Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Noor Setia Berdayakan Kaum Disabilitias

ahzarul-noor

SYARAT mutlak menjalankan tugas sebagai Community Development Officer (CDO) atau personil pengembangan masyarakat adalah memiliki mental sekeras baja. Selain itu, karakter kerja keras, pantang menyerah, dan kreatif juga harus dimiliki staf COD baik pria maupun wanita. 
Saat di lapangan bekal-bekal ini akan bermanfaat bagi staf COD. Sebab, mereka berhadapan langsung dengan beraneka ragam tipe masyarakat di antaranya kaum marjinal, penyandang disabilitas, dan tentunya kalangan menengah ke bawah. 
Salah satu staf COD Noor Azharul Fuad mengungkapkan hal demikian kepada Suara Merdeka belum lama. Semenjak menggawangi CDO di PT Pertamina Terimal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Teras, Boyolali, langsung mengampu program pemberdayaan di sejumlah desa di ring 1 TBBM Boyolali. Noor panggilan akrabnya pun mendapatkan tantangan yang tak ringan. 
"Tugas di lapangan sungguh unik dan menantang. Kami ditugasi untuk memberdayakan orang, masyarakat dan desa agar mengembangkan potensi dan produktif. Nah, sebelum terjun ke lapangan pengetahuan dan mental ini  harus," katanya kepada Suara Merdeka.  
Seperti upaya timnya dalam program pemberdayaan warga berkebutuhan khusus atau difabel (Program Difablepreneur)di Desa Tawangsari, Teras. 
Simaklah : Intan Dituntut Multi Talenta 
Bacalah : Sambut Tahun Baru Islam, Danramil 03/Serengan Dampingi Beltrand Antolin Serahkan Bantuan Al Qur'an
Singkat cerita, Noor dan teman-temannya harus mencarikan lokasi anyar sebagai pusat penggemblengan kaum disabilitas. Ia juga mengumpulkan kaum berkebutuhan khusus ini dan mengajarinya untuk bisa membatik.
"Sejak Maret 2018, kami mengenalkan dan melatih teman-teman difabel belajar membatik. Baru Agustus atau lima bulan kemudian, teman-teman bisa menghasilkan karya mumpuni," ungkapnya. 
Dara asli Yogyakarta ini terkesan dengan kemampuan kaum disabilitas. Skil mereka ternyata tidak kalah dengan orang yang fisiknya normal. Buktinya, pada 17 Agustus lalu, kaum disabilitas yang tergabung dalam Kelompok Sriekandi Patra merilis motif batik terbarunya.  
Catatan tersendiri yang dikenang Noor saat mendampingi kaum difabel butuh kesabaran dan kesetiaan ekstra. Mereka hanya butuh disemangati dan didukung penuh, tidak ada yang lain. 
Kunjungilah : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

Intan Dituntut Multi Talenta




TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diberikan Tuhan itu cacat atau dimakan usia, maka panggung hiburan akan pergi dengan sendirinya, termasuk para penggemar. Beda bila seniman yang terjun di dunia entertaimen ini bersikap profesional membekali diri dengan segudang keahlian. Maka skill itulah yang bakal menolong saat selebritis tersebut saat tersudut di ruang sempit.
Filosofi semacam ini terus dipegang sosok yang bernama lengkap Intan Winda Kurnia Wardani. Selagi masih muda, lajang mahasiswa Seni Tari semester 6 ISI Surakarta terus menempa kemampuan, baik itu menari, bermusik, bahkan menjadi model. Di sela-selanya menimba ilmu, gadis yang akrab dipanggil Intan ini terus berlatih mengasah kemampuan.
Putri pasangan Darmin-Sri Winarti tak segan-segan ngangsu kaweruh langsung kepada senior atau seniman di Kota Bengawan. 
Silahkan baca : Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai
Di tempatnya berorganisasi yakni di -Seniman Remaja Sriwedari dan Ketoprak Srawung Museum Radya Pustaka Surakarta menjadi tempatnya berguru.
"Sehari bisa 4-5 jam berlatih menari atau tarik suara. Saya juga berguru kepada senior. Saya yakin bila mampu memaksimalkan dua kemampuan ini kelak bisa menjadi mata pencaharian," tuturnya.
Dara kelahiran Solo, 26 juli 1995 ini menuturkan, berbagi waktu antara kuliah, berlatih dan manggung bukanlah hal sederhana. Ia harus pandai-pandai membagi waktu agar jadwal berjalan mulus. Namun, ketika badan tak mampu bertahan, dan jatuh sakit datang, Ia pun bertekuk lutut dan beristirahat penuh di atas ranjang. "Seluruh jadwal berlatih, orderan menyanyi atau menari harus di-cancel, mau apa lagi kalau sakit," bebernya. 
intan-winda2

Sosok asli Semarang tapi dibesarkan di Solo mengaku sering diminta EO untuk manggung. Semacam menjadi penari pembukaan Bank BI Cabang Surakarta, atau menari dipembukaan ASEAN Para Games, serta menjadi maskot Solo Polah di karnaval pembangunan. "Semua itu dilakukan untuk menimba pengalaman, mengasah mental dan menambah jam terbang." 
Sosok yang pernah menjadi toko asesori terkenal di Solo ini mengungkapkan, menguri-uri budaya Jawa adalah cita-citanya sekaligus melanjutkan impian kedua orang tua yang juga bergelut di bidang sama. Namun ternyata cita-citanya sederhana saja yakni menjadi PNS. "Ya jadi abdi negara dan juga menjalankan profes seniman. Doakan, semoga terkabulkan," ucapnya terkekeh. (*/)
Simak pula : Karya Bermotif Abstrak Titi Setiawati Digandrungi Tua-Muda

