Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Misteri Aroma Harum dan Lezatnya Santapan Bekgor Sargede

Misteri Aroma Harum dan Lezatnya Santapan Bekgor Sargede

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 16 September 2016

solo-bebek-goreng-gede-pasar
Bekgor Sargede

SOLO,wartosolo.com-Nuansa berbeda bakal anda temui saat menyantap menu khas Solo bebek goreng di lapak milik Birin di Pasar Gede. Selain suasana malam yang remang-remang di bawah temaram lampu kota. Lalu nikmatnya menyantap seporsi bebek goreng di lapak Bekgor Sargede, lengkap dengan nasi hangat yang ditemani teh hangat. Ada bau harum semerbak menghampiri indera penciuman jika sempat berlama-lama di sana. Bau wangi yang khas itu tak akan hilang dalam waktu semalam. Sebab pastinya harumnya akan membekas di hidung anda, sepulangnya dari lapak di tepi Jalan Urip Sumoharjo Solo, Jawa Tengah itu. 

Lalu dari manakah bau harum nan menawan itu keluar dan sampai ke hidung kita? Apakah sang pemilik lapak menyemprotkan pengharum ruangan di sana ? Pertanyaan semacam ini sempat mencantol dibebak pembeli atau pelanggan yang datang. 
Pertanyaan itu langsung dijawab dan dibeberkan dengan sempurna oleh Birin, saat wartosolo.com mencoba mencari jawabannya. 
Birin menuturkan, emperan toko tempat lesehan pembeli makan bekgor atau ayam goreng, ternyata ada yang khusus menjual perlengkapan ibadah seperti dupa. Meski pintu rolling door toko ditutup rapat-rapat, aromanya masih tetap menyebar melalui sela-sela pintu atau ventilasi udara. Toko yang menjajakan perkakas ibadah seperti dupa, kemenyan itulah yang menebar bau wangi lain. Pemilik toko yang menjualnya aneka macam dupa ini merupakan Etnis Tionghoa. Mereka sudah turun menurun menempati kios di Pasar Gede tersebut.
Birin juga menyampaikan asal muasal kedua bau harum yang menyebar itu. Ia menduga aroma itu berasal dari dupa yang sengaja dibakar orang yang kebetulan tinggal sementara di pasar tradisional tertua di Kota Solo ini. Sepengetahuan dia, pemilik toko di ujung selatan pasar merupakan Etnis Bali. Setiap hari ia membakar dupa. Ritual membakar dua itu selalu dilakukan untuk menjalankan kehidupan keagamaan. 
Nah, uniknya selama beberapa kali wartosolo.com menikmati sajian di lapak Bekgor Pasar Gede ini, tak ada perasaan aneh dengan bau harum itu. Apalagi sampai dada sesak atau perut mual. Malahan bebauan ini memberikan tambahan nuansa khas saat menyantap kuliner khas Wong Solo itu. Menurut keterangan Birin yang juga asli Solo ini, Pasar Gede Solo merupakan ajang pertemuan berbagai etnis di Solo. Mayoritas etnis Jawa mendomnasi, lalu etnis Tionghoa, timur tengah, dan etnis-etnis lainnya. Mereka menjual berbagai macam keperluan masyarakat Solo sekitarnya karena pasar inilah satu-satunya pasar terlengkap dan masih mengedepankan tradisi Jawa. 

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>