Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Sri Djarwanti Rela Dimutasi Demi Barhaji Bareng Mertua

Sri Djarwanti Rela Dimutasi Demi Barhaji Bareng Mertua

Posted by WARTO SOLO on Kamis, 18 Agustus 2016

haji-sri-djarwanti

WARTOSOLO.COM-Setelah menanti kabar keberangkatan selama beberapa hari, Sri Djarwanti dan suaminya Sudirno akhirnya bisa bernafas lega berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji. 
Pasangan suami istri ini bisa terbang ke Rumah Allah, sehari setelah peringatan HUT RI 17 Agustus 2016 dengan menumpang pesawat pengangkut rombongan kelompok terbang 25 dari Bandara Adi Soemarmo Jawa Tengah. 
Pasangan asal Solo, Jawa Tengah yang tergabung dalam kelompok terbang 16 Embarkasi Solo ini terpaksa menunda keberangkatannya karena ibu dari pasangan ini yang juga terdaftar dalam jamaah haji 2016, belum menerima visa dan paspor. 
Si Ibu yang bernama Samiyem (79), tak mau berpisah dengan anak kesayangannya itu saat bertolak ke Arab Saudi. Walaupun petugas di daerah menjelaskaan, bahwa dokumen sang ibu belum jadi. Beberapa waktu lalu, nama Samiyem mencuat di media massa karena ketekunannya menabung selama bertahun-tahun dan akhirnya bisa ikut berhaji.
Atas kesepakatan bersama, akhirnya rombongan itu menanti selesainya pengurusan dokumen dari Jakarta dan berangkat bersama dengan menggunakan pesawat yang open seat. 
Menurut Sri Djarwanti, pertimbangan membatalkan penerbangan bersama kloter 16 Embarkasi Solo dikarenakan tak tega terpisah dari sang ibu mertua. 
Ia begitu hafal dengan karakter ibunya tersebut, dan bersedia menerima keluhan ibu untuk tidak berangkat lebih dulu. 
Bagi Sri Djarwanti, permintaan sang ibu menjadi sebuah cobaan yang berat karena ia pun tak bisa berpisah dengan adik kandungnya yang juga tergabung di kloter 16. Namun karena pertimbangan faktor psikologis dan kesehatan sang ibu mertua, akhirnya mundur dari jadwal yang dipilih.
"Ini cobaan bagi saya d Tanah Air sebelum berangkat ke Tanah Suci. Harus saya hadapi meskipun berat," kata dia sebelum take off. 
Karena pembatalan tersebut, ia bersama keluarganya memberanikan diri untuk tidak berangkat dulu dan mengajukan permohonan ke petugas daerah untuk bisa diikutkan rombongan daerah lain yang kursinya kosong. Atas kerja keras dan upaya petugas daerah dan embarkasi, akhirnya harapan adanya open seat terwujud. 
Pada kloter 25 dari Yogyakarta diketahui ada beberapa seat yang kosong karena pemiliknya sedang sakit dan dirujuk ke rumah sakit sehingga tidak bisa berangkatan. 
"Kebetulan ada kursi (seat) kosong di kloter 25, dan kami diizinkan bergabung menuju Tanah Suci," ungkap Sri Djarwanti.

Open Seat

Tiga orang sekeluarga dan dua orang dari kloter 16 yang juga tertahan keberangkatannya akhirna bisa diterbangkan ke Arab Saudi pada, Kamis 18 Agustus 2016 sore tergabung dengan kloter 25 asal Yogyakarta. Sehingga kelima calhaj yakni, Samiyem, Sri Djarwanti, Sudirno, Sudarto dan Larsih bisa berhaji.
djarwanti-haji-sri-

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (PHU Kemenag) Kota Surakarta, Rosyid Ali Safitri menyatakan, di antara jamaah ini terpisah dari rombongan besar dikarenakan ada dokumen yang belum komplit. Sementara jamaah lainnya rela tidak terbang bersama kloternya karena ingin bersama anggota keluarga yang menunggu pengurusan dokumen. Seperti keberangkatan keluarga Samiyem, karena visa yang bersangkutan baru jadi setelah kloter 16 berangkat, akhirnya keberangkatan diundur. "Anak Bu Samiyem (Sudirno), dan istrinya (Sri Djarawanti) rela membatalkan kebarangkatan dengan kloter 16 karena tak mau berpisah dengan sang ibu. Sehingga keberangkatannya ke Tanah Suci baru bisa dilaksanakan setelah dokumen (visa/paspor) sudah datang," kata Rosyid. 
Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Agus Widagdo mengatakan, adanya mutasi calhaj dari kloter 16 ke kloter 25. Proses semacam itu memang wajar, selama ada kekosongan kursi, dan ada calhaj yang sudah siap mengisinya. "Asalkan ada kursi kosong dan calhaj siap, maka bisa dimungkinan untuk bergabung. Seperti mutasi dari kloter 16 yang tertunda keberangkatannya ke kloter 25 yang kebetulan ada kursi kosong karena calhaj dirujuk ke rumah sakit," paparnya. (*/)     

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>