Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Komisi C DPRD Jateng Apresiasi BPR BKK Boyolali

Komisi C DPRD Jateng Apresiasi BPR BKK Boyolali

Posted by WARTO SOLO on Rabu, 12 Desember 2018

bpr-boylali2

BOYOLALI,wartosolo.com- Tabungan Harian produk BPR BKK Boyolali mendapat apresiasi dari Komisi C DPRD Jateng. Tabungan Harian yang menyasar terutama kalangan siswa itu hingga kini belum ada padanannya dan merupakan produk baru BPR BKK Boyolali dan satu-satunya di BPR BKK Jateng.
Anggota Komisi C Muhammad Rodhi mengemukakan hal itu saat memimpin kunjungnan kerja Komisi Bidang Pendapatan DPRD Jateng, Selasa (12/12/2018). Namun politikus PKS itu berharap BPR BKK dapat berperan dalam menanggulangi praktek rentenir atau biasa disebut "bank plecit" yang sangat mencekik nasabah akibat bunganya yang sangat tinggi. Misalnya pinjam Rp 500.000 di rentenir dengan jangka waktu dua bulan, bunganya tinggi sekali sehingga  menjadi Rp 2 juta atau lebih.
"Apabila bisa diterbitkan kredit dengan angsuran harian oleh BPR BKK Boyolali, maka itu baik sekali dan saya yakin dapat mengeleminir bahkan mengikis praktek rentenir khususnya di Boyolali ini," katanya.
Baca : Mari Intip Bartender Halal di Table Manner Syariah Hotel Solo 
Baca : Wings Air Menghidupkan Mukomuko untuk Petualangan Seru
Senada, anggota Komisi C Mustholih menyarankan, agar BPR BKK Boyolali memperluas pasar Tabungan Harian tersebut dengan sekolah-sekolah, seperti PAUD, SD dan SMP. "Hanya saja harus ada yang rutin mengambil, untuk menghindari setoran siswa  mengendap terlalu lama di sekolahan (guru pengepul)," ujar politikus PAN itu.
Sedangkan anggota Komisi C Maria Tri Mangesti berpesan agar tingkat kredit bermasalah bisa diturunkan ke 5% dari selama ini di atas 10%. "Kami (Komisi C) menginginkan di bawah atau pada tingkat 5 persen," tutur politikus PDI Perjuangan itu.
Aset BPR BKK Boyolali secara tahunan tumbuh 6,06% (YoY 2017) dan tahun ini diprediksi tumbuh 6,68% (YoY) menjadi Rp 225,8 miliar. Sedang dana masyarakat tumbuh 9,2% (2017) dan  11,9% (2018) menjadi Rp 172,8 miliar; kredit tumbuh 14,1% (2017) dan 10% (2018) menjadi Rp 168,0 miliar.
Simak : Tiga Generasi Dalang Bocah Tampil Pargelaran Wayang Kulit Kadipiro

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>