Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   

Sosok Inspiratif

Intan Dituntut Multi Talenta

TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diber...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

SILAHKAN PESAN/ORDER

SILAHKAN PESAN/ORDER

Follow by Email

SILAHKAN KUNJUNGI SITUS KAMI

Tampilkan postingan dengan label HUKUM KRIMINAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUKUM KRIMINAL. Tampilkan semua postingan

TBBM Boyolali Alami ''Kebakaran Hebat'' Disertai ''Penyanderan''

simulasi-kebakaran1


BOYOLALI,wartosolo.com-Kebakaran hebat terjadi di salah satu filling shed PT Pertamina (Persero) TBBM, Teras, Boyolali, Rabu (30/8). Api dengan cepat membakar stasiun pengisian BBM. Pemicunya diduga proses pengisian BBM ke truk tangki yang tidak sempurna dan muncul percikan api. Sehingga api melalap filling shed berikut truk tangki. 
Beruntung, sopir dan kru truk tangki bisa diamankan dan dibawa ke kantor pimpinan untuk pemeriksaan. Para pekerja TBBM Boyolali juga dievakuasi oleh tim medis untuk memberikan pertolongan pertama. 
Regu operasi keadaan darurat (OKD) diperintahkan untuk segera bertindak cepat setelah terjadi kebakaran. Mobil pemadam kebakaran langsung menuju ke posisi dan menyambungkan selang ke hydrant steel untuk memadamkan api. Situasi darurat itu bertahan satu jam karena tim pemadam, dibantu Damkar dari Kabupaten Boyolali berhasil menjinakkan si jago merah.
Simak juga : Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo
Di luat dugaan, saat petugas memeriksa sopir truk tangki untuk mengetahui penyebab kebakaran. Dua sopir itu tak mau disalahkan atas kelalaian ini dan menyandera salah satu staf. 
Pimpinan TBBM Teras lalu meminta keamanan objek vital untuk melakukan negosiasi. Namun, upaya itu tak menghasilkan, bahkan dua sopir ini meminta tebusan sejumlah dan mobil untuk melarikan diri. 
Pasukan anti-teror dari kepolisian pun dipanggil berikut keluarga sopir agar mau dibujuk untuk melepas sandera. Upaya ini pun tidak berhasil hingga pasukan anti-teror dengan senjata lengkap menyerbu guna mengakhiri drama penyanderaan.
Operation Head PT Pertamina TBBM Boyolali, Abdul Wahid Nayu menjelaskan, kejadian tersebut merupakan simulasi untuk menghadapi keadaan darurat yang sesugguhnya. Simulasi ini ditujukan untuk melindungi TBBM atau objek vital nasional dalam penyaluran BBM ke masyarakat.
"Kami ingin melihat kesiagaan OKD, jika terjadi keadaan darurat yang sebenarnya," kata dia.
Kesiapan siagaan ini juga menguji prosedur organisasi, keamanan tim dalam menangani keadaan darurat maupun infrastruktur pendukungnya, termasuk pembebasan sandera.
Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menambahkan, kepolisian selalu siap mendukung PT Pertamina TBBM Boyolali dalam penanganan darurat. "Saya lihat koordinasi berjalan bagus, dan semoga sinergi ini berjalan terus," katanya. (SM)

simulasi-kebakaran2

Cek berita : 6 Kecamatan di Bumi Sukowati Alami Krisis Air Bersih

Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo

tabrakan-maut1


SOLO,wartosolo.com -Suharto bin Sumarto, ayah kandung Eko Prasetio, korban dugaan pembunuhan pengendara sepeda motor mendesak proses hukum dengan tersangka Iwan Adranacus (40), di Solo. Proses penyidikan, penyelidikan, sampai dengan penuntutan, semuanya digelar di Solo. 
Perwakilan keluarga besar, Eko Prasetio (28) menegaskan, tersangka juga tetap ditahan di Solo, termasuk menjalani masa hukuman di Kota Bengawan. 
"Kami pihak keluarga korban sangat mengharapkan hal itu. Oleh karenanya kami meminta kepolisian, penasehat hukum, dan masyarakat mengawal proses ini sampai tuntas," katanya di kediaman Moedrick M Sangidoe, Senin (27/8).  Kehadiran Suharto di rumah Ketua Umum Mega Bintang ini dalam rangka menyerahkan kuasa penuh proses hukum kasus penabrakan maut di timur Mapolresta, Rabu (22/8/2018) siang. Suharto juga bertatap muka langsung dengan pengacara dari organisasi massa Mega Bintang dan tokoh masyarakat Solo, di antaranya Wakil Ketua DPRD Surakarta Umar Hasyim, Kapolsek dan Danramil Serengan, serta tokoh masyarakat lainnya juga wartawan. 
Baca : Pramuka Smada Boyolali Perkokoh Persatuan dan Kesatuan
Dalam kesempatan itu, Suharto juga menegaskan, pihaknya tetap mengikuti proses hukum penabrakan maut itu. Suharto menyanggah adanya isu miring tentang pertemuan pihak keluarga dengan tersangka termasuk pemberian santunan senilai Rp 1 miliar.
"Semua yang beredar di media sosial itu tidak benar dan cenderung fitnah," tegasnya.