Karya Bermotif Abstrak Titi Setiawati Digandrungi Tua-Muda

batik-abstrak-titi1


*Bidik Pasar Mancanegara 

YOGYAKARTA - Produk asesoris dan sandang berbahan dasar tenun mulai digandrungi berbagai lapisan. Kawula muda, remaja, wanita karier dan ibu rumah tangga menyukai produk ini. Belakangan ini karya tenun, Paris Dolby Prima, dan Primisima bermotif yang paling diminati. 
Salah satu perajin ternama di Kota Yogyakarta yang ulet dan tekun memasarkan tenun bermotif ini adalah Titi Setiawati SH.  Di tangannya bahan tenun ini disulap menjadi tas, selendang, shal, topi, baju atau rompi. Nilai ekonomi-nya pun terbilang tinggi dan tentunya cocok dipakai di berbagai acara.
Titi yang tak lain owners Tarista Jaya Mandiri, memang tenar dengan produksi tenun bermotif  abstrak. Di home industri di pinggir Kota Gudeng berbagai varian kain sudah dihasilkannya. Tak hanya memajang produknya di Tarista Jaya Mandiri. Titi juga memasarkan kerajinan tangannya itu di Toko KaMU, Galeria Mall lantai satu Yogyakarta, galeri UMKM Mantrijeron Craft Jalan Pandjaitan 17 Kota Yogyakarta .
batik-abstrak-titi3

Tapi tahukan anda ? 
Bagaimana Titi mulai merintis usaha rumahan ini ?
Kepada wartosolo.com Titi membeberkan, ide kreatif mengolah kain tenun menjadi barang bernilai ini bermula dari iseng atau coba-coba. 
Kala itu ia ikut pelatihan di LPK Arimbi Kota Yogyakarta. Di sana ia diajari keahlian membuat dan mewarnai tenun. Ia juga dilatih mendesain sekaligus membuat aneka sandang/asesoris ini.
Setelah sekian lama mempelajari jenis-jenis tenun, belajar digembleng di LPK itu, Titi resmi mendapatkan sertifikat.

Simak juga : Ultah ke-73 RI, Pemanah Tanah Air Berjaya di Hungaria 

Dibawa ke Moscow 

 Titi lalu memulai melakukan eksperimen-eksperimen sendiri. Setelah yakin 100 persen dengan uji coba dan memproduksi sendiri katun bermotif abstraknya. Titi lalu menawarkan ke kolega satu demi satu. Hingga suatu ketika produknya ini di bawa salah satu temannya ke Negeri Beruang Merah untuk dijual.
"Ternyata kain abstrak saya di bawa rekan ke Moscow (Ibukota Rusia), dan laku. Satu selendang (katun ermotif abstrak) di Moscow seharga 9.000 berel kalau dirupiahkan sekitar Rp 1 juta, dari pengalaman itu saya jadi semangat dan terus produksi sampai sekarang ini," kenangnya. 
batik-abstrak-titi2
Mulai saat itulah, Titi serius dan fokus menerjuni bisnis ini. Produksinya terus meningkat. Pasar dan pelanggan juga terus bertambah. 
Apalagi Pemkot Kota Yogyakarta melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi telah mengkurasi Titi bersama tujuh perajin lainnya. Fasilitasi itu berupa toko yang belakangan diberi nama Toko KaMU. Lokasinya di Galeria Mall lantai satu, salah satu mal terbesar di Yogyakarta tepatnya. 
Antusiasme teman dan kolega mulai berlipat-lipat untuk menjajal karyanya. Seiring bertambahnya pesanan, produksi pun ditambah. Ia pun mulai memberdayakan masyarakat di tempat tinggalnya. 
Baca juga : Siswa Kelas X SMAN 2 Boyolali Digembleng Motivasi Wirausahawan
Menjanjikan 

Titi mengungkapkan pada saat pasar ramai, keuntungan bersih dari berdagang mencapai  puluhan juta rupiah/bulan. Bila pasar sedang lesu pendapatan paling jelek belasan juta rupiah. Prospek pasar katun bermotif abstrak ini cukup menjanjikan. Harganya yang terjangkau, kualitas produknya yang mumpuni, dan tak ketinggalan zaman menjadi alasanya. 
Saat ini Titi mampu memenuhi pasar tenun baik dalam dan luar kota provinsi. "Khusus pasar luar negeri baru mulai," katanya.
batik-abstrak-titi6

Menurutnya, kelebihan dari produksinya adalah motif tdk bisa ditiru dan diulang. "Kalau pelangan pesan warna tinggal meminta dominan warna apa yang diinginkan."
Bila anda ingin mengetahui lebih pasti karya tenun bermotif produksi Titi bisa datang ke galeri UMKM Mantrijeron Craft Jalan Pandjaitan 17 Kota Yogyakarta atau Tarista Jaya Mandiri Art Gallery Yogyakarta di 082138679399, email : tarista2011@gmail.com. (*/)
batik-abstrak-titi7



batik-abstrak-titi11
Kunungi juga : Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai

Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai


PASAR kerajinan tangan macrame tak hanya digandrungi konsumen dari dalam negeri saja. Hasil seni kerajinan tangan yang memanfaatkan tali dan benang untuk menciptakan aneka ragam cinderamata dan produk ini juga diminati warga mancanegara. Seperti hasil karya macrame milik Lukitri Ernarayani ini. Luki mengaku, pelanggan setia macramenya juga dari Dubai. Lewat kerja sama dengan pemilik galeri di Kota Gudeng, macramenya sudah terbang ke Uni Emirat Arab.    
"Saat ini saya bekerja sama dengan salah satu gallery kerajinan di Yogyakara. Alhamdulillah salah satu hasil karya sudah terbang ke Dubai," urainya. 
Lukitri-Ernarayani

Di Tanah Air, hasil sulaman sosok kelahiran Surakarta, 13 Juli 1969 ini sudah menghiasi rak galeri kota-kota di Pulau Dewata. Besar kemungkinan sulaman itu sudah berpindah tempat menjadi hiasan rumah atau cinderamata para turis.    
 Kontrak tenaga

Nah, di antara kreasi kerajinan macrame yang diminati adalah tas, dompet, vas bunga, hiasan dinding, kap lampu, rak, dan rono bahkan kursi
. Lewat kerajinan ini dia dapat berkreasi sesuai ide kreatif karena dari teknik macrame kita bisa membuat berbagai kerajinan. 
Baca :  
Luki yang saat ini berdomisili Mojolegi RT 2/2 Mojolegi Teras Boyolali
 ini memanfaatkan waktu luang yang dimiliki untuk aktivitas yang lebih positif. Apalagi diusianya sekarang ini, ibu tiga anak ini tinggal mengisi masa pensiun karena tiga anaknya sudah besar dan mentas, sementara suaminya bekerja di luar kota. 
"Jadi saya mengisi waktu luang dengan membuat kerajinan macrame ini. Kebetulan juga ada komunitas macrame dan anggotanya rajin berkumpul dan membuat kreasi terbaru."
Luki optimistis bila kesibukan ini ditekuni dan digarap profesional hasilnya tidak akan mengecewakan. Apalagi pekerjaan ini hanya membutuhkan ketekunan, ulet, bersabar dan rajin berimprovisasi. Pasalnya, sejak menekuni hobi yang menjadi ladang penghasilan sejak duduk di bangku kuliah sampai sekarang ada perusahaan yang melirik produk kerajinan ini. 
Meski diserbu pesanan dari mana-mana, Luki mengaku tidak egois. Ia dibantu komunitas di kampungnya berbagi untuk melayani permintaan kerajinan asal Eropa ini dari pabrik dalam jumlah besar. Ia juga memberdayakan tetangga sekitar untuk membantu produksi. "Bila permintaan banyak harus menambah tenaga dengan tenaga kontrak," katanya. (suaramerdeka)

Evie Pilih Bantu Suami Lewat Bisnis Makanan Beku


KARANGANYAR,wartosolo.com - Evie Achmadi memulai bisnisnya karena kegemarannya mengotak-atik resep, serta keinginannya untuk menghidangkan makanan sehat bagi keluarga tercinta.
Karena hobinya itu, sang suami lantas mendorongnya untuk mencoba menjual produknya tersebut. Beberapa teman pun juga memotivasinya dan menjadi pelanggan pertamanya dan kemudian terus bertambah jumlahnya. Hal itu membuatnya semakin yakin untuk menjadikan frozen food ini sebagai bisnis sampingannya.
makanan-beku-vidigrozenfood

Akhirnya, dengan modal kurang dari Rp 1.000.000 untuk membeli bahan baku, ibu dua anak tersebut pun memulai bisnis makan bekunya. Di rumahnya, Evie pun memproduksi beberapa jenis frozen food, yakni nuget, chicken egg roll, somai ayam/udang dan tahu bakso udang.
“Saya melihat produk home made lebih disukai masyarakat,” katanya.
Dia melihat masih ada peluang pasar yang masih terbuka untuk produk buatannya tersebut. Apalagi, produk usaha rumahan juga sekarang sedang naik daun karena dinilai lebih terjamin kebersihan dan kandungan gizinya.


vidigrozenfood-makanan-beku

Jaga kualitas produksi

Saat pertama kali meluncurkan produknya, respons yang diterima dari konsumennya lumayan baik.  “Marginnya memang masih kecil, dan itu sebagai salah satu strategi saya untuk membuka pasar. Yang penting konsumen kenal dulu dengan merek dan produk ini, supaya ke depannya lebih mudah pengembangannya,” katanya.
Saat ini, Evie masih membatasi jumlah produksi makanan bekunya  dengan jangkauan daerah Solo dan sekitarnya. Selain karena masih terbatasnya kapasitas produksi, Evie juga ingin memastikan kualitas produknya tetap terjaga. Seluruh produksi masih dilakukannya dalam skala kecil dengan dibantu tiga karyawannya. Dia sengaja melakukan hal itu lantaran menginginkan semua produknya harus fresh di tangan konsumen yang memesannya. 
Selain itu, dia juga gencar mempromosikan produknya melalui akun instagram https://www.instagram.com/vidifrozenfood/ hingga promosi langsung kepada teman dan jaringan kenalannya melalui whatssap di 081329495494.
Dia optimistis bisnis yang dijalankannya tersebut masih memiliki peluang yang cukup besar, di tengah masyarakat yang semakin sibuk dan menginginkan segala hal yang praktis tetapi tetap sehat.

