Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

2018, Capaian Terbaik Panahan Tradisional

panahan-tradisional


JAKARTA,wartosolo.com - Keberhasilan pemanah tradisional Tanah Air menyabet juara II dan III di kancah ajang “Historical Archery World Championships 2018” di Gulya, Hungaria amat membanggakan. Tak hanya memberikan kado terindah bagi Kemerdekaan ke-73 RI. Prestasi tersebut menunjukkan, anak bangsa mampu berbicara banyak dengan peserta lain dari 19 negara. 
Menurut Sekjen Perkumpulan Olahraga Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) Sunaryo Adhiatmoko, capaian tersebut tak dilalui dengan proses yang instan. Butuh waktu empat tahun untuk menggapainya. 
"Sebagai organisasi yang baru tumbuh 4 tahun dalam memgembangkan panahan tradisional di Indonesia, tahun 2018 ini jadi pencapaian yang cukup baik. Setelah pada Mei lalu Jura III Dunia di Itanbul Turki, kali ini Jura II putra dan III putri di Hungria," terangnya.  
Simak pula : Ultah ke-73 RI, Pemanah Tanah Air Berjaya di Hungaria
Sunaryo menjelaskan, memasuki 2018 ini, KPBI masih proses pembelajaran. Mengingat organisasi ini perlu menjalin kerjasama dengan organisasi panahan tradisional dalam hubungan di tingkat internasional. 
"KPBI berusaha memperkenalkan panahan tadisional Indonesia di tingkat dunia," tegasnya
Terkait pencapaian, Fuji Setiawan, Ketua KPBI Jawa Timur sebagai jura II putra dan Dhanisa Restya Agung dari KPBI Srikandi juara III putri. Sunaryo menandaskan, prestasi-prestasi itu diraih melalui kerja keras dan kesungguhan. Semuanya itu dipersembahkan bagi NKRI. 
"Dan prestasi-presatasi ini adalah buah dari ketulusan dan kesungguhan KPBI untuk Indonesia," katanya. (*/)
Kunjungi pula : Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai 

Ultah ke-73 RI, Pemanah Tanah Air Berjaya di Hungaria


phbi1

*Dalam Ajang “Historical Archery World Championships 2018”

JAKARTA,wartosolo.com - Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional. Kali ini atlet Indonesian Horseback Archery Sport Association atau Komunitas Panahan Berkuda (KPBI) mempersembahankan prestasi terbaiknya dalam ajang “Historical Archery World Championships 2018” di Gulya, Hungaria.
Dikutip dari Seperti dikutip dari https://www.ihasa.id, atlet dari Indonesia menduduki Juara II dan III Indonesia dalam kelas flight shoot kategori putra dan flight shoot kategori putri dalam turnamen tersebut. 
Fuji Setiawan, Ketua KPBI Jawa Timur sebagai jura II putra dan Dhanisa Restya Agung dari KPBI Srikandi juara III putri. Pada saat pengumuman pemenang, kontingen indonesia dapat kejutan dari Ibu Wening Esthyprobo, Duta Besar Indonesia untuk Hungaria. 
"Ibu Duta Besar juga turut naik ke podium untuk membentangkan bendera merah putih," seperti dikutip https://www.ihasa.id.
"Ini persembahan KPBI untuk Indonesia pada moment peringatan hari Kemerdekaan ke-73 RI.
Simak : Usai Bantu Bantu Pengungsi Gempa Lombok, Enam Personil KRI Dipulangkan 
Pada ajang tersebut qakil Indonesia yang ikut dalam turnamen ini 5 orang KPBI. Fuji Setiawan, Irvan Setiawan Mappaseng, Hadi Sutan Boreno, Fahmi Ranggamurti dan Dhanisa Restya Agung. Simak juga di fanpage https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2225835050778390&id=2096362480392315



Sebagai informasi, ajang internasional itu digelar, Sabtu 11 Agustus 2018, KPBI mewakili Indonesia dalam turnamen internasional "Historical Archery World Championship 2018" di Gyula, Hungaria. KPBI mengirim 5 pemanah tradisional:
1. Fuji Setiawan (KPBI Jawa Timur)
2. Hadi Sutan Boreno (KPBI Jawa Barat)
3. Irvan Setiawan (KPBI Jakarta)
4. Fahmi Ranggamurti (KPBI)
5. Dhanisa Restya Agung (KPBI Srikandi)

Turnamen ini diikuti lebih dari 20 negara di kawasan Asia dan Eropa. Ketua Umum KPBI, Alda Amtha menjelaskan, keikutsertaan KPBI pada turnamen di eropa ini, sebagai kelanjutan dari kerjasama diplomasi budaya Indonesia dengan negara-negara di Asia dan Eropa, melalui panahan tradisional. (*/)
Kunjungi pula : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia 

Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

pitulasan-dibal1


BOYOLALI,wartosolo.com-Kemeriahan menyambut hari Kemerdekaan ke-73 RI di Boyolali masih bisa dirasakan hingga Minggu, 19 Agustus 2018. Seperti kegembiraan dan kemeriahan yang ditunjukkan warga RW 04 Dibal, Ngemplak, Boyolali dalam menyambut hari jadi Republik Indonesia.
Minggu pagi, lapisan warga baik anak-anak, tua dan muda berkumpul di RT 01/04 untuk menyambut hari lahirnya negara ini. 
Aneka macam kegiatan lomba, bakti sosial dan pengobatan gratis diselenggarakan oleh panitia setempat cukup memberikan hiburan pada akhir pekan. Seperti kegiatan guyup rukun yang diadakan yakni senam massal, jalan sehat, dan panggung kesenian. Acara yang melibatkan seluruh warga RW 04, khususnya pemuda dan orang tua disambut antusias. 
Bagi anak-anak, lomba pecah air dengan mata tertutup memberikan kelucuan dan hiburan tersendiri. Peserta lomba dibekali kayu untuk memecahkan air yang diwadahi plastik dan digantung. Lomba membawa tampah di kepala juga cukup membuat terpingkal-pingkal, karena adu cepat ini butuh keseimbangan bila tidak ingin tampah terbalik.
Event lain yang menarik perhatian adalah bekam gratis. Terapi kesehatan ini, cukup disambut warga yang ingin mendapatkan layanan membersihkan racun tubuh dengan cara dibekam.   
Kunjungi : PT Pertamina TBBM Boyolali Launching Motif Batik "Lembu Patra" 
Ketua RW 04 juga ketua panitia, Heri Suroto kepada Suara Merdeka menuturkan, aneka macam perlombaan, kegiatan sosial dan kesehatan ini memang ditujukan untuk memeriahkan HUT RI dan mengguyubkan warga. 
"Ada macam-macam kegiatan seperti aneka macam lomba, bekam,dan pengobatan gratis. Tujuannya agar warga sini terus guyub rukun" ungkapnya. 
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 04, Wiranto mendata ada ribuan warga yang memeriahkan acara tahunan ini. Mereka turut serta menghadiri acara kampung ini. Apalagi warga mengetahui ratusan hadiah hadir yang disediakan cukup menggiurkan seperti, sepeda gunung, kipas angin, dispenser, blender dan banyak lagi. 
"Nah, malamnya masih ada acara pentas seni hadrah, kesenian warga RW 04 di lanjutkan puncak acara 17-an pengajian akbar," imbuhnya. 

pitulasan-dibal2

Ia berharap, setiap tahun warga RW 04 bisa rutin melaksanakan acara-acara  positif seperti ini. Selain menjalin kekeluargaan yang semakin erat, warga jadi semakin guyup rukun dan kompak. 
Sebelumnya, pada 16 Agustus 2018 malam, seluruh penduduk Indonesia berkumpul di gang-gang kampung untuk melakukan acara tirakatan. 
Keesokan harinya, pada 17 Agustus 2018, penduduk Indonesia mengikut upacara bendera. Instansi pemerintahan, swasta, dan anak sekolah mengikuti upcara bendera. 
Presiden RI Joko Widodo dan jajaran kabinet beserta tamu undangan mengikuti upacara bendera di Istana Negara, pada 17 Agustus pagi pukul 10.00. Di sana proses upacara bendera berlangsung lebih sakral. 
Perayaan Kemerdekaan RI ini setiap tahunnya dirayakan dengan beraneka macam warna. Seluruh rakyat Indonesia. (*)

Silahkan kunjungi : Usai Bantu Bantu Pengungsi Gempa Lombok, Enam Personil KRI Dipulangkan 


Usai Bantu Bantu Pengungsi Gempa Lombok, Enam Personil KRI Dipulangkan

kri-lombok4


LOMBOK,wartosolo.com-Sebanyak enam personil Komunitas Relawan Independen  (KRI) yang bertugas di kamp pengungsi gempa bumi Lombok dipulangkan oleh Markas Besar KRI. Sebagai gantinya, sebanyak enam personil dikirimkan ke lokasi yang sama. 
Mulai Minggu, 19 Agustus 2019 Mabes KRI mulai melakukan rotasi personil dan mengirimkan bantuan tambahan ke lokasi bencana gempa bumi di Lombok NTB. 
Pengurus pusat KRI, Oenteong mengungkapkan, tim pendukung diberangkatkan dengan jadwal penerbangan pukul 06.20 dari Bandara Internasional Juanda Surabaya. Ikut bergabung dalam rombongan itu, Ketum KRI Mario yang juga membawa bantuan dan peralatan yang dibutuhkan di lokasi bencana. 
"Anggota KRI yang baru aja pulang ada enam personil terbang dari Bandara Mataram. Ketua Umum (Ketum KRI Mario-red) berangkat tadi pagi (kemarin pagi-red) beserta team medis KRI. Tujuan tim ini adalah posko KRI di Tebango, Pamenang, Lombok Utara, NTB. Di posko Tebango ada sembilan personil, dan sebagian anggota KRI tersebar di beberapa titik pengungsian," kata Oentoeng.
Simak juga : Perlengkapan dan Makanan Bayi Dibutuhkan Pengungsi Gempa Lombok
kri-lombok3
Penasehat KRI Pusat ini mengungkapkan, rotasi personil merupakan operasi rutin yang sering digelar KRI. Dalam setiap misi kemanusiaan seperti operasi yang digelar di Lombok, rotasi menjadi bagian tak terpisahkaan selain pengiriman bantuan. 
"Pergantian anggota di lapangan amat diperlukan untuk menjaga kesegeran dan kebugaran personil. Rotasi amat diperlukan untuk memulihkan fisik dan mental anggota KRI," jelasnya, kemarin. 
Dikatakan, seluruh operasi kemanusiaan yang digelar KRI ini mengandalkan anggaran dari iuran anggota. Khusus biaya pemberangkatan dan kepulangan personil seluruhnya dibiayai dari uang pribadi ini. "Seluruhnya full biaya mandiri," tegasnya.
Seperti diketahui, KRI yang berpusat di Boyolali ini memiliki anggota ribuan. Tersebar di penjuru Tanah Air, komunitas ini solid dalam memberikan bantuan seperti misi kemanusiaan bencana alam dan kegiatan rescue kepada masyarakat. 
Khusus operasi kemanusiaan bencana gempa bumi Lombok, KRI konsisten mengirimkan personil, peralatan dan bantuan kebutuhan pokok, hingga proses pembangunan kembali daerah yang terkena bencana. (*/)

