Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Efek SSA Slamet Riyadi, Kendaraan Roda Empat Mulai Lalui Jl Wahidin

Efek SSA Slamet Riyadi, Kendaraan Roda Empat Mulai Lalui Jl Wahidin

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 13 September 2016


SOLO,wartosolo.net- Akhirnya kebijakan sistem satu arah (SSA) Jalan Slamet Riyadi sepanjang Bundaran Purwosari ke timur hingga simpang empat Gendengan resmi diberlakukan Pemkot Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 13 September 2016 pagi. Peluncuran SSA Jalan Slamet Riyadi dilaksanakan sekitar pukul 05.30 di Bundaran Purwosari dengan melakukan pemasangan rambu penghalang. 

ssa-slamet-riyadi-solo
Sosialisasi SSA Slamet Riyadi
Hingga siang hari, pukul 10.00 petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta bersama petugas dari Satlantas Polresta Surakarta masih stand by di ruas-ruas jalan seperti simpang  empat Gendengan, simpang empat purwosari dan sejumlah titik lainnya.
Seiring dengan pemberlakukan SSA tersebut, sejumlah warga mulai mempersiapkan diri beradaptasi dengan manajamen rekayasa lalu lintas di jalan dan bahkan memberikan tanggapanya melalui media sosial (medsos)  seperti facebook. 
Di lapangan seperti di simpang empat Gendengan, dari arah Jalan Moewardi, ada sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mengambil jalur ke barat karena tidak tahu sedang berlangsung uji coba SSA. Akhirnya mereka banting stir ke kiri menuju timur atau Jalan Wahidin.


ssa-riyadi-solo-slamet-
Arus lalin Slamet Riyadi
Di medsos ini sejumlah warga memberikan taggapan dan laporan perkembangan SSA. Seperti yang disampaikan netizen bernama Putra Christian yang menyampaikan berjalannya SSA ternyata memberikan dampak k arus jalan seperti Slamet Riyadi mulai simpang empat Gendengan ke timur hingga simpang tiga Sriwedari. Arah selatan, Jalan Bhayangkara hingga bekas Bunderan Baron (Jalan Radjiman) dan munculnya prilaku baru kendaraan roda empat melintasi Jalan Wahidin ke selatan.
"Efek SSA Slamet Riyadi banyak roda 4 yg masuk Jl dr Wahidin ke selatan," katanya di fanpage Dishubkominfo Kota Surakarta. 

Prilaku Baru 

Prilaku unik lainnya dari pengguna jalan adalah diterabasnya road barrier yang dipasang di sisi utara RS Slamet Riyadi yang menjadi pembatas jalan antara ruas contra flow angkutan umum dan jalur SSA dari arah timur. Meski berbahaya, namun aktivitas semacam ini terus saja terjadi hingga terpantau ada kendaraan roda dua dan empat yang menerabas. 

"Saran: water barrier yg di pasang di Jl Slamet Riyadi yg membatasi dgn lajur contraflow di perempatan Gendengan kurang panjang. Setidaknya sampai di pintu masuk RS DKT. Water barrier sekarang ini seperti tak berguna. Lajur contraflow diterobos mobil-mobil," katanya.
Adapun netizen lain bernama Kurnia menuturkan, Jalan Wahidin semestinya dibuka dua arah ke selatan. Ia juga mendesak Jalan Sutowijaya, barat SGM dihidupkan lagi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk melintas kendaraan.
"Otomatis itu Jl Wahidin harus dibuka 2dua arah untuk roda empat. Kalo ga mau di buka dua Arah, ya Jalan Sutowijoyo harus dibebaskan dari lahan Parkir yang menggunakan separuh badan jalan," katanya. 
Sementara netizen bernama Rianty menyatakan, "Kalau kebijakan tersebut berdasarkan kajian teknis, kajian tersebut harusnya dibuka kepada publik, tapi kalau kebijakan tersebut sifatnya politis, ya resiko nya politis." katanya. 
Staf Dihubkominfo Kota Surakarta, Jateng Ari Wibowo mengatakan, selama 30 hari setelahnya merupakan tahap sosialisasi yang berarti tidak ada sanksi bagi pelanggar rambu SSA. (*/)
solo-slamet-riyadi-ssa
Grafis pemberlakuan SSA


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>