Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan

Syariah Hotel Solo Luncurkan Syariah Arabic Festive

arabic-menu-shs


SOLO,wartosolo.com - Menjelang penghabisan tahun 2018, Syariah Hotel Solo meluncurkan sejumlah menu yang diharapkan bakal memperkuat brand Syariah Hotel Solo di tengah masyarakat. Yakni dengan menambah aneka varian menu bertema Arabian Food and Beverages yang kini masih jarang ditemui masyarakat.
Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W. mengatakan, aneka varian menu bertema Arabian Food and Beverages ini memang dikeluarkan oleh tim food and beverages product untuk memperkuat brand Syariah Hotel Solo sebagai hotel syariah terbesar di Indonesia. Syariah Arabic Rice and Drink ini menjadi promo food and beverage Syariah Hotel Solo yang terangkum dalam Top Chef Menu Suggestions Of Three Months periode Oktober-Desember 2018.
“Syariah Hotel Solo telah dikenal masyarakat sebagai hotel yang berdekatan dengan hal-hal yang berbau timur tengah. Untuk itu, untuk memperkuar positioning di tengah masyarakat, kami bersepakat berkreasi menambah varian Arabian Food and Beverages.”paparnya.
Selain itu, menurut Mita, tak lama lagi menu-menu ini pun akan dirilis ke dalam menu take away, dengan bekerja sama dengan salah satu perusahaan aplikasi transportasi. Melalui layanan take away, masyarakat dapat menikmati beragam Arabian dan Middle East Menu dengan mudah.
Simaklah : 2018, Capaian Terbaik Panahan Tradisional 
Bacalah : Ultah ke-73 RI, Pemanah Tanah Air Berjaya di Hungaria
Executive Chef Syariah Hotel Solo, Andrian Yoga mengungkapkan, pada Top Chef Menu Suggestions Of Three Months periode Oktober-Desember 2018 ini, pihaknya meluncurkan 5 jenis Arabic Rice yang begitu nikmat dikonsumsi masyarakat. Diantaranya adalah Chicken Kufta Rice, Mandhi Lamb and Chicken Rice, Kabli Lamb Rice, dan Biryani Chicken Rice. Kesemua menu tersebut dibanderol harga bervariasi mulai dari Rp 39.000, nett/pax.
arabic-menu-shs2

“Masing-masing nasi akan kami sajikan dengan pilihan 2 lauk, yaitu daging ayam atau daging kambing sesuai dengan selera masyarakat. Agar rasanya lebih familiar di lidah masyarakat, cita rasanya sudah kami sesuaikan dengan lidah orang Indonesia,”ungkapnya.
Sementara itu, di sisi menu beveragesnya, Food and Beverage Manager Syariah Hotel Solo, Dwi Basuki telah menyiapkan 2 menu baru dan 2 menu lawas yang akan dijadikan promo beverages Bulan Oktober-Desember 2018. 
Untuk 2 menu barunya, yakni Shukulata atau Syariah White Drink dan Thalaj atau Syariah Abyad. Sedangkan menu lawasnya ada Syariah Arabian Milk dan Syariah Arabian Chocolate yang begitu diminati oleh masyarakat, sehingga membuat pihaknya memunculkan kembali dua varian minuman tersebut. 
“Untuk kesemua promo menu minuman ini kami banderol Rp 35.000, nett/gelas. Jika tertarik dan ingin mencoba varian minuman dan makanan ini, para tamu dan masyarakat dapat memesan langsung di Al Kaustar Restaurant atau melalui telepon (0271) 711000,”pungkasnya.
Kunjungi juga : Bid Sosmas KAMMI Sapa Lapisan Bawah Lewat Kurban KAMMI

Nikmatnya Sate Lawu Tawangmangu Yang Menggoda Selera

sate-lawu


(KARANGANYAR,wartosolo.com) - Berada diketinggian 1.878 meter di atas permukaan laut, kondisi badan cukup dingin karena  sering diselimuti kabut yang turun dari gunung. Nah, di lereng bukit Lawu, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, ada sajian kuliner yang sangat pas dengan udara dingin, yakni makanan yang mengandung daging dan lemak. 
Sate Lawu, yang berada di jalur tembus Tawangmangu - Magetan, Jawa Timur memiliki keistimewaan tersendiri. Selain menikmati sate kambing, pengunjung  sekaligus disuguhkan  pemandangan yang asri, karena langsung berhadapan dengan perbukitan gunung lawu. 
Tak hanya itu, Sate Lawu yang baru setahun berdiri juga memiliki daya tarik tersendiri, karena menggunakan daging kambing yang khas. 
"Kambing yang digunakan adalah kambing muda, dan asli dari Tawangmangu. Jika dibandingkan  dengan  kambing lainnya, ada  tekstur daging yang beda,"  ucap Sudarso,  pengelola sate lawu, Sabtu (27/1/2018). 
Cara penyajian sate lawu juga cukup menarik, karena menggunakan hotplate seperti halnya menyajikan steak. Bedanya, sate lawu yang disajikan melalui hotplate ini masih dengan tusuknya.Sensai makan sate serasa steak pun terlihat dengan sajian sate yang masih panas, dan diguyur dengan dengan bumbu kacang serta kecap.
BACA : 
Untuk harga, sate lawu masih standar. Dengan menggunakan konsep rumah makan yang menekankan pariwisata, harga untuk sate lawu dipatok Rp 35.000 per porsinya. Dalam satu porsi terdapat 10 tusuk sate, yang siap mengenyangkan pengunjung. Meski tergolong belum lama didirikan, respon pelanggan cukup  bagus. 
sate-lawu2

