Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Harga Tinggi, Petani Sayur Sulit Dapatkan Panen Bagus

Harga Tinggi, Petani Sayur Sulit Dapatkan Panen Bagus

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 23 Januari 2018

harga-sayur-kra.jpg


KARANGANYAR,wartosolo.com - Nasib kurang beruntung tengah dihadapi petani sayur  yang ada di Solo, Jawa Tengah. Pasalanya, di tengah harga sayur di pasaran masih tinggi, petani justru kesulitan untuk mempertahankan hasil panenan tetap bagus. 

Hal inilah  yang dialami salah satu petani sayur asal Tawangmangu, Karanganyar, Suyatmi. Kondisi hujan  yang terus menerus terjadi membuat tanaman sayur yang dimiliki cepat membusuk. Tak hanya itu,  tanaman sayur yang memasuki masa panen juga mudah terserang hama, seperti ulat. 

"Sayuran banyak yang rusak, karena diserang ulat. Untuk panen maksimal sangat sulit, apalagi musim hujan seperti ini," katanya, Senin (22/1/2018). 

Warga Berjo, Tawangmangu ini melanjutkan, meski berbagai usaha dilakukan petani untuk mengusir hama, namun kualitas sayur yang didapatkan tak kunjung baik. Hal ini karena kondisi musim hujan sangat mempengaruhi kualitas tanaman sayur.  "Sudah berulang kali di sepmrot pakai pestisida, tapi tetap saja ada. Padahal petani juga berusaha membunuh hama ulat dengan manual, tapi hasilnya juga tidak maksimal," ungkap Suyatmi. 

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini membuat petani sayur,  banyak yang merugi. Sebab, banyaknya hasil panen tidak sebanding dengan biaya selama perawatan yang dilakukan oleh petani. "Karena hasil panen yang bisa dijual hanya sedikit. Banyak yang rusak," papar dia. 

Sulitnya panen sayur di tingkat petani juga berimbas dengan harga di pasaran.  Harga sayur di pasar tradisional terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga normal. Misalnya, sayur bunga kol, saaat ini harganya dapat mencapai Rp 20.000  perkilogram, sementara harga normalnya dibawah Rp 10.000. 

"Cuaca seperti ini kondisi sayur banyak jelekknya. Karena banyaknya hujan membuat  sayur mudah busuk," jelas Tugiyem, pedagang sayur di Pasar Gede, Solo. 

Pedagang asal Tawangmangu, Karanganyar itu juga menyebutkan, kenaikan harga sayur juga terjadi pada komuditas lainnya. Seperti harga wortel, yang semula Rp 5.000 naik menjadi Rp 10.000, Sawi juga naik 100 persen, dari semula Rp 5 ribu  naik menjadi Rp 10 ribu perkilogram. Mentimun naik dari Rp 2500 menjadi Rp 6.000 per kilogra, Tomat dari Rp 10.000 naik menjadi Rp 15.000. 

"Cuaca seperti ini justru merugikan pedagang, karena sayur mudah busuk. Kalau tidak habis dijual setiap hari harus membuang," tutupnya. (hrn) 

SIMAK JUGA : Alhamdulillah !!! Harga Lombok Sekilonya Rp 50.000

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>