Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai

Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 17 Agustus 2018


PASAR kerajinan tangan macrame tak hanya digandrungi konsumen dari dalam negeri saja. Hasil seni kerajinan tangan yang memanfaatkan tali dan benang untuk menciptakan aneka ragam cinderamata dan produk ini juga diminati warga mancanegara. Seperti hasil karya macrame milik Lukitri Ernarayani ini. Luki mengaku, pelanggan setia macramenya juga dari Dubai. Lewat kerja sama dengan pemilik galeri di Kota Gudeng, macramenya sudah terbang ke Uni Emirat Arab.    
"Saat ini saya bekerja sama dengan salah satu gallery kerajinan di Yogyakara. Alhamdulillah salah satu hasil karya sudah terbang ke Dubai," urainya. 
Lukitri-Ernarayani

Di Tanah Air, hasil sulaman sosok kelahiran Surakarta, 13 Juli 1969 ini sudah menghiasi rak galeri kota-kota di Pulau Dewata. Besar kemungkinan sulaman itu sudah berpindah tempat menjadi hiasan rumah atau cinderamata para turis.    
 Kontrak tenaga

Nah, di antara kreasi kerajinan macrame yang diminati adalah tas, dompet, vas bunga, hiasan dinding, kap lampu, rak, dan rono bahkan kursi
. Lewat kerajinan ini dia dapat berkreasi sesuai ide kreatif karena dari teknik macrame kita bisa membuat berbagai kerajinan. 
Baca :  
Luki yang saat ini berdomisili Mojolegi RT 2/2 Mojolegi Teras Boyolali
 ini memanfaatkan waktu luang yang dimiliki untuk aktivitas yang lebih positif. Apalagi diusianya sekarang ini, ibu tiga anak ini tinggal mengisi masa pensiun karena tiga anaknya sudah besar dan mentas, sementara suaminya bekerja di luar kota. 
"Jadi saya mengisi waktu luang dengan membuat kerajinan macrame ini. Kebetulan juga ada komunitas macrame dan anggotanya rajin berkumpul dan membuat kreasi terbaru."
Luki optimistis bila kesibukan ini ditekuni dan digarap profesional hasilnya tidak akan mengecewakan. Apalagi pekerjaan ini hanya membutuhkan ketekunan, ulet, bersabar dan rajin berimprovisasi. Pasalnya, sejak menekuni hobi yang menjadi ladang penghasilan sejak duduk di bangku kuliah sampai sekarang ada perusahaan yang melirik produk kerajinan ini. 
Meski diserbu pesanan dari mana-mana, Luki mengaku tidak egois. Ia dibantu komunitas di kampungnya berbagi untuk melayani permintaan kerajinan asal Eropa ini dari pabrik dalam jumlah besar. Ia juga memberdayakan tetangga sekitar untuk membantu produksi. "Bila permintaan banyak harus menambah tenaga dengan tenaga kontrak," katanya. (suaramerdeka)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>