"Alhamdulillah responya bagus. Banyak wisatawan yang ingin menikmati pemandangan gunung lawu banyak yang singgah di sate lawu," ungkapnya. 

Sate spesial

Untuk bisa menyajikan sate dengan rasa yang spesial, sate lawu menggunakan tahapan dan bumbu spesial. Mulai dari mengiris daging kambing muda kecil-kecil hingga merendamnya menggunakan bumbu pilihan. Seperti gula jawa atau gula aren, kemiri, bawang putih, bawang merah,  ketumbar, dan garam. 
"Agar bumbu lebih meresap, sebelum di tusuk, daging kambing direndam di bumbu yang sudah dihaluskan. Kalau biar daging lebih empuk, bisa dicampurkan potongan nanas sedikit," terang dia. 
Lebih lanjut disebutkan, agar rasa sate semakin nikmat, tusukan sate dipanggang menggunakan tungku arang. Bara api dari arang diyakini bisa memberikan kematangan daging yang lebih merata jika dibandingkan api dari kompor maupun lainnya. "Api dari tungku arang bisa lebih nikmat. Apalagi disajikan dalam kondisi panas, semakin menggugah selera," tandasnya.
Selain sate lawu menjadi menu unggulan, rumah makan yang berada di  jalur tembus, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu ini juga menyediakan olahan kambing lainnya. Seperti tengkleng, gulai serta nasi goreng daging kambing. "Kalau tengklengnya ada dua jenis, yakni tengkleng basah yang harganya Rp 25 ribu per porsi dan juga tengkleng nyemek, per porsinya Rp 28 ribu," jelasnya.    
Harga yang diterapkan Sate Lawu jika dibandingkan dengan sate pada umumnya di Karanganyar memang sedkit lebih tinggi. Namun harga yang diterapkan karena berada di daerah wisata, dan sasaran sate lawu adalah  wisatawan dari luar daerah. 

sate-lawu3


Untuk omset Sate Lawu per bulan cukup tinggi, jika diliat dari usianya yang satu tahun berdiri di lereng gunung lawu. Rata-rata dalam sebulan, omset kotor yang didapatkan mencapai Rp 100 juta. "Itu pendapatan kotor. Belum dikurangi yang lain-lain," imbuh pria 46 tahun itu. 
Menurutnya, biaya besar justru dikeluarkan saat mendirikan Sate Lawu. Sebab, lahan yang digunakan untuk membangun rumah makan itu masih menyewa warga setempat. Sementara untuk membangun gazebo-gazebo yang digunakan untuk tempat makan vaforit pelanggan juga menghabiskan dana yang tak sedikit. 
"Karena berada di lokasi wisata, biaya sewa pun juga mahal. Tapi alhamdulillah  selama satu tahun ini lancar," pungkasnya. (hrn)


sate-lawu4

Makanan Langka ini masih Ditemui di Klaten, Penjualnya Nenek Munari

gulali-klaten-1.jpg


(KLATEN,wartosolo.com) - Tak mudah bagi Mbah Amat Munari untuk bisa menjual dagangannya. Tak hanya masa kejayaan  yang sudah mulai memudar, pelanggan setianya pun juga sudah mulai meninggalkan jenis jajanan yang berjaya di era 90-an. 
Ya, inilah sosok Mbah Amat Munari. Nenek 83 tahun ini dengan telaten berjualan gulali sutra, atau sejenis kembang gula tradisional yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad. Hampir setiap hari, nenek berkrudung ini menempuh perjalanan hampir 15 kilometer dari kediamannya.  Usianya yang sudah senja, membuat nenek dengan enam anak inipun harus antar jemput oleh cucunya. 

"Sudah tidak kuat jalan jauh. Kalau pagi diantar, dan  kalau sudah sore dijemput putu (cucu) saya," ucap nenek yang mengenakan stelan batik dan jarik. 