beku-vidigrozenfood-makanan

Reni Widyawati, Wakil Rakyat yang Juga Ahli Bikin Roti


SOLO,wartosolo.com- Nama lengkapnya Reni Widyawati. Selain sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Surakarta. Sosok yang satu ini ternyata memiliki bakat terpendam di bidang kuliner. Salah satu produk yan kini digarap dan ditekuninya adalah membuat roti. 
Ya, di tanganya paduan gandum, gula dan bahan-bahan lainnya dibuat makanan ringan yang sehat, higienis, mengenyangkan, dan tentunya murah meriah. 
Reni, begitu sapaannya sudah sejak setahun lalu menggeluti usaha rumahan membuat roti.  
cans roti.jpg
Proses pembuatan roti

Usahanya yang dijalankan di kawasan Jajar RT 1 RW 7, Solo itu tergolong sukses. Karena tak membutuhkan waktu lama. Usaha bakery yang mengambil nama Cans roti atau artinya cantik-cantik ini berkembang. 
"Soalnya ini usaha keluarga, Aku yang menjalankannya," katanya singkat.
Reni yang dikenal vokal di rumah wakil rakyat, tapi lembut saat didapur ini mengaku backgroundnya bersekolah di perhotelanlah yang mendorongnya untuk membuka usah sendiri. Pasalnya ditempatnya belajar itu tidak lepas dari ilmu masak memasak
"Ha..ha...ha..baru setahun ini Pas bulan mei besok," ucapnya sambil terkekeh.
Usah rotinya ini maju pesat. Pesanan dari sesama kolega anggota dewan, atau lembaga, perorangan datang mengalir. Sehingga, dirinya juga all out mengerjakan bisnis tersebut.

Sarana hiburan

Wakil rakyat dari Partai Demokrat yang sudah tiga kali duduk di DPRD ini mengaku, kesibukan membuat roti di rumah jelas menjadi hiburan tersendiri. Di sela-sela pekerjaan sebagai legislator yang full baik di daerah maupun di pusat kota. Hobi sekaligus pekerjaan sampingan ini jelas menjadi hiburan. 
roti cans.jpg
Produk jadi siap pasar Cans Roti

"Bikin roti bisa membuat rileks. Maklum menjadi wakil rakyat terkadang tak kenal waktu dan sering ke luar daerah. Tapi Alhamdulillah berjalan lancar sampai hari ini," tuturnya. 
Menurut ibu rumah tangga ini, pada awal membuka usaha roti tantangan terberat adalah saat proses produksi. Seluruh peralatan membuat roti mulai dari oven, mixer, lampu semua mengandalkan listrik PLN. Pas kebetulan orderan banyak, proses produksi jalan, tiba-tiba listrik padam. "Hoo kalo mati listrik cetar rasanya," ungkapnya. 
Namun itu semua merupakan riak-riak kecil dalam berusaha. Semenjak merekrut tiga  pegawai dan membuat cadangan listrik dari genset. Gangguan-gangguan bisa terselesaikan sedikit demi sedikit. Ingin tahu selengkapnya usaha roti Mbak Reni lihat saja fanpagenya di alamat https://www.facebook.com/cans.roti. 

Begini Cara Warga Binaan Rutan Solo Dibekali Ketrampilan

penghuni rutan masak .jpg

SOLO,wartosolo.com - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IAKota Solo bekerja sama dengan Himpunan Ikaboga Solo memberikan pembekalan kepada warga binaan perempuan di rumah tahanan setempat. Pembekalan yang diberikan supaya mereka tidak melakukan kejahatan dan dapat mencari nafkah sendiri ketika bebas dari masa tahanan.

Seperti inilah kegiatan memasak yang berlangsung di kompleks Rutan Kelas IA Solo. Puluhan warga binaan perempuan nampak begitu serius saat mengikuti kegiatan memasak yang dilaksanakan secarak kerjasama antara 
Ikaboga dengan rutan.


Para warga binaan perempuan tersebut dibekali ketrampilan memasak yakni untuk mengasah ketrampilan mereka. Agar mereka bisa memanfaatkannya untuk mencari nafkah ketika bebas dari masa tahanan.
"Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Rutan Kelas IA Solo untuk memberikan pembekalan kepada warga binaan agar mereka dapat mandiri saat sudah di luar," terang kepala Seksi Pelayanan Rutan Kelas IA Solo Solichin.
masak penghuni rutan.jpg
Ia mengungkapkan, bahwa sejumlah ketrampilan yang diberikan di antaranya
ketrampilan memasak yakni membuat kroket. "Diharapkan melalui kegiatan tersebut /warga binaan dapat menghasilkan uang dan dapat hidup mandiri." Solichin juga menambahkan di rutan untuk keseluruhan warga binaan perempuan totalnya adalah 39 orang.
Ketua Ikaboga Solo, Abdul Kadir mengatakan, mereka semua dibekali ketrampilan sesuai bidang mereka masing-masing, seperti memasak membuat kerajinan souvenir, memotong rambut dan lainnya. "Dari kegiatan ini para warga binaan tampak begitu antusias
mereka merasa senang lantaran mendapat pembekalan ilmu ketrampilan," imbuhnya. 

