Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Tiga Generasi Dalang Bocah Tampil Pargelaran Wayang Kulit Kadipiro

Tiga Generasi Dalang Bocah Tampil Pargelaran Wayang Kulit Kadipiro

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 16 Oktober 2018

wayang-bocah.jpg

SOLO,wartosolo.com- Tiga generasi dalang bocah ditampilkan pada pergelaran wayang kulit di Pentas Budaya Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Jebres, Sabtu malam lalu. Pentas budaya yang diinisiasi warga selama tiga hari ditutup dengan tampilnya dalang kondang Ki Purbo Asmoro yang juga warga kelurahan setempat. 
Selain wayang kulit, juga disajikan lomba dolanan tradisional anak-anak serta bazar yang diikuti oleh perwakilan seluruh RW.
''Pentas budaya ini memang memberikan ruang bagi warga untuk mengekspresikan dirinya di bidang budaya khususnya kesenian tradisional. Tampilnya dalang bocah, salah satunya adalah warga Kadipiro sendiri yang baru belajar enam bulan,'' kata panitia Tathak Prihanto.
Gelaran wayang kulit dalang bocah yang kali pertama digelar di Kadipiro, agaknya membuat penasaran warga. Ratusan warga menyaksikan di sekitar panggung yang didirikan di salah satu tanah lapang kampung setempat.
Tiga dalang yang tampil merupakan tiga generasi dalang bocah yang menjadi siswa Mudjiyono, pengelola Padepokan Seni Sarotama, Palur, Karanganyar. Mereka adalah Yusuf Ratda Mulya, SD klas 3 yang mengusung lakon Bima Bungkus. 
Silahkan baca : Donor Darah Dalam Rangka HUT Loji Hotel Solo  
Baca dulu : Diskusi Praktik Kelola Dana Desa Klaten
Disusul generasi di atasnya,  Vicky Wahyu Hermawan, siswa SMP yang menampilkan lakon Nggeguru. Pergelaran itu diakhiri oleh dalang remaja Dicky Cendikia Ismatuka Sriharcasyasmara yang kini duduk di bangku SMA menyajikan lakon Bima Suci.
''Memang ketika dalang itu merupakan siswa kami di Pandepokan Sarotama. Adapun paling muda, Yusuf Ratda Mulya baru belajar mendalang enam bulan dan dua kali tampil,'' kata Mudjiyono yang dikenal membina sejumlah dalang bocah sejak beberapa tahun lalu.
Lakon yang diusung ketiga dalang itu memang satu lakon yaitu Banjaran Bimo. Yusuf mengawali dengan Bima Bungkus yang menceritakan kehebohan sulitnya kelahiran Bima dan membuat para dewa kebingungan. Dilanjutkan oleh Vicky lewat lakon Nggeguru yang menggambarkan perjalanan Bima atau Bratasena yang juga dikenal sebagai Werkudara mencari berguru kepada seorang begawan yaitu Pendita Durna. Pementasan diakhiri lakon Bima Suci yang menceritakan perjalanan Bima menjalankan perintah gurunya Durna untuk mencari susuhing angin dan air perwitasari. Tugas yang semula dimaksudkan Durna untuk menewaskan siswanya itu, akhirnya menjadi keberhasilan Bima menemukan nilai-nilai kehidupan manusia sejati dan sejatinya manusia. (Sri Wahjoedi)
Simak juga : Syariah Hotel Solo Gelar Haul Ibu Tien Soeharto Ke-23

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>