BACA : Evie Pilih Bantu Suami Lewat Bisnis Makanan Beku

Terlihat,  nenek yang memiliki nama kecil Munari itu membuka lapak jualannya di sudut kecil disebuah rumah makan pemancingan di Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupate Klaten, Solo, Jawa Tengah. Ia pun setiap hari mengandalkan berjualan gulali sutra dari mereka yang tengah berwisata dengan keluarga maupun rekan sejawat. 
Diakui warga Sidorejan, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali, untuk berjualan gulai saat ini tidak mudah. Sebab, mereka yang akrab dengan jajanan yang ada sejak tahun 60-an itu sudah banyak yang meninggal dunia. Meskipun masih ada pelanggan setia, mereka adalah gerenasi kedua maupun ketiga dari usianya. 
"Yang jajan (beli) banyak yang sudah tua, katanya inget jajanan waktu kecil dulu. Tapi ada pula anak muda yang beli, tapi tidak banyak jumlahnya," ungkap Munari. 

gulali-klaten-2.jpg

laba pahit

Berjualan gulai sutra di jaman yang sudah berganti banyak tantangannya. Disamping banyak saingan jajanan dan makanan modern, berjualan gulali sutra membutuhkan ketelatenan  dan  kesabaran tersendiri. Terlebih jika musim penghujan tiba, mereka yang akan liburan maupun makan di  rumah makan yang setiap hari dijadikan tempat berjualan pun kian sepi. 
Dalam sehari, nenek yang satu ini rata-rata mampu membawa pulang  uang tunai sampai Rp 200 ribu. Pendapatan yang didapatkan itu pun tidak sepenuhnya keuntungan, karena masih harus dikurangi modal yang digunakan untuk berbagai kebutuhan membuat gulali sutra. Namun, jika tengah bernasib baik saat jualannya ludes, Munari mampu meraup untuk bersih hingga Rp 150 ribu. 
"Banyak sedikit disyukuri, yang penting bisa buat ngopeni Mbah kakung (merawat kakek). Sekarang jualan gulali itu rasanya manis, labanya pahit. Beda kalau dulu," paparnya. 
Untuk membuat gulali sutra, nenek yang satu ini meracik sendiri berbagai bahan bakunya. Seperti gula pasir murni, tepung beras ketan, kelapa, serta dicampur pewarna. Untuk bisa mendapatkan gulali sutra yang enak, dirinya harus memastikan jika gula pasir yang digunakan benar-benar murni, demikian juga tepung ketan. "Kalau  ketannya tidak asli, hasilnya juga berbeda," imbuh Nenek yang mengaku sudah berjualan  sebelum tahun 1960 . 

gulali-klaten-3.jpg

Ada perbedaan yang sangat kontras dalam perkembangan julan gulali sutra, sebagai salah satu jajanan tradisional seperti dirinya. Salah satu kendala yang dialami adalah mahalnya  bumbu (obat) sebagai resep tambahan membuat gulali. "Obatnya sekarang mahal, dulu hanya Rp 6 ribu, sekarang sudah Rp 32 ribu," jelas Munari. 
Di usianya yang  sudah memasuki kepala delapan, dirinya mulai menyiapkan putranya untuk melanjutkan berjualan gulali. Namun, dari enam putra yang dimiliki, satupun tidak ada yang mau menggeluti berjualan seperti dirinya. Tidak hanya karena enggan berjualan, ketrampilan membuat gulali juga tidak dikuasi putranya. 
"Besuk yang mau mewarisi jualan gulali malahan menantu saya. Kalau  anak-anak saya tidak mau semua. Satu tusuk gulali ini saya jual Rp 2 ribu," pungkasnya. (hrn) 

SIMAK JUGA :  Reni Widyawati, Wakil Rakyat yang Juga Ahli Bikin Roti

Bekgor Sargede dan Sepenggal Kisah Mbah Atmo



SOLO,gladaksolo.com- Anda tak akan rugi bila sudah berlangganan dan menjadi konsumen tetap di warung makan Bebek/ayam goreng Pasar Gede (Bekgor) Solo, Jawa Tengah. Diuntungkan dengan mencicipi menu khas Solo bercita rasa bintang lima, hingga perut tak lagi berontak menahan lapar. Tempat makan yang memiliki nilai historis tinggi, sehingga bakal menjadi tempat bernostalgia. Pun dibumbui dengan pelayanan pemilik warung yang prima.
Anda juga bisa mendapatkan cerita tentang salah satu pelanggan di warung ini yang bisa dikatakan unik, nyentrik, dan berkelas.
bebek-solo-goreng-gede-pasa
Bebek goreng khas

