Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » LRT Senilai Rp 12 Triliun Ini Bikin Iri Beberapa Kepala Daerah

LRT Senilai Rp 12 Triliun Ini Bikin Iri Beberapa Kepala Daerah

Posted by WARTO SOLO on Senin, 06 Februari 2017

Sumatera-LRT-Selatan


WARTOSOLO.COM-Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan mulai dibangun sejak Oktober 2015, sekarang sudah mencapai 30 persen selesai. Pembangunannya memang cukup mengganggu lalu lintas harian. Terlebih saat pekerjaan pondasi. Beberapa pekerjaan pondasi dilaksanakan malam hari agar tidak banyak mengganggu lalu lintas kendaraan. Pasalnya, jalur LRT ini dibangun di atas jalan eksisting yang cukup padat lalu lintasnya. Pekerjaan diharapkan selesai Juni 2018 dan siap operasi untuk menghadapi Asian Games 2018.
LRT Sumatera Selatan cukup unik. Nantinya akan melayani penumpang bandara dan penumpang perkotaan. LRT ini merupakan transportasi wilayah aglomerasi, karena melayani warga Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.
Dibangun sepanjang 23,4 km dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II (Kota Palembang) hingga Kawasan OPI/Ogan Permata Indah (Kabupaten Banyuasin). Melintas di atas Sungai Musi, ada bentangan jembatan sepanjang 445 meter bersisian dengan Jembatan Ampera.
Sepanjang jalur terdapat 13 stasiun dan satu depo berkapasitas 14 train set.
Tipe proyek adalah design and built melalui penugasan kepada kontraktor pelaksana PT Waskita Karya, Perpres. No. 116 & Perpres. No. 55 Tahun 2016.
Lebar jalan rel (gauge) 1.067 mm dengan axle load 12 ton. Kecepatan rencana 100 km/jam. Kecepatan maksimum 85 km/jam. Konstruksi jalur berupa elevated (slab track). Persinyalan adalah fixed block with cap signal (ETCS Level 1). Sistem electrical dengan third rail system 750 VDC.
Selatan-Sumatera-LRT
Setelah dibangun, selanjutnya pengoperasian sarana akan diselenggarakan PT Kereta Api berdasarkan Perpres. No. 116 Tahun 2015 & Perpres. No. 55 Tahun 2016. Mulai pengadaan, pengusahaan, pengoperasian dan pemeliharaan sarana. Setiap trainset terdiri atas tiga cars (kereta) dengan kapasitas maksimal 445 orang. Lama berhenti di stasiun satu menit. Kecuali di Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badarudin dan Stasiun OPI selama 10 menit. Pembuatan sarana dilakukan PT Inka di Madiun. 

 Habiskan Rp 12 triliun
 
Sarana yang disiapkan sebanyak delapan  train set yang dibagi enam train set untuk operasi dan dua train set untuk perawatan dan cadangan. Biaya pembangunannya sebesar Rp 12 triliun. Memang cukup mahal untuk setiap kilometer kisaran Rp 500 miliar. Bandingkan dengan membangun jalur rel di atas permukaan (at grade) sekitar Rp 30 miliar, tapi masih dengan ongkos pembebasan lahan. Sementara jalan rel layang (elevated) sedikit proses pembebasan lahan, hanya untuk depo yang butuh lahan khusus.
Pembangunan LRT Sumsel merupakan yang pertama kereta ringan di Indonesia dioperasikan. Selain sekarang sedang dibangun LRT Jabodetabek (target 2019) dan LRT Jakarta yang menyusul selesai 2018 untuk Asian Games 2018 juga. Beberapa kepala daerah merasa iri dan minta segera dibangun hal serupa di daerahnya.


Selatan-LRT-Sumatera


 LRT-Sumatera-Selatan 
Djoko Setijowarno Universitas Katolik Soegijapranata, Studied Rekayasa Transportasi at Institut Teknologi Bandung, Studied at Soegijapranata Catholic University, Studied Civil Engineering at Univesitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>