rutan masak penghuni.jpg



Jangan Hanya Terkenal Lewat Bengawan Solo


SOLO,wartosolo.com-Mayoritas rakyat Tiongkok memang mendengar nama Solo lewat ketenaran lagu keroncong Bengawan Solo karya Gesang. Namun di antara mereka belum mengerti secara detail di mana letak geografis kota ini. Meski begitu, kebanyakan penduduk di negara terbanyak di dunia ingin mendatangi kota ini karena rasa penasaran. 
jinhongyue-solo
Jin Hongyue

Kepala Kantor Kebudayaan Kedutaan Republik Rakyat China, Jin Hongyue yang hadir dalam acara temu wartawan menyambut pembukaan Festival Payung Indonesia (FPI) mendesak masyarakat dan stakeholder di Solo untuk terus mengembangkan potensi budaya dan keseniannya.
"Wisatawan dari negeri kami sangat menikmati kesenian dan kebudayaan tradisional. Jika kemasan event ini dibuat secara bagus, maka wisatawan akan terhibur dan kerasan," kata Jin.
 

Bila ingin mengembangkan pariwisata yang maju dan menjadi sumber pendapatan. Maka kebudayaan harus dibuat secara profesional. Kebudayaan ini adalah roh dari pariwisata, karena kebudayaan/kesenian berlangsung secera periode baru muncul pariwisata. "Seperti adanya kegiatan FPI, ini bisa mendorong kembali ekonomi para produsen payung, juga bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat lokal maupun internasional," jelasnya.
Dengan adanya ragam festival kebudayaan, kesenian di gelar di Solo. Orang-orang Tionkok tidak hanya mengenal Kota Solo dari Lagu Bengawan Solo saja tapi juga mengetahui kebudayaan yang ada di Kota Solo. Jika hal ini sudah termanajemen dengan baik, maka untuk mendatangkan wisatawan ke kota ini bukan menjadi perkara sulit.

Polisi yang Seberangkan Bebek Seorang Perwira di Polresta Solo


SOLO,wartosolo.com-Sikap meneladani dengan memberikan contoh positif bagi anggota kepolisian ditunjukkan wajib ditunjukkan atasan ke bawahan. Nah, hal itulah yang dilakukan seorang perwira polisi ke pada bawahanya. Sang perwira ini rela turun ke jalan mengatur arus lalu lintas. Bahkan mempersilahkan binatang seperti bebek untuk lebih dulu melintas. 

bebek-polisi-seberangkan
Bebek-bebek yang diserangkan
Nah, rupa-rupanya, sosok anggota Polri yang turun ke jalan membantu pengembala menyeberangkan bebek-bebeknya dilakukan oleh Perwira yang tak lain adalah Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifa’i. Perwira menengah berpangkap melati dua ini turun ke jalan untuk menyebrangkan kumpulan bebek yang melintasi jalanan Kota Solo.
AKBP Andy Rifa’i tak segan untuk terjun langsung ke jalan dan mengatur
lalu lintas. Terbukti saat kekumpulan bebek peliharaan melintas di kawasan perempatan Sumber Kelurahan Banyuanyar, Solo, Jateng. Dirinya kebetulan aparat yang terdekat turun dari kendaraan dan langsung mengatur lalu linas dengan memberikan jalan agar bebek-bebek tersebut dapat melintas terlebih dahulu.
Melalui video berdurasi liam puluh detik ini nampak perwira berpangkat melati dua tersebut tidak canggung memberikan contoh positif kepada masyarakat. Alhasil pengendara motor yang sempat melintas di kawasan tersebut memberikan apresiasi positif terhadap langkah yang dilakukan oleh orang nomor dua dijajaran Polresta Solo. (*/)

Berikut foto aksi seberangkan bebek : 
seberangkan-bebek-polisi
seberangkan-polisi-bebek


Woow, Polisi ini Sibuk Seberangkan Kawanan Bebek Pada Jam Sibuk


SOLO,wartosolo.com- Aktivitas anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) satu  ini ternyata menyedot perhatian netizen. Betapa tidak, bukanya menyeberangkan orang di jalan, anggota polisi ini malah sibuk menyeberangkan seratusan ekor bebek. 
Meski ada penggembala bebek yang memandu jalannya bebek-bebek yang berbaris teratur ini. Namun karena arus lalu lintas sangat padat, sehingga bebek-bebk ini terlihat kebingungan dan arah jalannya ada yang belok kanan dan kiri.
polisi-seberangkan-bebek
Seberangkan bebek
Baca juga artikel : http://www.wartosolo.com/2017/03/ini-akibatnya-nekat-parkir-di-atas-rel.html
Pada gambar tersebut, nampak kawanan bebek berjalan bersama-sama. Pada posisi lain pak polisi tadi mengarahkan tangan meminta pengguna jalan memberikan kesempatan kepada bebek-bebek ini untuk melintas. 
Kejadian ini direkam netizen lewat kamera HP dan menyebar di sejumlah akun media sosial. 
Meski begitu, aksi ini malah mendapatkan acungan jempol dari netizen. Mengingat aksi yang drekam terjadi pagi hari pada Kamis 30 Maret 2017 di saat arus lalu lintas sibuk-sibuknya. 
"Sungguh mulia hati pak polisi ini," kata netizen bernama Adit. 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini direkam di sebuah jalan kampung di kawasan pinggiran Solo. Sayang wajah pak polisi tidak kelihatan karena menghadap kamera. (*/)

