Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SUARA MERDEKA SOLO

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Dipajangi Boneka Polisi, Pengendara Motor Langsung Tergopoh-gopoh



TASIKMALAYA,wartosolo.com-Ini peristiwa sungguhan ! Sebuah boneka dipajang di tepi jalan. Sebuah papan rambu-rambu dan kendaraan roda dua bertengger di tepi jalan itu, layaknya sebuah razia. Boneka yang mirip manusia bahkan didandani layaknya seorang polisi, berkaca mata hitam dan ada peluitnya. Kontan saja, bagi pengguna jalan yang hendak melintas dan kebetulan tak memegang surat-surat penting bakal belingsatan. Pasti balik kanan tancap gas sekencang-kencangnya menghindari ''polisi'' ini. 


boneka-polisi
Bonka polisi bikin takut
Nah, ternyata dua polisi boneka ini dipajang di pinggir Jalan Raya, Baturuyuk 13/03, Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Boneka ini baru dipajang Senin, 15 Agustus 2016 malam.
Usut punya usut pembuatan polisi palsu diinisiatif warga. Tentu saja tujuannya untuk memberikan peringatan pengguna jalan agar berhati-hati. Sementara tujuan lain adalamemeriahkan HUT ke-71 RI. Kabarnya dana pembuatan bonek ini iuran hingga terkumpul Rp 300 ribu, sehingga bisa diwujudkan dalam bentuk yang bisa dilihat itu. 
Lalu bagaimana kalau ada polisi sungguhan yang kebetulan melintas. Apakah pak polisi akan kaget. Nah masih jadi tandanya . Tapi yang jelas, boneka polisi adalah ide yang unik dan bikin kaget kan ? (*/)

Ini Dia Jalan Terpendek di Pusat Kota Solo



SOLO,wartosolo.com- Bila anda berkunjung ke Kota Solo pastinya amat hafal dengan Jalan Slamet Riyadi. Jalan yang membelah kota Solo ini memiliki panjang sekitar enam kilo meter. Di mulai dari barat Kawasan Kleco, Purwosari, Gendengan hingga Bundaran Gladak. 

kota gladag solo
Jalan Pakoe Boewono
Uniknya di sepanjang Purwosari hingga Bundaran Gladak, di sisi kanan Jalan Slamet Riyadi beriringan dengan rel kereta api. Rel ini masih berfungsi normal. Dahulu kala jalur kereta api Solo - Wonogiri ini dilintasi KA Punakawan. Kini setiap hari dilintasi Railbus Batara Kresna. Pada hari hari tertentu dilintasi Sepur Kluthuk Jaladara.
Nah, pada setiap Minggu pagi antara pukul 06.00-09.00 sepanjang Jalan Slamet Riyadi ditutup total. Jalan protokol ini dimanfaatkan sebagai Solo Car Free Day. Puluhan Ribu orang dari Solo sekitarnya mengunjungi CFD ini. 

gladag solo kotasolo kota gladag

Jalan Terpendek

Namun, ada sebuah jalan yang tak jauh dari Jalan Slamet Riyadi yakni di sisi selatan Bundaran Gladak menuju Keraton Surakarta. Jalan ini diberi nama Jalan Pakubuwono. Panjangnya tak lebih dari 100 meter memiliki lebar sekitar 9 meter. Jalan ini merupakan jalan perantara antara Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Slamet Riyadi menuju Alun-alun Lor Keraton Surakarta. 
Di kiri kanan jalan ini hanya terdapat pedestrian dan pohon-pohon besar. Bangun yang berdiri hanya pagar tinggi dan taman. Hanya saja pada saat Sekatenan digelar di Alun-alun Lor, jalan ini dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk berjualan berondong, manisan, dolanan dan aneka macam makanan. Aktivitas ini dilegalkan karena sudah menjadi tradisi setempat.
Jalan Pakubuwono kini menjadi slah satu ikon Kota Solo. Banyak titik-titik spot yang dipakai untuk berfoto-foto dan selfie. Bila anda naik mobil ke sini, mobil cukup diparkir di sisi utara jalan ini yakni di sekitar Beteng Vastenburg.  Venue di kawasan ini cukup indah, ada Tugu Slamet Riyadi, Galabo, Beteng Vastenburg, Gedung BI, Balai Kota Surakarta, Pasar Gede dan tentunya Keraton Surakarta. 

kota gladag solo
Nah, Jalan pakubuwono ini memang menjadi jalan terpendek sehingga tidak ada penomoran atau petugas dari pos mengirim surat ke sana. Diambilnya nama jalan ini merupakan penghargaan bagi tokoh Kesunanan Surakarta Paku Buwono. (*/)







 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>