kri-lombok

Luar Biasa Festival Cheng Ho Sukses, 20.000 Tiket Terjual

cheng-ho-festival-2018


SEMARANG,wartosolo.com- Arak-arakan Perayaan Festival Cheng Ho di Kelenteng Agung Sam Poo Kong Semarang merupakan event berkelas internasional, yang sukses di gelar di Provinsi Jateng tahun ini.
Selama 11 hari, event tahunan ini berhasil mengundang 20.000 ribu pengunjung. Perayaan yang dilaksanakan sejak 9 -19 Agustus dipusatkan di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Jalan Simongan 129 Semarang ini didukung penuh oleh pemerintah pusat dan Pemprov Jateng. 
Mulyadi selaku Juru Bicara Yayasan Sam Poo Kong Semarang memaparkan tak butuh waktu lama 10.000 tiket yang dijual selama dua hari. 
Tak berhenti di situ saja, pedagang kaki lima kebanjiran order. Pasar Karetan yang ikutan pindah juga ikut kebagian rezeki. Itu belum termasuk hotel-hotel yang dijadikan tempat menginap bagi tamu yang datang.
“Perayaannya sudah memiliki cultural value yang tinggi. Sudah punya commercial value. Yang paling penting, memberi dampak ekonomi kepada industri dan publik,” tegas Mulyadi.
Rinaldie, selaku General Manager Sam Poo Kong Anandita mengatakan, Festival Cheng Ho sebagai bentuk penghargaan terhadap Laksamana Cheng Ho yang memberikan makna akan arti penting persatuan bangsa.
Akulturasi budaya Jawa dan Tiongkok yang ditinggalkan Laksamana Cheng Ho melahirkan tradisi budaya yang mempersatukan. 
”Festival merupakan bagian dari HUT Ke-613 Sam Poo Kong yang tahun ini bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI,” ungkapnya.
Kendati dilaksanakan setiap tahun, festival akan lebih menarik dan megah dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini Festival Cheng Ho didukung Kementerian Pariwisata, dan bertaraf Internasional simak selanjutnya di website berbahas Inggris visit khatulistiwa
”Harapannya bisa membawa Kota Semarang ke kancah Internasional. Selain ritual sembahyangan, juga akan ada tampilan pertunjukan budaya, arakarakan, bakti sosial, dan bermacam lomba dengan total hadiah jutaan rupiah,” jelasnya.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pemprov Jateng, Alamsyah mengatakan/ festival Cheng Ho merupakan salah satu event unggulan pariwisata Jateng dan telah ditetapkan oleh Kemenpar sebagai 100 Wonderful Event. Pemprov melalui Disporapar Jateng mengapresiasi dan mendukung penuh event yang tumbuh dan berkembang dari budaya masyarakat.
”Kebersamaan dalam keberagaman dalam Festival Cheng Ho menjadi daya tarik Iuar biasa bagi pengunjung, baik domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.
Simak juga : PT Pertamina TBBM Boyolali Launching Motif Batik "Lembu Patra" 

PT Pertamina TBBM Boyolali Launching Motif Batik "Lembu Patra"

lembu-patra2

BOYOLALI,wartosolo.com - Seusai pelaksanakan upacara memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 73, lapangan kantor PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Boyolali ramai khalayak. Selain para pekerja BUMN migas tersebut, juga nampak beberapa tamu spesial yang juga mengikuti upacara hari kemerdekaan.
Sembilan penyandang disabilitas yang tergabung dalam kelompok Sriekandi Patra hadir pada upacara kemerdekaan yang dilanjut dengan acara launching motif batik yang diberi nama "Lembu Patra". 
Sriekandi Patra merupakan mitra binaan program pemberdayaan disabilitas oleh CSR PT. Pertamina TBBM Boyolali. Abdul Wahid Nayu selaku operation head PT. Pertamina TBBM Boyolali menuturkan, "kami bangga pada teman-teman difabel. Mereka berhasil menunjukkan bahwa mereka bisa dan mampu. Harapannya mereka dapat mandiri."

