Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » , » Noor Setia Berdayakan Kaum Disabilitias

Noor Setia Berdayakan Kaum Disabilitias

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 16 Oktober 2018

ahzarul-noor

SYARAT mutlak menjalankan tugas sebagai Community Development Officer (CDO) atau personil pengembangan masyarakat adalah memiliki mental sekeras baja. Selain itu, karakter kerja keras, pantang menyerah, dan kreatif juga harus dimiliki staf COD baik pria maupun wanita. 
Saat di lapangan bekal-bekal ini akan bermanfaat bagi staf COD. Sebab, mereka berhadapan langsung dengan beraneka ragam tipe masyarakat di antaranya kaum marjinal, penyandang disabilitas, dan tentunya kalangan menengah ke bawah. 
Salah satu staf COD Noor Azharul Fuad mengungkapkan hal demikian kepada Suara Merdeka belum lama. Semenjak menggawangi CDO di PT Pertamina Terimal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Teras, Boyolali, langsung mengampu program pemberdayaan di sejumlah desa di ring 1 TBBM Boyolali. Noor panggilan akrabnya pun mendapatkan tantangan yang tak ringan. 
"Tugas di lapangan sungguh unik dan menantang. Kami ditugasi untuk memberdayakan orang, masyarakat dan desa agar mengembangkan potensi dan produktif. Nah, sebelum terjun ke lapangan pengetahuan dan mental ini  harus," katanya kepada Suara Merdeka.  
Seperti upaya timnya dalam program pemberdayaan warga berkebutuhan khusus atau difabel (Program Difablepreneur)di Desa Tawangsari, Teras. 
Simaklah : Intan Dituntut Multi Talenta 
Bacalah : Sambut Tahun Baru Islam, Danramil 03/Serengan Dampingi Beltrand Antolin Serahkan Bantuan Al Qur'an
Singkat cerita, Noor dan teman-temannya harus mencarikan lokasi anyar sebagai pusat penggemblengan kaum disabilitas. Ia juga mengumpulkan kaum berkebutuhan khusus ini dan mengajarinya untuk bisa membatik.
"Sejak Maret 2018, kami mengenalkan dan melatih teman-teman difabel belajar membatik. Baru Agustus atau lima bulan kemudian, teman-teman bisa menghasilkan karya mumpuni," ungkapnya. 
Dara asli Yogyakarta ini terkesan dengan kemampuan kaum disabilitas. Skil mereka ternyata tidak kalah dengan orang yang fisiknya normal. Buktinya, pada 17 Agustus lalu, kaum disabilitas yang tergabung dalam Kelompok Sriekandi Patra merilis motif batik terbarunya.  
Catatan tersendiri yang dikenang Noor saat mendampingi kaum difabel butuh kesabaran dan kesetiaan ekstra. Mereka hanya butuh disemangati dan didukung penuh, tidak ada yang lain. 
Kunjungilah : Unik Cara Warga Dibal, Boyolali Meriahkan Kemerdekaan Indonesia

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>