Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Pijat Batu Refleksi Manjakan Pengunjung Taman Balekambang Surakarta

Pijat Batu Refleksi Manjakan Pengunjung Taman Balekambang Surakarta

Posted by WARTO SOLO on Minggu, 18 September 2016



SOLO,wartosolo.
com-
Tak hanya kebersihan udaranya yang sudah menggema di seantero Nusantara, Taman Balekambang Kota Solo, Jawa Tengah juga terkenal dengan taman airnya. Nah, guna semakin mempopulerkan Taman Balekambang sebagai taman kota yang menyediakan ruang terbuka hijau bagi publik, pengelola Taman Balekambang menambah satu wahana lagi. Pilihannya jatuh pada penyediaan wahana baru berupa batu refleksi. Loh, mengapa batu refleksi yang lebih dipilh dibandingkan fasilitas lain yang lebih populer seperti taman ikan, refleksi iklan, atau fasilitas yang lainnya. Padahal di taman peninggalan penguasa Pura Mangkunegaran Solo hingga Kolonialsme Belanda ini masih tersedia space yang lumayan luas. 
Menurut keterangan pengelolan Taman Balakembang, batu yang dipasang di salah satu jalan setapak taman bisa dinikmati pengunjung taman yang ingin merawat kesehatan. Batu refleksi berupa kerikil ini juga bisa memperindah pemandangan di jalan setapak tersebut.
pijit-batu-refleksi2
Pijit batu refleksi
Nah, mulai bulan ini, fasilitas baru ini bisa dinikmati masyarakat secara cuma-cuma. Dari yang terlihat, pengelola memang memisahkan bagian-bagian terapi. Ada yang pemula, menengah atau yang terbiasa dengan refleksi ini. Hal itu bisa dilihat dari ketajaman batu-batu yang dipajang.
"Bagi yang pemula tentunya hanya sanggup menginjak kaki telanjangnya di batu yang bulat tak begitu tajam, karena bakalan sakit saat menginjkanya. Tetapi bagi yang sudah terbiasa menginjak kakinya di batu yang tajam sudah terbiasa," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Wisata Taman Balekambang Surakarta, Endang Sri Murniati .
Endang menayatakan, sebelum fasiitas batu refleksi di bangun di Balekambang. Ada usulan agar di ruang terbuka hijau itu dibangunkan refleksi ikan. Yakni kolam kecil di taman, yang didalamnya disebar ikan. Jika kaki manusia di masukan kolam ini, maka ikan-ikan akan memakan bakteri atau kulit mati pengunjung. Meski fasilitas ini lebih menjanjikan dan didukung oleh banyak pihak, namun keputusan itu akhirnya diurungkan karena berbagai alasan.
"Kami memilih memasang batu refleksi dibandingkan kolam ikan refleksi karena lebih higienis dan lebih indah. Pengunjung pun suka," kata Endang.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>