Motif Batik Lembu Patra adalah motif baru yang dihasilkan oleh pembatik Sriekandi Patra. Motif tersebut merupakan perpaduan ikon sapi Boyolali, buah naga yang merupakan ciri khas Desa Tawangsari, Teras, dimana lokasi workshop Sriekandi Patra berada dan lambang Pertamina selaku inisiator program pemberdayaan disabilitas di area ring 1 unit kerjanya.

Silahkan baca : Siswa Kelas X SMAN 2 Boyolali Digembleng Motivasi Wirausahawan

lembu-patra1


Dalam acara launching motif batik tersebut juga dihadiri pemerintah Desa Tawangsari. Hal ini menunjukkan bahwa sinergitas antara pemerintah dan perusahaan dapat mewujudkan keberhasilan suatu program. "Ke depannya kami berharap banyak pihak dapat ikut andil dalam pemberdayaan penyandang disabilitas khususnya di Boyolali." ungkap Noor Azharul Fuad, Community Development Officer untuk program tersebut.(*)

Baca juga : Dari Kumpul Bareng Mbak Duta Wisata Boyolali 2018

Perlengkapan dan Makanan Bayi Dibutuhkan Pengungsi Gempa Lombok

   
bantuan-kri-3



BOYOLALI,wartosolo.com-Kebutuhan perlengkapan mandi cuci kakus, makanan dan perlengkapan bayi, serta makanan cepat saji amat dibutuhkan pengungsi gempa Lombok NTB. Di daerah-daerah terisolasi seperti Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, kebutuhan pokok itu amat dinanti-nanti
Oleh karena itu Markas Pusat Komunitas Relawan Independen (KRI) kembali mengirimkan tim medis/rescue berikut logistik ke lokasi gempa Lombok NTB, Sabtu (11/9). 
KRI juga sudah mengirimkan uang sekitar Rp 20 juta hasil penggalangan dan di berbagai wilayah di Jawa untuk dibelikan kebutuhan bagi korban gempa.
Ketua Umum KRI Pusat, Mario mengatakan, kebutuhan dasar MCK, perlengkapan dan bayi sangat dibutuhkan pengungsi, khususnya di titik terparah 
 "Uang hasil penggalangan dana yang dikirim relawan di lokasi bencana langsung dibelikan kebutuhan pokok pengungsi," katanya, seperti dikutip dari Suara Merdeka, Jumat (10/8). 
Terkait pengiriman logistik dan personil tambahan ke Desa Santong, Mario menginformasikan, rencananya bantuan itu akan diterbangkan bersama bantuan dari SAR HNC Lanud Adi Soemarmo dengan menggunakan pesawat Hercules. 
Baca juga : KAMMI Galang Dana Peduli Lombok 
bantuan-kri-1

Sebelumnya, KRI bergerak cepat melakukan penggalangan dana untuk korban gempa Lombok NTB. Salah satu contoh penggalangan dana digelar di sekitar Asrama Haji Donohudan, yang ramai oleh pedagang dan pengantar haji. 
Koordinator aksi penggalangan Komandan TRC KRI, Teguh alias tukimen mengatakan, anggotanya bergerak menghimpun dana.
Tak hanya donasi uang saja yang dikirim langsung ke Lombok. KRI juga sudah menggalang pengumpulan logistik kepada korban gempa. 
Sekjen KRI Wahyudi Jenggot mengatakan komunitasnya juga mengirimkan tim medis dan tim rescue terjun di lokasi bencana yang di pimpin Cak Katir anggota dari Jombang Jatim. Tim ini langsung menuju lokasi bencana terparah dan terisolasi.
Jenggot yang turut serta mengawal pengumpulan donasi juga mengkoordinasikan pengiriman personil dan logistik ke Lombok baik melalui udara, darat dan laut.  
"Belasan personil sudah berada di Lombok. Kami berusaha mencapai titik terparah gempa dan memberikan bantuan ke sana. Karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama," katanya.(red) 
bantuan-kri-2

