Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » , » Targetkan 12.000 Pengunjung, Ini Kiat Arpusda Kota Surakarta

Targetkan 12.000 Pengunjung, Ini Kiat Arpusda Kota Surakarta

Posted by WARTO SOLO on Rabu, 25 November 2015


target-pengunjung
Baca buku
SOLO,wartosolo.com- Di era teknologi internet yang makin canggih dewasa ini. Keberadaan buku, majalah, koran dan bahan bacaan lainnya makin tersisihkan. Masyarakat memilih membaca-baca melalui sarana internet. Dari usia muda, dewasa hingga tua saban harinya tak lepas dengan internet. Apakah aksesnya melalu ponsel pintar, gadget, laptop, tablet, PC dan lain sebagainya. Padahal ada sisi tak baik bila terlalu mengandalkan bahan bacaan dari internet.
Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.
Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.
Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.
Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang.
"Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya.
Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.

Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.
Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.
Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang.
pengunjung-target
Promosi perpustakaan

"Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. 

Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. 

Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. 

Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. 

Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya. Bagi pelajar, mahasiswa, kebiasaan mengakses internet maka mereka sedikit demi sedikit meninggalkan buku (text book). Para tunas bangsa ini juga akan sulit menghafalkan teori, judul buku, nama pengarang atau percetakannya. 

Cara instan ini jelas akan mengganggu proses belajar mengajar mereka. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah fasilitas perpustakaan yang tersedia baik di sekolah, kampus, di tengah-tengah masyarakat juga terancam terbengkalai.Dengan melihat latar belakang itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arperpusda) Kota Surakarta saat ini gentol mengkampanyekan gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan di kalangan pelajar, siswa dan mahasiswa.Usai memiliki gedung arperpusda yang megah di Jalan Hassanudin, Srambatan Solo Jawa Tengah. Masyarakat di Solo sekitarnya mulai diajak untuk berkunjung melihat-lihat dari dekat atau membaca koleksi yang dimiliki arperpusda. Setelah mengenal lebih baik, mereka diajak mendaftarkan ke perpustakaan dan menyewa buku yang ada untuk dibaca di rumah.Kepala Kantor Arperpursda Kota Surakarta Sis Ismiyati mengatakan, minimnya minat masyarakat Solo sekitarnya untuk berkunjung atau menjadi anggota perpustakaan daerah tak akan mempengaruhi kinerja lembaganya. Bahkan ia berani tahun ini mematok jumlah kunjungan mencapai 12.000 orang."Sudah terpenuhi angka 9.000 orang, jelang akhir Desember ini kami pastikan target 12.000 pengunjung akan terpenuhi," kataya.  (*)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>