Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Bedilers Ikut Bantu Ringankan Beban Korban Serangan Monyet Liar

Bedilers Ikut Bantu Ringankan Beban Korban Serangan Monyet Liar

Posted by WARTO SOLO on Minggu, 13 Agustus 2017


karangggede-buru-monyet

BOYOLALI,wartosolo.com - Tak sekadar memburu binatang liar saja, para bedilers atau perkumpulan pemburu juga memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Seperti menghimpun dana dan menyerahkan bantuan tersebut langsung kepada korban monyet liar warga Karanggede, Boyolali, Jateng.
Bantuan uang tunai itu diserahkan langsung kepada korban perempuan tua yang kakinya nyaris putus digigit monyet ekor panjang belum lama ini. Bantuan juga diberikan kepada korban lainnya yang umumnya berusia sepuh.
Kegiatan sosiali ini sebagai jawaban atas kritikan sejumlah komunitas lain yang mengklaim tindakan perburuan monyet liar di Karanggede berseberangan dengan rasa kemanusiaan, apalagi sampai membunuhnya.
Namun tuduhan ini dijawab kalem oleh sejumlah bedilers. Menurut mereka apa yang dilakukan di Karanggede sebagai respons dari permintaan warga yang jiwanya terancam karena maraknya serangan monyet liar ini.  
Anggota Komunitas Sniper Klaten, Achmad Sidiq mengatakan, warga merasa terbantu dengan kehadiran para pemburu yang menyanggong kehadiran monyet liar. Selama ini warga di Desa Sendang, Klari, dan Warak Kecamatan Karanggede malah menjadi penunjuk jalan para pemburu.  
"Kalau tidak karena permintaan warga, kami tidak perlu melakukan perburuan seperti ini. Itu alasannya," terangnya, seperti ditulis di harian Suara Merdeka
Sidiq mengakui, sejumlah komunitas penyayang binatang tidak menyetujui perburuan besar-besar monyet liar di Karanggede. Apalagi perburan itu sampai menewaskan monyet liar. Namun desakan warga yang menginginkan monyet itu disingkirkan agar tidak mengganggu kenyamanan wargalah yang membuat para bedilers, julukan pemburu ini turun ke lapangan. 
monyet-karangggede-buru

"Kepala desa dan kepala kepolisian setempat, dan BKSDA sudah memberikan izin. Lagi pula perburuan ini bukan untuk senang-senang saja, tetapi membantu warga yang resah," tegasnya. 


Permintaan warga

Ketua Bayu Aji Shooting Club (BASC) Magelang, Agus Ragil Purnomo menuturkan, hasil penelusuran anggota komunitas. Prilaku monyet liar ekor panjang sudah di luar pakem. Saat turun ke perkampungan hewan ini tak cari makan, tapi malah memburu ayam atau melukai kambing. Bila monyet ketemu manusia yang fisiknya lemah langsung diserang begitu saja. 
"Yang saya amati buah-buahan di hutan banyak, tetapi mengapa monyet ini malah turun ke desa dan meresahkan. Ini yang disayangkan," katanya. 
Kebiasaan monyet yang nyleneh inilah yang dikhawatirkan warga. Hal itu terbukti dengan belasan warga yang menjadi korban keganasan primata ini. 
Sidiq melanjutkan, mereka turun ke lapangan tanpa dibayar dan dipublikasikan, mereka terus berjuang mencari tempat persembunyian beberapa monyet yang membuat warga menderita trauma, bahkan luka-luka. Kehadiran komunitas ini turut memberikan kenyamanan dan ketentraman warga. Saking besarnya antusias komunitas ini, Kades Sendang Sukimin merelakan rumahnya dijadikan posko penanganan konflik monyet ekor panjang. 
Penembak jitu yang ikut serta memburu monyet di Karanggede ini mayoritas berasal dari luar Boyolali seperti Komunitas Sniper Klaten, bedilers asal Solo, Magelang, dan Yogyakarta.
Sidiq memperkirakan butuh waktu hingga dua pekan ke depan bagi pemburu untuk menuntaskan operasi perburuan monyet ekor panjang. Area yang luas, ditambah prediksi kemunculan monyet yang tak terduga membuat operasi ini menguji kesabaran dan mental pemburu. 
Warga Tegalsari, Karanggede ini mengaku secara mandiri setiap pagi mulai pukul 05.00-08.00 dan sore hari pukul 15.00-17.00 berpatroli ke daerah-daerah yang diduga menjadi tempat monyet berkeliaran. 
"Saya dan bedilers selalu berkoordinasi dan meminta izin dari perangkat desa dan kepolisian setiap kali berpatroli. Kami juga diizinkan menembak mati monyet," tegasnya. 
Kades Sendang Sukimin merasa terbantu atas andil para pemburu ini. Menurutnya, warganya sudah dihantui keresahan serang susulan monyet. (*/)

buru-monyet-karangggede


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>