tabrakan-maut2

Mudrick M Sangidoe bersama kuasa hukum Mega Bintang akan mendiskusikan tututan yang diajukan di persidangan, termasuk kemungkinan tuntutan pembunuhan berencana. Bersama pihak keluarga pihaknya masih menunggu proses hukum di kepolisian. 
"Kami mendukung proses hukum kasus ini sampai selesai. Kami juga berharap aparat pengak hukum menjalankan tugasnya secara profesional. Kami juga mohon denagan hormat tersangka jangan di bawa ke luar solo, baik penahanan dan proses hukum harus tetap di solo," tegas Moedrick. 
Salah satu kuasa hukum, Badrussalam menegaskan agar mekanisme hukum  ditaati dalam penyelesain kasus yang sudah mendapatkan perhatian publik di Tanah Air ini. (*/)
Simak : Usai Bantu Bantu Pengungsi Gempa Lombok, Enam Personil KRI Dipulangkan

Cinta Segitiga Berujung Maut, Dugaan Terbunuhnya Dera

pembunuhan-boyolali


(BOYOLALI,wartosolo.com) - Dugaan penyebab terbunuhnya Dera Dewanti Dirgahayu, berikut siapa pembunuhnya menjadi tanda besar di lapisan masyarakat.  Sejak ditemukan dalam kondisi telanjang oleh warga di pinggir persawahan Desa Ngargorejo, Kecamatan, Ngemplak, Boyolali, Senin (22/1) pagi, aparat penegak hukum masih mencari petunjuk untuk mengungkap hal itu.
Petunjuk terbaru berasal dari kediaman wanita cantik ini di Perum Sawahan Indah 4, Dukuh Padokan, Sawahan, Ngemplak, Boyolali. Dari keterangan warga sekitar, malam hari atau Minggu (21/1), ada aktivitas mencurigakan di rumah korban.
Mobil jazz yang biasa dibawa karyawan bank swasta keluar perumahan.
BACA : Pulang Kampung, Perantau Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
Apalagi, malam setelah penemuan jazadnya, polisi sempat mendatangi rumah yang didiami beberapa tahun ini untuk olah kejadian perkara. "Banyak polisi yang datang, mungkin saja cari barang bukti," kata Joko, warga sekitar. 
Saat dikabarkan berbagai media, sosok berkulit kuning ini tewas di pinggir sawah di Ngargorejo. Warga pun menduga ada hal misterius yang menyebabkan Dera terbunuh. Desas desus pun bermunculaan mulai dari persoalan keluarga, cinta segi tiga yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut.
Dilansir dari media onlen nasional, Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, Selasa (23/1) mengatakan Dera Dewanti Dirgahayu (38) warga Perum Sawahan Indah 4, Ngemplak, Boyolali. Dia juga diketahui bekerja di sebuah bank swasta di Karanganyar.
"Korban ini bekerja di BPR di Colomadu, Karanganyar dan tinggal di Perum Sawahan Indah 4, RT 01 RW 10, Ngemplak, Boyolali," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, Selasa (23/1). Aries mengatakan, setelah identitas diketahui olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Dera. Olah TKP dilakukan untuk mengetahui lokasi pembunuhan korban. "Selesai autopsi, Senin malam kami langsung olah TKP di rumahnya," ujar dia. Berdasarkan hasil olah TKP diketahui dari kamar tidur korban ditemukan seperti jejak-jejak berhubungan badan.
SIMAK JUGA :  Butuh 10 Tembakan Lumpuhkan Monyet Ekor Panjang

