Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Adu Kambing Railbus Vs Avanza, Kembali Jalur Railbus Dihalangi Mobil Pribadi

Adu Kambing Railbus Vs Avanza, Kembali Jalur Railbus Dihalangi Mobil Pribadi

Posted by WARTO SOLO on Sabtu, 04 Februari 2017


SOLO,wartosolo.com-Seolah tak ada kapok-kapoknya, dan terulang lagi. Kembali mobil pribadi menghalangi jalur kereta api Railbus Bhatara Kresna di depan PGS Solo, Sabtu 4 Februari 2017. Kali ini ''duel'' adu kambing nyaris terjadi antara Railbus Bhatara Kresna tujuan Solo-Sukoharjo-Wonogiri PP dengan mobil avanza warna hitam berplat AD-8569-RC.
Beruntung masinis KA Bhatara Kresna mengerem laju kereta hingga berhenti tepat  di depan mobil tersebut. Kesigapan masinis ini untuk sementara waktu bisa menghindarkan kecelakaan. Akan tetapi jadwal perjalanan KA terlambat karena mobil yang ditinggal pemiliknya itu harus disingkirkan dari jalur KA. 

Adu-Kambing-Railbus
KA di tengah kota
Warga dan pengguna jalan yang kebetulan berada di sekitar jalur kereta api sudah memberikan aba-aba dan peringatan agar pemilik mobil memindahkan ke tempat parkir karena kereta api segera melintas. Namun peringatan warga ini tidak digubris karena sang pemilik (pengendara) mobil tidak sedang ditempat. 
Kejadian pengendaraan mobil parkir sembarangan khususnya di jalur kereta api aktif ini sudah berulang kali terjadi. Seolah-olah pengguna jalan tak menghiraukan larangan parkir di lokasi tersebut meskipun petugas berwajib sudah memasang rambu-rambu secara mencolok.
Menurut  Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, jalur KA yang melintang di Jalan Slamet Riyadi hingga ke timur, depan PGS adalah jalur aktif. Tidak boleh ada aktivitas parkir di sana dengan alasan apapun juga. Kebijakaan tersebut telah diatur dalam Undang-undang No 23/2007 tentang Perkerataapian. “Kereta api (KA) punya jalur sendiri. Di atas jalur tersebut tidak boleh ada kendaraan yang diparkir dengan alasan apapun. Itu amanah undang-undang,” tegas Eko.
Kata dia, UU Perkertaapian sangat tegas mengatur soal pelanggaran apabila terjadi peristiwa parkir ngawur di atas jalur. Bila ada mobil yang menghalangi laju kereta api dan membuat KA tergelincir hingga mengakibatkan korban jiwa.
 
Tamper KA
Maka kejadian itu akan diusut oleh aparat keamanan dan yang disalahkan pastilah pemilik mobil. Lalu apabila ada kendaraan yang kebetulan menamper KA yang berjalan hingga terjadi kerusakan pada KA. Maka PT KAI bisa meminta ganti rugi dari pemilik mobil.
“Saya menyesalkan masih ada masyarakat yang memarkirkan mobilnya di rel aktif. Seharusnya masyarakat dalam hal ini pemilik mobil memahami bahwa di situ ada rel aktif,” keluh Eko.
Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, Ari Wibowo menyesalkan kejadian yang kesekian kalinya adanya pengguna jalan yang parkir sembarangan di atas jalur rel. Ia mendesak pemilik usaha di PGS sekaligus petugas keamanan di sana lebih proaktif dan peduli untuk bisa memantau keamanan dan kenyamanan pengunjung pusat grosir tersebt. (*/)

 

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>