Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Sugeng Riyanto : Kota Solo Harus Punya Bengkel Sendiri

Sugeng Riyanto : Kota Solo Harus Punya Bengkel Sendiri

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 03 Februari 2017

pks-solo-sugeng-riyanto

WARTOSOLO.COM-Gagasan tentang perlunya Kota Solo memiliki bengkel otomotif sendiri, muncul setelah saya mencermati data yang dimiliki Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA) tentang banyaknya jumlah kendaraan yang dimiliki pemerintah kota, baik yang roda empat, roda tiga maupun roda dua. Bahwa saat ini, paling tidak pemkot memiliki 420 mobil, 59 kendaraan roda 3 dan 852 sepeda motor. Jumlah ini mengalami peningkatan tiap tahunnya.Kendaraan ini tersebar ke semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di pemerintahan kota.
Data selanjutnya yang juga terkait adalah, saat saya mencoba melihat biaya perawatan yang dibutuhkan tiap tahunnya. Data tahun 2015, pemerintah kota mengeluarkan biaya perawatan utk semua jenis kendaraan sebesar Rp 14,8 milyar. Angka ini bukan angka yang sedikit. Biaya ini juga kecenderungannya selalu meningkat tiap tahunnya,
Dari dua tinjauan diatas, muncullah ide untuk menangkap nominal rupiah yang dikeluarkan tiap tahun guna biaya perawatan kendaraan ini menjadi peluang pendapatan asli daerah (PAD), yakni dengan diversifikasi usaha, pemkot mendirikan bengkel otomotif sendiri.

Keuntungan

Paling tidak ada lima keuntungan yang diperoleh pemkot jika ide ini direalisasikan. Pertama, ada peluang pendapatan asli daerah yang sudah pasti sumbernya, dengan besaran yang sangat signifikan. Belasan milyard tiap tahunnya. Ini dengan asumsi jika bengkel hanya melayani kendaraan inventaris pemkot. Tentu tidak menutup kemungkinan bengkel milik pemkot ini melayani masyarakat umum juga, sehingga peluang PAD menjadi sangat lebar terbuka. Sebagai pembanding, saat ini Solo memiliki lima perusahaan daerah yakni PDAM, kebun binatang satwa taru Jurug, PD Bank Solo, PPK Pedaringan dan PD BKK Pasar Kliwon. Dari ke lima perusahaan daerah tersebut yang paling banyak menyumbang PAD adalah PDAM. Untuk tahun 2015 sumbangan PDAM terhadap PAD adalah sebesar Rp 2,1 miiyar, diikuti Bank Solo Rp 1,01 miliar, Pedaringan Rp. 555,3 juta, Perusda TSTJ Rp 67,3 juta dan BKK Pasar Kliwon belum bisa memberikan PAD. Melihat besaran sumbangsih PAD beberapa perusda dan melihat prospek PAD dari perusda bengkel, maka sangat relevan bengkel ini segera direalisasikan.
Kedua, dengan dibukanya benkel ini, berarti juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat Solo. Dibutuhkan banyak SDM, baik untuk manajemen bengkel maupun tenaga ahli perbengkelan lulusan sekolah-sekolah yang ada di Solo baik setingkat SMK maupun universitas.
Ketiga, berdirinya bengkel ini akan sangat mendukung branding Solo sebagai kota vokasi. Banyaknya sekolah menengah kejuruan,terutama jurusan otomotif akan sangat terfasilitasi praktek kerja lapangannya di bengkel ini. Demikian juga mereka yang kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) maupun Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil jurusan teknik mesin, bisa memanfaatkan bengkel ini untuk kepentingan praktek kerja lapangannya.
Keempat, bengkel ini bahkan bisa berfungsi sebagai pusat pengembangan teknologi otomotif yang bisa mengangkat branding Kota Solo. Kita semua masih belum lupa “gelegar” image mobil esemka yang kemunculannya juga dari Solo. Bahkan secara politis mampu mendongkrak popularitas Jokowi sangat signifikan sebagai sosok wali kota yang sangat peduli dengan keberpihakan terhadap produk anak bangsa. Maka pembentukan bengkel ini kedepannya juga sangat memungkinkan menjadi semacam Solo Tekno Park/STPnya otomotif Solo.
Kelima, fungsi pelayanan.Bengkel milik pemerintah Kota Solo ini tentu di dirikan dengan semangat profesionalisme kerja sehingga hasil penanganan bengkel ini bisa di adu dengan bengkel-bengkel lainnya. Ketika masyarakat yakin dan percaya dengan semangat ini, maka pelayanan kepada masyarakat juga menjadi maksimal. Masyarakat akan bangga memasukkan kendaraannya ke bengkel pemkot, karena hasil garapannya bagus dan sekaligus menyumbangkan PAD bagi kotanya tercinta.