Kebangetan, Gara-garaTruk ''Nakal'' ini Jadwal Keberangkatan KA Railbus Molor


truk-railbus

SOLO,wartosolo.com - Perjalanan Railbus Bhatara Kresna dari Stasiun Solo-Balapan menuju Wonogiri tertunda, Kamis (16/11/2017). Semestinya seperti tercantum pada jadwal reguler, KA Railbus diberangkatkan dari stasiun pukul 04.00. Namun, kereta belum sempat diberangkatkan dari stasiun, masinis sudah menerima kabar, bahwa jalur KA terhalang sebuah truk. 
Informasi dari lapangan menyebutkan, pada dini hari sekitar pukul 02.00 sebuah dump truk bermuatan material nangkring di jalur aktif Solo-Wonogiri tepatnya di sisi selatan gedung Pengadilan Negeri Surakarta, Sriwedari.
 Hingga pukul 04.00 atau jadwal KA Railbus melintas. Truk bernopol AD 1565 TG tak juga disingkirkan oleh pengemudi. Akhirnya Daop VI Yogyakarta menunda keberangkatan KA perintis dan menghubungi kepolisian, dan diteruskan serta Dinas Perhubungan Surakarta untuk mengurus truk nakal tersebut. 
Baru, setelah aparat kepolisian bersama Dishub  memanggil truk derek  dari Makamhaji, Sukoharjo. Truk dump bisa disingkiran dan diparkirkan di dekat gedung Pengadilan Negeri Surakarta.
Menurut Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta, Ari Wibowo di akun facebooknya berkat kerja keras bersama truk itu bisa disingkirkan, sehingga KA Railbus Bhaara Kresna bisa melanjutkan perjalanan. 
"Kebangetannya sopir truk yang (diperkirakan) sejak jam 02.00 dini hari meninggalkan truk nya (muatan sirtu) diatas rel KA Jalan Slamet Riyadi (depan graha wisata niaga) sehingga KA Bathara Kresna harus menunda perjalanannya (baru berangkat sekitar jam 05.20, dari yang seharusnya jam 04.00)," ungkap Ari. 
railbus-truk

"Alhamdulillah sudah bisa diderek, digeser ke utara jalan (depan Pengadilan Negeri) berkat kerja keras tim Daop VI, Stasiun Purwosari, Polsek Laweyan dan Dishub serta penderek dari makam haji," imbuhnya.
Kini pihak terkait masih menunggu si empunya truk, dan meminta keterangan atas kejadian tersebut. 
"Tinggal kita tunggu si pemilik datang ambil truk dan memberi pembelajaran kepadanya...semangat!" tegas Ari. (*)

Sumber foto : facebook

PWI Solo Kecam Represif Aparat kepada Jurnalis


SOLO,wartosolo.
com-Mensikapi kekerasan terhadap wartawan oleh petugas di depan Kantor Bupati Banyumas,  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Khusus Surakarta prihatin dan mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Jateng.
Peristiwa yang terjadi di saat sejumlah wartawan tengah meliput peristiwa aksi Komunitas Selamatkan Slamet di halaman Kantor Bupati, Senin 9 Oktober 2017 malam, sekitar pukul 22.00 merupakan insiden yang memalukan.
kekerasan-wartawan.jpg
faktualnews.co
Berikut pernyataan sikap yang rilisnya.
Atas nama apa pun, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai tindakan melawan hukum. Untuk itu, PWI Surakarta menyampaikan sikap sebagai berikut:
Mengecam dan mengutuk tindakan penghalang-halangan terhadap tugas wartawan dan kekerasan oleh aparat kepolisian dan Satpol PP yang menimpa wartawan di Banyumas. Tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, khususnya Pasal 3 Ayat 1, bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Lalu Pasal 4 Ayat 3, bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Kemudian Pasal 6 butir a, bahwa pers nasional melaksanakan peranannya,  memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.
Mendesak Kepolisian Resor Banyumas agar menindak pelaku tindak kekerasan tersebut, baik perseorangan maupun kelompok sesuai dengan hukum yang berlaku, termasuk memprosesnya dengan mekanisme Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Meminta kepada Kapolres Banyumas dan Bupati Banyumas untuk meminta maaf secara terbuka kepada insan pers di Banyumas khususnya, dan Indonesia pada umumnya.
Meminta kepada Kapolres Banyumas dan Bupati Banyumas untuk mengembalikan sejumlah barang milik wartawan yang hilang di dalam peristiwa tersebut, serta mengganti kerusakan yang ditimbulkan.
Mengimbau kepada warga masyarakat, terutama pejabat pemerintah dan aparat keamanan untuk membudayakan sikap mendahulukan dialog ketimbang kekerasan dalam hal apa pun.
Surakarta, 10 Oktober 2017 Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, Sri Hartanto mendampingi Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul. (*)

Pria ini Gadaikan Taksi Demi Biayai Terapi Alat Kelamin

gadai-taksi.jpg

SOLO,wartosolo.com- Anggota satuan reserse kriminal Polsek Banjarsari, Solo, Jateng  menangkap seorang pelaku peggelapan taksi  milik PT Sakura Sari Taksi. Pelaku penggelapan adalah Lilik Yulianto yang tak lain sopir dari taksi tersebut.
Kejadian bermula saat pemilik perusahaan melaporkan mobil taksi bernomor polisi AD 1104 DA  yang dikendarai pelaku tidak kembali selama empat hari. Dari laporan tersebut petugas langsung menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan.
Sesuai aturan perusahaan, setiap tiga hari mobil taksi harus dibawa ke-kantor untuk memperbarui surat tugas. Petugas berhasil menangkap pelaku di kediamannya, namun barang bukti berupa mobil taksi ternyata tidak ada lantaran sudah digadaikan oleh pelaku.


