Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » , » Konflik Keraton, Dewan Adat Diberi Waktu Lima Hari Serahkan Kunci

Konflik Keraton, Dewan Adat Diberi Waktu Lima Hari Serahkan Kunci

Posted by WARTO SOLO on Senin, 10 April 2017


SOLO,wartosolo.com- Tim lima bentukan Sinuhun Pakbuwono XIII meminta lembaga dewan adat untuk segera membongkar sekat yang memisahkan Sasana Narendra dari bagian keraton yang lain. Sekat tersebut memblokir akses Pakubuwana  XIII menuju area Kedhaton untuk mengadakan Tingalan Jumenengan Dalem yang rencananya digelar pada 22 April mendatang.
Pasalnya tanpa pembukaan sekat itu, persiapan pelaksanaan upacara adat tingalan dalem jumenengan PB XIII atau prosesi naik tahta Raja Keraton Solo pada tanggal 22 April terhambat. Hal tersebut terjadi karena kunci utama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum diserahkan oleh pihak dewan adat.
lima-tim
Pernyataan tim lima
tim-lima

Menurut Ketua Tim Lima KGPH Benowo, pelaksanaan jumenengan terhambat karena kunci utama Keraton Solo masih dipegang dewan adat. Keraton Solo setiap jumenengan mengeluarkan pusaka keramat milik keraton mulai dari keris, tombak, hingga gamelan. Namun semua kunci untuk menyimpan pusaka masih dibawa dewan adat. "Tim lima memberi waktu hingga selasa 11 April 2017 mendatang untuk menyerahkan kunci-kunci dan membongkar sekat-sekat yang ada di dalam keraton," tegasnya.
Mengingat waktu penyelenggaraan tingalan jumenengan dalem yang kian dekat. Benowo menegaskan pihaknya akan membongkar sendiri sekat-sekat yang ada bila hingga tenggat waktu yang diberikan, lembaga dewan adat tidak segera membongkarnya. Tak hanya itu Pakubuwana XIII juga akan menjatuhkan hukuman adat kepada lembaga dewan adat bila tidak mematuhi perintahnya membongkar sekat. Selain hukuman adat  tim lima juga melakukan upaya hukum karena tindakan dewan adat menghalangi pelaksanaan jumenengan dapat dijerat UU No 10/2010 tentang, Cagar Budaya.
Benowo menyebut sekat pembatas Langen Katong dan Sasana Hadi yang dibongkar paksa pada minggu 2 Aril 2017 lalu bukanlah akses utama PB XIII menuju Sasana Sewaka. Masih terdapat akses lain melalui Sasana
Hadi-Langen Katong-Junggring Saloka-Dalem Ageng-Sasana Sewaka yang hingga kini masih dikunci dan tersekat-sekat. (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>