Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Overpass Manahan Jangan Lupakan Kearifan Lokal

Overpass Manahan Jangan Lupakan Kearifan Lokal

Posted by WARTO SOLO on Rabu, 08 Februari 2017

SOLO,wartosolo.com-Rencana pembangunan jembatan layang (overpass) yang digadang-gadang Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal yang sama dilakukan oleh para pengamat transportasi tentang proyek infrastruktur ini. 
Menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno, ada sejumlah item yang harus dimasukan ke dalam overpass itu karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Pertama adalah penyediaan fasilitas pejalan kaki serta pesepeda. Serta adanya unsur kearifan lokal dalam membangun jembatan tersebut. 


solo-overpass-manahan
Foto udara Manahan
Bahkan, staf pengajar di Universitas Katolik Soegijapranata menuturkan, pihak swasta bisa berperan aktif dalam proses pembangunan jembatan itu.
"Selain dibangun overpass, perlu dilengkapi jembatan khusus pejalan kaki dan pesepeda di sisi luar over pass. Jembatan tersebut bisa dibangun pihak swasta dan dibuat lebih menarik dengan estetika yang mengadopsi kearifan lokal," katanya, Rabu 8 Februari 2017. 
Secara pribadi Djoko sepakat bila overpass dibangun di atas perlintasan sebidang di Manahan itu. Mengingat tingkat kepada arus lalu lintas di kawasan ini cukup tinggi. 
manahan-solo-overpass
Sketsa flyover

Pada bagian lain, Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Honda Hendarto menyatakan, tanggung jawab pembangunan overpass Manahan ada di tangan Pemerintah Kota Surakarta. Peran pemerintah hanya membantu pada tahap pembuatan detail engineering design (DED) proyek. Apalagi perencanaan pembangunan overpass sudah dikaji sejak era Ignasius Jonan memegang tampuk pimpinan di Kementeri Perhubungan. 
Pembangunan overpass diperkirakan akan menyedot anggaran dari APBD Surakarta hingga mencapai Rp 31 miliar. Berdasarkan sketsa, overpass terlihat membentang di atas perlintasan rel kereta api (KA). Bangunan dari selatan di mulai dar Jalan Moewardi (Kota Barat). Sementara di sisi utara jembatan nanti akan mengarah ke arah barat Jalan Adi Sucipto dan timur Jalan MT Haryono. (*/) 

Djoko Setijowarno Universitas Katolik Soegijapranata, Studied Rekayasa Transportasi at Institut Teknologi Bandung, Studied at Soegijapranata Catholic University, Studied Civil Engineering at Univesitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>