budaya Apem Sewu yang digelar di Kelurahan Sewu Jebres telah memasuki tahun ke sepuluh. Namun demikian, festival yang digelar baru-baru ini seolah hanya menjadi ritual biasa saja, tanpa menelurkan sesuatu yang visioner apalagi bersifat gebrakkan. 

Pada event yang digelar, Minggu (8/11) masih diisi dengan berbagai atraksi dan hiburan dan sedikit banyak menghibur masyarakat Kelurahan Sewu dan masyarakat Solo pada umumnya. Sajian adalah seperti Marching Band Gita Pamong Praja (Binaan Pemkot Surakarta), pasukan bergodo, dan kirab apem produksi masyarakat setempat untuk selanjutnya diperebutkan ke publik.  
sewu solo apem
Gunungan apem sewu

Hanya saja saat ada perbincangan tak resmi dengan panitia festival dan tokoh masyarakat tersirat jelas, bahwa kegiatan seperti ini seharusnya tidak hanya seremoni saja. Melainkan ada greget yang lebih besar seperti, bagaimana makanan apem ini bisa diunggulkan dan menjadi ciri khas makanan kampung. Atau apem ini bisa sejajar dengan Serabi Notosuma, sehingga apem bisa menjadi cangkingan  atau buah tangan dari Solo

apem solo sewu
Peserta kirab apem sewu
Nah, upaya agar apem sewu  setara dengan serabi notosuman ini sudah harus mulai dipikirkan. Saatnya apem sewu ini diproduksi massal, dan Kampung Sewu menjadi sentra industri rumahan atas makanan tradisional itu. Sehingga apem sewu menjadi menu makanan tradisional yang sejajar dengan serabi, dan menu-menu lainnya yang dikenal di kancah kuliner nasional. 

Adalah YF Sukasno tokoh masyarakat setempat menghendaki  apem sewu menjadi makanan kecil asli Solo yang kelak bisa menjadi ikon kuliner Kota Bengawan. Apem sewu bisa menjadi sajian tamu pemerintah, hotel-hotel dan restoran. Bahkan apem menjadi buah tangan bagi wisatawan saat pulang ke asalnya. "Apem seharusnya bisa dijadikan sajian alternatif dan setara dengan serabi. Caranya adalah pemerintah yang terlebih dahulu membelinya untuk sajian tamu-tamu atau kegiatan rapat," kata wakil rakyat Kota Surakarta ini.

Hal yang sama disampaikan ketua panitia Festival dan Kirab Apem Sewu, Sigit Winaryanto. Pria sederhana yakin bila pemerintah ikut mendukung dan mengangkat apem sewu ke derajat yang lebih baik lagi. Maka apem yang dibuat masyarakat setempat akan tenar. Seperti serabi, bakpia, lumpia, peuyeum dan lain sebagainya. 
"Kami berharap demikian, karena warga di Sewu ini juga sudah siap, bila Kampung Sewu dijadikan kampung apem," kata dia. 
Oleha karenanya, pentinglah kiranya bila pemerintah dan instansi terkait turun tangan untuk membantu masyarakat membesarkan hasil olah tradisional seperti apem. Solo sebagai surganya kuliner di Indonesia sudah sewajarnya menangkat apem menjadi sajian khas. Semoga saja bisa. Aamien...(*/wartosolo.net)

solo sewu apem
Membuat apem 

Cara Membuat Kue Apem Kukus Empuk dan Lembut – Kue apem adalah salah satu jenis kue jajanan pasar yang termasuk dalam golongan kue tradisional asli dari Indonesia. Kue ini memiliki rasa manis yang pas juga banyak digemari oleh semua orang terutama orang jawa. Kue apem terbuat dari campuran tepung beras, tape ketan atau ragi instant dan gula juga bahan pelengkap lainnya. Kue ini biasanya dibuat dengan cara dikukus dengan langseng yang sudah berisi air penas atau air mendidih. Untuk proses pembuatan kue basah ini memang memerlukan waktu yang cukup lama karena setelah pembuatan adonan kue ini tidak langsung dikukus tetapi didiamkan terlebih dahulu sampai mengembang. Setelah itu baru adonan siap kukus. Berikut merupakan cara pembuatan kue apem yang empuk. (*/wartosolo.net)