Nah beruntung, saat wartosolo.com mampir untuk melahap menu bebek goreng yang renyah dan kaya rempah-rempah itu. Sang pemilik warung, Mas Birin bersedia menceritakan pelanggannya emasnya hampir satu persatu.
Bermula saat 2000-an melayani menu kuliner ini di tepi Jalan Jenderal Sudirman (utara Bundaran Gladag), ada pelanggan tetap yang kesengsem dengan sajian bebek goreng buatanya. Saking kecintaan dengan menu itu. Dalam sepekan bisa setiap hari, pelanggan yang bernama Mbah Atmo yang berdomisili di wilayah Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah dan itu memesan bebek goreng atau ayam goreng.
bebek-gede-goreng-pasar-sol
Pelanggan makan bersama 
Saat pindah ke emperan toko di Pasar Gede Solo, aktvitas kunjungan Mbah Atmo tak surut malah makin keranjingan lagi. Nenek sepuh ini mengajak serta, putra, cucu, dan keponakan-keponakan naik mobil ke Solo untuk ''ngiras''. Saat pulang, Mbah Atmo tidak lupa membungkus beberapa menu untuk dibagikan kepada orang rumah, dan tetangga-tetangga. "Bisa njenengan hitung berapa nominal uang yang dikeluarkan untuk memborong dagangan saya," kata Birin.


Dianggap Biasa

Pada awalnya Birin, dan orang tuanya sempat tak menghiraukan hal itu, dan menganggap Mbah Atmo tak beda dengan pelanggan lain. Namun, kedatangnnya yang bisa dikatakan tiap hari sejak membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman hingga pindah ditepi Jalan Urip Sumoharjo membuat Birin terkesan dan amat menghormati pelanggannya ini. Sehingga pendekatan secara personal pun terus dilakukan untuk memberikan penghormatan dan pelayanan yang terbaik.
"Saya kenalnya beliau sebagai ahli tulang (sangkal putung). Terus gemar makan bebek. Karena suka dengan masakan di sini, akhirnya sering memborong bebek atau ayam goreng. Katanya sesampai dirumah bungkusan makanan itu dibagi-bagikan. Kedermawanannya memang pantas dipuji," pujinya.
Hal nyentrik yang ditiru Mbah Atmo ini adalah kepeduliannya dengan sekelilingnya. Meski Warung Bekgor Sargede bukan miliknya, tetapi ia rela merogoh uang dan memberikannya kepada para pengamen dan pengemis yang datang ke lapak itu. Hanya saja uang pemberian itu tak langsung diserahkannya, tetapi dititipkan lewat pemilik warung. Ini yang berkelas !
bebek-goreng-gede-pasar-sol
Makan pinggir jalan 
"Karena kebijaksanaan ini, warung kami kadang bebas pengamen. Mungkin saja pengamen dan pengemis sungkan datang, karena pada bersamaan Mbah Atmo sedang makan," tutur Birin.

Pelanggan Tetap

Pria asli Solo ini mengaku respek dengan Mbah Atmo. Di Kota Bengawan dan sekitarnya, sudah terlalu banyak pedagang bebek goreng dari kelas pedagang kaki lima, warung makan, hingga restoran yang memiliki nama besar. Namun Mbah Atmo setia datang ke lapaknya. Bahkan setiap hari atau minimal sehari dua kali. Bila dihitung jarak tempuh antara Kebakkramat Karanganyar-Pasar Gede Solo mencapai puluhan kilometer. Namun jarak itu tak terlalu dipermasalahkan. Bila berhalangan hadir, selalu saja ada utusannya yang membelikan bebek ke Solo. "Hal itulah yang membuat kami menjadi respek dan menanggap beliau saudara," imbuhnya.
Cerita lain tetang pelanggan Bekgor Sargede Solo sebenarnya masih banyak. Seperti para salesmen produk plastik dari Jakarta. Beberapa salesman ini datang ke Solo untuk mencari pedagang di Pasar Gede. Usai menyelesaikan tugasnya, lalu menginap di hotel dekat Pasar Gede. "Nah malamnya biasanya ''ngiras'' di sini, hingga kami hapal wajah mereka," ungkapnya. 
bebek-solo-goreng-pasar-gede
Menu khas bebek goreng
Birin menuturkan, saat menjalankan usaha kuliner ini, orientasi profit memang menjadi tujuan utama. Tetapi ia tak melupakan unsur kedekatan dengan pelanggan. Pasalnya, dari mulut pedagang ini akan keluar pujian dan mungkin sindirian atas pelayanan di warungnya. Oleh karenanya masukan dari pelanggan dan pembeli ini benar-benar diperhatikan.
"Pelanggan/pembeli adalah raja. Mereka juga bisa menjadi saudara." (*)

Misteri Aroma Harum dan Lezatnya Santapan Bekgor Sargede

solo-bebek-goreng-gede-pasar
Bekgor Sargede

SOLO,wartosolo.com-Nuansa berbeda bakal anda temui saat menyantap menu khas Solo bebek goreng di lapak milik Birin di Pasar Gede. Selain suasana malam yang remang-remang di bawah temaram lampu kota. Lalu nikmatnya menyantap seporsi bebek goreng di lapak Bekgor Sargede, lengkap dengan nasi hangat yang ditemani teh hangat. Ada bau harum semerbak menghampiri indera penciuman jika sempat berlama-lama di sana. Bau wangi yang khas itu tak akan hilang dalam waktu semalam. Sebab pastinya harumnya akan membekas di hidung anda, sepulangnya dari lapak di tepi Jalan Urip Sumoharjo Solo, Jawa Tengah itu. 

