Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Bekgor Sargede Ramaikan Wisata Kuliner Khas Solo

Bekgor Sargede Ramaikan Wisata Kuliner Khas Solo

Posted by WARTO SOLO on Rabu, 14 September 2016

solo-bebek-goreng-gede-pasar


SOLO,wartosolo.com-Warung bebek/ayam goreng Pasar Gede atau sering dijuluki Bekgor Sargede Solo, Jawa Tengah masih eksis menempati lokasi di emperan toko pasar tradisional hingga sekarang. Padahal sebelumnya, pemilik usaha kuliner ini membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman (utara Bundaran Gladag) yang saat ini menjadi kantor Bank Bukopin.
Sejarah panjang kepindahan Bekgor Sargede bermula pada tahun 2000-an. Saat itu Pemerintah Kota Surakarta hendak menata kawasan di sepanjang Jalan Sudirman menjadi wilayah terbuka yang kini dikenal dengan Koridor Jenderal Sudirman (Jensud).
Mendengar adanya kabar tersebut, dan mengantisipasi sebelum proyek itu benar-benar dilaksanakan. Sang pemilik berusaha mencari tempat pengganti yang lokasinya tak jauh dari tempat lama. Setelah melalu survei lokasi yang melelahkan dan menghabiskan waktu panjang, akhirnya dipilihlah tempat di emperan pertokoan Pasar Gede. 
bebek-goreng-pasar-gede-sol
Lapak Bekgor Sargede
Proses lobi-lobi ke pengelola pasar, dinas terkait dan pemilik toko pun dilakukan. Selama empat bulanan proses lobi-lobi itu dilakukan dan akhirnya beres, tepat sebelum proyek Koridor Jensud digelar. Dan pada saat proyek Jensud Sudirman digarap Bekgor Sargede sudah pindah ke tempat baru tersebut.
Birin, pemilik lapak Bekgor Sargede menuturkan, awal mula merintis usaha di lokasi baru tepatnya di tepi Jalan Urip Sumohardjo merupakan masa yang sulit. Ia bersama kedua orang tuanya serta pegawai fokus sembari pembeli juga tidak henti-hentinya mempromosikan Bekgor Sargede. Maklum setelah menyatakan diri pindah, banyak pelanggannya yang mencari-cari lokasi baru.
Nah, selama beberapa tahun berpromosi, yakni mendekati tahun ketiga dan keempat, kuliner matengan ini mulai dikenal warga hingga akhirnya menjadi jujugan wong Solo dan pelancong untuk makan malam.
Setelah 16 tahun berlalu, Bekgor Sargede sudah mulai eksis melayani pembeli, bahkan akhir-akhir ini juga melayani pesanan dalam jumlah besar.

Pelanggan FanatikPara pelanggan Bekgor Sargede bervariasi, ada yang berprofesi sales, mahasiswa, PNS, ibu rumah tangga. Bagi kawula muda, Birin memiliki kisah unik. Biasanya para pemuda pada malam Minggu kencan dilanjutkan makan malam di lapaknya. Jumlahnya tak terhitung lagi. 
bebek-goreng-gede-pasar-sol
Lesehan Bekgor Sargede

"Saat pacaran makan di sini, setelah menikah dan punya anak juga makan disini. Banyak juga pelanggan saya yang begitu. Mungkin ada memori di lapak saya," ucap Birin terkekeh.
Birin menuturkan, kunci keberhasilan keluarganya membangun usaha kuliner terletak pada resep bekgor/ayam goreng yang turun temurun dengan hasil masakan maknyus. Lokasi di Pasar Gede pun memiliki makna strategis, karena konsumen mudah menjangkau.
"Tempat makan yang bersih, di pasar terkenal dan lokasi parkir yang nyaman membuat pelanggan puas. Ditambah menu makanan yang kami sajikan dengan cita rasa bintang lima tetapi harga kaki lima. Itu semua membuat pelanggan ketagihan," katanya.
Birin berharap, tempat kulinernya bisa memberikan wahana baru bagi pecinta kuliner yang datang ke Kota Bengawan. Ia menawarkan hal sederhana yakni menu khas Bekgor Sargede Solo dengan rasa bintang lima. "Yang jelas harganya tetap kaki lima," ucapnya. (*/wartosolo.com)
bebek-solo-pasar-goreng-gede
Proses Mengolah Bekgor Sargede

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>