Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Staf Khusus Menhub Ikut Klarifikasi Surat Terbuka Ir Tundjung

Staf Khusus Menhub Ikut Klarifikasi Surat Terbuka Ir Tundjung

Posted by WARTO SOLO on Minggu, 10 Juli 2016



WARTOSOLO- Usai Ir Tundjung Inderawan memberikan klarifikasi terkait pencatutan namanya yang digunakan orang tak bertanggung jawab dengan mengirim surat terbuka kepada Menteri Perhubungan RI Ignasisus Jonan melalui pesan singkat. Giliran Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid memberikan klarifikasi. Kali ini Hadi M Djuraid menyampaikan penjelasan singkat yang isinya nyaris sejenis, baik isi pesan maupun proses penyampaiannya yakni melalu pesan singkat whatssap (WA).

kasus-brexit
Macetnya brexit
"Telah beredar luas surat terbuka kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Surat tersebut  mempersoalkan pernyataan Menhub tentang korban meninggal dunia dalam periode angkutan lebaran 2016," terang Hadi M Djuraid melalui WA.
Dalam pesan di WA staf ahli tersebut memberikan tiga catatan terkait persoalan itu. Pertama, ada salah kutip nama, bahwa surat terbuka tersebut mengatasnamakan Ir Tunjung Si 72 ITB (Mantan Dirjen Keteta Api Departemen Perhubungan). "Penjelasannya Dirjen Perkeretaapian Kemenhub atas nama Ir Tundjung Inderawan (bukan Tunjung) adalah alumni Sipil ITB tahun 1983," tulis Hadi M Djuraid, Minggu, 10 Juli 2016. Pada bagian kedua staf ahli itu menyinggung makin meluasnya surat terbuka itu di media sosial dan media online, hingga pihaknya berinisiatif menghubungi sendiri Tundjung Inderawan melalui telepon. Dan akhirnya pada pukul 16.19 WIB, dari Tanjung Pandan, Belitung, di sela kunjungan Menhub Ignasius Jonan dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ke bandara Hanandjoedin, usahanya untuk menghubungi Ir Tundjung mendatangkan hasil.
"Melalui hubungan telepon, Pak Tundjung menegaskan bahwa dia tidak pernah menulis surat terbuka tersebut, dan namanya telah dicatut. Selanjutnya sebagai klarifikasi Pak Tundjung mengirimkan sms kepada Menhub Ignasius Jonan pada pukul 16.42 Wib, sebagai berikut: Boss,, sorry ganggu,, fyi Ada yg catut nama saya via WA se olah saya bikin surat terbuka unt sampeyan. Yg nyatut no 085862664... ngakunya nama TH Brahmana yg aku jg gak kenal. Ojok salah tompo yo. Suwun, salam gae klg (tundjung),'' katanya mengutip isi SMS Ir Tundjung. "Kalimat terakhir dalam bahasa Jawa Timuran, kurang lebih berarti: Jangan salah terima ya. Terima kasih, salam untuk keluarga," imbuhnya.
Penjelasan ketiga adalah terkait isi surat terbuka fiktif. Isi surat yang mengatasnamakan Pak Tundjung Insderawan menyebut salah satu korban meninggal di tengah kemacetan arus mudik adalah "om saya".
"Dari penelusuran satu-satunya korban laki-laki yang meninggal adalah remaja berusia 17 tahun, sedangkan Pak Tundjung saat ini berusia 62 tahun," tandas Hadi M Djuraid.
Ia kembali menegaskan, bahwa dari fakta-fakta tersebut di atas, jelaslah bahwa surat terbuka tersebut ditulis dan diedarkan oleh orang tidak bertanggung jawab dengan itikad jahat. Dalam kaitan jatuhnya korban jiwa di tengah arus mudik angkutan lebaran tahun ini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam beberapa kesempatan telah menyatakan keprihatinan mendalam, dan telah melakukan berbagai upaya koordinatif bersama instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang dalam periode angkutan mudik dan balik tahun ini.(*/)


PENJELASAN TERKAIT SURAT TERBUKA IR TUNJUNG MANTAN DIRJEN KERETA API DEPHUB
Telah beredar luas surat terbuka kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Surat tersebut  mempersoalkan pernyataan Menhub tentang korban meninggal dunia dalam periode angkutan lebaran 2016. 

Terkait hal tersebut perlu saya jelaskan sebagai berikut:

_Pertama_, surat terbuka tersebut mengatasnamakan Ir Tunjung Si 72 ITB (Mantan Dirjen Keteta Api Departemen Perhubungan).

(Catatan: sesuai penulisan pada surat terbuka tsb)

*Penjelasan*: Dirjen Perkeretaapian Kemenhub atas nama Ir Tundjung Inderawan (bukan Tunjung) adalah alumni Sipil ITB tahun 1983.

_Kedua_, setelah surat terbuka tsb beredar luas di media sosial dan media online, saya berinisiatif menghubungi Pak Tundjung Inderawan melalui telepon.

Saya berhasil menelepon pada pkl 16.19 Wib, dari Tanjung Pandan, Belitung, di sela kunjungan Menhub Ignasius Jonan dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ke bandara Hanandjoedin.

Melalui hubungan telepon, Pak Tundjung menegaskan bahwa dia tidak pernah menulis surat terbuka tersebut, dan namanya telah dicatut.

Selanjutnya sebagai klarifikasi Pak Tundjung mengirimkan sms kepada Menhub Ignasius Jonan pada pukul 16.42 Wib, sebagai berikut:

Boss,, sorry ganggu,, fyi
Ada yg catut nama saya via WA se olah saya bikin surat terbuka unt sampeyan. Yg nyatut no 085862664... ngakunya nama TH Brahmana yg aku jg gak kenal. Ojok salah tompo yo.
Suwun, salam gae klg
(tundjung)

(Catatan: nomor telepon lengkap sengaja tidak saya tampilkan)

Kalimat terakhir dlm bahasa Jawa Timuran, kurang lebih berarti: Jangan salah terima ya. Terima kasih, salam untuk keluarga.

_Ketiga_ surat terbuka yang mengatasnamakan Pak Tundjung Insderawan tersebut menyebut salah satu korban meninggal di tengah kemacetan arus mudik adalah "om saya".

*Penjelasan*, dari penelusuran
satu-satunya korban laki-laki yang meninggal adalah remaja berusia 17 tahun, sedangkan Pak Tundjung saat ini berusia 62 tahun.

Dari fakta-fakta tersebut di atas, jelaslah bahwa surat terbuka tersebut ditulis dan diedarkan oleh orang tidak bertanggung jawab dengan itikad jahat.

Dalam kaitan jatuhnya korban jiwa di tengah arus mudik angkutan lebaran tahun ini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam beberapa kesempatan telah menyatakan keprihatinan mendalam, dan telah melakukan berbagai upaya koordinatif bersama instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang dalam periode angkutan mudik dan balik tahun ini.

Jakarta, 10 Juli 2016

Hadi M Djuraid
Staf Khusus Menteri Perhubungan

* Sumber media whatssap

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>