Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Dicemooh, Nama Halte Berbau Komersial

Dicemooh, Nama Halte Berbau Komersial

Posted by WARTO SOLO on Selasa, 06 September 2016


SOLO,wartosolo.net-Penamaan fasilitas umum (fasum) yang terlihat publik jelas perlu dipertimbangkan matang-matang. Bila tidak, wah bisa berabe, loh ! Bisa jadi penamaan fasum yang asal-asal bisa mendatangkan celotehan, cemoohan, bahkan yang kasar seperti celaan. Mengingat fasum milik publik yang didanai dari uang publik dikembalikan lagi kepada publik.
Fakta semacam itu malah terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah baru-baru ini. Bahkan, fenomena ini seru dan masih hangat-hangatnya dibahas di media sosial facebook. 


halte-bus-solo
Keluhan netizen
Sebagian warga Solo lewat akun facebok salah satu netizen menyoroti pemasangan nama halte bus dengan nama sebuah institusi, seperti, warung cepat saji, bank, dan super market tersebut.
Menurut netizen fasilitas pemberhentian bus yang baru saja dibangun Pemkot Surakarta di Jalan Slamet Riyadi berwarna merah merona, dengan bangunan yang bagus dan baru saja kelar di cat, semestinya dinamai bukan nama institusi. 
halte-solo--bus-
Halte berbau komersialisasi

Toh, sebuah nama masih tersedia cukup banyak, apakah nama tempat, wilayah, atau gang. Apa sajalah, asalkan bukan nama berbau komersial. Bila perlu, nama yang dipakai lebih lokal dan menunjukkan destinasi sebuah tempat
Nah seperti ungkapan atau status medsos salah satu netizen seperti di bawah ini yang membuat munculnya perdebatan. 

"...........di #kotasolo masih memakai nama komersial sebuah institusi swasta yang mempunyai efek promosi yang luar biasa padahal pembangunan halte tersebut memakai dana APBD yang besar sekali apa masih kurang sehingga butuh sponsor lagi? Akan lebih punya nilai sosial dan branding kota yg baik seumpama halte tersebut bernama kawasan seperti Halte Kalitan/Halte Gladag/Halte Keprabon/Halte UNS....," begitulah kira-kira tulisan seorang netizen.


halte--bus-solo-
Halte Sriwedari Solo
Tentu saja, ungkapan atau status di akun pribadinya ini jelas mendapatkan sambutan beraneka ragam.
Ada netizen yang mengungkapkan hal itu karena tak sengaja, atau memang disengaja. Karena bisa jadi penamaan itu karena ada bentuk kerja sama seperti CSR dengan swasta. Adapula netizen yang meminta adanya penelusuran karena penamaan semacam itu jelas melalui proses panjang dan ada latar belakanganya.
Sampai tulisan ini dimuat, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait. Namun begitu, ungkapan ''cerdas'' masyarakat ini jelas harus segar mendapatkan jawaban yang tentunya berdasar dan memiliki legal standing. Bila tidak bola liar akan kembali menggelinding ke sana kemari. Sebab apapun itu, fasilitas umum dengan uang masyarakat yang sedang disorot, buka prperti pribadi. (*/)

Foto- foto : medsos facebook.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>