Dari pengakuan tersangka taksi tersebut digadaikan kepada orang lain di wilayah Semarang. 
"Setelah menggadaikan mobil taksi senilai 23 juta rupiah," terang Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana, Selasa 15 Agustus 2017.
Menurut pengakuan tersangka, uang hasil menggadaikan mobil  taksi sempat dimanfaatkan tersangka untuk membayar setoran menarik taksi ke-perusahaan senilai empat ratus lima puluh ribu rupiah.
Selain itu pelaku juga menggunakan uang hasil penggadaian taksi dengan melakukan terapi alat kelamin dan bersenang-senang. 
"Akibat perbuatannya ini pelaku dijerat Pasal 371 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," terang Kompol I Komang Sarjana. 
taksi-gadai.jpg


Tuntut Keadilan Kuasa Hukum Empat Warga Sawahan Ajukan Kasasi


kasasi-ma.jpg

BOYOLALI,wartosolo.com -Setelah upaya gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Boyolali tidak diterima (Niet ontvankelijke Verklraad/NA) majelis hakim yang diputuskan dalam perkara perdata, Selasa (18/7) lalu. Empat warga Sawahan, Ngemplak Boyolali melalui kuasa hukumnya Slamet Riyadi SH mengajukan kasasi gugatan perkara perdata itu ke Mahkamah Agung RI. 
Surat memori kasasi dalam perkara perdata itu dimasukan Slamet Riyadi SH diterima dan ditandatangani kepaniteraan PN Boyolali Utaminingsih SH, pada Senin (24/7. 
Dalam memori kasasi bernomor 24/Pdt.G/2017/PN Byl tersebut, yang dibacakan kuasa hukum. Pihaknya menyertakan sejumlah alasan, dan dasar-dasar gugatan sebagai pertimbangan majelis hakim MA RI. Sejumlah pertimbangan yang diajukan yang terpenting adalah tak sependapatnya empat warga Sawahan, Saminem, Sarimo Hadi Suwito, Suprapti, dan Parti Rahayu dengan pertimbangan hukum majelis PN dalam amar putusannya tertanggal Selasa, 18 Juli 2017. 
"Upaya kasasi ini ditempuh kliennya karena berbagai pertimbangan-pertimbangan. Satu di antaranya adalah tak sependapatnya klien kami atas putusan majelis hakim PN atas gugatan perdata ganti rugi lahan," terang Slamet seperti dikutip dari Suara Merdeka. 

Simak berita terkait  : http://www.wartosolo.com/2017/05/tepati-janji-warga-tutup-paksa-pintu-tol-soker.html

Pertimbangan lain yang diajukan dan bisa menjadi pertimbangan Majelis Hakim MA RI adalah dasar hukum tidak kurang pihak yang disampaikan majelis hakim PN, saksi tergugat yang disampaikan legal PPK Lahan, bukti tergugat dan sejumlah fakta lapangan yang menguatkan posisi gugatan empat warga agar dikabulan permohonan gugatan ganti rugi lahan. 
"Semua pertimbangan itu sudah kami lampirkan dalam memori kasasi," imbuhnya. 
Slamet mengungkapkan, setelah surat memori kasasi ini diterima oleh MA. Maka sejak diterima sampai dengan 30 hari sudah ada vonis. Pihaknya tidak bisa memantau langsung sidang kasasi ini karena diselenggarakan secara tertutup melalui pleno. "Kami menunggu hasil sidangnya saja," katanya. 
Dirinya optimistis, bila majelis hakim MA RI akan memenangkan gugatan empat kliennya. Kalaupun hakim menolak kasasi itu, para pemilik lahan tetap pada pendiriannya tidak mau menjual tanahnya ke pihak pelaksana tol selama harganya masih di bawah harga pasar. (*/)

