Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » , » LRT Sumsel Bikin Baper Kepala Daerah

LRT Sumsel Bikin Baper Kepala Daerah

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 10 Februari 2017

iri-lrt-sumsel-bikin

WARTOSOLO.COM- Setelah melihat perkembangan pembangunan LRT Sumatera Selatan, beberapa daerah mulai lakukan studi kelayakan kereta ringan. Demam LRT menjangkit beberapa kepala daerah. Padahal kalau melihat kondisi transportasi umum berbasis jalan raya masih kepayahan. Mau langsung lompat mengelola kereta ringan.
Investasi untuk membangun kereta ringan tidak murah. Belum lagi investasi sarananya serta nanti setelah beroperasi harus memberikan SUBSIDI !!! Padahal, jelas pemda banyak yang tidak sanggup beri subsidi, karena keterbatasan anggaran. Selain Kota Jakarta (Rp 70an triliun), paling tinggi tidak sampai Rp 8 triliun APBD nya. Kota Palembang termasuk sukses mengelola BRT Teans Musi. Meski sekarang kondisinya agak menurun. Sejak 2009 sudah beroperasi 8 koridor BRT. Masih perlu keseriusan lagi mengelolanya.Investasi bangun prasarana (13 stasiun dan 1 depo) untuk LRT Sumsel Rp 12 triliun, sekitar Rp 500 miliar per km. Terdapat 892 titik pilar/pier di sepanjang jalur tersebut. Sementara investasi sarana diestimasi mencapai Rp 710 miliar untuk pembelian sarana dan fasilitas pendukung.Berdasar hasil studi yang ditugaskan PT KAI melalui PR Pricewaterhouse (PWC), besaran ATP diperkirakan kisaran Rp 5 ribu. Sedangkan tarif keekonomian sebesar Rp 25.550,00 per orang. Besaran LF rata-rata 33% dengan frekuensi per hari 48 perjalanan KA.Diperkirakan jam sibuk 06.00-09.00 & 16.00-19.00. Headway peak hour adalah 15 menit dan headway non peak hour adalah 30 menit.Keunggulan LRT layang ini adalah bebas hambatan, tidak satupun ada perlintasan sebidang dengan jalan raya, sehingga tidak ganggu perjalanan kereta. Juga gangguan tangan jahil terhadap prasarana terhadap  pencurian dan sabotase. Masih ada yang harus ditata oleh Pemkot. 

Palembang agar LRT SUMSEL dapat disukai warganya, yakni menata trotoar sepanjang jalur LRT SUMSEL dan menata ulang trayek (rerouting) BRT TRANS MUSI dan angkot yang ada. Program Pemkot. Palembang cko bagus, hingga 2017 angkot hilang berubah jadi BRT TRANS MUSI.Trotoar harus bagus dan humanis, karea pengguna transportasi umum, entah bus mapun kereta adalah pejalan kaki untuk menuju halte dan stasiun. Perhatian trotoar terhadap disabilitas adalah penting. Sudah ada UU 8/2016 ttg Disabilitas yang harus diakomodir untuk fasilitas transportasi. Trotoar sepanjang jalur LRT SUMSEL sangat buruk dan tidak memadai untuk digunakan.Kota Bandung dan Surabaya sudah lama bahkan lebih dulu siapkan kereta ringan untuk kotanya. Dua jalur trem utk Surabaya dan dua jalur kereta ringan layang untuk Bandung.Yang harus diperhatikan pemda adalah tidak hanya minta dibangun, tapi pikirkan juga kemampuan subsidinya.Jika kemampuan finansial APBD terbatas, cukup mulai membangun transportasi publik berbasis jalan raya dengan bus. Prasarana jalan sudah ada, tinggal adakan armada bus, tambah bangunan halte dan sistem tiketing serta depo bus. Kemudian tambahkan sentuhan teknologi informatika untuk layanan lebih baik. Demam transportasi umum baik, tapi jangan memaksa harus bangun LRT...

Djoko Setijowarno pengajar di Universitas Katolik Soegijapranata,Salatiga. Studied Rekayasa Transportasi at Institut Teknologi Bandung, Studied at Soegijapranata Catholic University, Studied Civil Engineering at Univesitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>