Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label KOMUNITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMUNITAS. Tampilkan semua postingan

Tiga Generasi Dalang Bocah Tampil Pargelaran Wayang Kulit Kadipiro

wayang-bocah.jpg

SOLO,wartosolo.com- Tiga generasi dalang bocah ditampilkan pada pergelaran wayang kulit di Pentas Budaya Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Jebres, Sabtu malam lalu. Pentas budaya yang diinisiasi warga selama tiga hari ditutup dengan tampilnya dalang kondang Ki Purbo Asmoro yang juga warga kelurahan setempat. 
Selain wayang kulit, juga disajikan lomba dolanan tradisional anak-anak serta bazar yang diikuti oleh perwakilan seluruh RW.
''Pentas budaya ini memang memberikan ruang bagi warga untuk mengekspresikan dirinya di bidang budaya khususnya kesenian tradisional. Tampilnya dalang bocah, salah satunya adalah warga Kadipiro sendiri yang baru belajar enam bulan,'' kata panitia Tathak Prihanto.
Gelaran wayang kulit dalang bocah yang kali pertama digelar di Kadipiro, agaknya membuat penasaran warga. Ratusan warga menyaksikan di sekitar panggung yang didirikan di salah satu tanah lapang kampung setempat.
Tiga dalang yang tampil merupakan tiga generasi dalang bocah yang menjadi siswa Mudjiyono, pengelola Padepokan Seni Sarotama, Palur, Karanganyar. Mereka adalah Yusuf Ratda Mulya, SD klas 3 yang mengusung lakon Bima Bungkus. 
Silahkan baca : Donor Darah Dalam Rangka HUT Loji Hotel Solo  
Baca dulu : Diskusi Praktik Kelola Dana Desa Klaten
Disusul generasi di atasnya,  Vicky Wahyu Hermawan, siswa SMP yang menampilkan lakon Nggeguru. Pergelaran itu diakhiri oleh dalang remaja Dicky Cendikia Ismatuka Sriharcasyasmara yang kini duduk di bangku SMA menyajikan lakon Bima Suci.
''Memang ketika dalang itu merupakan siswa kami di Pandepokan Sarotama. Adapun paling muda, Yusuf Ratda Mulya baru belajar mendalang enam bulan dan dua kali tampil,'' kata Mudjiyono yang dikenal membina sejumlah dalang bocah sejak beberapa tahun lalu.
Lakon yang diusung ketiga dalang itu memang satu lakon yaitu Banjaran Bimo. Yusuf mengawali dengan Bima Bungkus yang menceritakan kehebohan sulitnya kelahiran Bima dan membuat para dewa kebingungan. Dilanjutkan oleh Vicky lewat lakon Nggeguru yang menggambarkan perjalanan Bima atau Bratasena yang juga dikenal sebagai Werkudara mencari berguru kepada seorang begawan yaitu Pendita Durna. Pementasan diakhiri lakon Bima Suci yang menceritakan perjalanan Bima menjalankan perintah gurunya Durna untuk mencari susuhing angin dan air perwitasari. Tugas yang semula dimaksudkan Durna untuk menewaskan siswanya itu, akhirnya menjadi keberhasilan Bima menemukan nilai-nilai kehidupan manusia sejati dan sejatinya manusia. (Sri Wahjoedi)
Simak juga : Syariah Hotel Solo Gelar Haul Ibu Tien Soeharto Ke-23

KRI Gunakan Kapal Cepat Kirim Bantuan ke Lombok


bantuan-logistik-kri1


LOMBOK,wartsolo.com- Relawan Komunitas Independen (KRI) mulai menggunakan jalur laut untuk mendistribusi bantuan logistik kepada korban bencana gempa Lombok. Sebuah kapal cepat disiapkan untuk pula balik dari Bali timur ke Lombok untuk mempercepat proses distribusi ini. Cara ini diambil dengan alasan distribusi kebutuhan pokok akan lebih efektif dan efisien tiba ke kamp pengungsian. 
Sesepuh KRI Pusat Oenteng L kepada Suara Merdeka di Boyolali kemarin mengutarakan, kapal cepat ini khusus disediakan relawan yang berada di Bali.
"Kami optimalkan aset relawan di daerah. Alhamdulillah kapal cepat (speed boat) sudah tersedia dan saat ini sedang melakukan misi distriusi logistik melalui selat Lombok," tuturnya. 

