Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Siapkan Hadiah, Seno Optimistis Seluruh Tanah di Boyolali Bersertifikat

Siapkan Hadiah, Seno Optimistis Seluruh Tanah di Boyolali Bersertifikat

Posted by WARTO SOLO on Senin, 24 April 2017


BOYOLALI,wartosolo.com- Bupati Boyolali Seno Samodro menyanggupi permintaan pemerintah pusat agar daerah mendukung kebijakan penyertifikatan tanah 100 persen. Orang nomor satu di Boyolali ini berjanji selama masa pemerintahannya kebijakan pusat itu segera terlunasi. 
"Saat ini masih 28 persen tanah di Boyolali yang belum tersertifikat. Semampu selama saya menjabat kekurangan itu akan saya selesaikan," kata Seno dihadapan Menteri ATR / Kepala BPN, Sofyan Djalil seperti dikutip dari http://www.boyolali.go.id.
tanah boyolali .jpg
Foto domentasi
Seno menuturkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menyempurnakan tanah di Boyolali tersertifikat adalah menyiapkan sejumlah strategi. Bila perlu masyarakat yang mau mendokumentasikan tanahnya bisa mendapatkan imbalan hadiah. “Pak Menteri perintah push untuk segera menuju 100 %, saat ini masih 28 % semampunya selama saya masih menjabat. Saya akan segera menyiapkan strategi agar tanah di Boyolali segera tersertifikat dan jika perlu pengajuan srtifikat tanah berhadiah," kata Seno.


Langkah lain yang dilakukan Pemkab adalah memindahkan gedung Kantah Boyolali ke lokasi yang baru agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Menteri ATR / Kepala BPN, Sofyan Djalil memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Boyolali. “Terima kasih Bapak Bupati Boyolali, kantornya bagus semoga bisa menjadi kantor yang melayani rakyat seperti yang kita inginkan, servis terbaik kepada masyarakat Boyolali,” terang Sofyan.
Dengan pindahnya kantor pelayan yang lebih luas dan nyaman ini bisa membantu menyelesaikan masalah bidang pertanahan
Dikatakan, tahun lalu target nasional bisa membuat sertifikat satu juta dan paling tinggi 1,1 juta. Sekarang lima juta. Tahun depan tujuh juta dan selanjutnya 9 juta pada tahun 2019. Pihaknya menargetnya tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah selesai dalam sertifikatkan tanah di luar kawasan hutan.
Dengan dimilikinya sertifikat tanah, diharapkan masyarakat bisa damai dan tenang karena telah memiliki dokumen. Hal ini juga menjadikan batas hak milik tanah menjadi jelas batas wilayahnya sekaligus dapat diggunakan untuk permodalan. (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>