Pengendara Motor Terkapar Seketika Tertimpa Gulungan Kain Seberat 1 Ton


laka lantas solo.jpg
Polisi lakukan pemeriksaan


SOLO,wartosolo.com - Dua orang wanita harus dilarikan ke RSUD Dr Moewardi Surakarta, Jateng lantaran menjadi korban kecelakaan lalu lintas, Senin 1 Mei 2017 sore. Korban sendiri terjatuh terkapar di jalan dari atas sepeda motor yang ditunggangi seusai tertimpa gulungan kain seberat satu ton yang terjatuh dari sebuah truk pengangkut kain yang melintas di depannya tersebut.
Beginilah suasana di lokasi kejadian laka lantas yang terjadi di Jalan Ir Juanda, Jebres, Solo. Kecelakaan terjadi pada senin sore 1 mei 2017. Dalam kecelakaan tersebut dua orang wanita yang belum diketahui identitasnya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat perawatan, setelah tertimpa gulungan kain yang terjatuh dari truk pengangkut kain. Beruntung nasib si korban terselamatkan meski mengalami luka-luka. Padahal si korban baru saja mendapatkan nasib nahas, motornya dihantam kain dengan berat ribuan kilogram.

Berdasarkan keterangan dari sang sopir truk yakni Joko, mengaku bahwa dirinya tak mengetahui penyebab jatuhnya gulungan kain tersebut. Dirinya hanya mengetahui gulungan kain tersebut sudah terjatuh saat melihat dari kaca spion saat itulah sang sopir menghentikan laju truknya dan turun dari truk.
Namun dirinya tak sadar bahwa gulungan kain tersebut telah menimpa pengendara motor dan pembonceng yang saat itu berada didekat truk tersebut. Sopir truk juga menyampaikan bahwa dirinya tak merasa jika truk yang dikemudikannya tersebut membentur pohon.
laka solo lantas.jpg
Polisi angkut motor
Sedangkan dua korban yang merupakan pengendara dan pembonceng, kini tengah dirawat di rumah sakit. Kini petugas juga masih berupaya melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk yang mengangkut gulungan kain seberat lima belas ton tersebut.
Untuk sementara petugas kepolisian lalu lintas Kota Solo juga masih belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut terkait kronologis kejadian tersebut lantaran saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk dan menunggu keterangan dari korban yang kini masih dirawat dirumah sakit. 

solo laka lantas.jpg
Polisi kumpulkan data lapangan
solo lantas laka.jpg
Truk pengangkut gulungan kain
lantas laka solo.jpg
Amankan tempat kejadian laka lalin

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)


Eksekusi Mati tak Kurangi Jumlah Bandar Narkoba


SOLO,wartosolo.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara sosialisasi bahaya narkoba, pornografi, dan kekerasan terhadap anak di GOR Manahan Solo, Jumat 21 April 2017. Dalam kehadirannya tersebut presiden menyampaikan bahwa bandar narkoba saat ini jumlahnya tak kunjung berkurang meski telah dieksekusi mati 
"18 bandar narkoba selama dua tahun telah dieksekusi mati, namun jumlahnya masih belum berkurang," terang presiden. 
dieksekusi-bandar-narkoba


Presiden menyampaikan setiap harinya ada sekitar 40 hingga 50 orang meninggal dunia karena narkoba. Maka dari itu presiden meminta kepada semua daerah untuk terus bergerak memberantas narkoba, tanpa harus menunggu dari pusat. Dalam
pidatonya tersebut orang nomor satu di Tanah Air menjelaskan kasus peredaran narkoba memang harus diperangi habis-habisan agar tidak meluas peredarannya. Terutama tidak merambah kekalangan pelajar karena pelajar merupakan penerus bangsa. Yang mana harus pandai-pandai dalam bertindak untuk tidak mendekati narkoba karena dapat merusak mental, dan merusak segalanya.

Dihadiri 1.000 pelajar

Presiden Ri ke 7 tiba di GOR Manahan sekitar pukul 09.30  dengan mengenakan
baju batik warna coklat lengan panjang. Mantan Wali Kota Surakarta didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi yang mengenakan kebaya warna merah. Hadir dalam sosialisasi di antaranya Mufidah Yusuf Kalla, Gubernur
Ganjar Pranowo, dan sejumlah meneteri kabinet. Acara dibuka dengan penampilan tarian tradisional dari pelajar SMKN 8 Surakarta. Dalam kegiatan ini ada sekitar 1.000 pelajar seluruh tingkatan di wilayah Solo Raya yang turut hadir dalah sosialisasi tersebut. (*/)
bandar-narkoba-dieksekusi

