Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Keselamatan, Operasi dan Pelayanan Angkutan Umum

Keselamatan, Operasi dan Pelayanan Angkutan Umum

Posted by WARTO SOLO on Kamis, 18 Agustus 2016


Djoko-Setijowarno

WARTOSOLO.COM-Kondisi operasional angkutan umum saat ini cukup banyak tantangannya. Ruang lalu lintas jalan dan pedestrian yang semakin padat dengan bertambahnya jumlah sepeda motor dan mobil pribadi. Juga penggunaan trotoar untuk pejalan kaki, PKL, maupun pengguna lainnya.
Adanya penambahan traffic light pada beberapa persimpangan mengakibatkan bertambahnya waktu perjalanan.
kondisi jalan yang dilalui kendaraan umum, sebagian besar telag alami kerusakan jalan. Ada pemaksaan bus masuk ke dalam terminal yang tidak tercantum dalam time table bus. Rendahnya jaminan keamanan, seperti pelemparan kaca bus maupun penghadangan di Sumatera. Berkembangnya angkutan tidak resmi sebagai  dampak tidak dilakukannya penegakan hukum.
Harga suku cadang semakin naik, namun load factor kian menurun mendorong pengusaha lakukan efisiensi yang terkadang abaikan aspek keselamatan. Perilaku pengemudi sulit dikontrol, walau sudah dilakukan pembinaan. Pengusaha yang manajemennya kurang baik, cenderung tidak mentaati peraturan yang berlaku.
Adanya jalan lingkar kota di beberapa daerah, mengurangi akses pelayanan kepada penumpang. Meski tersedia terminal, tapi tidak dilengkapi akses transportasi umum lokalnya.
Ada diskriminasi bunga kredit perbankan untuk pinjaman pembelian kendaraan umum dan kendaraan pribadi. Kendaraan umum lebih tinggi ketimbang kendaraan pribadi, mestinya terbalik jika pemerintah pro angkutan umum.

Pemicu kecelakaan

Beberapa yang dapat dijadikan pembelajaran atas musibah kecelakaan transportasi umum. Adalah kewajiban pemerintah untuk sediakan dan jaminan sarana dan prasarana transportasi serta penyelenggaraan kegiatan transportasi yang aman, nyaman, lancar dan menyenangkan bagi pengguna jasa.
Setiap kecelakaan transportasi pada kenyataannya selalu libatkan beberapa faktor, seperti perangkat lunak, perangkat keras, lingkungan alam, dan manusia. Jaminan terhadap  penyelenggaraan angkutan yang aman, nyaman dan menyenangkan sangat tergantung dari kepekaan dan kepedulian atau pelaksana atau pelaku dan penentu kebijakan (regulator) terhadap situasi yang terjadi di lapangan.
Kecelakaan lalu lintas tidak terjadi secara kebetulan dan mendadak, melainkan melalui proses akumulasi dari kegagalan faktor-faktor perangkat lunak, perangkat keras, lingkungan/alam dan manusia yang pada mulanya bersifat laten, kemudian berkembang menjadi kegagalan aktif dan berakhir dengan kerugian atas harta benda dan jiwa manusia...
Perusahaan angkutan umum yang ideal harusbberbadan hukum. Menguasai kendaraan dengan umur karena relatif muda, demi keselamatan angkutan umum di perjalanan.
Menerapkan teknologi informasi dalam sistem manajemen perusahaan, sistem tiketing dan bagasi, manifest pnpng  maupun pemanfaat fas GPS/CCTV dalam pengawasan operasional.
Berperan sebagai mitra pelayanan masyarakat yang baik, adanya hubunguan yang baik antara perusahaa dan penumpang. Menerapkan sistem gaji bagi awak kendaraan, khususnya pengemudi.
Bekerjasama antara pengusaha angkutan, sehingga dapat bersaing dalam peningkatan kualitas pelayanan. Tidak mudah terprovokasi atas kondisi di lapangan. Mempersiapkan regenerasi kepengusahaan yang terencana

Penerapan Sanksi

PP Nomor 74/2014 tentang Angkutan Jalan mengatur itu.
Tugas dan tanggungjawab perusahaan angkutan umum.

1. Memeriksa kondisi kendaraan yang dimiliki sebelum berangkat dari pool atau tempat penyimpanan kendaraan, sehingga kondisi kendaraan dapat diketahui dengan baik.

2. Memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada awak kendaraan untuk memberikan pelayanan prima dan lebih mengutamakan keselamatan di jalan.

3. Mengutamakan keselamatan dalam mengoperasikan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknik dan laik jalan, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa.

4. Mengangkut penumpang sesuai kapasitas yang  ditetapkan.

5. Mematuhi waktu kerja dan waktu istirahat pengemudi, sehingga awak kendaraan tidak mengalami kelelahan.

6. Mempekerjakan pengemudi yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan merupakan pengemudi perusahaan yang bersangkutan.

7. Menyelenggarakan peningkatan kemampuan dan keterampilan pengemudi secara berkala, minimal 1 kali setahun.

8. Memenuhi kelengkapan peralatan standar keselamatan dan peralatan tanggap darurat kecelakaan kendaraan bermotor angkutan penumpang.

9. Melengkapi alat pemantau unjuk kerja pengemudi dan kendaraan, minimal dapat merekam kecepatan kendaraan dan perilaku pengemudi dalam mengoperasikan kendaraannya, seperti fasilitas GPS.

10. Berkaitan masih rendahnya kinerja operasional awak kendaraan angkutan umum, pimpinan perusahaan harus perhatikan beberapa hal, seperti melakukan pengawasan dan monitoring terhadap jam kerja awak kendaraan; mengasuransi awak kendaraan, kendaraan dan penumpang memperbaiki tempat istirahat awak kendaraaan dan fasilitas penunjang; menginventarisir dan mengevaluasi setiap kejadian kecelakaan; dan mengupayakan sistem penggajian secara bulanan...

Adapun kewajiban operator angkutan adalah mengangkut orang Setelah disepakati atau dilakukan pembayaran biaya angkutan oleh penumpang; mengembalikan biaya bila terjadi  pemberangakatan; mengganti kerugian yang diderita penumpang karena lalai melalui asuransi; menurunkan penumpang pada tempat perhentian terdekat; bertanggungjawab atas kerugian yang diakibatkan oleh orang yang dipekerjakan.

Ada sanksi administratif jika melanggar mulai peringatan tertulis, denda administratif, pembekuan izin hingga pencabutan izin. Berkenaan dengan waktu kerja pengemudi, paling lama 8 jam sehari. Setelah mengemudi 4 jam berturut turut, wajib istirahat paling singkat setengah jam (30 menit).
Dalam hal tertentu dapat bekerja 12 jam sehari termasuk wakti istirahat 1 jam...
Keselamatan adalah harapan bersama, baik perusahaan, awak kendaraan, penumpang maupun pengguna jalan...
14/08/16, 22.02 

Djoko Setijowarno Universitas Katolik Soegijapranata, Studied Rekayasa Transportasi at Institut Teknologi Bandung, Studied at Soegijapranata Catholic University, Studied Civil Engineering at Univesitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>