Dikatakan, seama hampir sebulan KRI menerjunkan anggotanya di beberapa titik lokasi pengungsian gempa Lombok. Di sana relawan memberikan bantuan medis, rescue, trauma healing juga droping logistik serta fasilitas umum. 
"Hari ini (kemarin) droping bantuan via laut menggunakan speedboat untuk akses yang kesulitan via jalur darat."
Arief, salah satu korlap misi kemanusiaan KRI di Lombok mengatakan, kebutuhan air bersih, berikut tandon air amat dibutuhkan pengungsi. Ia dan sejumlah relawan naik turun gunung untuk membawa air. 
"Kebutuhan air sangat mendesak di sini. Kami sudah mengontak pusat (KRI pusat) dan dinas terkait agar segera membangun instalasi air di lokasi pengungsian," imbuhnya.

bantuan-logistik-kri2

Silahkan simak : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

Komunitas HORE Bantu Korban Gempa Lombok

bantu-gempa-lombok.jpg


SOLO,wartosolo.com - Prihatin terhadap bencana alam di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, komunitas HORE melakukan penggalangan dana. Selama 5 hari pengumpulan, didapatkan bantuan berupa uang sebesar Rp 3.000.000.

Komunitas yang beranggotakan humas atau public relation hotel, mall, radio, rumah sakit dan sejumlah media ini kemudian menyerahkan hasil donasi ke Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo. Donasi diserahkan oleh perwakilan komunitas HORE, Ira Oktarini dari Solo Paragon Hotel & Residences, Dinar Widi dari Solo Radio dan Arie Sunaryo dari Kapanlagi Youniverse di kantor PMI, Senin (27/8).

"Kami dari komunitas HORE ada 78 anggota di Solo Raya, prihatin dengan kondisi bencana yang terjadi di Lombok. Gempa yang bertubi-tubi ini membuat masyarakat disana menderita. Kita harus berempati, semoga bantuan kami bermanfaat," ujar Arie Sunaryo, juru bicara komunitas HORE. 
Simak juga : Perlengkapan dan Makanan Bayi Dibutuhkan Pengungsi Gempa Lombok
Sumartono Hadinoto, Sekretaris PMI Solo mengapresiasi penggalangan dana yang dilakukan oleh komunitas HORE atau kelompok masyarakat lainnya. Kepercayaan yang diberikan tersebut akan disampaikan kepada masyarakat korban gempa di Lombok. Pihaknya masih membuka kesempatan untuk masyarakat yang akan memberikan bantuan hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

"Jadi hampir setiap minggu ada yang beberapa ke PMI, termasuk yang dari luar kota juga ada. Kemarin itu ada dua komunitas dari Jakarta yang juga menyumbang," katanya. 

Sumartono menyampaikan, saat ini bantuan dari PMI Solo difokuskan untuk penyediaan sayur atau lauk untuk sekitar 6.300 pengungsi. Dalam sehari, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 3.000.000 untuk mengkaver kebutuhan memasak di dapur umum. Sedangkan untuk beras, masih tercukupi oleh bantuan yang didistribusikan pemerintah maupun PMI Pusat melalui PMI Lombok. 

"Untuk kebutuhan kesehatan penanganannya sudah diambil alih Puskesmas setempat. Jadi untuk dokter dan dokter ahli sudah kita tarik. Kita masih mengawasi untuk psikologikal spot, pendidikan, distribusi air. Karena ini sedang proses, mudah-mudahan minggu ini airnya sudah selesai. Berarti kita sudah tidak perlu distribusi air tetapi ke yang lain tempat. Yakni ke desa binaan Gumantar yang sejak gempa hingga saat ini tidak ada aliran air dan listrik," terangnya. 

Sumartono menambahkan PMI Solo berkomitmen untuk tetap mengawal korban gempa di Lombok hingga kondisi dinyatakan normal. Ia berharap pemerintah segera memenuhi kebutuhan para korban, khususnya untuk tempat tinggal tetap, MCK (mandi, cucu, kakus) dan lainnya. Jika tidak ada yang perlu dikerjakan lagi, pihaknya akan menarik seluruh relawan.
Baca juga : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