Lalu dari manakah bau harum nan menawan itu keluar dan sampai ke hidung kita? Apakah sang pemilik lapak menyemprotkan pengharum ruangan di sana ? Pertanyaan semacam ini sempat mencantol dibebak pembeli atau pelanggan yang datang. 
Pertanyaan itu langsung dijawab dan dibeberkan dengan sempurna oleh Birin, saat wartosolo.com mencoba mencari jawabannya. 
Birin menuturkan, emperan toko tempat lesehan pembeli makan bekgor atau ayam goreng, ternyata ada yang khusus menjual perlengkapan ibadah seperti dupa. Meski pintu rolling door toko ditutup rapat-rapat, aromanya masih tetap menyebar melalui sela-sela pintu atau ventilasi udara. Toko yang menjajakan perkakas ibadah seperti dupa, kemenyan itulah yang menebar bau wangi lain. Pemilik toko yang menjualnya aneka macam dupa ini merupakan Etnis Tionghoa. Mereka sudah turun menurun menempati kios di Pasar Gede tersebut.
Birin juga menyampaikan asal muasal kedua bau harum yang menyebar itu. Ia menduga aroma itu berasal dari dupa yang sengaja dibakar orang yang kebetulan tinggal sementara di pasar tradisional tertua di Kota Solo ini. Sepengetahuan dia, pemilik toko di ujung selatan pasar merupakan Etnis Bali. Setiap hari ia membakar dupa. Ritual membakar dua itu selalu dilakukan untuk menjalankan kehidupan keagamaan. 
Nah, uniknya selama beberapa kali wartosolo.com menikmati sajian di lapak Bekgor Pasar Gede ini, tak ada perasaan aneh dengan bau harum itu. Apalagi sampai dada sesak atau perut mual. Malahan bebauan ini memberikan tambahan nuansa khas saat menyantap kuliner khas Wong Solo itu. Menurut keterangan Birin yang juga asli Solo ini, Pasar Gede Solo merupakan ajang pertemuan berbagai etnis di Solo. Mayoritas etnis Jawa mendomnasi, lalu etnis Tionghoa, timur tengah, dan etnis-etnis lainnya. Mereka menjual berbagai macam keperluan masyarakat Solo sekitarnya karena pasar inilah satu-satunya pasar terlengkap dan masih mengedepankan tradisi Jawa. 

Bekgor Sargede Ramaikan Wisata Kuliner Khas Solo

solo-bebek-goreng-gede-pasar


SOLO,wartosolo.com-Warung bebek/ayam goreng Pasar Gede atau sering dijuluki Bekgor Sargede Solo, Jawa Tengah masih eksis menempati lokasi di emperan toko pasar tradisional hingga sekarang. Padahal sebelumnya, pemilik usaha kuliner ini membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman (utara Bundaran Gladag) yang saat ini menjadi kantor Bank Bukopin.
Sejarah panjang kepindahan Bekgor Sargede bermula pada tahun 2000-an. Saat itu Pemerintah Kota Surakarta hendak menata kawasan di sepanjang Jalan Sudirman menjadi wilayah terbuka yang kini dikenal dengan Koridor Jenderal Sudirman (Jensud).
Mendengar adanya kabar tersebut, dan mengantisipasi sebelum proyek itu benar-benar dilaksanakan. Sang pemilik berusaha mencari tempat pengganti yang lokasinya tak jauh dari tempat lama. Setelah melalu survei lokasi yang melelahkan dan menghabiskan waktu panjang, akhirnya dipilihlah tempat di emperan pertokoan Pasar Gede. 
bebek-goreng-pasar-gede-sol
Lapak Bekgor Sargede
Proses lobi-lobi ke pengelola pasar, dinas terkait dan pemilik toko pun dilakukan. Selama empat bulanan proses lobi-lobi itu dilakukan dan akhirnya beres, tepat sebelum proyek Koridor Jensud digelar. Dan pada saat proyek Jensud Sudirman digarap Bekgor Sargede sudah pindah ke tempat baru tersebut.
Birin, pemilik lapak Bekgor Sargede menuturkan, awal mula merintis usaha di lokasi baru tepatnya di tepi Jalan Urip Sumohardjo merupakan masa yang sulit. Ia bersama kedua orang tuanya serta pegawai fokus sembari pembeli juga tidak henti-hentinya mempromosikan Bekgor Sargede. Maklum setelah menyatakan diri pindah, banyak pelanggannya yang mencari-cari lokasi baru.
Nah, selama beberapa tahun berpromosi, yakni mendekati tahun ketiga dan keempat, kuliner matengan ini mulai dikenal warga hingga akhirnya menjadi jujugan wong Solo dan pelancong untuk makan malam.
Setelah 16 tahun berlalu, Bekgor Sargede sudah mulai eksis melayani pembeli, bahkan akhir-akhir ini juga melayani pesanan dalam jumlah besar.