Simak juga : 6 Kecamatan di Bumi Sukowati Alami Krisis Air Bersih

Dibantu Alsintan, Gapoktan Diminta Tingkatkan Produktivitas Pangan

bantuan-endang-golkar


BOYOLALI,wartosolo.com-Kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) dari enam kecamatan di Boyolali diminta memanfaatkan betul-betul bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Petani yang tergabung dalam 19 kelompok tani/gapoktan yang menerima bantuan ini didesak memanfaatkan alsintan untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya. 
Hal ini ditegaskan anggota DPR RI Endang Srikarti Handayani saat menyerahkan bantuan alsintan kepada perwakilan kelompok tani, kemarin. 
"Semoga bantuan ini meningkatkan hasil produksi pertanian di Boyolali," tegas wakil rakyat dari partai pohon beringin. 
Endang juga mengimbau kepada penerima bantuan ini untuk memelihara alat pertanian itu. Apalagi sampai alsintan mangkrak dan tiak terurus. 
"Jangan sampai mangkrak, tidak terurus dan jangan sampai di jual atau pindah tangan ya," pesan politisi asli Kota Susu ini. 
Simak pula : 
Dalam seremoni penyerahan bantuan kemarin lusa, terlebih dahul peralatan tani diregistrasi ke dinas pertanian setempat. Setelah itu dilakukan serah terima bantuan ini. 
Kepada 19 kelompok tani/gapoktan ini, wakil rakyat perempuan ini menyerahkan, traktor roda dua sebanyak 18 unit, cultivator dua unit, dan pompa air 14 unit. 
Sebelumnya pada Selasa (24/7), anggota DPR RI Dapil V Jateng ini juga menyerahkan bantuan serupa kepada kelompok tani di Kabupaten Klaten. Di Klaten sebanyak 100 kelompok tani mendapatkan bantuan traktor roda dua. 
Selama proses distribusi alat mesin pertanian ini tidak ada pemotongan, atau pungutan liar. 
Dalam proses penyerahan bantuan ini Dinas Pertanian setempat juga dilibatkan dalam proses administrasi dan pengawasan. 
Kunjungi pula : 

Petani di Klaten dan Boyolali Terima Bantuan Alsintan



BOYOLALI,wartosolo.com-Sebanyak 100 kelompok tani di Kabupaten Klaten dan 19 kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayah Boyolali mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Bantuan alsinta ini secara simbolis diserahkan anggota DPR RI Endang Srikarti Handayani kepada perwakilan kelompok tani secara terpisah Selasa-Rabu (24-25/7). 
Bantuan alat mesin pertanian ini merupakan realisasi dari kegiatan serap aspirasi yang dilakukannya selama ini. Ia mengimbau bantuan alsintan ini dipergunakan sebaik-baiknya. 
Kepada para kelompok tani di dua kabupaten itu, Endang Srikarti Handayani berpesan agar bantuan ini dipakai sebaik-baiknya. Sehingga kelak setelah digunakan bisa meningkatkan produktivitas petani.
Baca : 
"Jangan sampai mangkrak, tidak terurus. Semoga bantuan ini meningkatkan hasil produksi pertanian di Boyolali, dan jangan sampai di jual atau pindah tangan," pesan wakil rakyat dari Partai Golkar ini. 
Anggota DPR RI Dapil V Jateng ini menambahkan bantuan alat pertanian di Klaten yakni traktor roda dua.  Adapun di Boyolali ada bantuan traktor dua roda 18 unit, cultivator dua unit dan 14 pompa air. Dalam proses penyerahan bantuan ini Dinas Pertanian setempat juga dilibatkan dalam proses administrasi dan pengawasan. 
Menurut Sujito perwakilan kelompok tani asal Simo, bantuan pompa air dan traktor roda dua amat dibutuhkan petani di daerahnya. Pasalnya pada musim kemarau seperti ini alat penyedot air amat dibutuhkan untuk menyuplai pertanian atau ladang agar petani tetap panen tanaman palawia atau padi. (dok)  
Simak juga : 

Makanan Langka ini masih Ditemui di Klaten, Penjualnya Nenek Munari

gulali-klaten-1.jpg


(KLATEN,wartosolo.com) - Tak mudah bagi Mbah Amat Munari untuk bisa menjual dagangannya. Tak hanya masa kejayaan  yang sudah mulai memudar, pelanggan setianya pun juga sudah mulai meninggalkan jenis jajanan yang berjaya di era 90-an. 
Ya, inilah sosok Mbah Amat Munari. Nenek 83 tahun ini dengan telaten berjualan gulali sutra, atau sejenis kembang gula tradisional yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad. Hampir setiap hari, nenek berkrudung ini menempuh perjalanan hampir 15 kilometer dari kediamannya.  Usianya yang sudah senja, membuat nenek dengan enam anak inipun harus antar jemput oleh cucunya. 

"Sudah tidak kuat jalan jauh. Kalau pagi diantar, dan  kalau sudah sore dijemput putu (cucu) saya," ucap nenek yang mengenakan stelan batik dan jarik. 

BACA : Evie Pilih Bantu Suami Lewat Bisnis Makanan Beku

Terlihat,  nenek yang memiliki nama kecil Munari itu membuka lapak jualannya di sudut kecil disebuah rumah makan pemancingan di Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupate Klaten, Solo, Jawa Tengah. Ia pun setiap hari mengandalkan berjualan gulali sutra dari mereka yang tengah berwisata dengan keluarga maupun rekan sejawat. 
Diakui warga Sidorejan, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali, untuk berjualan gulai saat ini tidak mudah. Sebab, mereka yang akrab dengan jajanan yang ada sejak tahun 60-an itu sudah banyak yang meninggal dunia. Meskipun masih ada pelanggan setia, mereka adalah gerenasi kedua maupun ketiga dari usianya. 
"Yang jajan (beli) banyak yang sudah tua, katanya inget jajanan waktu kecil dulu. Tapi ada pula anak muda yang beli, tapi tidak banyak jumlahnya," ungkap Munari. 