Bid Sosmas KAMMI Sapa Lapisan Bawah Lewat Kurban KAMMI

kurban-kami2



BOYOLALI,wartosolo.com - Bidang Sosmas Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Bid Sosmas KAMMI) memanfatkan momentum Idul Adha 2018 untuk mendekatkan diri dengan masyarakat lapisan bawah. Agenda yang digelar adalah memotong hewan kurban, dimasak dan dinikmati bersama. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kalisari RT 04/RW 02 Kecamatan Banyudono, digelar pada Jumat (24/8) akhir pekan lalu. Sebanyak empat ekor kambing disembelih dan dibagikan rata kepada 33 kepala keluarga. 
Staf Bidang Sosmas KAMMI Nurul Hidayah kepada Suara Merdeka mengungkapkan, kegiatan ini adalah kali kedua digelar ditempat yang sama. 
"Kurban KAMMI menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun saat momen Idul Adha.
 "Ini merupakan kali kedua KAMMI mengadakan di desa kalisari RT 04," katanya, kemarin. 
Kedatangan organisasi mahasiswa di desa itu memang dinanti warga. Mereka yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah mengaku senang dengan kegiatan tersebut.
Silahkan simak : 2018, Capaian Terbaik Panahan Tradisional
 Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih dekat kepada masyarakat. Apalagi serangkaian agendanya cukup seru yakni meliputi penyembelihan, pembagian hewan kurban dan memasak menu gulai bersama warga.

kurban-kammi1

 Kegiatan pun berakhir pada pukul 16.30 dan ditutup dengan foto bersama anak-anak desa setempat.
 "Sebagai mahasiswa yang perlu untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui program kerja organisasi yang bermanfaat salah satunya dengan KAMMI mengadakan kurban ini" pungkas Nurul Hidayah. 
Ketua RT 04 Desa Kalisari Sri Wahyuni mengatakan, kedatangan mahasiswa ke wilayahnya memberikan hiburan bagi masyarakat.
"Kami (warga) sangat senang dengan kedatangan KAMMI untuk membagikan hewan kurban. Semoga berkah dan bermanfaat" ujarnya
Baca pula : Dibantu Alsintan, Gapoktan Diminta Tingkatkan Produktivitas Pangan

ISSO Solo : Sumbangkan Vespa Selamatkan Terumbu Karang


wartosolo.com-Satu aksi sosial komunitas ini bisa dikatakan T.O.P !!!  Betapa tidak, aksi dengan menyumbangkan koleksi pribadi kendaraan roda dua vespa untuk dikuburkan di laut dilakoni pegiat komunitas tersebut. Angan-angan dari komunitas penggemar vespa ini sederhana saja, yakni mengembalikan kekayaan alam berupa terumbu karang di salah satu lautan di Indonesia. 
karang-ISSO-Selamatkan-Terumbu-
Paketkan  body vespa

Komunitas bernama Ikatan Scooter Solo (ISSO) Jawa Tengah di bawah koordinasi Totok ''Vespa'' mengatakan, kegiatan penanaman scooter buatan Italia itu dijadikan momentum Scoorist (sebutan penggemar vespa) peduli Alam lingkungan.   
"InsyaAllah besok Senin berangkat touring ke lombok, Gili air, Gili Meno, dan Gili Trawangan menghadiri penanaman body Vespa utk terumbu karang di sana," kata Totok, Jumat 17 Maret 2017.  
 Totok sendiri berencana berangkat ke pulau wisata Lombok pada Senin 20 Maret 2017 pukul 09.00. Ia berganung dengan rombongan besar komunitas Jakarta dan sejumlah staf kementrian. Rombongan ini sendiri berencana ngegas dengan membawa Vespa dan dijadwalkan sampai di Kota Solo pada, Minggu 19 Maret.
"Dari Solo yang sudah fix berangkat naik enam vespa klasik enam orang." 
Terumbu-karang-ISSO-Selamatkan-
Pereteli body vespa
Dalam kegiatan sosial ISSO ini, masing-masing komunitas di Indonesia akan menyumbangkan vespanya. Total jumlah vespa yang sudah terkumpul mencapai 45 body vespa, sumbangan dari clu di Indonesia, satu di antaranya dari Solo. Khusus Solo sendiri, satu body vespa sudah dikemasi dan sudah dikirim ke lokasi penanaman di Gili Trawangan. 

