Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo

Proses Hukum Dugaan Pembunuhan Pengendara Sepeda Motor Diselesaikan di Solo

Posted by WARTO SOLO on Senin, 27 Agustus 2018

tabrakan-maut1


SOLO,wartosolo.com -Suharto bin Sumarto, ayah kandung Eko Prasetio, korban dugaan pembunuhan pengendara sepeda motor mendesak proses hukum dengan tersangka Iwan Adranacus (40), di Solo. Proses penyidikan, penyelidikan, sampai dengan penuntutan, semuanya digelar di Solo. 
Perwakilan keluarga besar, Eko Prasetio (28) menegaskan, tersangka juga tetap ditahan di Solo, termasuk menjalani masa hukuman di Kota Bengawan. 
"Kami pihak keluarga korban sangat mengharapkan hal itu. Oleh karenanya kami meminta kepolisian, penasehat hukum, dan masyarakat mengawal proses ini sampai tuntas," katanya di kediaman Moedrick M Sangidoe, Senin (27/8).  Kehadiran Suharto di rumah Ketua Umum Mega Bintang ini dalam rangka menyerahkan kuasa penuh proses hukum kasus penabrakan maut di timur Mapolresta, Rabu (22/8/2018) siang. Suharto juga bertatap muka langsung dengan pengacara dari organisasi massa Mega Bintang dan tokoh masyarakat Solo, di antaranya Wakil Ketua DPRD Surakarta Umar Hasyim, Kapolsek dan Danramil Serengan, serta tokoh masyarakat lainnya juga wartawan. 
Baca : Pramuka Smada Boyolali Perkokoh Persatuan dan Kesatuan
Dalam kesempatan itu, Suharto juga menegaskan, pihaknya tetap mengikuti proses hukum penabrakan maut itu. Suharto menyanggah adanya isu miring tentang pertemuan pihak keluarga dengan tersangka termasuk pemberian santunan senilai Rp 1 miliar.
"Semua yang beredar di media sosial itu tidak benar dan cenderung fitnah," tegasnya.

tabrakan-maut2

Mudrick M Sangidoe bersama kuasa hukum Mega Bintang akan mendiskusikan tututan yang diajukan di persidangan, termasuk kemungkinan tuntutan pembunuhan berencana. Bersama pihak keluarga pihaknya masih menunggu proses hukum di kepolisian. 
"Kami mendukung proses hukum kasus ini sampai selesai. Kami juga berharap aparat pengak hukum menjalankan tugasnya secara profesional. Kami juga mohon denagan hormat tersangka jangan di bawa ke luar solo, baik penahanan dan proses hukum harus tetap di solo," tegas Moedrick. 
Salah satu kuasa hukum, Badrussalam menegaskan agar mekanisme hukum  ditaati dalam penyelesain kasus yang sudah mendapatkan perhatian publik di Tanah Air ini. (*/)
Simak : Usai Bantu Bantu Pengungsi Gempa Lombok, Enam Personil KRI Dipulangkan

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>