Pelanggan FanatikPara pelanggan Bekgor Sargede bervariasi, ada yang berprofesi sales, mahasiswa, PNS, ibu rumah tangga. Bagi kawula muda, Birin memiliki kisah unik. Biasanya para pemuda pada malam Minggu kencan dilanjutkan makan malam di lapaknya. Jumlahnya tak terhitung lagi. 
bebek-goreng-gede-pasar-sol
Lesehan Bekgor Sargede

"Saat pacaran makan di sini, setelah menikah dan punya anak juga makan disini. Banyak juga pelanggan saya yang begitu. Mungkin ada memori di lapak saya," ucap Birin terkekeh.
Birin menuturkan, kunci keberhasilan keluarganya membangun usaha kuliner terletak pada resep bekgor/ayam goreng yang turun temurun dengan hasil masakan maknyus. Lokasi di Pasar Gede pun memiliki makna strategis, karena konsumen mudah menjangkau.
"Tempat makan yang bersih, di pasar terkenal dan lokasi parkir yang nyaman membuat pelanggan puas. Ditambah menu makanan yang kami sajikan dengan cita rasa bintang lima tetapi harga kaki lima. Itu semua membuat pelanggan ketagihan," katanya.
Birin berharap, tempat kulinernya bisa memberikan wahana baru bagi pecinta kuliner yang datang ke Kota Bengawan. Ia menawarkan hal sederhana yakni menu khas Bekgor Sargede Solo dengan rasa bintang lima. "Yang jelas harganya tetap kaki lima," ucapnya. (*/wartosolo.com)
bebek-solo-pasar-goreng-gede
Proses Mengolah Bekgor Sargede

Menikmati Bekgor Pasar Gede, Wisata Kuliner Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima


solo-bebek-goreng-pasar-ged
Makanan khas Solo


SOLO,wartosolo.com- Bila anda mengaku pecinta kuliner sejati wilayah Solo Raya, Jawa Tengah atau Nusantara. Apakah anda pernah mendengar atau bahkan singgah ke lapak warung makan bebek/ayam goreng Pasar Gede Solo Jawa Tengah? Jika anda sesekali sempat singgah, artinya anda pecinta kuliner jempolan. Namun, kalau belum pernah mampir di warung kaki lima ini, kami sarankan untuk singgah sebentar saja ke lapak ini.
Ada sensasi unik yang bakal anda gapai seusai menikmati jajanan khas Kota Solo ini.
Cita rasa kuliner kelas wahid yang tak bakal dilupakan lidah. Anda sekeluarga, kerabat, teman kerja, atau gebetan dijamin menikmati makan malam di bawah temaram lampu pasar yang melegenda itu. Anda bisa berswafoto di kompleks pasar tradisional itu. Ini yang terpenting, yang jelas harga untuk membayar menu dinner tak bakal merogoh kantong celana anda dalam-dalam. Harganya Solo banget, murah meriah... Wah keren kan.. !!!
Ya, warung bebek/ayam goreng Pasar Gede Solo ini hanya buka pada malam hari. Lapak digelar sore, usai Maghrib hingga tengah malam baru melayani pelanggan dan pembeli. Oya, sekadar tips saja, jangan datang terlalu malam bila rombongan anda tidak ingin kehabisan menu favotit ini. Hehehe....
bebek-gede-pasar-goreng-solo
Lapak Bekgor Sargede
Tempat Strategis
Letak warung bebek/ayam goreng Pasar Gede sangat strategis. Lokasinya tepat di depan Pasar Gede Solo atau sebelah barat pasar yang berhimpitan dengan Jalan Jenderal Sudirman sisi kanan dari arah Keraton Surakarta. Apabila anda hendak ke lokasi tersebut bisa mengetiknya di google maps. Akan tetapi bila anda sekalian ingin jalan-jalan naik sepeda motor atau mobil maka ini penunjuk arahnya. Seandainya dari arah barat ambil jalur Jalan Slamet Riyadi ke timur hingga Bundaran Gladag. Ambil jalur kiri menuju Balai Kota Surakarta dan arah Pasar Gede, tiba di lokasi. Bila ambil jalur utara Solo atau Terminal Tirtonadi, anda bisa menyusuri Jalan Ahmad Yani-simpang empat Panggung- ambil kanan menuju Pasar Gede-tiba di lokasi. Dari arah timur, Jalan Ir Sutami-Jalan Kolonel Sutarto-simpang empat Panggung- kanan- arah Pasar Gede-tiba di lokasi. Dari selatan lewati Jalan Kapten Mulyadi-Jalan Juanda- kiri- Pasar Gede- tiba di lokasi.

