Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » SIPA 2018 Spectacular !!!

SIPA 2018 Spectacular !!!

Posted by WARTO SOLO on Minggu, 09 September 2018

solo-sipa2

SOLO,wartosolo.com -Kota Solo, Jawa Tengah punya hajatan berskala internasional. Acara itu bernama Solo International Performing Arts (SIPA). 
SIPA merupakan ajang pergelaran seni budaya berskala international dengan seni pertunjukan mulai dari seni tari, seni musik, hingga seni teater tahun ini kembali digelar di Kota Solo, Jawa Tengah. 
Perlu diketahui,  SIPA merupakan pergelaran seni pertunjukan berskala internasional yang menjadi ruang temu para seniman penampil dari berbagai latar budaya.
Merupakan ide dari Raden Ajeng Irawati Kusumorasri, seniman dan koregrafer tari yang juga seorang penari tetap Istana Mangkunegaran Keraton Surakarta. SIPA digelar dengan melibatkan generasi muda seniman lokal agar mereka dapat menjadi garda depan ketahanan budaya Indonesia. 
Waktu itu SIPA menyediakan sekitar lima ribu tempat duduk bagi penonton yang ingin menyaksikan karya-karya koreografis indah yang ditampilkan di atas panggung spektakuler sepanjang 33.7 meter. Selain menyuguhkan pertunjukan tradisi dan modern, SIPA dimeriahkan juga dengan bazaar batik, kerajinan tangan, dan produk-produk kuliner khas Solo. 

Spektakular

Pada tahun 2018 ini, event Solo Performing Art lebih spesial. SIPA merayakan usianya ke sepuluh tahun. Satu hal yang membedakan perhelatan calender event dengan tahun-tahun sebelumnya adalah SIPA hanya diselenggarakan selama empat jam per hari, mulai dari pukul 19.00 sampai 23.00. Khusus puncak perayaan SIPA 2018 akan diselenggarakan dengan durasi lebih panjang.  
"SIPA sekarang sampai tujuh jam selama tiga hari. Mulai pukul 16.00 sampai 23.00, selama tiga hari berturut, 6 - 8 September 2018, di Benteng Vastenburg Solo,” kata Humas SIPA 2018, Henggar Ramadhana.
Simaklah : SIPA Dari Masa ke Masa 
Kelebihan lain dari SIPA 2018 ini bisa dirangkum dalam tiga hal. 
Pertama, penonton akan diajak menari bersama oleh Temon Holic Holobis Solo, sebuah komunitas di Solo yang menjadi wadah bagi para pecinta seni pertunjukan tari dengan iringan musik koplo, campursari, dan musik lain dengan irama yang menghentak. 

Kedua, pertunjukan Flying Ballons Puppet, grup teater boneka dari Yogyakarta. Flying Ballons Puppet yang dibentuk oleh Rangga Dwi Apriadinnur pada 2015 ini merupakan hasil dari kelas laboratorium keaktoran di jurusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Di SIPA 2018, Flying Ballons Puppets akan menampilkan karya tunggal Sori dan Lembuna, kisah pertemanan antara manusia dan siluman.

Ketiga, penonton akan diajak menyaksikan sekaligus mencoba berlatih memanah bersama Semut Ireng Pop Archery Sriwedari (SIPAS), komunitas panahan tradisional yang didirikan pada 2015 dan bermarkas di Taman Sriwedari Solo.

Setelah dihibur oleh tiga acara pembuka, penonton bisa menyaksikan penampilan berbagai delegasi dari dalam dan luar negeri di panggung dalam Benteng Vastenburg.

“Untuk delegasi dalam negeri ada dari Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta, Palu, NTT, dan Papua,” kata Henggar. Delegasi dari Solo ada Melati Suryodarmo, seniman performance art bertaraf internasional, dan Studio Taksu (Tari, Gerak, Suara) yang dibentuk sejak 1995. Delegasi dari Jakarta ada drummer papan atas Gilang Ramadhan yang akan berkolaborasi dengan Smiet Lalove, musisi perkusi dari Palu.

Adapun dari Indonesia Timur, ada delegasi NTT yang akan menampilkan Suling Bambu Dasarai Lamaknen dan Boogie Papeda & Komunitas Street Pass dari delegasi Papua. “Delegasi luar negeri ada Liene Roebana Dance Company (Belanda), Stefano Fardeli (Itali), Filastine and Nova (Spanyol), Supa Kalulu (Zimbabwe), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), dan Capitol University Dance Troupe (Filipina). Semua pertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum,” kata Henggar.
Baca juga : Luar Biasa Festival Cheng Ho Sukses, 20.000 Tiket Terjual
Sebelum memasuki puncak perayaan SIPA pada 6 - 8 September, masyarakat Kota Solo dan sekitarnya juga akan dihibur oleh SIPA Goes to Café dan SIPA Goes to Campus pada 4 - 5 September. SIPA Goes to Café akan menampilkan Widya Ayu Kusumawardani dan Tutut Tuty di Waroeng Kroepoek Solo, Diamond Café Solo, dan Double Decker Solo Baru, Sukoharjo tiap malam (pukul 19.00 dan 21.00).
Sedangkan SIPA Goes to Campus akan menggelar konser musik di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Rabu mulai pukul 18.00. 

Ajang SIPA ini rutin digelar di Benteng Vastenburg, sebuah benteng peninggalan Belanda di kawasan Gladak, Kota Surakarta. Kawasan ini memiliki nilai heritage yang tinggi seiring dengan sejarah perkembangan Kota Solo. Letaknya juga strategis karena berada di tengah kota, Berdiri megah di atas lahan seluas 31.553 meter, Benteng Vastenburg dibangun pada tahun 1774 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. 
Baca juga : Lewat Festival Dawet, Khasanah Baru Wisata Boyolali Bertambah

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>