Solo Salah Satu Kota Paling Rawan Peredaran Narkoba

waspada-shabu

SOLO,wartosolo.com - Aparat kepolisian Polresta Solo terus menggalakan kegiatan guna
memerangi peredaran narkoba. Berbagai macam kegiatan kepolisian ditingkatkan untuk mengungkap para bandar narkoba.
Satuan reserse narkoba sebelumnya juga sempat merilis beberapa tersangka yang tersandung kasus narkoba. Para tersangka tersebut rata-rata merupakan pengguna dan kurir.
Dari penangkapan ini, para tersangka mengaku tak kenal dengan orang yang mengirim barang terlarang tersebut. Mereka hanya melakukan transaksi melaluli via telefon atau sms.
Dalam hal ini petugas juga telah berupaya melakukan berbagai macam kegiatan untuk menangkap para pelaku penyalahgunaan narkoba. Meskipun demikian petugas masih menemui kendala lantaran para tersangka yang ditangkap merupakan jaringan terputus sehingga petugas kesulitan dalam melacak pelaku lainnya.
Dalam hal ini kewaspadaan masyarakat juga sangat penting untuk melawan peredaran narkoba.  Untuk modus baru sejauh ini dari hasil penungkapan yang dilakukan oleh petugas masih belum ada, rata-rata pelaku mengguna cara klasik yakni menggunakan kurir yang mana kurir tersebut bertugas menjual dan mengedarkan barang terlarang tersebut.

Tangkap Pelaku

Sebelumnya, petugas menangkap dua pria saat hendak mengambil
pesanan paket shabu dikawasan jalan Kelapa Gading Kleco, Laweyan, Solo. Dari penangkapan tersebut petugas menyita sejumlah barang bukti berupa paket shabu dan seperangkat alat hisap shabu atau bong. Dua tersangka Joko Susilo bersama rekannya Arief Nur Sasongko  penyalahguna shabu. Polisi telah mengendus gerak-gerik pelaku langsung menyergap keduanya tanpa ada perlawanan. 
Kapolsek Laweyan Kompol Santoso mengungkapkan,  pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa dikawasan tersebut sering digunakan untuk transaksi narkoba. Dari hasil laporan tersebut polisi melakukan penelusuran.  Hingga akhirnya berhasil menangkap dua
pelaku tersebut.
waspada-sabu

"Kini petugas masih berupaya memburu pengirim barang yang diketahui berinisial Dv. Sementara itu  tersangka Joko mengaku telah mengkonsumsi shabu sebanyak tiga kali. Dirinya melakukan hal tersebut lantaran stres terbelit masalah rumah tangga," kata Kapolsek Laweyan . (*/)

Konflik Keraton, Dewan Adat Diberi Waktu Lima Hari Serahkan Kunci


SOLO,wartosolo.com- Tim lima bentukan Sinuhun Pakbuwono XIII meminta lembaga dewan adat untuk segera membongkar sekat yang memisahkan Sasana Narendra dari bagian keraton yang lain. Sekat tersebut memblokir akses Pakubuwana  XIII menuju area Kedhaton untuk mengadakan Tingalan Jumenengan Dalem yang rencananya digelar pada 22 April mendatang.
Pasalnya tanpa pembukaan sekat itu, persiapan pelaksanaan upacara adat tingalan dalem jumenengan PB XIII atau prosesi naik tahta Raja Keraton Solo pada tanggal 22 April terhambat. Hal tersebut terjadi karena kunci utama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum diserahkan oleh pihak dewan adat.
lima-tim
Pernyataan tim lima
tim-lima

Menurut Ketua Tim Lima KGPH Benowo, pelaksanaan jumenengan terhambat karena kunci utama Keraton Solo masih dipegang dewan adat. Keraton Solo setiap jumenengan mengeluarkan pusaka keramat milik keraton mulai dari keris, tombak, hingga gamelan. Namun semua kunci untuk menyimpan pusaka masih dibawa dewan adat. "Tim lima memberi waktu hingga selasa 11 April 2017 mendatang untuk menyerahkan kunci-kunci dan membongkar sekat-sekat yang ada di dalam keraton," tegasnya.
Mengingat waktu penyelenggaraan tingalan jumenengan dalem yang kian dekat. Benowo menegaskan pihaknya akan membongkar sendiri sekat-sekat yang ada bila hingga tenggat waktu yang diberikan, lembaga dewan adat tidak segera membongkarnya. Tak hanya itu Pakubuwana XIII juga akan menjatuhkan hukuman adat kepada lembaga dewan adat bila tidak mematuhi perintahnya membongkar sekat. Selain hukuman adat  tim lima juga melakukan upaya hukum karena tindakan dewan adat menghalangi pelaksanaan jumenengan dapat dijerat UU No 10/2010 tentang, Cagar Budaya.
Benowo menyebut sekat pembatas Langen Katong dan Sasana Hadi yang dibongkar paksa pada minggu 2 Aril 2017 lalu bukanlah akses utama PB XIII menuju Sasana Sewaka. Masih terdapat akses lain melalui Sasana
Hadi-Langen Katong-Junggring Saloka-Dalem Ageng-Sasana Sewaka yang hingga kini masih dikunci dan tersekat-sekat. (*/)

