Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » , » Dari Rapim IKAPPI, Ekonomi Rakyat Menemukan Kedaulatannya

Dari Rapim IKAPPI, Ekonomi Rakyat Menemukan Kedaulatannya

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 23 Mei 2017



rapimnas-ikappi.jpg

JAKARTA,wartosolo.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 bertempat di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan ini, IKAPPI mengangkat tema, Pasar Tradisional : Mewujudkan Kedulatan Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Pangan Nasional. 
Rapimnas IKAPPI 2017 akan dihadiri oleh perwakilan IKAPPI di seluruh Indonesia. 34 Provinsi sudah menyatakan kehadirannya dalam agenda konsolidasi tahunan DPP IKAPPI ini. Rapimnas kali ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan perwakilan tingkat Kabupaten/ Kota dan beberapa Unit Pasar sebagai struktur ujung tombak IKAPPI. 
Mengangkat tema "Pasar Tradisional : Mewujudkan Kedulatan Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Pangan Nasional". 


DPP IKAPPI ingin mengingatkan kepada semua pihak bahwa pasar tradisional memiliki peran vital sebagai urat nadi ekonomi rakyat tidak boleh diamputasi atas dasar apapun juga. Dan kedaulatan ekonomi rakyat adalah sebuah jalan kemakmuran bagi bangsa dan negara ini. 
"Sistem ekonomi hari ini telah mewariskan struktur ekonomi yang sangat timpang di mana kelompok atas meskipun jumlahnya sedikit namun menguasai dan menikmati banyak surplus perekonomian nasional. Hal yang berkebalikan menimpa kelompok ekonomi arus bawah yang secara jumlah dan nilai konstribusinya sangat banyak sekali bagi pembangunan ekonomi nasional namun mendapatkan ruang gerak yang sangat minim," kata Ketua umum IKAPPI Abdullah Mansuri.
Undang undang dasar sejatinya mengamanatkan kemakmuran masyarakatlah yang menjadi arus utama dan bukan kemakmuran perorangan. Oleh sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Atas dasar itu pula, IKAPPI ingin ekonomi rakyat menemukan kedaulatannya. Berdiri tegak dan kokoh sebagai pondasi ekonomi nasional. Dan sejarah telah membuktikan itu berulang kali. 
"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tiga warna. Selama masih ada ratap-tangis digubuk gubuk, belumlah pekerjaan kita selesai!...Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak banyaknya keringat" Pidato Presiden Sukarno, 17 Agustus 1950."

Ketahanan pangan

Dalam kaitannya dengan Ketahanan Pangan Nasional, DPP IKAPPI ingin mendorong terciptanya sistem ketahanan pangan nasional yang baik dan efektif dimana stabilitas harga pangan menjadi titik tekannya. Karenanya DPP IKAPPI memandang diperlukan sebuah sistem dan program yang terintegrasi secara nasional. Baik dari sektor hulu di desa sebagai pusat produksi pangan nasional hingga pasar tradisional sebagai pusat pemasaran hingga ke tangan konsumen. Kenaikan harga pangan yang sangat signifikan pasti berdampak pada masyarakat, khususnya mereka yang berpendapatan menengah ke bawah. Kenaikan ini akan menggerus daya beli rakyat yang sudah sangat rendah, pendapatan rumah tangga miskin semakin merosot, sedangkan harga kebutuhan pokok terus meroket. 
Karennya IKAPPI memandang penting agar Pemerintah menempatkan pasar tradisional sebagai bagaian dalam menciptakan ketahanan pangan nasional dengan cara mendekatkan sentra  produksi di desa dengan pasar tradisional. Dengan begitu, rantai distribusi dapat dipangkas dan celah bagi para oknum untuk mengganggu ketersedian stok pangan menjadi terminimalisir. 
Dalam Rapimnas 2017 ini pula, DPP IKAPPI akan mengeluarkan beberapa rekomendasi internal dan eksternal. "Semua kami himpun dari masukan seluruh anggota se Indonesia dan fakta fakta yang terjadi dilapangan. Maraknya ritel modern yang melanggar aturan sehingga menggerus pendapatan pedagang pasar sepertinya akan menjadi salah satu poin yang akan kami bahas bersama. Kebakaran, kobflik dengan Pemda atau pihak pengembang dan kasus kasus penggusuran pasar juga mencuat untuk segera ditanggapi dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah. Seluruh hasil rekomendasi ini akan kami serahkan seara langsung kepada pihak pihak terkait. Baik Pemerintah Pusat maupun di Daerah," tegas Abdullah.(*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>