Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Kepala Daerah Lalai, Warga Sengsara

Kepala Daerah Lalai, Warga Sengsara

Posted by WARTO SOLO on Rabu, 07 September 2016


WARTOSOLO.COM-Di Kabupaten Batang, Jawa Tenah terjadi kecelakaan tragis, mobil barang untuk angkut orang...jelas melanggar, tapi jangan salahkan warga, karena tidak ada lagi angkutan pedesaan angkut orang...17 meninggal seketika dan 20 orang luka berat dan ringan..
Kejadian ini bukan kali ini saja terjadi, sudah sering, cuma jumlah yang meninggal tidak sebesar sekarang ini.
Sudah berulang kali diingatkan, jika kewajiban dan wewenang penyelenggaraan angkutan umum baik di perkotaan mau pedesaan adalah tanggungjawab pemerintah termasuk pemerintah daerah.
Hal itu sudah diamanatkan jelas pada pasal 138 & 139 UU 22/2009 ttg LLAJ. juga di pasal 185, kewajiban memberi subsidi
aturan-mobil-barang

Tapi tetap saja para kepala daerah tidakmenggubris sama sekali. Angkuta pedesaan dibiarkan mati pelan pelan, digantikan fungsi sepeda motor. Pelajar di desa di bawah umur sehingga biasa naik sepeda motor ke sekolah. Sudah tak.nampak lagi pelajar di desa naik angkutan umum ke sekolah. Sungguh tragis, sepeda motor jadi transportasi desa untuk segala usia, tanpa miliki SIM.
barang-aturan-mobil

Angkutan pedesaan di Jateng juga di daerah lain tidak diurus serius oleh para bupatinya. Di Jateng, hanya tinggal 20 persen angkutan pedesaan yang beroperasi. Itu pun dengan kondisi armada yang tidak layak. Karena pemilik sudah tidak sanggup lagi melakukan peremajaan. Dalam kurun 5 tahun ke depan diperkirajan sehingga musnah.
Buruknya layanan angkutan pedesaan juga berimbas makin banyak anak desa tidak bisa teruskan sekolah lanjutan. Ongkos transportasi jadi mahal. Harus punya sepeda motor. Pendidikan dan kesehatan leh gratis, tp transportasi mahal, tidak banyak bermanfaat.
-barang-aturan-mobil

Angkutan barang digunakan.juga sebagai angkutan orang di pedesaan sudah menjd hal biasa. Seolah nyawa sudah tidak ada harganya lagi. Kendaraan barang jenis L 300 yang biasa bawa sapi 3 ekor...tapi bisa angkut 36 orang berdiri...sungguh mengerikan. Orang sudah disetarakan denga hewan dalam hal bertransportasi.
Belum lagi kondisi jalan yang tidak mulus dan geometrik yang tidak standar seperti jalan di perkotaan, sesungguhnya sungguh membahayakan jika kendaraan tersebut ditumpangi orang melebihi kapasitas.
Mungkin perlu fatwa ulama apakah pejabat yang bertanggung jawab menyediakan angkutan umum berdosa karena tidak melaksanakan tanggung jawabnya dan rakyat alami kecelakaan sampai meninggal akibat tidak terlayani...
-barang--aturan-mobil

Kepedulian kepala daerah terhadap layanan transportasi umum masih sangat kurang dan terkesan mengabaikan...
Angkutan umum hanya dilirik ketika PILKADA & PILEG untuk nempel foto buat kampanye. Setelah terpilih, tak satupun kepala daerah dan anggota dewan yang peduli dengan angkutan umum...dilupakan dan baru diingat lima tahun. 
-barang--mobil-aturan



-mobil-barang-aturan
 Djoko Setijowarno pengajar di Universitas Katolik Soegijapranata,Salatiga. Studied Rekayasa Transportasi at Institut Teknologi Bandung, Studied at Soegijapranata Catholic University, Studied Civil Engineering at Univesitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>