Hendak Kabur Residivis ini Dihadiahi Timah Panas Aparat


SOLO,wartosolo.com-Inilah hadiah bagi penjahat yang berani melawan petugas saat hendak ditangkap. Dua pelor panas menghujam kaki kanan residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Tindakan tegas aparat itu terpaksa diambil saat terjadi penangkapan dari pengembangan kasus curanmor yang kerapterjadi di Kota Solo, Jateng. Petugas berhasil menangkap rekan pelaku bernama Erwin pada 2016. Dari hasil pemeriksaan muncul nama Setiawan. Setelah ditelusuri pelaku ternyata bersembunyi di rumah tempat tinggalnya di Klaten.
residivis-didor-polisi
Residivis ditangkap aparat

Saat aparat melakukan misi penangkapan pada Sabtu 8 april 2017, pelaku sempat melawan dan mencoba kabur dari kejaran petugas. Aksi kejar-kejaran itu membuat dua anggota Polresta Solo sempat terjatuh dari pagar lantaran ditendang oleh pelaku.  Tak ingin buruannya kabur polisi dengan sigap menembak bagian kaki kanan pelaku. Timah panas langsung melesat dan bersarang di bagian betis serta jari kaki residivis yang juga pernah melakukan aksi serupa di seputaran Klaten tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku  pernah melakukan aksi curanmor di kawasan Laweyan, Solo sebanyak tiga kali. Sasaran pelaku merupakan sepeda motor yang di parkir di tempat kos tanpa dikunci stang. Modusnya yakni dengan menggunakan kunci T dan membuka kontak kendaraan setelah motor dikuasai  pelaku langsung membawa kabur motor tersebut.
polisi-residivis-didor
Residivis diperiksa aparat

Hasil kejahatan curanmor dijual oleh pelaku dengan harga miring. Pelaku berdalih bahwa motor yang dijualnya merupakan motor gadai. Selain menangkap pelaku polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor hasil kejahatan. Motor tersebut dijual seharga tiga juta rupiah kepada penadah yang diketahui bernama Tri Handoyo.
Tri handoyo kini juga telah ditangkap dan diamankan oleh petugas kepolisian dalam kasus penadahan barang curian. Menurut Kasa Reskim Polresta Solo Kompol  Agus Puryadi, akibat perbuatannya tersangka Setiawan dijerat pasal 363 KUHP tentang, Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
"Sedangkan tersangka lainnya yang berperan sebagai penadah yakni Tri
Handoyo  dijerat pasal 480 kuhp dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara."

residivis-polisi-didor
Pelor bersarang di kaki residivis

Ini Dampak Memanasnya Konflik Internal Keraton Solo


SOLO,wartosolo.com- Kian memanasnya konflik internal Keraton Surakarta, belakangan berdampak luas. Hal yang paling dirasakan adalah kunjungan wisata ke objek tersebut. 
Adanya konflik internal tersebut jelas mengganggu kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional. Akses wisatawan untuk masuk ke kompleks keraton terhambat semenjak konflik ini pecah.
Menurut pengelola museum Keraton Surakarta, penutupan museum atas perintah pihak terkait.    “Senin sempat dibuka untuk umum. Tapi Selasa sengaja ditutup, karena di kompleks Kamandungan banyak aparat kepolisian,” ungkap KRMH Suryo Adimijaya.

konflik-internal-keraton-ditutup
Keraton Surakarta dijaga ketat aparat
Sampai sekarang penutupan museum masih berlanjut. Bahkan pengelola museum pun tak bisa memastikan sampai kapan penutupan salah satu objek wisata keraton diberlakukan. “Yang jelas menunggu situasi kondusif terlebih dahulu.”
Selama ini pengelola keraton telah memberikan rute tetap paket wisata. Yakni Pagelaran-Siti Hinggil-museum-bangunan keraton. Sebenarnya, ada satu paket yang bisa dikunjungi yakni Pasar Klewer. Namun semenja pasar sandang itu terbakar akhir 2014, rute tersebut bertambah pendek lantaran Pagelaran digunakan berjualan pedagang Pasar Klewer.
Pengelola museum pun menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan kunjungan wisata ini. 
“Kami minta maaf kepada masyarakat. Objek wisata seperti museum dan perpustakaan sengaja ditutup untuk sementara waktu ditutup," ucap Pengageng Museum dan Pariwisata, KGPH Puger. 
Dalam setahun data akhir 2016 total kunjungan wisatawan ke Solo 2016, mencapai angka 3.949.611.  Adanya konflik internal di keraton keturunan Mataram ini jelas menurunkan kunjungan wisata ke Solo. (*/)