Keniscayaan

Lantas apa saja yang dibutuhkan dan hal-hal yang harus dipersiapkan untuk terrealisasinya ide ini?
Pertama adalah dasar hukum. Perlu dibuat terlebih dahulu perda tentang perusda baru yang berupa bengkel. Karena secara regulasi, pendirian perusahaan daerah haruslah terlebih dahulu ada perda yang menjadi pijakannya. Undang-undang nomer 5 tahun 1962 mengatur tentang pendirian perusda. Juga tertuang didalam pasal 177 Undang-undang nomer 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan, pemerintah daerah dapat memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang pembentukan, penggabungan, pelepasan kepemilikan dan/atau pembubarannya ditetapkan dengan peraturan daerah yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Jika pemerintah kota enggan untuk meluncurkan perda ini, saya siap melontarkan di Komisi III DPRD Surakarta untuk membuat perda inisiatif terkait dengan perusda baru ini.
Selanjutnya yang kedua, perlu lahan yang memadai untuk lokasi berdirinya bengkel ini, sangat baik untuk mempertimbangkan daerah Solo utara seperti mojosongo yang dalam banyakhal sangat sesuaiuntuk lokasi. Dekat dengan jalan besar dan jalan tol, pemerataan “gula” di Solo utara dan bisa menjangkau segmen konsumen luar Solo seperti Sragen dan Karanganyar.
Ketiga, mendirikan bengkel baru yang berkelas tentu dibutuhkan modal finansial yang tidak sedikit. Dan terkait ini, pemkot memiliki dana yang sangat cukup. Beberapa tahun belakang ini, SiLPA tiap tahunnya besarannya selalu diatas Rp 100 milyar. Artinya, jika pemkot bisa melakukan perencanaan yang baik, maka sangat mungkin bisa mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mendirikan bengkel ini. Apalagi ada kepastian return of investment (ROI) yang sangat bisadi prediksi waktunya.
Yang terakhir, keempat, perlu SDM yang sesuai dengan spesifikasi yang di butuhkan. Solo memiliki SDM yang sangat kompleks multi disiplin ilmu. Dengan proses seleksi yang baik. Pasti bisa didapatkan SDM yang kredibel yang akan mampu mengangkat nama bengkel ini di Solo dan sekitarnya.
Dari semua tinjauan ini, nampaknya memiliki bengkel sendiri bagi pemerintah kota Solo adalah sebuah keniscayaan. Berdirinya bengkel ini sangat bisa dipastikan tidak akan mempengaruhi bengkel-bengkel milik perorangan maupun swasta yang ada, lantas gulung tikar. Karena terlalu banyak jumlah kendaraan, dan terlalu terbatas kemampuan bengkel pemkot utk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan perbengkelan. Semoga ide ini bisa ikut memberikan kontribusi pemikiran bagi pemerintah kota Solo didalam pelaksanaan visi walikota yang menjadikan Solo ini wasis, waras, wareg, mapan dan papan dan Solo semakin kuncoro. Wallahu a’lam.

Bio Data :  Sugeng Riyanto 
- Kelahiran, 1 Oktober 1976
- Politisi PKS Kota Surakarta
- Anggota Komisi III DPRD Kota Surakarta

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>