Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Renungan Usai Berlebaran yang Menggugah Hati

Renungan Usai Berlebaran yang Menggugah Hati

Posted by WARTO SOLO on Minggu, 10 Juli 2016


WARTOSOLO- Lebaran bisa diartikan lebar selesai badar rampung bubar, bisa diartikan pula lebar longgar tidak sempit tidak terkungkung tidak terjepit tidak tertekan yang maknanya terbebas leluasa dari kekangan segala hal yang membatasi diri dan kemauan.
Selesai menunaikan ibadah puasa Ramadan satu bulan penuh itu kemudian orang orang pada berlebaran mensyukuri segala nikmat unttk ber-apa saja karena telah terbebas diri kita dari perang terhadap hawa nafsu dan menang. Menang dalam perang. Perang apa? Perang jiwa-raga. Menang mengalahkan siapa? Ambisi. Ambisi yang bagaimana? Ambisi serakah yang mau menguasai hak-hak hidup orang lain untuk dinikmati sendiri demi memuaskan kebutuhan pribadinya?
Ini puasa siapa? Ini kemenangan siapa? Ini kekalahan siapa? Ini zakat fitrah siapa untuk diberikan kepada siapa? Ini lebaran siapa? Ini rejeki untuk diterima dan dinikmati siapa? Ini sebenarnya untuk siapa demi siapa karena apa? Ini lebaran milik siapa sesungguhnya yang sebenarnya?
renungan-lebaran
Aktivitas pemudik di terminal

Dengan lebaran berarti sudah tak ada apapa lagi antara siapa yg menang dan siapa yg kalah, dan  bukan untuk siapa siapa lagi melainkan hanya demi untuk dan kepada siapa kita hidup ini sebenarnya meng-ABDi-kan diri.....?!
Ini renungan untuk direnungkan dengan kearifan daya pikir yang benar-benar longgar lebar babar bingar dan dalam kerendahan hati untuk kembali ke jiwa manusia yang fitri alias suci... (?)
Lebaran baju baruku sarungku kain ikhromku sajadahku kethuku mukenaku jilbabku terlepas tergadai dan terpakai lagi kebayaku jasku celana kolorku sayakku baru tercuci tertukar tercuri dikembalikan laku terjual dibeliin dan terbeli bro... Hatiku yg kotor lusuh kumuh hitam kelam telah tercuci sebulan penuh kini menjadi baharu.


Maka dari itulah pahami dan renungkan dari makna lebaran seperti di bawah ini 

*MAKNA  KETUPAT DALAM LEBARAN*

```Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.```

*Arti Kata Ketupat.*

```Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku
Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.```

*Ngaku Lepat.*
```Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.```

*Laku Papat.*
```1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.```

*Lebaran.*
```Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.```

*Luberan.*
```Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.```

*Leburan.*
```Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.```


*Laburan.*
```Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.```

ADAPUN FILOSOFI KUPAT - LEPET*

*KUPAT*
```Kenapa mesti dibungkus janur?
Janur, diambil dari bahasa Arab``` *Ja'a nur* ```(telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur).```

*LEPET*
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.. (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>