gulali-klaten-2.jpg

laba pahit

Berjualan gulai sutra di jaman yang sudah berganti banyak tantangannya. Disamping banyak saingan jajanan dan makanan modern, berjualan gulali sutra membutuhkan ketelatenan  dan  kesabaran tersendiri. Terlebih jika musim penghujan tiba, mereka yang akan liburan maupun makan di  rumah makan yang setiap hari dijadikan tempat berjualan pun kian sepi. 
Dalam sehari, nenek yang satu ini rata-rata mampu membawa pulang  uang tunai sampai Rp 200 ribu. Pendapatan yang didapatkan itu pun tidak sepenuhnya keuntungan, karena masih harus dikurangi modal yang digunakan untuk berbagai kebutuhan membuat gulali sutra. Namun, jika tengah bernasib baik saat jualannya ludes, Munari mampu meraup untuk bersih hingga Rp 150 ribu. 
"Banyak sedikit disyukuri, yang penting bisa buat ngopeni Mbah kakung (merawat kakek). Sekarang jualan gulali itu rasanya manis, labanya pahit. Beda kalau dulu," paparnya. 
Untuk membuat gulali sutra, nenek yang satu ini meracik sendiri berbagai bahan bakunya. Seperti gula pasir murni, tepung beras ketan, kelapa, serta dicampur pewarna. Untuk bisa mendapatkan gulali sutra yang enak, dirinya harus memastikan jika gula pasir yang digunakan benar-benar murni, demikian juga tepung ketan. "Kalau  ketannya tidak asli, hasilnya juga berbeda," imbuh Nenek yang mengaku sudah berjualan  sebelum tahun 1960 . 

gulali-klaten-3.jpg

Ada perbedaan yang sangat kontras dalam perkembangan julan gulali sutra, sebagai salah satu jajanan tradisional seperti dirinya. Salah satu kendala yang dialami adalah mahalnya  bumbu (obat) sebagai resep tambahan membuat gulali. "Obatnya sekarang mahal, dulu hanya Rp 6 ribu, sekarang sudah Rp 32 ribu," jelas Munari. 
Di usianya yang  sudah memasuki kepala delapan, dirinya mulai menyiapkan putranya untuk melanjutkan berjualan gulali. Namun, dari enam putra yang dimiliki, satupun tidak ada yang mau menggeluti berjualan seperti dirinya. Tidak hanya karena enggan berjualan, ketrampilan membuat gulali juga tidak dikuasi putranya. 
"Besuk yang mau mewarisi jualan gulali malahan menantu saya. Kalau  anak-anak saya tidak mau semua. Satu tusuk gulali ini saya jual Rp 2 ribu," pungkasnya. (hrn) 

SIMAK JUGA :  Reni Widyawati, Wakil Rakyat yang Juga Ahli Bikin Roti

Cor Jalan, Cara Unik Sadiyo Sentil Pemerintah

SRAGEN,wartosolo.com-Banyak cara yang dilakukan rakyat kecil dalam meningatkan pemerintah. Tulisan di bawah ini bakal menunjukkan sentilan bagaimana, rakyat kecil yang tak punya power dan kuasa ternyata bisa membikin pedas telinga pengambil kebijakan. Mungkin saja ceritanya jadul, namun tetap saja tindakan pria ini akan menginspirasi orang kecil lainnya. Namanya Sadiyo Cipto Wiyono atau akrab disapa Mbah Sadiyo, pemulung asal Sragen, Jawa Tengah. Pria 65 tahun ini rela menyisihkan uang untuk menambal jalan berlubang yang ditemui di jalan. Entah sudah berapa lubang yang sudah dicornya, karena apa yang dilakukannya sudah bertahun-tahun lamanya. 
 Aksi nyentrik Sadiyo yang sebelemunya tak terendus oelh siapapun, kini mulai jelas mendapatkan simpatik dari para pengguna jalan. Masyarakat tak hanya diuntungkan dengan jalan yang mulus usai dielus Sadioyo. Mereka terbantu karena Sadiyo ikut menyentil pemerintah yang seolah berpangku tangan karena jalan dibiarkan rusak, sementara pajak terus mengalir ke kas negara.
 "Saya menyisihkan uang dari jualan rosok, Kalau lakunya di atas Rp 100.000 ya dibelikan semen dan pasir. Nanti menambal jalan yang rusak," kata pria yang tinggal di Dukuh Grasak RT 42 RW 11, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen ini. 

Sadiyo cor beton di Sragen
 Bukan tanpa tantangan saat menjalankan aksi sosial ini. Pria paruh baya ini harus menantang panas, bahkan nyawanya dikorbankan karena dirinya menambal aspal tanpa pengaman apapun. Atas kemurahan hati suami Tumirah ini, Tuhan tak langsung memberikan kemudahan. Di jalanan, kakek 7 cucu itu pernah didatangi petugas yang diduga dari pemerintahan. Petugas ini mengaku risih dan tak setuju atas tindakan Sadiyo. Namun Sadiyo menjawabnya juga enteng-enteng saja. "Silahkan becak saya dibawa. Saya tetap menambal jalan yang berlubang. Anda sebagai petugas seharusnya ya memikirkan jalan yang rusak," ucapnya. Nada keras Sadiyo ini ternyata membuat kecut si petugas pemerintah dan akhirnya mundur.  

