Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Arus Deras, Waspadai Kehadiran Ular Python

Arus Deras, Waspadai Kehadiran Ular Python

Posted by WARTO SOLO on Senin, 13 Februari 2017


SOLO,wartosolo.com- Warga kampung Baron Kunden. Laweyan, Solo sempat digegerkan dengan penemuan seekor ular python sepanjang tiga meter yang masuk kepemukiman warga. Diduga ular tersebut terbawa arus banjir Kali Jenas lalu terjebak di selokan. Warga yang kebetulan lewat mengetahui kepala ular yang muncul dari dalam selokan dan mengabarkan kepada warga lain. Kini ular tersebut telah diamankan didalam kandang milik warga agar tak membahayakan warga lain. 


Kehadiran Ular Python Waspadai
Tangkapan ular
Pasalnya ular jenis ini masih sangat agresif. Penemuan ular python di Baron Laweyan, baru kali ini dan ukurannya pun cukup panjang. Penemuan-penemuan ular serupa juga pernah diwartakan. Pada pertengahan 2015, ular sejenis juga muncul di tepi Bengawan Solo tepatnya di wilayah Gajahan, Pasarkliwon, Solo. Ular yang ditemukan warga timur Kota Bengawan ukurannya lebih panjang dan besar. Beruntung, hewan melata ini tidak mati dibunuh warga. Meski dalam kondisi stress saat ditemukan warga, namun kondisinya sehat.
Waspadai Kehadiran Ular Python
Jinakan ular
Teddy penyayang binatang dari Bolo Reptile menilai, banjir besar yang terjadi di wilayah Solo sekitarnya karena sungai meluap membuat habitat ular terusik. 
 Pada saat terbawa arus, ular ini sembunyi di tempat tertutup seperti selokan. Pada saat ular kelaparan, mereka mencari makan apa saja seperti tikus, ayam atau hewan buruan. "Nah, pada saat inilah ular tersebut kepergok warga, lalu diamankan beramai-ramai," katanya. Meski tidak berbisa ular python tetap agresif dan berbahaya. Sehingga warga yang tidak ahli dalam menyelamatkan ular ini diharapkan tidak mencoba-coba untuk memegangnya. Teddy berharap masyarakat mengamankan ular ini lalu menghubungi komunitas penyayang binata, penangkar ular atau ahli dalam bidang reptil ini.
Python Waspadai Kehadiran Ular
Masukkan ke kandang
"Jangan dibunuh atau dibinasakan karena hewan ini tak menyerang bila tidak merasa terancam," katanya. Kemunculan ular di tengah-tengah masyarakat menunjukkan habitat ular mulai terusik atau rusak. Bencana alam seperti banjir dan longsor kadang merusak habitat ular. Kencendrungan manusia membuka lahan atau mendatangi persembunyian ular juga membuat binatang ini pergi dari sarangnya dan mencari tempat yang aman. "Sayangnya kepergian ular ini di tempat yang salah seperti permukiman manusia," keluhnya.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>