Kegiatan konservasi alam ini juga bakal dimeriahkan klub-klub dari negera tetangga seperti Malaysia dan Australia. Mereka juga dijadwalkan berkumpul di Gili Trawangan menyaksikan acara penanaman vespa ini.
Terkait kegiatan ISSO di Solo seluruhnya bisa dilihat di fanpage https://www.facebook.com/ikatanscootersolo/. 
Kegiatan bulanan yang sudah terkonsep dan sudah dilaksanakan antara lain, penanaman vespa, Bikers Touring Religi, Bikers Ziarah Wali Songo. "
Untuk bulan depa ada agenda Anniversary aja ke Malang April," pungkas Totok. (*)
ISSO-Selamatkan-Terumbu-karang
Koleksi vespa ISSO Solo

Sejak Bertahun-tahun TK di Boyolali ini Numpang Listrik Rumah Warga

BOYOLALI,wartosolo.com- Hanya gara-gara tak memiliki biaya untuk memasang listrik PLN, TK di Dukuh Ngepreh RT 02 RW 04 Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jateng memilih numpang aliran listrik di rumah warga. Hal itu dilaporkan orang tua siswa mengingat sudah bertahun-tahun TK ini belum mampu memasang listrik sendiri. Beruntung ada warga yang berbaik hati mengalirkan listrik ke TK. Agar pada malam hari dan aktivitas belajar mengajar masih ada penerangan. Orang tua siswa yang mengaku bernama Lanang U, mengatakan, TK Pertiwi 2 adalah TK mandiri yang dikelola warga sekitar dengan guru yang seadanya. Meski TK kecil, jumlah siswanya cukup banyak sekitar 60-an.  
"Jumlah siswanya banyak, tapi ya itu, TK nya tak mampu pasang listrik sendiri," katanya.
pemasangan genting TK Pertiwi 2 Dibal, Ngemplak, Boyolali
Pasang genting

Ia mengaku prihatin dengan kondisi TK. Terlebih saat musim penghujan beberapa hari ini, angin puting beliun merusak beberapa bagian sekolah. Sehingga ada genting yang berterbangan atau usuk atap yang patah. Di lain itu Lanang mengaku ikut prihatin TK tempat anaknya belajar masih belum pasang listrik sendiri. 
"Saya sempat tidak percaya tempat anak saya belajar tak ada listrik. Setelah saya tanyakan langsung ke pengelola TK ternyata benar. Listriknya minta dari warga," katanya.
Warga Dibal itu mengakui memang pihak sekolah tak memiliki uang untuk memasang jaringan listrik. Pasalnya memasang listrik baru biayanya bisa Rp 1,5 jutaan. Bagaimana pun juga pihak TK juga tidak mau membebani orang tua siswa yang menitipkan anaknya ke TK. Karena orang tua siswa rata-rata perekonomianya rendah.
"Kata pihak TK untuk sementara, TK meminta listrik dari warga dan ikut membayar tagihan," katanya. 
Ia dan sejumlah orang tua wali murid juga sudah berupaya menemui sejumlah donatur sudah agar mau membantu membiayai pemasangan listrik. Namun sampai sekarang pemasangan listrik belum juga terealisasi. 
Kepala TK Pertiwi 2, Lestini Spd mengakui, aliran listrik TK-nya masih mengandalkan bantuan warga. Tiap ada setiap kerusakan bangunan dan fasilitas TK, ada saja warga yang membantu.(*)


Jika artikel ini bermanfaat : 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)
Jadikan anda yang pertama berkomentar