Diliput media 

Sadiyo sendiri pergi dari rumahnya dengan naik becak. Barang-barang bekas di jalan diambilnya. Bila terkumpul banyak lalu dijual. Bila hasil jualnya banyak dipakai buat makan, sisanya buat material untuk menambal jalan. Sadiyo mengaku terenyuh bila melihat jalan yang rusak. Ia pernah sekali melihat pengendara sepeda motor yang jatuh karena menerabas lubang. Si pengendara motor yang tak lain adalah tetangganya mengalami patah tulang dibeberapa bagian tubuhnya. 
Dari aksinya turun ke jalan, akhirnya sejumlah media massa cetak dan elektronik meliputnya. Ia pun diundang ke stasiun televisi untuk mengikuti dialog. Hingga akhirnya pemerintah setempat terketuk hatinya atas kerja keras Sadiyo ini. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku terkesan dengan jerih paya Sadiyo. Ia pun memerintahkan adanya pengerahan massa untuk melakukan tutup jalan secara serentak. "Gerakan ini sebagai jawaban atas keresahan warga terkait kondisi jalan yang rusak. Semua pekerjaan belum bisa dilakukan karena menunggu proses lelang," kata Yuni. Tahun ini, Pemkab Sragen memfokuskan pada infrastruktur. Hanya saja, karena terkendala prosedur, proyek belum bisa dilakukan. Anggaran sudah disiapkan dan saat ini tengah proses lelang. (*/)

Gancik Hill Top, Tawarkan Pemandangan Elok Gunung Merbabu



Gancil-Hill-Pemandangan-Elok-Tawarkan
Objek wisata teranyar


BOYOLALI,wartosolo.com- Bagi anda pelancong dan peminat wisata alam maka anda pasti pernah mendengar atau merasakan keindahan pemandangan Gunung Merbabu yang berada di Boyolali.
Salah satu favorit lokasi yang dikunjungi para pendaki ini menawarkan pemandangan yang indah dan padang safana yang membentang luas. Gunung Merbabu sendiri memiliki ketinggian 3.145 mdpl ini memiliki wahana tempat wisata baru yakni Gancik Hill Top.
Gancik hill adalah bukit yang berada di lerang Merbabu. Lokasi ini terkadang menjadi jalur pendakian gunung Merbabu lewat kawasan Selo. Lokasi Gancik Hill bisa dijamah lewat perjalanan darat baik dari arah Salatiga atau Boyolali langsung menuju New Selo sampai di kantor Kecamatan Selo. Perjalanan mulai mendekati sasaran, setelah lurus dari kantor kecamatan langsung ke kiri di jalan kampung nomor du. Dari situ lurus saja naik terus. Nah tak begitu lama ikon Gancik di puncak bukit terlihat dan memang tinggi.
Gancil-Hill-Elok-Tawarkan-Pemandangan
Foto dari  atas bukit 

Sesampainya di lokasi langsung saja siapkan Rp 7.000 untuk tiket masuk sekaligus parkir
Pemandangan di Gancik Hill masih indah dan suasananya begitu asri. Anginya sepoi-sepoi. Di Gancik hill disedikan rumah pohon agar para pengunjung bisa puas menikmati pemandangan. Di depan salah satu jembatan pohon nampak terdapat tulisan Gancik Hill Top. Jembatan kayu yang membentang saling berhubungan, sehingga membuat para pengunjung bisa bebas berjalan kesana kemari menikmati pemandangan yang ada.
Gancik Hill yang terletak di Desa Selo baru luncurkan usai Lebaran Idul Fitri 2016. Objek wisata ini masih dikelola swadaya oleh warga sekitar.

Gancil-Hill-Tawarkan-Elok-Pemandangan
Spot swafoto


Ada juga masyarakat yang menyebutnya sebagai gardu pandang yang berada di puncak Bukit Gancik Di atas sebuah gardu pandang berbahan bambu setinggi 9 meter, wisawatan bisa berswafoto (selfie). Bila beruntung cuaca bersahabat bisa memberikan efek foto yang bagus.
Pada malam hari, keindahan alam dari bukit itu tak kalah menarik. Langit yang cerah yang bertaburan bintang bisa memberikan nuansa indah dan pengalaman yang tak terlupakan.  
Perlu diketahui nama Gancik diambil dari sejarah Kyai Syarif. Tokoh setempat yang tinggal di Merbabu sering memakai jalur naik turunnya di sana dari Merbabu ke Pasar Selo. “Di sini dulu tempat gawe mancik [untuk pijakan] kyai. Gawe mancik saat kyai memandang alam sekitar dan gae becik. Dari makna ini kami berharap Selo menjadi desa yang berkembang,”. (*)


