Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Terminal Tirtonadi Solo, The Next Terminal Masa Depan

Terminal Tirtonadi Solo, The Next Terminal Masa Depan

Posted by WARTO SOLO on Kamis, 14 Januari 2016


SOLO,wartosolo.net Kota Solo Jawa Tengah  menjadi satu-satunya kota besar di Indonesia yang melengkapi fasilitas terminalnya seperti ruang tunggu ber-AC, bebas asap rokok, bebas copet/asongan, bebas panas dan hujan serta didukung sistem boarding pass bagi penumpang dan bus. Yakni sistem dan layanan yang mirip terminal modern kota-kota maju di dunia. Dengan memiliki terminal bertipe A kualitas sekaligus terminal percontohan kota-kota besar di Indonesia. 


terminal-tirtonadi-surakarta
Tirtonadi tahap pembangunan
Kota Solo dinilai sebagai kota di Indonesia yang serius membangun sistem transportasinya. Pasalnya terminal yang baik merupakan terminal yang bisa memfasilitasi berbagai integrasi moda transportasi.
Hanya saja, warga Solo harus cukup bersabar menanti terminal ini berbenah demi mendapatkan kualifikasi sebagai terminal terbaik, berfasilitas setara terminal bandar udara. Proses menuju pemenuhan persyaratan terminal berlevel terbaik ternyata butuh waktu enam tahun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 161 miliar dan kini tersedia di tiga terminal (barat, tengah, timur).
Kesabaran warga Kota Bengawan kembali diuji. Memasuki awal tahun 2016, keinginan agar terminal di pinggir Jalan Ahmad Yani Solo ini untuk dibangun mulai dari lantai dua hingga lima masih samar-samar. Padahal ditilik dari grand desaign Terminal Tirtonadi yang dikeluarkan Pemkot Surakarta. Lantai dua ke atas difungsikan sebagai sentra bisnis dan hotel. Yakni perpaduan antara intergrasi terminal dan pusat bisnis yang jamak dikembangkan di negara maju seperti Singapura yang memiliki dan Seoul yang punya Central City. Sementara integrasi modanya dikembangkan dengan membangun sky bridge yang menghubungkan terminal dengan Stasiun Solo Balapan yang berjarak sekitar 500 meter selatan terminal. 
Sayangnya pengembangan terminal yang menempati lahan seluas 10 hektare belum bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini karena terbelit persoalan legalitas aset. Di mana status bangunan terminal di pinggir Kalianyar (anak Bengawan Solo) merupakan aset pemerintah pusat (penganggaran terbesar berasal dari pemerintah pusat). Adapun pembangunan terminal lantai dua baru bisa dilaksanakan bila kejelasan hitam di atas putih penyerahan aset kepada Pemkot Surakarta sudah tercetak. Dan apabila tak segera dibangun dalam waktu dekat ini, fisik bangunan lantai bawah akan cepat rusak karena konstruksinya harus diteruskan dengan membangun lantai di atasnya.

Rawan Rusak
Melihat dari kondisi semacam itu muncul desakan dari lapisan bawah agar persoalan kepemilikan aset segera dirampungkan dan terminal segera dibangun lagi. Suara yang paling kencang berasal dari sejumlah komunitas dan pemerhati transportasi di Kota Bengawan. "Kalau yang dibangun terminal tidak mengapalah karena fasilitasnya juga untuk orang banyak dan fungsi tak jauh dari pendukung sistem transportasi kota," ujar Yudi Agassi dari Masyarakat Transportasi Indonesia Solo Raya.
Ia berharap ada gebrakan pembangunan fasilitas publik di kota kelahiran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo untuk mengimbangi pembangunan hotel yang marak. "Apalagi sejak 2009 pengembangan terminal lantai dua tak kunjung dilakukan, sehingga akan berdampak pada kondisi fisik lantai satu yang ke depannya akan berdampak kepada pelayanan calon penumpang," kritiknya. 

surakarta -terminal-tirtonadi
Tirtonadi dilihat dari atas
Pembangunan terminal lantai dua ke atas sudah sangat mendesak. Sebab kondisi bangunan di lantai dasar di sisi barat sudah lama menganggur. Sudah terlalu lama terminal tersebut tanpa kepastian akan dilanjutkan pembangunannya. Jika dibiarkan, dikhawatirkan kondisi bangunan akan cepat rusak.Adapaun Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad mengakui tak bisa segera membangun terminal karena pihaknya terus menunggu proses penyerahan aset terminal dari pusat ke daerah.
"Tinggal menunggu penyerahan aset itu. Jika sudah ada, pembangunan lantai atas terminal akan lebih cepat karena sudah ada investor yang siap," jelasnya. Dikatakan, jika pemerintah pusat sudah memberikan lampu hijau dan penyerahan aset maka terminal langsung dibangun, dan sesuai jadwal 2018 bisa rampung sehingga Solo bisa memiliki termbila berkelas seperti di negara maju.' (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>