Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Mampir Solo, Cicipi Dulu Serabi Notosuman

Mampir Solo, Cicipi Dulu Serabi Notosuman

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 04 Desember 2015

SOLO,wartosolo.com- Ibunda Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yakni  Sujiatmi Notomiharjo memberikan bekal kepada anaknya tercinta itu saat hendak ke Jakarta. Oleh-oleh itu berupa makanan spesial khas Solo yakni serabi Notosuman. Makanan itu diwadahi dalam tempat khusus dan ikut terbang bersamanya ke Jakarta. Dalam petikan wawancaranya,
Sujiatmi Notomiharjo mengatakan, “Ya saya bawakan makanan pesanan (Jokowi) Serabi,“ kata Sujiatmi. 
Proses pembuatan srabi

Sujiatmi yang asli Solo pun demikian anak tercintanya yang lahir di Solo mengingatkan kembali kepada Jokowi pengalaman saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta selama dua periode.
Sewaktu menjadi orang nomor satu di Solo, Jokowi selalu menyediakan serabi untuk disajikan kepada tamu-tamunya. Dalam berbagai kegiatan rapat di jajaran SKPD Pemkot Surakarta. Bahkan  mantan orang nomor satu di Solo ini berpesan, makanan khas ini juga harus dihidangkan sebagai makanan ringan untuk pra tamu. Hingga setelah ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Presiden terpilih RI, makanan yang dibuat di Solo harus menjadi hidangan sarapan pagi. Itu sebagian cerita begitu legendanya serabi asli solo yakni Serabi Notosuman hingga begitu berarti bagi orang pertama di negeri ini.


Serabi Solo

Kembali dari berlibur ke luar kota tak lengkap bila tidak membawa oleh-oleh untuk kerabat di rumah.  Nah, bagi anda yang akan kembali ke wilayah masing-masing dan belum memiliki oleh-oleh. Anda dapat

Buat pesanan pelanggan

mencoba Serabi Notosuman oleh-oleh khas Kota Solo.
Serabi Notosuman cukup legendaris di kawasan Serengan. Keberadaannya yang ada sejak tahun 1923 tak sekedar rasanya yang istimewa, namun juga pembuatannya yang khas dan kini tetap dipertahankan. Berdasarkan
penelusuran asal-muasal Serabi Notosuman dari keturunan Hoo Gek Hok, sang perintis Serabi Notosuman. Secara turun
temurun sampai sekarang ada dua penjual Serabi Notosuman yang terletak di Jalan Mohammad Yamin. Saking terkenalnya bahkan namanya sudah melagenda melebihi nama daerah tempat serabi tersebut berasal Notosuman yang kini telah berganti nama menjadi Jalan Mohammad Yamin. Serabi Notosuman merupakan kuliner unik ini berupa adonan perpaduan tepung beras, santan dan gula pasir. Bila anda datang langsung ke toko serabi di kawasan Notosuman dapat menyaksikan langsung serabi pesanan anda diolah oleh para koki. Anda juga dapat memilih dua rasa yang ada,
coklat manis dan santan gurih.
Saat liburan umumnya jumlah pembeli meningkat, namun anda tak perlu khawatir. Pembuat serabi ini telah menyediakan stok bahan baku yang cukup, sehingga berapa pun pesanan anda dapat tersedia, tepat waktu.
Selain dapat dikonsumsi di tempat serabi juga sering dijadikan oleh-oleh kembali ke kota masing-masing.
Namun bila hari libur anda dianjurkan memesan lewat telepon. Namun anda juga harus diambil tepat waktu menurut perjanjian, jika terlambat serabi bisa dijual kepada orang lain.
Markus, pegawai Serabi Notosuman mengatakan  harga serabi di kawasan ini memang lebih mahal dibanding serabi yang dijual di pinggir jalan Slamet Riyadi. Perbedaanya pada rasaya yang lebih gurih dan manis, dantahan hingga 24 jam. “Dengan harga Rp 1.800 perbijinya.  Anda dapat memilih rasa yang ada dan membawanyauntuk oleh-oleh keluarga. Nah bagi anda yang belum punya pilihan oleh-oleh anda dapat mencoba menikmati Serabi Notosuman ini,” ucapnya berpromosi.
Ny Narto penikmat serabi mengatakan selalu menyempatkan diri datang ke Jalan Moh Yamin alamat Serabi Notosuman saat singgah di Solo. Ia memborong beberapa serabi untuk keluarga dan handai tualannya di Magelang. Itulah seklumit kesan dari makanan khas ini.
Nah, sebenarnya keberadaan makanan khas seperti serabi, tengkleng Solo, nasi liwet, gudeg ceker memperkuat Solo menjadi destinasi wisata. Tak heran bila Solo disebut-sebut sebagai surganya kuliner di Indonesia. Selamat Datang ke Solo dan selamat mencicipi. (*)
Cara menggorang tradisional

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>