Tofan Andya, Bercita-cita Jadi Pemandu Bakat yang Baik


YOGYAKARTA,wartosolo.com- Hanya sedikit anak muda di negeri ini yang memiliki keinginan kuat memajukan persepakbolaan daerah ke kancah nasional, lewat jalur yang satu ini. Dengan membentuk tim dari nol, mengajak pemuda berlatih bermain bola. Lalu mengasah membina, dilatih, ditempa karakternya hingga menjadi pesebakbola handal.  Upaya ini ditempuh sosok yang bernama Tofan Andya Pertapa Putra.
pemandu-andya-bakat-topan
Latihan fisik
Singkat cerita, usaha tanpa lelah sosok yang akrab disapa Topan ini membuahkan hasil. Terbukti sejumlah pemain bola yang berada di bawah binaanya sudah mendapatkan klub-klub di sejumlah daerah ada yang bermian di Lampung Sakti FC, Persip Pekalongan, dan Madiun Putra. 
Pria kelahiran Yogyakarta, 25 April 1985 ini mengakui ketertarikannya terjun sebagai pemandu bakat sepakbola bukan didasari karena uang semata. Sosok ber-KTP Gondolayu Lor JT 2/980 Yogyakarta ini mendedikasikan kecintaannya sebagai penggemar bola dengan cara tersendiri yakni mencetak pemain-pemain handal dan menikmati permainan anak asuhnya di klub-klub yang bermain di kompetisi Tanah Air. 

Baca Juga : http://www.wartosolo.com/2016/08/miris-ini-ungkapan-warga-solo-dengar-rio-terisngkir-dari-f1.html

Di awali dengan mengajak pemuda di kampungnya yang suka bola untuk ikut menyentuh si kulit bundar lewat futsal dan bermain lapangan hijau. Akhirnya Topan berhasil mendirikan sebuah klub futsal dan kesebelasan sekaligus berjuluk Topan Squad. 
Nah, Topan Squad sendiri bukan hanya tim ecek-ecek pemeriah kompetisi saja. Berbagai event yang diikuti baik di Kota Yogyakarta dan di luar daerah yang semula untuk mengasah mental, skill dan pengalam pemain. Ternyata malah berujung prestasi dengan berbagai trophy dan juara yang disabet. Di antaranya, juara di Paragon Futsal, kompetisi Pamela Futsal. Ajang-ajang itu diikuti selama dua tahun mulai 2012-2014. "Sekarang klub futsal ini jadi ajang kumpul-kumpul pemain bola Yogyakarta buat mengisi waktu libur kompetisi," ujar Topan.   
pemandu-bakat-topan-andya
Relaksasi di pemandian

Berbekal dari pembentukan tim sepak bola dan futsal amatir ini, Topan memiliki harapan untuk memiliki pemain yang bisa diandalkan. Cita-cita mulai Topan kian terlecut pasca-pertemuannya dengan pemain Timnas Nova Arianto. Mantan pemain Sriwijaya FC itu memberikan motivasi agar Topan terjun langsung untuk mencari bakat-bakat pemain muda. Lewat saran mantan pemain Persib Bandung dan pelatih Lampung Sakti FC ini Topan merapat dan memajukan Persatuan Sepak Bola Pringgondani Mrican (PS POM), atau klub yang dibelanya sejak masih SMA.
Lewat kesebelasan ini pulalah, pria yang sehari-hari berwiraswasta konveksi baju olahraga ini mencarikan kesebelasan latih tanding para pemainnya. Tak lupa sejumlah pemain dari kalangan pemuda kampung dan mahasiswa dirangkul untuk gabung. 
Usaha Putra pasangan (alm) Amilanto dan Yuli Lestari dibantu manajemen klub berhasil mewujudkan PS POM lebih bertaji dengan materi pemain berusia muda. Lewat berbagai ajang uji coba dan latih tanding, tim ini mulai menunjukkan taringnya. Sejumlah pemain penting PS POM yang memiliki skill di atas rata-rata mulai diarahkan untuk melamar sejumlah klub-klub sepak bola yang membutuhkan pemain baru. "Akhirnya banyak yang kecantol di sejumlah klub," katanya.