Temui Isu Penculikan atau Penipuan Onlen ? Adukan Saja ke Posko ini


SOLO,wartosolo.com- Masyarakat diminta memanfaatkan layanan aduan kepolisian di nomor 085600401272 yang telah dipasang Polresta Solo melalui spanduk di beberapa titik lokasi. Hal ini dilakukan mengingat akhir-akhir ini marak isu penculikan anak melalui pesan singkat (SMS) maupun media sosial.
Polresta solo sendiri sudah membuka diri dengan layanan yang mampu memberikan gambar, bahkan solusi ketika orang tersebut akan tertipu baik itu bohong (hoax) maupun tertipu secara online. Polresta Solo juga telah menyebar atau memasang spanduk di beberapa titik beserta nomor telepon yang dapat dihubungi. 

solo-posko-penipuan-polresta
Posko aduan Polresta Solo


Menurut Kasat Reskrim polresta Solo Kompol Agus Puryadi, terkait maraknya berita bohong tersebut sudah ditangani oleh Mabes Polri secara khusus. Dikatakan, di Kota Solo juga sudah dibentuk melalui masyarakat anti-hoax untuk menangani berita bohong tersebut. "Berita hoax ini memang meyakinkan jadi hubungi layanan kepolisian yang ada dispanduk agar cepat ditangani. Supaya masyarakat yang menerima berita hoax melalui pesan singkat tidak mengirim kembali kepada masyarakat lainnya atau konfirmasi kepada pengirim," katanya. 
Sejauh ini pihak kepolisian masih belum mendapat laporan terkait hal tersebut. Jutru pihak kepolisian banyak menerima kiriman terkait isupenculikan dari masyarakat melalui pesan singkat. 
posko-penipuan-polresta-solo

Penipuan Online 

Pada bagian lain Polresta Solo mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati menyusul maraknya penipuan online dengan modus jual beli akun di instagram. Polresta solo menemukan modus baru dalam aksi penipuan belanja online di insitagram.
Meski demikian saat ini sosial media instagram merupakan salah satu yang paling sering digunakan oleh banyak orang terutama di Indonesia. "Supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan saat membeli barang melalui online masyarakat disarankan agar menggunakan situs resmi," terang Kasa Reskrim
Apabila ingin berbelanja online lebih bai menggunakan situs resmi yang sudah di iklankan jangan akun instagram atau sejenisnya. Sejauh ini Polresta Solo dalam sepekan menerima laporan penipuan online dari masyarakat sebanyak lima kali.
Kerugian yang dilaporkan juga bervariasi ada yang dua ratus ribu rupiah bahkan mencapai satu juta rupiah. Guna menghindari hal-hal tersebut masyarakat diminta untuk waspada dan berhati-hati saat ingin berbelanja melalui online. 

polresta-solo-posko-penipuan

Jika artikel ini bermanfaat : 

Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/wartosolocom)
Jadikan anda yang pertama berkomentar

Ini Akibatnya Nekat Parkir di Atas Rel Mayor Sunaryo Solo


SOLO,wartosolo.com- Setelah mencuat di fanpage Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Jateng https://www.facebook.com/groups/DinasPerhubunganKotaSurakarta/ tentang kendaraan yang parkir di atas rel Jalan Mayor Sunaryo Solo, Selasa 28 Maret 2017. Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Surakarta langsung bertindak cepat dengan melakukan aksi penggembogan kendaraan roda empat dan roda dua yang nekat parkir di areal tersebut. 
akibat-parkir-di-jalan-sunaryo-solo
Tindakan penggembokan/medsos
Meski besar kemungkinan kereta api seperti Railbus Batara Kresna tak melintasi jalur kereta api aktif tersebut. Namun tindakan tegas yakni penggembokan tetap diberlakukan. 
Dari foto yang diupload di fanpage Dinas Perhubungan Kota Surakarta  yang diperkirakan diambil dari rekaman CCTV, nampak petugas Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Surakarta menjalankan tugasnya melakukan penggembokan.
Sementara itu nampak sejumlah pria berkurumun di tengah jalan, pada saat proses penggembokan berlangsung.
Kuat dugaan sejumlah pria yang merupakan pemilik atau kerabat pengendaraan mobil yang digembok mencari penjelasan kenapa tindakan itu diberlakukan.
Sebelumnya Kasi Rekayasa Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surakarta mengatakan, larangan parkir di atas rel aktif sudah jelas di atur di undang-undang. Selain itu di sepanjang jalur kereta itu juga sudah dipasangi larangan berhenti atau parkir.
Kendati demikikan, pengguna jalan terlihat cuek dan tidak mentaati peraturan ini hingga mereka nekat parkir semabarangan. (*/)


akibat-parkir-di-jalan-solo-sunaryo

 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>