Diduga Sonic Boom, Dentuman Suara Gegerkan Warga Solo


SOLO,wartosolo.com-Warga Solo sekitarnya Jawa Tegah digegerkan suara seperti dentuman keras di udara, Selasa 30 Agustus 2016. Radius suara tersebut mencapai wilayah puluhan kilomter yang didengar atau mencapai wilayah Solo Raya, bahkan hingga mencapai kawasan timur Jateng seperti Madiun dan Ngawi. Kemunculan suara dentuman itu menjadi bahasan di media sosial. Di salah satu fan page Solo Raya netizen saling adu argumentasi dan pendapatnya hingga ratusan jumlahnya.


suara-boom-sonic-jet
Jet tempur melayang di udara
 Baca pula : http://www.wartosolo.com/2016/08/suara-detuman-berasal-dari-latihan-pesawat-tempur-f16-tni-au.html


Ada netizen yang menyatakan, suara dentuman itu bersumber dari jet yang sedang latihan terbang. Pendapat itu disampaikan netizen yang menyampaikan bahwa suara itu merupakan getaran dari sonic boom sebuah pesawat. Pendapat itu disampaikan karena ada sejumlah warga menyaksikan adanya pergerakan pasukan dari TNI Angkatan Udara yang sedang menggelar latihan. "Sepertinya suara sonic bom," kata netizen. 
suara-jet-boom-sonic
Sementara itu dalam media elektronik yang banyak termuat menyebutkan, bahwa dentuman dan getaran di udara itu lazim terjadi, kemungkinan adalah sonic boom yang berasal dari jet temput yang sedang latihan.
Seorang pejabat di Koopsau menyebutkan, sonic boom, merupakan suara keras seperti dentuman bisa berasal dari gerakan benda dengan kecepatan melebihi kecepatan suara. Benda yang menghasilkan suara itu, antara lain pesawat berkecepatan tinggi seperti jet tempur.
Dampak dari sonic boom bila berada di tengah-tengah perkotaan atau perkampungan dapat menyebabkan kaca rumah pecah. Sehingga latihan semacam ini biasanya dilakukan di atas laut atau tempat yang jauh dari pemukiman warga. Atau pun pesawat terbang secara vertikal.
Itulah mengapa suara dentuman semacam sonic boom ini sering menghebohkan warga, dan sering menyebabkan timbulnya berbagai macam tanggapan dari masyarakat.  
jet-sonic-boom-suara
Data grafis sonic bom


- Sumber foto : bing.com
-Catatan : Umumnya pesawat tempur seperti F-14s, F-18s standar, dan Blue Angels atau Sukhoi bisa membuat sonic boom. Jet ini bisa mengeluarkan sonic boom bila mengambil kecepatan 760 mil per jam, atau 340 meter per detik, dan sekitar 661 knot. (*/)
sonic-boom-jet-suara
Efek suara sonic bom


Asrama Haji Donohudan Boyolali Ikon Baru Ajang Swafoto

boyolali-asrama-haji-donohudan
Asrama haji Donohudan Boyolali

BOYOLALI,wartosolo.com-Bagi anda penggemar fotografi dan pemburu objek swafoto. Ini dia tempat yang wajib anda kunjungi. Tempat ini tak jauh dari Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali. Jaraknya hanya 5-7 kilometer saja. 
Nah, lokasinya akrab disebut Asrama Haji Donohudan Boyolali yakni tempat penampungan calon haji seblum pemberangkatan atau kepulangan dari Arab Saudi.  
Bangunan yang dikelola oleh Pemprov Jateng melalui Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) ini memiliki objek bangunan yang kaya dan artistik. 


asrama-haji-donohudan-boyolali
Eksterior asrama haji


Bahkan seorang mahasiwa dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta menyebutkan, konsep dasar bangunan asrama haji Donohudan, ternyata menggunakan pendekatan filosofi Dinul Islam. Artinya  gambaran perjalanan keimanan yang dimulai dari Islam, Iman, dan memuncak pada Ihsan. Sehingga dalam menjalankan ibadah haji merupakan suatu tahapan untuk mencapai ihsan.  
 Lalu bangunan apa yang patut dipotret atau dijadikan latar swafoto itu. 
donohudan-haji-boyolali-asrama
Pintu masuk asrama haji

Nah ini dia, bangunan yang pertama jelas pintu masuk asrama haji atau di tepi Jalan Cendrawasih, lalu gedung Muzdalifah, Jeddah, Madinah, Arofah, gedung shafa serta bangunan Masjid Al Mabrur. 
Khusus yang ingin selfie layaknya di depan Baitussalam (Kabbah) di Makkah ada replikanya di sisi timur bangunan utama asrama. 
Untuk waktu pemotretan, disarankan mengambilnya pada pagi atau sore hari pada saat sinar matahri tidak tegak lurus. Hal ini dilakukan bagi anda yang ingin mencari pencahayaan yang bagus. 
Tetapi kalau sekadar ingin swafoto pada pagi, siang, sore atau bahkan malam hari tetaplah bagus berfoto-foto ria. (*)
donohudan-boyolali-asrama-haji-
Pemandangan asrama haji

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>