Pemandu bakat andal

Bagi Topan menjadi seorang agen butuh dedikasi yang tinggi. Agen yang baik yaitu agen yang tak asal melepas pemainnya. Semacam, pemain itu berangkat seleksi/dapat rekomendasi, selalu berusaha mengantar dan menemani pemain hingga memfasilitasi dari transportasi makan dan penginapan. "Ya intinya memfasilitasi biar pemain tidak asal jalan dan tanpa arahan," katanya. 
pemandu-topan-bakat-andya
Antar pemain  ke bandara
Setelah pemain keterima ia berusaha selalu intens berkomunikasi dengan pelatih di klub, agar pemain itu bisa terpantau bagaimana perkembangan dan prestasinya. WA nya di 081325168521 selalu aktif 24 jam.
"Intinya saya ingin pemain saya bisa maju dan berprestasi dalam bermain supaya tim yang dibelanya bisa meraih kesuksesan juga pastinya. Dan pastinya pelatih tidak kecewa dengan pemain saya karena saya selalu berusaha agar kerja sama membuahkan hasil yang baik," kata pemilik aku IG :topan_betajaya.
Bagi Topan mengarahkan pemain itu tidak hanya baik skillnya tapi pemain tapi sikapnya dan ibadahnya (attitude) baik juga harus dimiliki tiap pemain. Walaupun di luar sana kebanyakan pemandu bakat hanya melepas pemainnya, tanpa memikirkan akomodasi dan hidup pemain saat di klub barunya.
Karena tak dipungkiri, ada juga pemandu bakat setelah dapat fee tidak intens memperhatikan si pemain ataupun tanya kabar pemain ke pelatih.
Cita-cita Topan selama ini cukup sederhana yakni menjadi pemadu bakat yang baik. Yang bisa bekerja sama dengan pemain dan pelatih yang baik buat kemajuan bersama dan pastinya pemain bermanfaat buat timnya.
"Ya karena kadung suka bola dari kecil kadang tidak mikir untung rugi atau materi," pungkasnya. (*/)
pemandu-topan-andya-bakat
Wujud kebersamaan

ARUNA, Dari Pasar Tradisonal Untuk Indonesia


WARTOSOLO-Maraknya permasalahan pasar tradisional, acap kali menjadi "beban" tersendiri bagi Katua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Cantoh saja melonjaknya harga cabai dalam beberapa bulan terakhir dan maraknya kebakaran pasar yang selalu menyisakan banyak persoalan. Abdullah Mansuri memandang pentingnya untuk menciptakan sarana yang menyatukan beban rasa tersebut kepada seluruh pedagang pasar tradisional di Indonesia.
Karenanya, Abdullah Mansuri mendirikan label musik yaitu Musika Nada Swara MANS entertaintment sebagai ruang penyambung rasa pedagang pasar melalui media syair dan bait lagu. 
aruna-untuk-indonesia

Secara garis besar, Abdullah Mansuri ingin agar MANS Entertaiment menjadi ruang ekpresi bagi anak bangsa agar mampu menembus industri musik nasional. Dan secara khusus untuk keluarga pedagang pasar tradisional, MANS Entertaiment akan menjadi ruang yang lebih luas untuk berekspresi. Dengan begitu, akan lebih banyak lahirnya generasi baru dalam industri musik nasional dari lorong lorong sempit pasar tradisional. Yang kelak akan menjadi penyambung rasa dan pemersatu asa bagi seluruh pedagang pasar tradisional di Indonesia. 

Single terbaru 

Abdullah Mansuri berharap akan lahirnya artis artis generasi baru dari pedagang pasar itu sendiri yang lagu lagunya akan diperdengarkan di seluruh pasar tradisional bahkan hingga ke seluruh Indonesia. 
Karenanya, dalam waktu dekat ini, MANS Entertaiment akan memperkenalkan sebuah grup vokal ARUNA dengan single terbarunya yang berjudul SAHABAT. Aruna diyakini akan memberi warna baru dalam musik Indonesia. Ada yang menarik dari grup vokal ini, yaitu mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Abdullah Mansuri melihat bakat dan potensi yang luar biasa dari mereka sehingga berinisiatif untuk mempersatukan mereka dalam sebuah grup vokal ARUNA. 
Dalam single terbarunya tersebut, ARUNA merilis lagu yang berjudul SAHABAT. Lagu ini bercerita tentang rasa persahabatan yang besar dan mendalam. Tentang perjalanan panjang dan saling menguatkan. Dengan lirik sederhana namun mendalam, ARUNA. menjadikan lagu tersebut hidup dalam memori persahabatan setiap orang yang mendengarnya. Lagu ini diciptakan sendiri oleh ketua umum IKAPPI Abdullah Mansuri dan di dedikasikan untuk seluruh pedagang pasar tradisional dan masyarakat luas, yang selama ini menjadi sahabat penguat asa perjuangan bagi Abdullah Mansuri dan seluruh personil grup vokal ARUNA. Dari pasar tradisional untuk musik Indonesia. Semoga lagu ini dapat di terima dan mendapat tempat di hati pendengar dan blantika musik indonesia. (*/)


Mengejutkan Alasan Pemuda ini Nekat Menyuluh Pakai Baju Toga


SUKOHARJO,wartosolo.com- Seratusan peserta pembekalan kader kelompok sadar wisata (pokdarwis) se-Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dibuat terperangah dan terheran-heran. Betapa tidak, salah satu penyuluh yang mengisi acara penyuluhan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, Rabu 22 Maret 2017 datang dengan mengenakan toga berikut asesoris penutup kepala layaknya mahasiswa yang habis diwisuda.
danar-bnk-sukoharjo
Berikan penyuluhan

Pria bertoga dan berkaca mata ini langsung memberikan materi penyuluhan berupa materi narkoba dan bahaya-bahayanya secara panjang lebar dan dibantu proyektor. Dengan terampil si pria ini mempresentasikan bahaya narkoba kepada peserta pokdarwis yang juga anggota kadarkum (kelompok sadar hukum). Tak pelak aksi penyuluh ini membikin peserta penyuluhan terheran-heran dan tersenyum-senyum.
"Lucu, nyuluh pakai baju toga. Biasanya pakai jas, kemeja atau batik. Kok ini pakai toga," kata salah satu peserta penyuluhan sambil tersenyum.


