Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Dikucuri Rp 165 Miliar, Taman Satwa Taru Jurug Siap Go Internasional

Dikucuri Rp 165 Miliar, Taman Satwa Taru Jurug Siap Go Internasional

Posted by WARTO SOLO on Kamis, 02 Februari 2017




SOLO,wartosolo.com-Pemerintah Kota Surakarta Jawa Tengah dalam tiga tahun ke depan bakal merevitalisasi habis-habisan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Seluruh aspek yang terikat langsung dengan TSTJ akan direvitalisasi mulai dari bangunan, kandang, koleksi hewan, kekayaan tumbuh-tumbuhan hingga manajemennya.
Khusus bagi koleksi hewan dan kandang yang menjadi ruh kebon binatang tersebut, Pemerintah dibantu sektor swasta (investor) sedang menyiapkan desain bangunan kandang dan habitat alami hewan yang reprsentatif.  

gapura TSTJ
Gapura TSTJ Solo
Dari sisi konservasi tumbuhan dan botani, Pemkot sedang menyusun desain bangunan termasuk laboratorium alam. Sehingga aspek konservasi yang terkait dengan pendidikan terpadu, sekaligus standarnya sudah mengadopsi mutu internasional.  
Informasi yang dihimpun wartosolo.com di lapangan menyebutkan, dana ratusan miliar rupiah sudah dialokasi dan segera digelontorkan untuk merealisasikan ambisi tersebut. Lewat proyek besar ini Pemkot Surakarta menginginkan TSTJ bisa dikenal tak hanya nusantara saja, namun mancanegara, bahkan dunia.
"Ke depan, sisi konservasi di TSTJ akan lebih diperkuat lagi sehingga bisa dikenal di dunia. Sekitar Rp 165 miliar disiapkan untuk pengembangan TSTJ," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto kepada www.wartosolo.com, Kamis, 2 Februari 2017.
Sugeng menyatakan, sejumlah BUMN, perusahan-perusahan siap menggelontorkan dana ratusan miliar untuk mereaslisasikan TSTJ yang lebih memiliki greget tidak seperti sekarang ini. Di antaranya adalah BNI yang siap menggelontorkan anggaran senilai Rp 30 miliar untuk membiayai pengembangan TSTJ melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Hanya saja anggaran puluhan miliar yang dicairkan paling cepat tahun 2018 ini dikembangkan untuk pembenahan dari sisi konservasinya. "Khusus CSR dari BNI memang ditujukan untuk pengembangan konservasi. Itu sesuai arahan presiden (Presiden Joko Widodo-red)," terangnya.
solo-taman-satwa-taru-jurug
Koleksi TSTJ Solo
Pembangunan fisik 

Sementara untuk revitalisasi secara fisik, DPRD sudah menyetujui penganggaran hingga Rp 3 miliar untuk sejumlah renovasi dan revitalisasi di TSTJ. Di antara yang bakal dikerjakan tahun ini adalah pembanguan gapura, jalan, mushala, pulau di tengah telaga Jurug. "Pulau tengah telaga ini nantinya untuk habitat orang utan," kata wakil rakyat dari PKS ini.
Pembangunan fisik lainnya adalah proyek pengadaan jembatan. Infrastruktur ini akan dimanfaatkan untuk kenyamanan pengunjung.
Proyek lain yang dikejar tahun ini adalah pembangunan parapet di bibir Sungai Bengawan Solo. Dinding tinggi pemisah sungai dan TSTJ ini mendesak dibangun karena pada saat air sungai terpanjang di Jawa itu meluap airnya masuk ke TSTJ bahkan beberapa kandang hewan.
"Pembangunan parapet diserahkan instansi lain. Saat ini sedang dikerjakan." (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>