Hukum Kriminal    Inspirasi    Kesehatan    Ekonomi    Wisata    Komunitas    Pendidikan    Kuliner    News    Peta Situs   
Home » » Ironis, Kantor UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang Tak Representatif

Ironis, Kantor UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang Tak Representatif

Posted by WARTO SOLO on Jumat, 27 November 2015

SOLO,wartosolo.com- Taman Balekambang kini menjelma menjadi ikon penting Kota Solo dan harus dikunjungi bagi pelancong. Objek wisata alam terbuka ini memberikan sensasi baru bagi wisatawan karena terdapat objek pemandangan alam telaga dan satwa. Dalam setahun, sekitar 40.000 pengunjung mendatangi taman ini. Berbagai event berskala nasional dan internasional pernah digelar di sana. Bahkan, sejumlah pejabat sekelas menteri dan tokoh masyarakat mengunjungi taman peninggalan penguasa Pura Mangkunegaran ini.  
kantor-uptd-balekambang
Objek wisata Balekambang
Sayangnya, di kawasan ini tak tersedia ruang khusus yang memadai khususnya untuk menyambut pejabat atau tamu-tamu dari luar negeri. Satu-satunya kantor yang ada adalah kantor Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kawasan Wisata Taman Balekambang. Namun bangunan perkantoran itu tak menyediakan ruang transit karena hanya mendompleng gedung kesenian Balekambang. 
Kepala Kepala Unit kantor Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kawasan Wisata Taman Balekambang Endang Srimurniyati tak menampik keadaan kantornya. Meski sempit, kecil, dan tak ada ruang rapat. Para pegawai UPTD ini tetap enjoy bertugas. "Tak ada masalah mas, memang begini kondisi kantornya. 

Walau ruangannya kecil tugas-tugas tetap dijalankan dengan baik," kata Endang. Perempuan berjilbab dan murah senyum ini tak menolak bila ada pihak-pihak yang bersedia membangunkan kantor baru. Syukur-syukur dibangunkan kantor yang bisa digunakan untuk ruang transit pejabat. "Sebenarnya kantor ini sudah lebih dari cukup, tetapi kalau ada rencana pembangunan kantor, ya kami senang," ungkapnya. 
Endang menyatakan, sejumlah kekurangan dari kantor yang terletak di sisi selatan taman adalah tak tersedianya ruang rapat, gudang dan kamar mandi. Padahal tiga fasilitas ini amat penting untuk mendukung kegiatan dinas. 
"Kalau kamar mandi segera dibangun, tapi ruang rapat dan gudangnya menggunakan tempat yang tersedia dulu," katanya. 
Ia menyatakan, bila akan dibangun kantor baru tempatnya tidak boleh di dalam taman. Saat ditanya akan dibangun di mana, Endang menyatakan di luar taman tapi masih bisa menjangkau ke areal itu. (*/)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2015 WARTO SOLO. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
>