Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Balada Kantong Parkir

Balada Kantong Parkir

Posted by WARTO SOLO on Sabtu, 24 September 2016



WARTOSOLO.COM-Pengeluaran warga bayar parkir tepi jalan cukup besar. Jika tidak besar, tidak mungkin banyak yang memperebutkan lahan parkir tepi jalan.
Sampai-sampai jadi peluang bagi peserta pilkada untuk jadikan lahan parkir sebagai objek yang dijanjikan bagi pendukungnya. Tanpa keluar uang banyak, objek yang seharusnya bisa jadi sumber pendapatan potensial daerah, diserahkan pendukungnya sebagai kompensasi.
ketiak mulai ada upaya menertibkan menjadi lebih baik dan lebih transparan, tentunya kelompkok yang sudah terlalu lama menikmati miliar rupiah hasil dari penarikan parkir, pasti akan menolak dengan segala upaya.
Salah satu jargon yg dimunculkan adalah untuk JARING PENGAMAN SOSIAL. Menggunakan slogan awal reformasi seolah masih selaras dengan kondisi sekarang. Memanfaatkan juru parkir Sebagai kelompok warga miskin yang perlu dibantu.
Padahal jika ditelisik mendalam, pendapatan juru parkir tdk lebih besar dari UMK. Andai besar juga tidak dapat memberikan kehidupan layak, karena habis buat foya-foya. Besar pendapatan tidak setiap hari. Jukir adalah sasaran perasan yang tidak pernah dilakukan pembinaan dan dibiarkan liar.
Yang mendapat besar tanpa kerja keras adalah oknum ormas, oknum LSM, oknum PNS, dan oknum aparat (polisi dan TNI).
Akan sampai kapan kondisi parkir yang berpendapatan besar, tapi pemasukan minim ini tetap dipertahan eksis. Tarik ulur kepentingan masih berlangsung. Hanya ketegasan dan upaya mencari terobosan yang harus segera dilakukan. Di beberapa daerah di Jatim sudah lama melakukan terobosan itu.
Meski dengan kondisi sistem keuangan negara sekarang agak bertentangan. Namun hingga kini masih berjalan, karena dianggap efektif, lebih transparan, belum ada penolakan warga, sebelum bisa muncul ide baru.
Sistem zona dengan membuat kantong parkir dan meminimkan lokasi parkir tepi jalan dapat dijadikan salah satu solusi. Juru parkir dapat gaji bulanan, disertai aturan jam kerja seperti aturan UU Ketenagakerjaan, mendapat jaminan asuransi, jaminan kesehatan buat keluarga dan pendidikan buat anaknya,  setiap bulan diadakan bimbingan teknis dari berbagai instansi pemda termasuk kepolisian, pemberdayaan ekonomi buat keluarganya juga dapat membuat juru parkir lebih sejahtera ketimbang sekarang.

Perlu dicoba.. :) 

Djoko Setijowarno pengajar di Universitas Katolik Soegijapranata,Salatiga. Studied Rekayasa Transportasi at Institut Teknologi Bandung, Studied at Soegijapranata Catholic University, Studied Civil Engineering at Univesitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>