Mendengar ucapan lirih, si pria muda usia ini tetap santun, tersenyum dan melaksanakan tugasnya. Ia melahap seluruh waktu sesi penyuluhan yang diberikan panitia.
Dialah, Agus Widanarko. Salah satu penyuluh Narkoba dari BNK Sukoharjo. Sosok yang akrab disapa Danar BNK ini mengaku, sengaja memberikan surprise kepada peserta penyuluhan dengan pakaian ala wisudawan. Alasan melakukan hal yang nyleneh itu karena terikat dengan janji hatinya.  
"Masih mamakai toga menyuluh 100 peserta Pokdarwis se-Sukoharjo. Saya nazar jika lulus pendadaran tesis bertema narkoba akan nyuluh pakai toga," kata koordinator komunitas pemuda BNK. 
Danar sendiri dinyatakan lulus S2 Jurusan Magister Ekonomi dari Universitas Batik Surakarta. Bahkan pada saat pendadaran di depan pembimbing dan penguji, pria asli Gayam Kota Makmur itu juga melakukan aksi penyuluhan. "Pokoknya seru," katanya. 
Ia mengungkapkan, aksi penyuluhan narkoba ditekuninya demi pengabdian kepada masyarakat. Setiap kali penyuluhannya, tak pernah dirinya meminta imbalan sepeserpun. Berbagai wilayah, tempat, kampung demi kampung, desa demi desa, kota demi kota, dijelajahi demi menyadarkan dan memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba.
Sejumlah prestasi tingkat daerah, regional dan nasional pernah disabetnya. Di antaranya adalah dijuluki ''Kolaborasi Duo Blangkon''. Dianugerahi penghargaan nasional Warga Pratama BNN Award Wapres Budiono 2009. (*/) 
sukoharjo-danar-bnk

Momentum Benahi Transportasi Umum


"Tarif batas atas* untuk melindungi konsumen. Tarif batas bawah agar bisnis transportasi tersebut tetap terjaga keberlangsungannya."

WARTOSOLO.COM- Mulai 1 April 2017, revisi Permemhub 32/2016 akan diterapkan setelah dilakukan revisi dengan menerima beberapa masukan. Istilah taksi konvensional harus diganti dengan taksi resmi (legal) sesuai UU 22/2209 LLAJ. Ada ''taksi resmi'' di Semarang dan Solo Jawa Tengah sudah beraplikasi (TAKSI KOSTI), cukup banyak juga peminatnya. Namun kalah pamor dibanding taksi on line yang bermodal besar.
taksi-kosti-solo
Taksi resmi on line
''Taksi KOSTI'' dikelola oleh para sopir, merupakan koperasi taksi milik sopir. Pasti ada yg senang dan tidak senang dan itu hal wajar. Namun, negara ''wajib melindungi'' pengusaha yang ada dan warga yang akan menggunakannya.
Permintaan pengelola transportasi on line ada jalur khusus saat ''KIR'' agak berlebihan. Karena semua kendaraan di -KIR  juga harus ikut antri. Artinya, sekarang jumlah kendaraan on line jumlahnya tidak terhingga. Jangan sampai ''KIR'' dianggap sumber pendapatan bagi daerah. Tapi KIR adalah upaya melihat kelaikan kendaraan apakah masih dapat beroperasi dengan baik atau tidak, supaya jika membawa penumpang, kendaraan dijamin aman. Meski KIR tiap 6 bulan sekali, jika ada pool, setiap saat akan beroperasi dapat diperiksa lebih dulu.
Pembatasan kuota itu penting untuk menjaga agar tidak over supply yang berujung keburukan pelayanan, rebutan penumpang, saling banting tarif. Jika dibebaskan, tidak mendukung keberadaan transportasi umum yang sedang proses pembenahan dan cenderung menambah kendaraan pribadi. Transportasi on line menginginkan sebanyak mungkin kendaraan ikut programnya, tapi tidak memikirkan keberlanjutannya. Bagaimana jika yang ikut program transportasi on line adalah mobil cicilan yang setiap bulan wajib mengangsur. Sumber pendapatan tiap bulan  mencukupi. Akhirnya, kendaaran tersebut akan disita dan pemilik mobil bangkrut. Karena tidak ada jaminan.


Untuk dapatkan kuota adalah dimulai dengan kajian kebutuhan  *demand.* Jika supply melebihi demand, tentunya akan berakhir dengan kerugian. Harus ada *keseimbangan supply dan demand*. Perusahaan aplikasi tidak menanggung itu, karena mereka tidak investasi kendaraan, beda dengan taksi resmi.
Jika selama ini ada permainan dalam hal kuota, hal itu harus diubah. Bentuk institusi yang terdiri dari unsur pemerintah, anggota dewan, lembaga konsumen, akademisi, praktisi bisnis transportasi yang akan membantu itu. 
Djoko Setijowarno pengajar di Universitas Katolik Soegijapranata,Salatiga. 

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)
Instagram (https://www.instagram.com/warto_solo/)

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>