bebek-gede-pasar-goreng-solo
Siap Saji
Warung bebek/ayam goreng Pasar Gede ini memang tiada duanya. Berbeda dengan warung bebek/ayam goreng di Kota Bengawan yang jumlahnya seabreg itu. Perbedaan yang mencolok adalah pada rasa bebek/ayam yang krenyes, sambil korek yang wah pedas dan mantap, dan tentunya makan di emperan toko, yang so pasti bersih dan higienis.
Usai menghabiskan menu favorit itu, segarnya es teh/es jeruk atau teh manis di tenggorokan maka dijamin anda akan bersendawa. Bila perut masih muat bisa pesan lagi dengan menu yang sama. -bersambung.

bebek-solo-goreng-pasar-gede
Daging Bebek Empuk

Sambut Pitulasan, SHS Hotel Luncurkan Khasanah Kuliner Nusantara



SOLO,wartosolo.com-Syariah Hotel Solo (SHS) kembali berinovasi mengolah cita rasa food and beverage yang dikemas dalam Top Chef Menu Suggestions Of Mounths. Kali ini varian menu yang diusung adalah mengangkat warisan kuliner Indonesia.
Spageti-Rendang-4
Menu istimewa

Executive Chef Syariah Hotel Solo, Arinto memaparkan, pada promo Top Chef Menu Suggestions of The Mounths periode Agustus hingga Oktober ini mengadopsi berbagai kuliner khas Indonesia. Diantaranya adalah Spageti Rendang untuk jenis main course, lalu adapula Ongol-Ongol Merah Putih untuk ragam jenis dessertnya.
Pemilihan tema nusantara ini selain merupakan bentuk apresiasi momentum perayaan Hari Kemerdekaann RI pada tanggal 17 Agustus besok, tema tersebut diambil untuk menambah ragam masakan nusantara di Syariah Hotel Solo. Mengingat sampai dengan saat ini, 90 persen jens tamu Syariah Hotel Solo meurpakan wisatawan domestic, dan biasanya selalu mencari menu khas daerah.
Ongol-ongol merah putih 2
Menggugah selera
“Untuk Spageti Rendang ini merupakan masakan fusion campuran antara Italian Food dan Indonesia Food. Bila selama ini spageti identik dengan masakan barat yang disiram pasta, kali ini masakan Spageti dikombinasikan dengan bumbu rendang yang merupakan makanan asli Indonesia. Spageti Rendang ini kami banderol hanya Rp 45.000,++/porsi,”paparnya.
Spageti-Rendang-1
Sajian khas SHS
Sedangkan untuk Ongol-Ongol Merah Putih, Arinto menjelaskan, makanan ini merupakan jenis kudapan tradisional yang mulai jarang ditemui oleh masyarakat. Kudapan yang terbuat dari tepung kacang hijau ini memiliki tekstur rasa lembut dan manis begitu disendok. Selain itu yang menarik dari menu ini, apabila biasanya hadir dengan gula merah, pada kesempatan ini Ongol-Ongol diberikan warna merah putih seperti lambang negara, Bendera Merah Putih. Ongol-Ongol Merah Putih ini dibanderol Rp 25.000,++/porsi.
Spageti-Rendang-3
Siap santap
Spirit-45-Ice
Minuman segar
“Ongol-Ongol merupakan salah satu jenis jajanan ndeso yang yang sekarang mulai susah ditemukan. Karena temanya bertepatan dengan momen Agustusan, kami pikir ini menjadi waktu yang tepat pula untuk mengangkat lagi jajanan ndeso ini agar naik kelas dan dapat dinikmati kembali oleh para wisatawan,”ungkapnya. 
Tak hanya itu, Syariah Hotel Solo pun meluncurkan dua jenis minuman menyegarkan yang di dalamnya penuh dengan filosofi perjuangan para pahlawan ketika merebut Kemerdekaan RI. Dua minuman special itu yakni Spirit 45 Ice yang merupakan perpadukan adari lime, nata de coco, minuman soda, pudding jelly strawberry, sirup strawberry, daun mint, dan ice cube. Adapula Independent Smoothies Ice kombinasi antara pudding jelly strawberry, sirup sirsak, simple syrup, vanilla ice cream, strawberry syrup, dan ice cube. Kedua minuman ini semuanya dibanderol Rp 25.000,++/gelas.
“Tepat pada tanggal 17 Agustus, berlokasi di Lobby Syariah Hotel Solo, kami juga akan menyajikan Buffet Kemerdekaan yang menghadirkan 17 Jenis Nasi Goreng, 8 Jenis Masakan Telur, dan 45 Jenis Sate. Buffet Kemerdekaan ini kami buka umum untuk masyarakat. Dengan hanya membayar Rp 60.000,nett, masyarakat dapat menyicipi seluruh hidangan yang tersaji sepuasnya,”pungkas Public Relations Officer Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W.