Akuarium Berasap, Inovasi Anyar Bagi Pecinta Aquascape


SOLO,wartosolo.com- Nah bagi anda para pecinta aquascape kali ini ada lagi dekorasi unik untuk hiasan akuarium. Yakni mesin uap didalam akuarium. Mesin ini berfungsi mengeluarkan kepulan asap putih diatas akuarium, sehingga tampilan akuarium tampak seperti layaknya berada didaerah pegunungan. Asyik bukan ???
Akuarium-Aquascape-berasap
Aquascape terbaru
Nah penasaran bagaiman keunikan akuarium berasap ini. Inilah akuarium berasap yang menjadi dekorasi unik dan juga terbaru untuk aquascape. Tampilan akuarium menjadi sangat indah dengan adanya kepulan asap yang muncul diatas air /dan mengelilingi bebatuan serta tanaman hijau yang ada diatas air.
Mesin uap yang ditempatkan di dalam akuarium ini bekerja dengan cara menyedot air dari bawah. Kemudian membuat air tersebut menjadi asap yang keluar dari atas air, sehingga tampilan akuarium menjadi seperti layaknya didaerah pegunungan dengan dikelilingi embun.
Dekorasi aquascape berasap ini baru akhir-akhir ini dibuat oleh seorang penjual ikan hias dipasar ikan hias Depok, Banjarsari, Solo. Mesin tersebut bernama mistmaker yang berfungsi mengubah air menjadi uap.
-berasap-Akuarium-Aquascape
Temuan baru
Tampilan ini juga menarikan perhatian beberapa masyarakat pasalnya tampilan tersebut dianggap sangat unik dan belum pernah dijumpai. Akuarium tersebut bisa menjadi menarik /karena semua dekorasi dapat tertata dengan baik sehingga tanaman, bebatuan dan asap menjadi warna penyejuk mata saat melihatnya, ditambah lagi dengan jenis ikan yang suka bergerombol seperti guppy dan neon.
Salah seorang penjual ikan hias, Nanisa mengatakan, sejauh ini peminat aquascape terus bertambah yang sebelumnya hanya dari kalangan anak muda /kini sudah merambah hingga ke-orang tua. Hal ini dikarenakan aquascape sangat asyik untuk dijadikan sebagai hobi baru atau pengisi waktu kosong.
Keunikan dalam membuat aquascape adalah kesabaran, dengan kesabaran ini tampilan aquascape akan menjadi lebih indah. Apabila tidak sabar tentunya dekorasi dan inofasi tak akan bisa berkembang untuk menata tanaman aquascape.

Nanisa juga menambahkan, saat ini sudah ada banyak jenis tanaman dan ikan baru, namun masyarakat masih banyak yang mencari tanaman dan ikan produk lama, yakni ikan neon dan guppy. Adapun tanaman yang paling banyak dicari jenis anubias dan java mos, dua jenis tanaman ini banyak dicari lantaran sangat mudah perawatannya sehingga masyarakat yang masih ingin mencoba-coba membuat auqasacpe banyak yang mencarinya.
Untuk ikan neon dan guppy peminatnya juga masih banyak lantaran jenis ikan ini memiliki warna yang mencolok /dan suka bergerombol. Untuk harga juga tak ada perubahan /neon tetra masih dijual dengan harga lama yakni kisaran dua ribu rupiah hingga lima ribu rupiah perekor tergantung jenis dan ukuran, dan ikan guppy kisaran lima ribu rupiah, hingga lima puluh ribu rupiah, itu juga tergantung dari jenis dan dan warna yang ada diekor ikan. (*)
Akuarium-berasap-Aquascape
Aquarium semakin indah

Sekolah di Sragen Ini Gratiskan Biaya Seluruh Siswa





SOLO,wartosolo.com-Sekolahan ini terletak di Jalan Raya Sukowati, Sragen Timur, Nglorog, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Tak ada banguna yang mencolok dari sekolah ini karena memang bukan pendidikan formal. Tempat pendidikan ini diberi nama, Rumah Sekolah Rakyat "Global Citra". 
Rumah-RakyatSekolah-
Sekolah rakyat

Namun, sekolahan ini ternyata gratis, bagi siswa yang kurang mampu. Warga Sragen yang tak mampu bayar kursus di tempat kursus umum, disediakan kursus gratis. Seperti kursus Bahas Inggris dan lain-lain untuk anak yang setara duduk di bangu SD dan SMP.
umah-Sekolah-Rakyat
Aktivitas belajar
Menurut salah satu warga, Agus sekolah ini juga memberikan materi pembelajaran di luar sekolah. "Pokoknya serba gratis."
Rakyat-Rumah-Sekolah
Kunjungi bonbin
Pengelola yayasan Tri Harono menuturkan, bagi masyarakat yang ingin menyisihkan hartanya untuk menunjang kegiatan pendidikan, pihaknya akan membuka dengan tangan terbuka.
"Yang mau bersodakoh amal jariyyah siapa saja boleh, pintu masih terbuka lebaaarrr,"
Kegiatan terakhir para siswa di Sekolah Rakyat Global Citra diarak piknik ke kebon binatang.Mereka diajak koleksi satwa dan bermain-main sesua hati.
 Pendidikan luar sekolah ini amat penting untuk mengenalkan siswa dengan lingkungan sekitar dan makhluk hidup lainya. Dengan memberikan bekal pendidikan dan pengetahuan ini, siswa yang berasal dari sekolah tidak mampu bisa mengenyam pendidikan layaknya anak-anak setara mereka (*)

Mantan Jenderal Kopassus Pimpin Hizbul Wathan

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>