Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Pak Wali Pun Penasaran Jemparingan Mataraman

Pak Wali Pun Penasaran Jemparingan Mataraman

Posted by WARTO SOLO on Minggu, 02 April 2017



SOLO,wartosolo.net - Inilah Kota Solo, kota yang memiliki keunikan budaya. Nah, satu salah satunya di antaranya adalah budaya panahan tempo dulu yang masih menggunakan panah tradisional. Tradisi panahan ini biasa disebut Jemparingan Gaya Mataraman.

Berikut ini keunikan-keunikannya ?
mataraman-gaya-jemparingan
Teknik panah jemparingan mataraman


Komunitas pecinta panahan jemparingan ini biasa disebut Semut Ireng Pop Archery Sriwedari  atau disingkat Sipas. Tradisi jemparingan ini biasa digelar setiap 35 hari sekali. Pada Sabtu Legi yang biasa disebut gladen sabtun legi jemparingan jawi gaya mataraman di kompleks belakang Taman Wisata Sriwedari, Solo, Jateng.
Selain yang lebih menarik perhatian masyarakat adalah setiap pemanah menggunakan pakaian tradisional seperti lurik dan batik Gaya Mataraman, serta mengguna blangkon atau ikat kepala, juga menggunakan jarik untuk bawahannya.


Komunitas pecinta panahan jemparingan Sipas ini turut melestarikan tradisi jemparingan. Saat melakukan jemparingan posisi pesertanya adalah memanah dengan posisi duduk bersila.Peserta panahan tradisional ini juga tak hanya dari Kota Solo saja, melainkan dari kota lainnya seperti Klaten, Wonogiri, Yogyakarta, Madiun dan kota-kota lainnya.
Seperti yang terlihat lomba panahan tradisional ini masih begitu banyak diminati oleh masyarakat, terbukti dengan begitu antusiasnya peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
mataraman-jemparingan-gaya
Aksi Jemparingan Mataraman
Penasihat Sipas Eddy Roostopo mengatakan bahwa pihaknya sudah lima belas kali menyelenggarakan kegiatan lomba panahan tradisional semacam ini. "Peminatnya juga terus bertambah," katanya.
Dirinya berharap peserta dari ajang lomba tradisional semacam ini bisa merambah ke pelajar agar budaya panahan tempo dulu ini bisa terus berjaya dan eksis agar tak kalah dengan olahraga lainnya pada era modern seperti saat ini.
Wali Kota Solo, FX Hady Rudyatmo yang ikut hadir dalam acara ini mengatakan, pemerintah mendukung olahraga jemparingan. Ia pun mencoba Jemparingan dalam posisi duduk namun tak satupun anak panahnya mengenai sasara. “Ternyata susah juga, memanah tradisional itu,” ujarnya sambil bercanda. (*/)
gaya-jemparingan-mataraman




Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>