Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Jangan Habiskan Pikiran untuk Taksi Aplikasi

Jangan Habiskan Pikiran untuk Taksi Aplikasi

Posted by WARTO SOLO on Senin, 05 September 2016


WARTOSOLO.COM-Akhir-akhir ini, pemerintah berupaya ingin memenuhi keinginan layanan taksi aplikasi atau taksi on line. Meski sudah diterbitkan PM 32 Tahun 2016 untuk mewadahinya, namun masih ada penolakan, misalnya kendaraan tidak mau di KIR, tidakbersedia sopir SIM A Umum, dan sebagainya. 
Pemerintah khususnya Kemenhub harus kembali konsentrasi pada Rencana Strategis (RENSTRA) yang telah dibuatnya. Waktu 3 tahun ke depan, cukup singkat untuk merealisasikannya.
Bisa-bisa program transportasi umum gagal, tidak sesuai harapan. Sesungguhnya, taksi on line ini akan membuyarkan harapan atau keinginan Presiden Joko Widodo yang sudah  memasukkan program transportasi umum dalam RPJM Nasional 2015-2019. Hakekatnya, taksi aplikasi bertentangan dengan program transportasi umum. Di beberapa negara sudah ditolak.
Pada prinsipnya bukan soal.mudah dan murah, namun apakah ada jaminan keselamatan dan keamanan bagi penumpang oleh pengelolanya. jika tidak, tidak perlu pemerintah terlalu berlebihan mengakomodir keinginannya yang sebenarnya akan merusak tatanan transportasi di daerah yang sedang dibangun sekarang.
Apa tidak kasihan dengan Pemda yang sudah  bersusah payah merintis pembenahan transportasi umum, tiba tiba diserbu tawaran operasi taksi on line yang akan beroperasi di daerahnya yang jelas jelas akan mematikan industri transportasi umum yang sudah dirintis sebelumnya.
Jika dibiarkan, persis mesti tidak serupa, ada usaha perseorangan, cuma bedanya bermitra. Setiap orang yang miliki kendaraan bisa jadi pengusaha taksi.
Sekarang, pendapatan sopir taksi konvensional berkurang hingga 30%. Karena ada perlakuan tidak sama antara taksi konvensional dengan taksi on line.
Usaha taksi on line bukan membuka lapangan kerja baru. Tetapi mengalihkan pekerjaan yang semula bekerja di perusahaan taksi konvensional ke taksi on line.
Lebih bijak, Kemenhub konsentrasi dgn RENSTRAnya. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 430 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementrian Perhubungan Tahun 2015-2019, mengangkat dua isu strategis.
Isu strategis pertama, MEMBANGUN KONEKTIVITAS NADIONAL UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN PEMBANGUNAN. 
Isu strategis kedua, MEMBANGUN TRANSPORTASI UMUM MASSAL PERKOTAAN. Targetnya 10 kota perkotaan memiliki transportasi umum berbasis rel, BRT 34 kota dan pengadaan subsidi/PSO untuk transportasi massal perkotaan.
Sistem kelembagaan, penguatan SDM penyelenggara transportasi umum dan s plan perlu diajarkan kepada pemda yg akan menata transportasi umum sistem bus transit atau BRT.
Terlebih, kebanyakan kepala daerah tdk begitu peduli dengan kondisi transportasi umum di daerahnya.
Program transportasi umum bukan  program yang seksi bagi kepala daerah. Padalnya, tidak banyak memberi manfaat langsung bagi kepala daerah. Hanya kepala daerah yang punya kepedulian dan komitmen yg kuat. Jika ada transportasi umum, hanya sekadar menggugurkan kewajiban.
Hanya peduli transportasi umum ketika PILKADA DAN PILEG, setelah usai terpilih dienyahkan...:) :) 


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>