Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » , , » Cor Jalan, Cara Unik Sadiyo Sentil Pemerintah

Cor Jalan, Cara Unik Sadiyo Sentil Pemerintah

Posted by WARTO SOLO on Kamis, 16 Maret 2017

SRAGEN,wartosolo.com-Banyak cara yang dilakukan rakyat kecil dalam meningatkan pemerintah. Tulisan di bawah ini bakal menunjukkan sentilan bagaimana, rakyat kecil yang tak punya power dan kuasa ternyata bisa membikin pedas telinga pengambil kebijakan. Mungkin saja ceritanya jadul, namun tetap saja tindakan pria ini akan menginspirasi orang kecil lainnya. Namanya Sadiyo Cipto Wiyono atau akrab disapa Mbah Sadiyo, pemulung asal Sragen, Jawa Tengah. Pria 65 tahun ini rela menyisihkan uang untuk menambal jalan berlubang yang ditemui di jalan. Entah sudah berapa lubang yang sudah dicornya, karena apa yang dilakukannya sudah bertahun-tahun lamanya. 
 Aksi nyentrik Sadiyo yang sebelemunya tak terendus oelh siapapun, kini mulai jelas mendapatkan simpatik dari para pengguna jalan. Masyarakat tak hanya diuntungkan dengan jalan yang mulus usai dielus Sadioyo. Mereka terbantu karena Sadiyo ikut menyentil pemerintah yang seolah berpangku tangan karena jalan dibiarkan rusak, sementara pajak terus mengalir ke kas negara.
 "Saya menyisihkan uang dari jualan rosok, Kalau lakunya di atas Rp 100.000 ya dibelikan semen dan pasir. Nanti menambal jalan yang rusak," kata pria yang tinggal di Dukuh Grasak RT 42 RW 11, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen ini. 

Sadiyo cor beton di Sragen
 Bukan tanpa tantangan saat menjalankan aksi sosial ini. Pria paruh baya ini harus menantang panas, bahkan nyawanya dikorbankan karena dirinya menambal aspal tanpa pengaman apapun. Atas kemurahan hati suami Tumirah ini, Tuhan tak langsung memberikan kemudahan. Di jalanan, kakek 7 cucu itu pernah didatangi petugas yang diduga dari pemerintahan. Petugas ini mengaku risih dan tak setuju atas tindakan Sadiyo. Namun Sadiyo menjawabnya juga enteng-enteng saja. "Silahkan becak saya dibawa. Saya tetap menambal jalan yang berlubang. Anda sebagai petugas seharusnya ya memikirkan jalan yang rusak," ucapnya. Nada keras Sadiyo ini ternyata membuat kecut si petugas pemerintah dan akhirnya mundur.  

Diliput media 

Sadiyo sendiri pergi dari rumahnya dengan naik becak. Barang-barang bekas di jalan diambilnya. Bila terkumpul banyak lalu dijual. Bila hasil jualnya banyak dipakai buat makan, sisanya buat material untuk menambal jalan. Sadiyo mengaku terenyuh bila melihat jalan yang rusak. Ia pernah sekali melihat pengendara sepeda motor yang jatuh karena menerabas lubang. Si pengendara motor yang tak lain adalah tetangganya mengalami patah tulang dibeberapa bagian tubuhnya. 
Dari aksinya turun ke jalan, akhirnya sejumlah media massa cetak dan elektronik meliputnya. Ia pun diundang ke stasiun televisi untuk mengikuti dialog. Hingga akhirnya pemerintah setempat terketuk hatinya atas kerja keras Sadiyo ini. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku terkesan dengan jerih paya Sadiyo. Ia pun memerintahkan adanya pengerahan massa untuk melakukan tutup jalan secara serentak. "Gerakan ini sebagai jawaban atas keresahan warga terkait kondisi jalan yang rusak. Semua pekerjaan belum bisa dilakukan karena menunggu proses lelang," kata Yuni. Tahun ini, Pemkab Sragen memfokuskan pada infrastruktur. Hanya saja, karena terkendala prosedur, proyek belum bisa dilakukan. Anggaran sudah disiapkan dan saat ini tengah proses lelang. (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>