Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Mau Saingi Malioboro Jogja ? Gatsu Solo Harus Patuhi Syarat ini

Mau Saingi Malioboro Jogja ? Gatsu Solo Harus Patuhi Syarat ini

Posted by WARTO SOLO on Sabtu, 21 Januari 2017


SOLO,wartosolo.com-Kawasan Malioboro Yogyakarta menjadi salah satu tolok ukur kota-kota di Indonesia dalam membangun pedestrian di pusat kota. Sebagai salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara, Malioboro benar-benar ditata sedemikian rupa sehingga nyaman disinggahi wisatawan selama berjam-jam. Jujur saja tak semudah membalikan tangan bagi Pemkot Yogyakarta mengatur ikon penting tersebut. Bisa dilihat secara kasata mata betapa besar, biaya, tenaga dan pikiran yang dihabiskan untuk membangun kawasan ikonik itu. Maka tak heran bila kota-kota besar di Indonesia, mengidam-idamkan punya pusat kota selevel Malioboro. Nah, salah satu kota yang memakai acuan dengan berakca dari Malioboro untuk menata pedestriannya adalah Kota Surakarta.


solo-jogja-pejalan kaki
Pedestrian Maliboro Jogja
 Dua dari sekian persyaratan utama yang sudah dipenuhi Solo dalam menyiapkan pedestrian dambaan adalah, tersedianya tempat (pedestrian), dan dana (uang). Pertama sekali yang perlu dibahas adalah tempat pedestrian. Di Solo saat sedang giat-giatnya membangun kawasan Jalan Gatot Subroto, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Radjiman sebagai satu kawasan pedestrian yang diberi nama Kordior Gatot Subroto (Gatsu). Dinas terkait dan jajaran samping sudah melakukan pengerjaan awal Gatsu. Dengan demikian persyaratan tempat sudah tidak menjadi Kedua adalah anggaran, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari, proyek penataan Gatsu didanai mencapai Rp 15 miliar menyasar pembangunan kawasan pedestrian, Untuk tahap awal terlebih dahulu akan dilakukan pembersihan trotoar di kawasan tersebut. Baru setelah itu dilakukan penggalian saluran air yang sudah direncanakan.
 Dari pernyataan Kepala DPU tadi, masalah anggaran juga tidak menjadi kendala besar. Pasalnya, anggaran terbesar yakni penataan awal sudah tidak ada penghambatnya, kas di Pemprov Jateng, dan Pemkot Surakarta sudah mencukupi. Kira-kira syarat apa yang harus dipenuhi agar Gatsu bisa sejajar dengan Malioboro ? Menurut analisa penulis, adalah pekerjaan yang teramat sulit bagi stakeholder mulai dari masyarakat lapisan bawah, pemerintah, media massa, dan komponen lainnya di Solo untuk menyejajarkan Gatsu dengan Maliboro. Perlu diketahu, Malioboro sudah melegenda sejak puluhan tahun dan sudah menjadi roh Kota Pelajar. Hingga mencuat sebuah meme terkenal seperti demikian, "Tak lengkap ke Jogja bila tidak mampir ke Maliboro". Meme sederhana inilah yang kemudian menyebar berubah menjadi semacam virus dan membentuk persepsi di otak rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahwa suatu ketika menginjakkan kaki di tanah Jawa untuk berikutnya menginjak kedua kakinya di Maliboro. Nah, tentu saja, meme semacam itulah yang memperkuat cap Maliboro sebagai tujuan wajib bagi wisatawan. Hingga akhirnya cap tersebut terus membekas, abadi dan tentu saja secara jangka panjang eksesnya amat menguntungkan wisata di Yogyakarta. 
 Lalu pertanyaanya, apakah Solo yang sedang membangun Koridor Gatsu ke depan bisa berlaku setara dengan Maliboro ? Tentu saja jawabannya, BISA ! Asalkan, dilakukan sungguh-sungguh secara bersama-sama, terus menerus dan konsisten menyampaikan meme yang hampir sama. Nah, syarat terakhir inilah yang amat berat, dan banyak kota-kota besar di Indonesia tidak mampu memenuhinya. Dan Smoga saja di Solo BISA ! (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>