Keren....! Martabak Merah Putih Mewarnai Semangat HUT RI


SOLO,wartosolo.com-Terinspirasi dari semangat hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus, sebuah gerai martabak yang memiliki nama ‘Martabak Kita’ di Jalan Sido Mukti 47, Cemani, Sukoharjo, kali ini merilis ‘Martabak Merah Putih’ edisi khusus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71. Pemilik gerai Martabak Kita, Ranu Muda (36), menjelaskan maksud pembuatan Martabak Merah Putih tersebut dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan tahun ini.
putih-merah-martabak
Martabak merah putih
 ‘’ Untuk menyemarakkan HUT RI ke 71 kali ini,kami sengaja membuat inovasi baru untuk mewarnai HUT RI ke 71 dengan media Martabak. Dengan inovasi-inovasi yang kami buat, selain menyemarakkan HUT RI 71, juga untuk menarik calon pelanggan di gerai Martabak Kita ‘’, ungkap Ranu Muda.
Apalagi dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 71 kali ini, kata dia, HUT RI ke 71 dapat dijadikan momen tepat untuk menghadirkan inovasi baru di gerai Martabak Kita yang ia rintis sejak dua bulan terakhir, dengan menyajikan edisi khusus Martabak Merah Putih sebagai salah satu untuk menyemarakkan HUT RI ke 71.
martabak-merah-putih
Siap santap

putih-martabak-merah
Menu unggulan
Bahkan, tambah Ranu Muda, warna merah dan putih yang berada di Martabak tersebut adalah sebuah coklat yang dimasak hingga leleh. Ada pula beberapa Martabak dengan hiasan bendera merah putih yang sama dan terbuat dari coklat pula. Untuk harga Martabak Merah Putih edisi khusus HUT RI ke 71, pemilik gerai Martabak tersebut membandrol dengan harga Rp. 30. 000,-.
Selain Martabak merah putih, harga Martabak yang dijual digerainya mulai kisaran harga terendah Rp 2 ribu rupiah. Untuk itu, dengan harga Martabak terendah Rp 2 ribu rupiah, alasan tersebut menjadikan gerai Martabak miliknya diberi nama gerai Martabak Kita, pungkasnya.

Bakso Anti-Mainstream, Bakso Super Sebesar Kepala Manusia

bakso-super-besar
Menggoda lidah



WARTOSOLO.COM-Kesan pertama menyaksikan bakso ini adalah anda bakal eneg sebelum menyantpnya sendirian. Tetapi beda cerita bila anda datang ke sini ramai-ramai, lalu menyerbu santapan khas Indonesia ini. Bsa dipastikan akan nambah satu butir bakso lagi.
Inilah kelebihan bakso super duper besar yang dijual seorang pedagang di Bintario, Tangerng Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, bakso segede kepala manusia dewasa nampang di puntu masuk warung tersebut. 
besar-bakso-super
Bakso segar

Nah, warung baksu berjuluk Gajah Mungkur ini posisinya bisa anda temui di Jalan Bonjol 13 Pondok Karya, Bintaro Sektor III, Tangerang Selatan. Nah bakso anti-mainstream ''Gajah Mungkur'' identik dengan pemiliknya yang tak lain putra asli Wonogiri, Jawa Tengah.
Sedikit bercerita dari usaha bakso yang saat ini buka mulai dari pukul 10.00 hingga pukul 23.00 WIB.
Menurut cerita, dulunya pemiliknya hanya pedagang bakso keliling dari kampung-kampung yakni sekitar tahun 1976. Nah pada 1994, dari hasil kerja keras si pemilik membuka beberapa usaha di kota pinggiran DKI Jakarta ini.





super-bakso-besar
Ukuran jumbo

Selain kelebihannya terlihat dari ukuran bakso, ternyata ada resep rahasia bisa dilihat dari kuah baksonya yang terasa gurih dengan sedikit seledri dan bawang goreng. Kelebihan lain adalah,  bakso jumbo ini rasanya oke banget, gurih namun tekstur daging tetap lembut, ada kenyal ​karena dicampur cacahan tetelan. Harga bakso yang spekatakuler ini antara Rp 6.000 - Rp 20.000. Nah, silahkan mencicipi. 

Ini Dia Foto Makanan dan Minuman Khas Kota Solo Jawa Tengah

-khas-ota-olo-akanan-dan-inuman


SOLOFoto foto wisata kuliner khas Solo. Dawet Telasih pasar Gede adalah salah satu kuliner minuman paling terkenal di Solo dan diburu pelancong. Selain rasanya yang nikmat, cara penyajian dawet telasih juga unik.

minuman -khas-kota-solo-akanan-dan-
Minuman segar

makanan-dan-minuman -khas-kota-solo-
Layani pembeli

makanan-dan-minuman -khas-solo-kota-
Serabi khas Solo

makanan-dan-minuman-kota-khas-solo-
Racik makanan

makanan-solo-dan-minuman-kota-khas-
Serabi Notosuman Solo











 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>