Bahan :
  • 300 gram tepung beras
  • 60 gram tepung kanji
  • 250 ml santan kelapa kental
  • 300 ml air hangat
  • 200 gram gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam halu
  • 1 sendok teh ragi instant
  • pewarna makanan ( sesuai selera ) secukupnya
Cara Membuat Kue Apem Kukus :
  1. larutkan ragi instan dalam 5 sendok makan air hangat, sisihkan sejenak
  2. rebus gula pasir dengan santan sampai mendidih dan gula larut sambil diaduk-aduk, diamkan sampai dingin
  3. campurkan tepung beras, tepung kanji, ragi yang sudah dilarutkan dan air hangat dalam satu wadah
  4. uleni bahan yang sudah dicampur sampai kalis kira-kira selama 10-15 menit
  5. tuang santan kedalam adonan yang sudah kalis sambil diaduk-aduk hingga merata, diamkan adonan selama 1 jam
  6. bagi adonan menjadi beberapa bagian kemudian beri beberapa tetes pewarna makanan sesuai selera, aduk sampai tercampur rata
  7. tuang adonan kedalam cetakan lalu kukus dalam langseng kira-kira selama 25 menit atau sampai matang dan empuk
  8. angkat kue apem yang sudah matang dan keluarkan dari cetakan
  9. kue apem siap untuk disajikan                                                                                                      

Ini Dia Lokasi Nongkrong Baru, Angkringan Omah Londo Solo




SOLO,wartosolo.com- Letaknya di tepi Jalan Agus Salim Solo, Purwosari, atau depan Stasiun Purwosari Solo membuat Angkringan Omah Londo mudah ditemui bagi anda yang hendak mampir ke Kota Solo. Cukup tanya kepada juru parkir atau tukang becak di mana letak Stasiun Purwosari maka anda akan diarahkan menuju ke sana oleh warga Solo yang ramah itu. 
londo angkringan omah
Angkringan Omah Londo
Sejak dioperasionalkan pertengahan Oktober 2015, Angkirngan Omah Londo sudah menjadi jujugan warga Solo sekitar. 
londo omah angkringan
Sajian utama
Tempatnya yang strategis dan menu yang variatif dan memnajakan lidah terlebih harganya yang sesuai ukuran kantong masyarakat membuat angkringan ini makin digandrungi.

Sejumlah makanan khas yang dihidangkan untuk menyambut pembeli adalah wedang teh, jahe atau kencur, serta es teh, termasuk nasi kucing dan nasi babat (nasi goreng babat) yang menjadi ciri khas angkringan ini. 
londo angkringan omah
Suasana nyantai
Hal yang menarik dari wedangan ini adalah tempatnya yang menggunakan bangunan bekas administratur Belanda pasa masa penjajahan. Sehingga bangunan yang dipakai tetap orisinil persis seperti berdiri.
londo angkringan omah solowarto
Bersama keluarga

Hal lain yang patut diakui keunggulan wedangan ini adalah cara penyajian makanan. Sang pemilik benar-benar memanjakan keinginan pembeli, seperti bakaran yang dipesan tetap hangat dan tidak gosong. Menurut Christine Gatot, angkringan miliknya ini bakal berbeda dengan angkiringan atau wedangan lainnya seperti yang ada di Solo. Ada nuansa modern di angkringan ini yakni dengan menjajakan es krim, cake dan sajian lainnya. "Biar anak-anak dan keluarga bisa menikmati hidangan di sini," katanya.  
angkringan omah londo
Sajian tinggal pilih
Konsep angkringan yang dibawa di Angkringan Omah Londo ini adalah nuansa tradisional yang dibalut dengan nuansa modern atau Eropa. Mengingat bangunan yang dipakai  adalah bangunan khas Eropa (Belanda). Pastinya bagi pengunjung bisa memanfaatkannya untuk nongkrong baik di in door atau out door. 
Mengenai harga, Miranti Wibowo, pengelola angkringan mengatakan tarifnya akan di tekan semurah mungkin, sehingga pelajar dan mahasiswa bisa masuk. 
"Dijamin murah dan tidak mahal," katanya. 
Meski di Solo begitu banyak terdapat angkringan, wedangan atau kafe-wedangan, namun kegiatan kuliner tetap terjaga dan persaingannya tetap sehat. Bagi anda yang hobi kuliner selamat mencicipi sajian khas Angkringan Omah Londo ini. Ehm  Pasti Nyummy di lidah ! (*)

londo angkringan solowarto omah
Toilet yang bersih




 









 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>